Diki Samani: Digitalisasi di Pemkab Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Harapan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin untuk mempercepat digitalisasi pemerintahan masih menghadapi tantangan besar.
Pengamat kebijakan publik sekaligus Direktur Albadar Institute, Diki Samani, menilai langkah digitalisasi di Pemkab Tasikmalaya masih sebatas mimpi karena kelembagaan pendukungnya belum kuat.

โ€œDigitalisasi di Pemkab Tasikmalaya baru sebatas wacana besar tanpa fondasi kelembagaan yang kokoh. Selama Kominfo belum berdiri sebagai dinas mandiri, arah digitalisasi hanya akan berputar-putar di tataran ide,โ€ ujar Diki Samani dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).


Kominfo Belum Mandiri, SPBE Sulit Melaju

Diki menjelaskan, transformasi digital tidak bisa berjalan tanpa struktur kelembagaan yang memadai. Saat ini, urusan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Kabupaten Tasikmalaya masih berada di bawah Dinas Perhubungan.
Kondisi tersebut dinilai menghambat percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menjadi prioritas nasional.

โ€œDigitalisasi di Pemkab Tasikmalaya itu pekerjaan besar. Tapi kalau Kominfo masih sebatas bidang, bagaimana bisa mengatur data center, keamanan informasi, dan layanan digital lintas dinas?โ€ tegas Diki. Ia menyayangkan, dulu Kominfo di Kabupten Tasikmalaya pernah menjadi SKPD mandiri, tapi dilebur ke Dinas Perhubungan oleh Bupati Ade Sugianto.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Garut, keberhasilan transformasi digital tidak lepas dari keberadaan Dinas Kominfo yang berdiri mandiri, memiliki anggaran sendiri, serta tim teknis profesional yang fokus pada pengembangan sistem elektronik pemerintahan.


Data dan Fakta: Daerah dengan Kominfo Mandiri Lebih Unggul

Berdasarkan Studi Kinerja Pemerintah Daerah 2023 yang dirilis oleh Kemenpan-RB, daerah yang memiliki Dinas Kominfo mandiri menunjukkan indeks rata-rata lebih tinggi 31 persen dibandingkan daerah yang masih menggabungkannya dengan dinas lain.

Contohnya, Kabupaten Sumedang mencatat indeks 3,7, sementara Tasikmalaya masih berada di kisaran 2,2 pada tahun 2024.
Selisih itu menggambarkan betapa pentingnya struktur kelembagaan yang fokus dan mandiri dalam mendorong digitalisasi pemerintahan.

โ€œData ini menunjukkan, digitalisasi tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kelembagaan. Tanpa dinas yang kuat, semua program digitalisasi akan tersendat,โ€ ujar Diki.


Harapan Bupati dan Realitas di Lapangan

Sebelumnya, dalam pelantikan 82 pejabat struktural pada Agustus lalu, Bupati Cecep Nurul Yakin menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi layanan publik dan memperkuat penerapan SPBE di seluruh perangkat daerah.

Ia bahkan menyebut akan meniru model keberhasilan digitalisasi Kabupaten Sumedang yang dikenal dengan sistem pemerintahan terintegrasi berbasis aplikasi.
Namun, Diki mengingatkan bahwa niat baik itu tidak akan terwujud jika Kominfo masih menjadi โ€œpenumpangโ€ di Dinas Perhubungan.

โ€œSPBE butuh dinas penggerak, digitalisasi itu butuh dirigen, bukan subbagian kecil dalam dinas besar. Butuh kepala dinas yang bisa duduk sejajar dengan OPD lain, bukan pejabat setingkat kepala bidang yang terbatas kewenangannya,โ€ ujarnya.

Menurut Diki, inilah akar dari lambatnya digitalisasi di Pemkab Tasikmalaya. Niatnya besar, tetapi struktur kelembagaannya tidak mendukung.


Ketertinggalan Digital dan Risiko Birokrasi Manual

Keterlambatan digitalisasi di Pemkab Tasikmalaya bukan hanya masalah teknis, tapi juga berimbas pada pelayanan publik.
Hingga kini, sebagian besar proses administrasi masih berjalan manual dan belum terhubung secara digital antar-perangkat daerah. Ratusan aplikasi yang ada, aktif secara partial karena tidak ada leading sector yang memiliki kewenangan penuh.

Data Satu Data Indonesia menunjukkan, dari total 44 perangkat daerah di Kabupaten Tasikmalaya, baru 12 OPD yang memiliki sistem informasi terintegrasi.
Sementara sisanya masih mengandalkan pengolahan data manual dan sistem aplikasi yang berdiri sendiri (non-interoperable).

โ€œIni yang saya sebut digitalisasi yang belum nyata. Infrastruktur ada, tapi tidak sinkron. Data ada, tapi tidak saling terhubung. Tanpa koordinasi Kominfo yang kuat, SPBE di Tasikmalaya hanya akan jadi slogan,โ€ kata Diki.


Segera Kembalikan Kominfo jadi SKPD Mandiri

Diki menegaskan, langkah paling strategis agar digitalisasi di Pemkab Tasikmalaya tidak sekadar mimpi adalah dengan menjadikan Kominfo sebagai SKPD mandiri.
Menurutnya, keberadaan Dinas Kominfo yang berdiri sendiri akan mempercepat integrasi data antar-OPD, memperkuat keamanan informasi, dan membuka peluang efisiensi birokrasi.

Selain itu, Diki juga mendorong Bupati Cecep untuk segera menyusun peta jalan (roadmap) digitalisasi daerah yang disertai target kinerja terukur, termasuk peningkatan indeks SPBE, perluasan konektivitas internet publik, serta pembentukan data center kabupaten.

โ€œKalau Tasikmalaya ingin maju seperti Sumedang, maka keberanian menata kelembagaan harus menjadi langkah pertama. Dinas Kominfo mandiri adalah syarat mutlak,โ€ tegas Diki.


Mimpi yang Harus Dikejar, Bukan Sekadar Dibicarakan

Digitalisasi pemerintahan bukan sekadar soal aplikasi atau server, tetapi transformasi cara kerja birokrasi menuju efisiensi dan transparansi.
Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk melangkah ke arah itu, namun langkahnya akan terus tertahan tanpa struktur kelembagaan yang kuat.

โ€œDigitalisasi di Pemkab Tasikmalaya saat ini masih sebatas mimpi. Tapi mimpi ini bisa diwujudkan kalau pemerintah daerah di bawah kepemimpinan yang baru berani membangun pondasinya, dimulai dari berdirinya Dinas Kominfo yang mandiri,โ€ pungkas Diki Samani.

(AC)

PRIANGAN TIMUR

Hilang Sejak Sore, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal di Bendungan Panawangan Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harapan keluarga untuk menemukan Eman (81)...

Lansia 70 Tahun Tolak Pengakuan Bersalah, Sidang Dugaan Penipuan Rumah di Banjar Memanas

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sidang perdana kasus dugaan penipuan rumah...

Lolos Enam Lapis Seleksi, Dua Pelajar Kota Tasikmalaya Menuju Paskibraka Jabar

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Enam lapis seleksi telah dilewati. Kini, Muhammad...

Hamil 5 Bulan, Dugaan Perkosaan Anak di Pangandaran Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kasus dugaan perkosaan anak di Pangandaran...

Hujan Meteor Jumat Malam, Bisakah Terlihat dari Priangan Timur?

lintaspriangan.com,ย BERITA PRIANGAN. Langit Priangan Timur masih berpeluang memperlihatkan meteor...

JAWA BARAT

Sekolah Rakyat Cirebon Resmi Beroperasi, 540 Anak dari Empat Daerah Mulai Tempati Asrama

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Program Sekolah Rakyat Cirebon resmi memasuki...

127.206 Mahasiswa PTS Nonaktif, Alarm Serius Jabar-Banten

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Sebanyak 127.206 mahasiswa PTS nonaktif masih...

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Hari Ini, Mana Saja?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR. Hujan lebat dan angin kencang di Jabar...

9 Indikasi Korupsi Kabupaten Karawang Paling Telanjang, Belum Ada yang Digelandang?

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Barang tidak pernah dikirim, tetapi dana BOS tetap...

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Olahraga

Popular Categories