lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Misteri Huller Padi di kawasan Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya kembali menjadi perbincangan warga. Sudah dua tahun bangunan tua penggilingan padi itu ditutup total usai tragedi kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pengontrak pada 2023 silam.
Kini, bangunan yang dulunya ramai oleh suara mesin penggilingan padi itu hanya menyisakan kesunyian. Di balik sejarah panjangnya, warga sekitar menyimpan banyak cerita yang sulit dipisahkan dari kesan mistis yang melekat di lokasi tersebut.
Salah seorang warga yang telah puluhan tahun menjaga kawasan itu, Aan Suherman (65), mengaku berbagai pengalaman tak biasa kerap diceritakan masyarakat yang datang ke lokasi.
“Langsung ditutup setelah kejadian dan sampai sekarang tidak ada yang berani ngontrak lagi,” ujarnya kepada wartawan.
Misteri Maut Huller Padi dan Cerita yang Beredar di Kalangan Warga
Menurut Aan, berbagai cerita mistis mengenai bangunan Huller Padi sudah lama beredar di tengah masyarakat, bahkan jauh sebelum tragedi kecelakaan kerja yang terjadi pada 2023.
Ia mengaku beberapa warga pernah mengaku melihat penampakan maupun merasakan suasana yang berbeda ketika berada di lokasi, terutama menjelang waktu magrib.
“Kadang muncul sebelum dzuhur, tapi puncaknya habis magrib. Kalau cerita warga, yang gaib-gaib di sini kumpul semua,” kata Aan.
Meski demikian, cerita tersebut merupakan pengalaman dan keyakinan pribadi warga yang tidak dapat diverifikasi secara ilmiah.
Aan sendiri mengaku selama menjaga lokasi tidak pernah merasa terganggu selama menghormati tempat tersebut.
“Saya tidak akan ganggu kalau tidak diganggu,” katanya sambil tersenyum.
Misteri Huller Padi Muncul Sebelum Tragedi Maut
Cerita mistis yang berkembang di lokasi itu semakin ramai diperbincangkan setelah kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Wawan Saefulloh pada 2023.
Korban diketahui meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja saat mengoperasikan mesin penggilingan padi.
Menurut Aan, sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi, sejumlah pekerja pernah menceritakan hal-hal yang dianggap tidak biasa di sekitar bangunan tua itu.
“Sebelum kejadian, tanda-tandanya sudah ada dan sering ada yang nampak. Almarhum juga sering telepon. Tapi kontak terakhirnya malah tragedi,” kenangnya.
Sekali lagi, informasi tersebut merupakan cerita yang berkembang di kalangan pekerja dan warga sekitar yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Bangunan Tua Simpan Mesin Peninggalan Belanda
Di luar cerita mistis yang berkembang, Huller Padi Tugu Koperasi ternyata menyimpan nilai sejarah yang cukup tinggi.
Di dalam bangunan masih terdapat mesin pemanas padi peninggalan zaman Belanda yang disebut masih asli dan belum dipindahkan sejak puluhan tahun lalu.
Menurut warga, mesin tersebut bahkan disebut-sebut memiliki potensi untuk dijadikan bagian dari cagar budaya karena nilai historisnya yang tinggi.
Kini, bangunan tua itu berdiri sunyi di tengah kawasan Tugu Koperasi yang tengah dipersiapkan untuk direvitalisasi. Tidak ada lagi suara mesin yang berputar. Yang tersisa hanyalah kenangan, sejarah panjang industri penggilingan padi, tragedi kemanusiaan, dan cerita-cerita mistis yang masih menjadi bisik-bisik warga hingga hari ini.
Apakah semua cerita itu benar? Tidak ada yang bisa memastikannya. Namun satu hal yang pasti, Misteri Huller Padi telah menjadi bagian dari kisah yang hidup di tengah masyarakat Kota Tasikmalaya.(KRS/AHOL)
