Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya, Ubah Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Ternak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya dalam mengolah sampah organik menjadi kompos, pupuk organik cair, hingga pakan ternak menjadi bagian dari pembelajaran lingkungan yang diterapkan sejak 2025. Melalui program kokurikuler, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengenal praktik pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Program ini berangkat dari persoalan sampah yang menumpuk di lingkungan sekolah. Sampah dari aktivitas sekolah, kantin, rumah tangga, hingga sebagian kecil sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimanfaatkan sebagai bahan pengolahan organik.

Alih-alih hanya dibuang, sampah tersebut dipilah dan diolah menjadi beberapa produk yang memiliki manfaat berbeda. Proses ini sekaligus mengenalkan konsep ekonomi sirkular kepada siswa, yakni memanfaatkan kembali bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna agar memiliki nilai tambah.

- Advertisement -

Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya Berangkat dari Persoalan Sampah

Koordinator program sekaligus Guru Kimia SMAN 6 Tasikmalaya, Nadar Setiamulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut muncul dari kebutuhan untuk menangani sampah yang terus bertambah di lingkungan sekolah.

Program pengolahan sampah kemudian dikembangkan sebagai kegiatan pembelajaran yang menghubungkan persoalan lingkungan dengan praktik langsung. Siswa diajak memahami bahwa sampah organik masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan cara yang tepat.

Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan pembelajaran mengenai perubahan iklim dan nilai-nilai Panca Waluya. Dengan pendekatan ini, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi urusan kebersihan, tetapi juga sarana membangun kepedulian lingkungan dan keterampilan siswa.

Bahan organik yang terkumpul dapat diolah menjadi kompos dan pupuk organik cair. Sementara itu, sebagian bahan digunakan sebagai media budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly atau BSF).

Pemanfaatan tersebut memperlihatkan bahwa satu jenis sampah organik dapat memiliki jalur pengolahan berbeda sesuai karakteristik dan kebutuhan penggunaannya.

Budidaya Maggot Mengubah Sampah Menjadi Pakan Berprotein

Salah satu bagian yang menarik dari program di SMAN 6 Tasikmalaya adalah budidaya maggot BSF. Larva ini dapat tumbuh dengan memanfaatkan bahan organik yang sesuai sebagai media pakan.

Menurut data yang disampaikan dalam program tersebut, sekitar 20 gram telur maggot dapat menghasilkan kurang lebih 146 kilogram maggot segar dalam waktu 21 hari.

Angka tersebut menggambarkan potensi budidaya maggot dalam mengubah bahan organik menjadi biomassa yang bermanfaat. Namun, hasil tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi budidaya, jenis media, serta apakah angka itu merupakan hasil satu siklus tertentu atau capaian yang dapat diperoleh secara rutin.

Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk pakan ikan dan ayam. Dengan demikian, pengolahan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan hasil budidaya untuk kebutuhan peternakan dan perikanan.

Meski demikian, pengelolaan media budidaya tetap membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, jenis bahan yang digunakan, serta proses pemeliharaan agar hasilnya sesuai dengan tujuan pemanfaatan.

Siswa Belajar Ekonomi Sirkular dari Praktik Langsung

Program kokurikuler ini melibatkan siswa kelas 10 hingga kelas 12. Dalam pelaksanaannya, kelas 11-3 dan 11-11 menjadi kelas percontohan untuk kegiatan tersebut.

Keterlibatan siswa menjadi bagian penting karena mereka berhadapan langsung dengan proses pengelolaan sampah. Mereka dapat mempelajari tahapan pemanfaatan bahan organik sekaligus memahami hubungan antara kebiasaan sehari-hari dan persoalan lingkungan.

Pembelajaran semacam ini juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya mempelajari konsep melalui buku atau penjelasan di kelas. Siswa memperoleh gambaran tentang bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di sekitar mereka.

Najla Latisha, salah seorang siswa yang terlibat, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan praktis mengenai ekonomi sirkular. Keterampilan itu dinilai dapat berguna ketika siswa memasuki dunia kerja maupun saat mengelola sampah rumah tangga.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat diarahkan pada keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya diajak memahami dampak sampah, tetapi juga mengenali cara memanfaatkannya secara produktif.

Pengolahan Sampah Jadi Pembelajaran Berkelanjutan

Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya memperlihatkan bagaimana persoalan sampah dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan. Melalui pengolahan organik, kompos, pupuk cair, dan budidaya maggot, siswa mendapatkan pengalaman mengenai pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.

Program ini juga membuka ruang bagi sekolah untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Keberlanjutan kegiatan tentu bergantung pada konsistensi pemilahan sampah, ketersediaan bahan yang sesuai, pengelolaan budidaya, serta keterlibatan warga sekolah.

Bagi siswa, manfaat program tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan. Keterampilan mengolah sampah juga dapat menjadi bekal praktis untuk diterapkan di rumah maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif pada masa mendatang.

Melalui program kokurikuler yang berjalan sejak 2025, SMAN 6 Tasikmalaya berupaya menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pengalaman belajar. Inovasi SMAN 6 Tasikmalaya tersebut menempatkan sampah organik bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga sumber pembelajaran tentang ekonomi sirkular, keterampilan hidup, dan kepedulian terhadap lingkungan. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

RS Mitra Idaman Minta Maaf, Dinkes Banjar Telusuri SOP Kasus Persalinan Darurat dalam Mobil

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kasus persalinan darurat Rini Marini, ibu...

36 Jam Dilalap Api, Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya Belum Padam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kebakaran Limbah Kayu Kawalu Tasikmalaya...

Kebakaran TPA Pasir Bajing di Garut Dipadamkan, Tim SAR Brimob Diterjunkan

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebakaran TPA Pasir Bajing di Desa Sukaraja, Kecamatan...

Penataan Terminal Singaparna, Satpol PP Tasikmalaya Pantau Pembongkaran Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)...

Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya Jadwalkan Layanan Akta Keliling di Mangunreja 13 Oktober 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)...

JAWA BARAT

Bantuan Dedi Mulyadi Lewat WhatsApp Dipastikan Hoaks, Warga Diminta Waspada Modus Transfer Sesuai Usia

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat...

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke Sekolah dan Pesantren, Gunakan Kendaraan Taktis AWC

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Polres Purwakarta, Jawa Barat, menyalurkan bantuan...

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sumedang, Utang Rp25 Juta Jadi Dugaan Pemicu

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Polres Sumedang, Jawa Barat, mengungkap perkembangan penyidikan kasus...

Kasus Santriwati Bekasi, Pimpinan Ponpes Ditahan diduga Korban Lebih dari 10 Orang

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Polres Metro Bekasi Kota menahan...

Warga Cianjur Temukan Jenazah dalam Karung, Tali Melilit Leher Korban

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan...

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Olahraga

Kategori Populer