lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Jalan panjang menuju barisan pengibar Sang Merah Putih mulai mengerucut di Kabupaten Tasikmalaya. Dari 328 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tasikmalaya yang mengikuti pemusatan pendidikan dan latihan dasar, sebanyak 35 orang akhirnya ditetapkan sebagai calon Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026.
Mereka terdiri dari 18 putri dan 17 putra. Angka itu menunjukkan proses pembinaan berlangsung cukup ketat. Tidak semua peserta yang datang dengan semangat bisa langsung masuk barisan inti. Sebab, menjadi calon Paskibraka bukan hanya soal langkah tegap, sikap sempurna, dan suara lantang saat aba-aba. Di balik itu, ada disiplin, mental, fisik, wawasan kebangsaan, dan kesiapan menjadi teladan bagi pelajar lain. Tegapnya harus dari kaki sampai komitmen, bukan cuma saat difoto.
Pusdiklatsar Digelar Lima Hari di Sukarame
Kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Latihan Dasar atau Pusdiklatsar Calon Anggota Paskibra Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 dilaksanakan selama lima hari di MAN 1 Tasikmalaya, Kecamatan Sukarame.
Pembukaan dan penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kaban Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Asep Darisman, S.Sos., M.M.
Kehadiran Kesbangpol dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pembinaan Paskibra tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial menjelang pengibaran bendera. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta pengembangan potensi generasi muda di Kabupaten Tasikmalaya.
Para peserta yang datang dari satuan pendidikan SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tasikmalaya mengikuti rangkaian latihan dasar secara terpusat. Mereka ditempa melalui kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik, serta pemahaman tentang tanggung jawab sebagai calon anggota pasukan pengibar bendera.
Pusdiklatsar ini menjadi ruang penting untuk melihat kesiapan para pelajar. Sebab, barisan Paskibra tidak hanya menuntut kemampuan teknis dalam baris-berbaris, tetapi juga menuntut sikap, etika, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Dari 328 Peserta, Terpilih 18 Putri dan 17 Putra
Dari total 328 peserta yang mengikuti Pusdiklatsar, ditetapkan 35 pelajar sebagai calon Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026. Komposisinya terdiri dari 18 peserta putri dan 17 peserta putra.
Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembinaan dan penetapan calon tidak berlangsung asal pilih. Setiap peserta harus menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan kesiapan selama mengikuti kegiatan pemusatan.
Bagi para pelajar yang terpilih, status sebagai calon Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Mereka membawa nama sekolah, keluarga, dan daerah. Di usia muda, mereka sudah ditempa untuk memahami arti disiplin, nasionalisme, dan kehormatan tugas.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Paskibra bukan sekadar aktivitas ekstrakurikuler. Ia bisa menjadi jalan pembentukan karakter pelajar agar lebih tangguh, percaya diri, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial.
Dengan ditetapkannya 35 calon tersebut, Kabupaten Tasikmalaya kini memiliki wajah-wajah muda yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari barisan kehormatan pengibar bendera. Mereka adalah pelajar pilihan dari ratusan peserta yang telah mengikuti proses pembinaan.
Bagi sebagian orang, mungkin Paskibra hanya terlihat gagah saat upacara. Padahal, di balik satu gerakan serentak, ada latihan panjang, keringat, lelah, dan mental yang terus diuji. Maka ketika 35 pelajar ini terpilih, yang berdiri bukan hanya tubuh yang tegap, tetapi juga semangat generasi muda Kabupaten Tasikmalaya yang sedang dibentuk untuk lebih kuat. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
