lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi kepedulian terhadap warga binaan kembali hadir di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Gerakan Ajengan Muda atau GAM berkolaborasi dengan SAPMA Pemuda Pancasila menyalurkan 500 paket peralatan mandi bagi penghuni lapas.
Kegiatan tersebut mengusung tema wawasan kebangsaan. Bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai pemberian barang kebutuhan harian, tetapi juga sebagai dukungan moral bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.
Ketua GAM Tasikmalaya, Hasdist Munawir Al Asyary, menyerahkan bantuan tersebut secara langsung kepada Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk sinergi antara organisasi kepemudaan, gerakan sosial keagamaan, dunia usaha, dan lembaga pemasyarakatan.
500 Paket Peralatan Mandi untuk Warga Binaan
Hasdist mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah dari PT Primajasa yang ikut mendukung kegiatan sosial di lingkungan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.
Menurutnya, paket peralatan mandi memang terlihat sederhana. Namun bagi warga binaan, bantuan tersebut memiliki manfaat langsung untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan selama berada di dalam lapas.
“Kami datang membawa harapan. Paket peralatan mandi ini mungkin sederhana, namun kami yakin akan menjadi sarana menjaga kebersihan dan kesehatan warga binaan selama menjalani masa pidana. Kebersihan adalah awal kebangkitan,” ujar Hasdist.
Sebanyak 500 paket peralatan mandi disalurkan kepada penghuni Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung program pembinaan, khususnya dalam menjaga pola hidup bersih di lingkungan lapas.
Kegiatan ini juga memiliki makna emosional bagi Hasdist. Ia menyampaikan bahwa dirinya merupakan mantan warga binaan Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Karena itu, kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berubah dan memberi manfaat kembali kepada masyarakat.
“Saya alumni Lapas Kelas IIB Tasikmalaya. Saya merasa pulang ke rumah sendiri. Insya Allah saya mewakili GAM sekaligus mendistribusikan amanah dari PT Primajasa berupa 500 paket peralatan mandi,” ungkapnya.
Kepedulian Sosial Menembus Tembok Lapas
GAM selama ini bergerak di bidang sosial dan tarbiyah. Sementara SAPMA Pemuda Pancasila membawa semangat kebangsaan dalam kegiatan kemasyarakatan.
Kolaborasi keduanya menghadirkan pesan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak lapas. Masyarakat, organisasi pemuda, tokoh agama, dan dunia usaha juga dapat mengambil peran dalam mendukung proses pemulihan sosial.
Tema wawasan kebangsaan dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa warga binaan tetap merupakan bagian dari bangsa. Mereka tetap berhak mendapat perhatian, pembinaan, dan dukungan moral agar kelak mampu kembali ke lingkungan masyarakat dengan lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Ismet Sitorus, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai paket peralatan mandi sangat membantu kebutuhan warga binaan sekaligus mendukung program kebersihan dan kesehatan di dalam lapas.
Selain manfaat praktis, dukungan dari luar juga dinilai memberi dampak psikologis positif. Warga binaan merasa tidak dilupakan oleh masyarakat, sehingga semangat untuk memperbaiki diri dapat terus tumbuh.
Hasdist berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan. Ia menegaskan, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya akan tetap menjadi salah satu fokus kepedulian karena memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dirinya.
Bagi GAM dan SAPMA, aksi tersebut menjadi cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti di luar pagar lapas. Justru dari balik tembok itulah, pesan kemanusiaan, kebersihan, kedisiplinan, dan harapan perlu terus dijaga. (AI/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

