Banjar-Ciamis Berani Pangkas Tunjangan DPRD, Apa Kabar Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Langkah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memang tidak spektakuler. Tidak ada seremoni, tidak pula dikemas sebagai pencitraan. Namun justru di situlah maknanya. Di saat banyak daerah masih berhati-hati menyentuh pos-pos sensitif, dua daerah ini mulai berani melakukan sesuatu yang jarang dilakukan: memotong langsung tunjangan DPRD.

Di Kota Banjar, pemangkasan tunjangan pimpinan DPRD menjadi sinyal awal bahwa krisis fiskal tidak lagi diperlakukan sebagai urusan birokrasi lapis bawah semata. ASN dan PPPK yang lebih dulu merasakan pemotongan TPP kini tidak sendirian. Langkah itu membuka ruang diskusi publik yang selama ini kerap dihindari: apakah wakil rakyat siap ikut menanggung konsekuensi krisis yang sama?

Data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Tahun 2025 atas LKPD Kota Banjar Tahun Anggaran 2024 menunjukkan, belanja gaji dan tunjangan DPRD dianggarkan sebesar Rp16,05 miliar, dengan realisasi sekitar Rp14,65 miliar untuk 30 anggota DPRD. Angka ini menegaskan bahwa tunjangan DPRD bukan pos kecil, dan karenanya wajar jika publik menaruh perhatian besar ketika wacana efisiensi digaungkan. Angka ini sebenarnya relatif di bawah daerah lain di Priangan Timur, tapi semangat untuk bersama-sama menghadapi krisis mendorong Kota Banjar mengambil kebijakan berani.

Baca juga: Tunjangan DPRD Kota Banjar Dipangkas, Daerah Lain?

Sementara itu di Kabupaten Ciamis, langkah yang diambil bahkan lebih jauh. Penurunan Kemampuan Keuangan Daerah (KKD) dari kategori tinggi ke sedang dijadikan dasar untuk memangkas Tunjangan Komunikasi Insentif (TKI) anggota dan pimpinan DPRD. Anggota DPRD kini menerima Rp10,5 juta per bulan sebelum pajak, turun Rp4,2 juta dari sebelumnya. Pimpinan DPRD mengalami pengurangan lebih besar, dengan total pemangkasan mencapai Rp8,4 juta per bulan. Kebijakan ini berlaku sejak Januari 2026 dan disepakati secara internal, bersamaan dengan pemotongan TPP ASN sebesar 10 persen.

Menurut Sekretaris Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA), Asep Ishak, langkah yang diambil Banjar dan Ciamis patut diapresiasi karena menyentuh inti persoalan, bukan sekadar permukaannya. Dalam wawancara Kamis malam (22/01/2026), Asep menilai bahwa selama ini banyak daerah mengusung narasi efisiensi, tetapi keberaniannya berhenti pada pos-pos yang relatif aman secara politik, seperti perjalanan dinas atau penyesuaian pokok pikiran dewan.

Baca juga: Mulai Tahun 2026, Pendapatan Anggota DPRD Ciamis Turun Rp 4,2 Juta

Dalam praktiknya, kata Asep, pemangkasan perjalanan dinas kerap bersifat simbolik. Sementara pokok pikiran dewan, kerapkali jadi anggaran yang strukturnya sulit dibaca di lapangan. “Begitu menyentuh tunjangan, itu bukan lagi soal administrasi. Itu soal kemauan berbagi beban,” ujarnya Asep.

Ia menekankan, di tingkat nasional pun, daerah yang berani memangkas tunjangan DPRD masih sangat sedikit. Karena itu, Banjar dan Ciamis bisa dibaca sebagai pengecualian, sebagai inspirator. Justru dari pengecualian inilah publik dapat mengukur siapa yang benar-benar memiliki sense of crisis, dan siapa yang diam-diam masih ingin nyaman berdiri di luar lingkaran pengorbanan.

Konteks inilah yang membuat sorotan publik mulai mengarah ke daerah lain, termasuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah tekanan fiskal yang juga dirasakan di dua daerah ini, muncul pertanyaan wajar: apakah Tasikmalaya akan mengambil langkah serupa, atau memilih bertahan pada pola efisiensi yang tidak menyentuh langsung tunjangan wakil rakyat?

Asep menilai, isu ini bukan soal meniru mentah-mentah kebijakan daerah lain. Setiap daerah memiliki struktur fiskal dan kemampuan keuangan yang berbeda. Namun secara moral, keberanian Kota Banjar dan Ciamis setidaknya menghadirkan cermin. Ketika ASN, PPPK, dan sektor pelayanan publik diminta menyesuaikan diri, publik berharap wakil rakyat tidak sekadar menjadi pengamat krisis.

Sense of crisis tidak diukur dari pernyataan, tapi dari keputusan,” kata Asep menegaskan dalam wawancara tersebut. Baginya, keputusan menyentuh tunjangan DPRD adalah bentuk keteladanan paling konkret dalam situasi fiskal yang tidak ideal.

Pada akhirnya, langkah Kota Banjar dan Ciamis bukan soal siapa paling berkorban, melainkan siapa yang lebih dulu memberi contoh. Dan dari dua daerah ini, pesan itu seharusnya bergema ke daerah-daerah di sekitarnya.

“Dalam konteks bernegara, seharusnya keteladanan itu dimulai dari mereka yang paling dekat dengan kekuasaan,” pungkas Asep. (HS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

Logo Hari Jadi Tasikmalaya Dipilih dari 55 Karya, Abdul Hasim Jadi Pemenang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Logo Hari Jadi Tasikmalaya ke-25 resmi menggunakan karya...

JAWA BARAT

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Olahraga

Popular Categories