Kisah Mistis di Sekitar Tugu Koperasi Tasikmalaya

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA.  Siang itu, halaman belakang Tugu Koperasi Tasikmalaya tampak lengang. Semak tumbuh di antara sisa bangunan tua. Dinding-dinding kusam berdiri tanpa atap yang utuh. Tidak ada lagi suara mesin penggilingan padi atau kesibukan para pekerja batik tenun.

Namun, bagi Iin Maskanah, tempat tersebut tidak pernah benar-benar sepi.

Perempuan berusia 60 tahun itu mengaku beberapa kali melihat sosok yang tidak biasa. Ada anak kecil yang tiba-tiba muncul. Ada perempuan berpenampilan seperti noni Belanda. Ada pula sosok lain yang wajah dan bentuknya cukup menyeramkan.

Anehnya, penampakan yang paling membekas dalam ingatan Iin justru tidak datang untuk menakut-nakuti.

Suatu hari, ketika sedang menjemur padi di halaman bangunan terbengkalai, Iin melihat sosok nenek-nenek. Sosok itu datang tanpa membuat gaduh. Tidak pula menunjukkan sikap mengancam.

Pesannya sederhana, tetapi membuat Iin terdiam.

“Tidak menakutkan. Malah mengingatkan, ‘Nak, sudah Dzuhur, salat dulu,’” cerita Iin, Selasa, 14 Juli 2026.

Bagi Iin, kejadian semacam itu bukan lagi sesuatu yang mengejutkan. Ia sudah 36 tahun tinggal di kawasan Tugu Koperasi bersama suaminya, Aan Suherman, yang kini berusia 65 tahun.

Selama puluhan tahun itu, Iin merasa hidup berdampingan dengan berbagai cerita yang tidak semua orang bisa melihat atau mempercayainya.

“Saya sudah tidak aneh lagi. Ada anak kecil, ada noni Belanda, ada juga yang menyeramkan,” katanya.

Meski demikian, Iin menegaskan bahwa sosok-sosok tak kasat mata tersebut tidak pernah mengganggu keluarganya. Menurut dia, manusia hanya perlu menjaga sikap selama berada di kawasan tersebut.

“Mereka baik-baik. Asal kita sopan dan tidak mengusik,” ujarnya.

Jejak Sejarah di Balik Kesunyian

Kisah mistis di sekitar Tugu Koperasi Tasikmalaya hidup berdampingan dengan sejarah besar yang tersimpan di kawasan itu.

Tugu tersebut berdiri di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Di tempat inilah Kongres Koperasi Indonesia pertama diselenggarakan pada 12 Juli 1947.

Sekitar 500 utusan dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi, datang dan berkumpul di Tasikmalaya.

Mereka merumuskan sepuluh dasar koperasi nasional. Pertemuan itu kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak penting lahirnya gerakan koperasi dan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Namun, 79 tahun setelah kongres bersejarah tersebut, suasananya telah berubah.

Keramaian para utusan dari berbagai daerah hanya tersisa dalam catatan sejarah. Di belakang tugu, berdiri dua bangunan tua yang kondisinya memprihatinkan.

Bangunan pertama dahulu digunakan sebagai tempat produksi batik tenun. Bangunan lainnya pernah menjadi lokasi mesin huller untuk menggiling padi.

Kini, sebagian atapnya telah runtuh. Dindingnya kusam dan beberapa bagian mulai rapuh. Semak tumbuh liar, menutupi halaman yang dahulu menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Ketika sore datang dan cahaya mulai berkurang, bangunan itu terlihat semakin sunyi. Dari tempat seperti inilah cerita tentang anak kecil, noni Belanda dan nenek yang mengingatkan waktu salat terus hidup dari mulut ke mulut.

Dua Wajah Tugu Koperasi

Tidak jauh dari kawasan tugu terdapat Makam Eyang Batara yang dikeramatkan oleh sebagian warga. Hingga kini, masih ada masyarakat yang datang untuk berziarah.

Keberadaan makam, bangunan tua dan pengalaman warga membuat kawasan Tugu Koperasi memiliki dua wajah yang berbeda.

Wajah pertama adalah sejarah perjuangan ekonomi rakyat. Di tempat ini, gagasan tentang koperasi Indonesia pernah dirumuskan oleh ratusan utusan dari berbagai pulau.

Wajah kedua adalah kumpulan cerita gaib yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi sebagian orang, kisah tersebut mungkin hanya cerita yang tumbuh karena suasana bangunan tua dan sepi. Namun, bagi Iin dan warga yang telah lama tinggal di sana, pengalaman itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, nilai sejarah kawasan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan perawatan yang memadai.

Bangunan di belakang tugu terus menua. Semak tumbuh tanpa kendali. Jejak sejarah perlahan terdesak oleh kerusakan dan cerita mistis yang justru lebih sering dibicarakan.

Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya. Bukan hanya memperbaiki bagian yang rusak, tetapi juga menata kawasan tersebut sebagai ikon sejarah dan tujuan wisata edukasi.

Sebab, di balik bangunan yang sunyi itu, pernah berkumpul ratusan orang yang memikirkan masa depan ekonomi rakyat Indonesia.

Dan di antara dinding-dinding tua yang tersisa, masih hidup sebuah cerita tentang sosok nenek yang tidak datang untuk menakut-nakuti, melainkan sekadar mengingatkan satu hal sederhana: waktu salat telah tiba. (KRS/AS)

🏆 Tebak Final 2026 • Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

⏱️ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB 🛡️ Anti duplikat 📊 Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Sinergi TNI Polri Tasikmalaya Kian Solid, Tiga Pimpinan Institusi Perkuat Koordinasi Jaga Kamtibmas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga. Jajaran TNI dan Polri di Tasikmalaya...

Hari Anak Nasional 2026 Tasikmalaya, Saat Kepedulian Tidak Boleh Berhenti pada Seremoni

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Anak-anak adalah pewaris masa depan bangsa. Namun bagi sebagian dari mereka, masa kecil masih dibayangi kekerasan, diskriminasi,...

101 Tahun RSUD dr. Soekardjo, Buka Layanan Gizi Gratis

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum 101 Tahun RSUD dr. Soekardjo tidak hanya ditandai dengan seremoni. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Tasikmalaya...

Terbaru

Isu Hoaks Macan Papandayan Garut Dibantah Polisi, Video Viral Korban Ledakan Mortir

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  Polres Garut memastikan kabar yang menyebut seekor macan...

Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Televisi Nasional, Siap Tampil di Brownis dan HUT RI Jabar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Paduan Suara PGRI Ciamis....

Sinergi TNI Polri Tasikmalaya Kian Solid, Tiga Pimpinan Institusi Perkuat Koordinasi Jaga Kamtibmas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus...

Hari Anak Nasional 2026 Tasikmalaya, Saat Kepedulian Tidak Boleh Berhenti pada Seremoni

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Anak-anak adalah pewaris masa depan bangsa. Namun...

Alexa Ciamis Direbutkan Tiga Coach, Pilih Melly Lee

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Satu keputusan membuat panggung D’Academy 8 mendadak menegang....

Piala Dunia 2026

Spanyol Bisa Kalahkah Perancis Jika Situasi Ini Terjadi | Prediksi Skor Perancis vs Spanyol

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi skor Perancis vs Spanyol tidak sepenuhnya...

Prediksi Skor Perancis vs Spanyol: Drama 120 Menit Menanti

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi skor Perancis vs Spanyol mengarah pada...

Kondisi Mbappe Jelang Prancis vs Spanyol Sempat Bikin Cemas

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Kondisi Mbappe sempat memunculkan kecemasan menjelang...

Messi Lawan Inggris, Duel Pertama di Semifinal Piala Dunia 2026

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Messi lawan Inggris akhirnya akan menjadi...

Semifinal Piala Dunia 2026 Diisi Empat Besar Ranking FIFA

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan susunan...

Daerah lainnya

Ledakan Mortir di Bandung Barat Tewaskan 2 Buruh, Polisi Selidiki Asal Amunisi

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebuah ledakan di Bandung Barat...

Pergerakan Tanah di Cianjur, Warga Kembali Tagih Hunian Layak

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pergerakan tanah di Cianjur bukan hanya meninggalkan retakan pada...

Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemprov Jabar, Ketua Yayasan Ditahan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jabar...

SIM Keliling di Sumedang Hari Ini, Cek Lokasi dan Syarat

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Warga yang masa berlaku Surat Izin Mengemudi...

Perspektif

Popular Categories