lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Jabar Saber Hoaks mengingatkan masyarakat Jawa Barat agar tidak percaya terhadap tawaran bantuan uang yang mengatasnamakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui WhatsApp. Dalam publikasi Selasa, 13 Oktober 2026, lembaga tersebut menegaskan bahwa klaim pemberian dana berdasarkan usia warga merupakan informasi palsu dan tidak berkaitan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Modus bantuan Dedi Mulyadi itu beredar melalui unggahan media sosial yang menjanjikan transfer uang dengan nominal menyesuaikan usia penerima. Masyarakat diminta menyebutkan umur di kolom komentar sebelum diarahkan menghubungi nomor WhatsApp untuk melanjutkan proses yang diklaim sebagai pengurusan bantuan.
Modus Bantuan Dedi Mulyadi Meminta Warga Menyebutkan Usia
Berdasarkan pemeriksaan Jabar Saber Hoaks, unggahan tersebut ditemukan di TikTok. Video yang beredar mengajak pengguna menyebutkan usia mereka dengan iming-iming mendapatkan uang dari Dedi Mulyadi.
Besaran uang dalam klaim tersebut disebut mengikuti usia yang dicantumkan pengguna. Unggahan itu kemudian mengarahkan mereka ke nomor WhatsApp sebagai kontak lanjutan.
Tim pemeriksa fakta menelusuri akun resmi Dedi Mulyadi, termasuk TikTok @dedimulyadiofficial, Instagram @dedimulyadi71, serta kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan pengumuman maupun pernyataan resmi mengenai program pemberian uang berdasarkan usia.
Jabar Saber Hoaks juga memastikan nomor WhatsApp yang dicantumkan dalam unggahan tidak berkaitan dengan Dedi Mulyadi ataupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Temuan tersebut tercantum dalam klarifikasi bertanggal 21 September 2026 dan kembali disampaikan melalui publikasi literasi pada 13 Oktober 2026.
Klaim tersebut dikategorikan sebagai konten palsu yang berpotensi menjadi sarana penipuan. Meski demikian, belum tersedia informasi resmi mengenai jumlah orang yang menjadi korban akibat unggahan khusus tersebut.
Pemprov Jabar Ingatkan Penyaluran Bantuan Tidak Melalui Komentar Media Sosial
Jabar Saber Hoaks menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan melalui pendataan oleh dinas terkait dan pemerintah daerah setempat.
Mekanisme tersebut berbeda dengan tawaran bantuan melalui kolom komentar TikTok, pesan pribadi, atau nomor WhatsApp yang dicantumkan akun tidak dikenal.
Pola serupa sebelumnya ditemukan dalam sejumlah unggahan yang mencatut nama Dedi Mulyadi.
Pada 12 Oktober 2026, Jabar Saber Hoaks juga memublikasikan klarifikasi terhadap klaim pemberian uang kepada pemilik rekening bersaldo kosong.
Dalam pemeriksaan itu, tidak ditemukan program resmi yang memberikan bantuan uang hanya dengan meminta pengguna berkomentar dan menghubungi nomor WhatsApp tertentu.
Selain itu, pada 6 Oktober 2026, lembaga tersebut mengklarifikasi unggahan Facebook yang menawarkan bantuan Rp20 juta dengan mencatut nama Dedi Mulyadi.
Tawaran tersebut juga dinyatakan tidak benar karena tidak ditemukan pengumuman program melalui akun resmi gubernur.
Masyarakat diimbau tidak memberikan informasi pribadi, nomor rekening, kata sandi, maupun kode OTP kepada pihak tidak dikenal yang menjanjikan pencairan bantuan.
Warga juga disarankan memeriksa setiap informasi bantuan melalui kanal resmi pemerintah sebelum mengikuti petunjuk dari unggahan media sosial.
Klarifikasi Jabar Saber Hoaks pada 13 Oktober 2026 menegaskan bahwa tawaran transfer uang berdasarkan usia dengan mengatasnamakan Dedi Mulyadi bukan program resmi pemerintah. (NS/AS)
