lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Persoalan internal yang sempat memicu ketegangan di lingkungan kerja PT Alba Banjar akhirnya berakhir damai. Pekerja dan pihak perusahaan sepakat menyelesaikan masalah melalui musyawarah setelah terjadi salah paham terkait evaluasi target kerja karyawan.
Ketegangan itu mencuat pada Kamis (21/5/2026), setelah beredar informasi mengenai rencana pengistirahatan sementara terhadap salah seorang pekerja. Informasi tersebut kemudian berkembang di kalangan karyawan dan sempat memunculkan kekhawatiran, karena dianggap sebagai sinyal pemberhentian kerja.
Situasi yang nyaris memanas itu akhirnya dapat diredam setelah perwakilan pekerja dan pihak perusahaan duduk bersama. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas duduk perkara yang sebenarnya, termasuk muasal munculnya kesalahpahaman di lingkungan kerja.
Berawal dari Evaluasi Target Kerja
Perwakilan pekerja, Redi Hartono, menjelaskan bahwa persoalan di PT Alba Banjar bukan dipicu oleh niat perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja. Menurutnya, yang terjadi adalah miskomunikasi terkait kebijakan evaluasi target kerja.
Ia menyebut, perusahaan sebelumnya berencana mengistirahatkan sementara salah seorang pekerja yang dinilai belum memenuhi target kerja. Namun, informasi tersebut ditangkap berbeda oleh sebagian pekerja, sehingga muncul anggapan bahwa perusahaan hendak mengeluarkan karyawan.
“Jadi sebenarnya hanya kesalahan kecil dalam komunikasi. Karena target kerja belum tercapai, ada rencana untuk mengistirahatkan sementara. Namun, mungkin teman-teman menganggapnya sebagai upaya untuk mengeluarkan pekerja,” ujar Redi Hartono.
Redi menegaskan, setelah dilakukan pembahasan bersama, persoalan tersebut sudah dinyatakan selesai. Ia juga memastikan kondisi di lingkungan perusahaan kembali aman dan terkendali.
“Sekarang semuanya sudah clear dan kondisinya aman. Tadi juga sudah dirundingkan bersama,” katanya.
Dalam hasil pembahasan tersebut, diketahui hanya satu orang pekerja yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dirumahkan sementara. Langkah itu disebut sebagai bagian dari evaluasi internal perusahaan, bukan pemberhentian sepihak sebagaimana sempat dikhawatirkan pekerja.
Pekerja dan Perusahaan Sepakat Jaga Komunikasi
Penyelesaian persoalan melalui musyawarah menjadi titik penting dalam menjaga hubungan industrial di Kota Banjar tetap kondusif. Para pekerja dan perusahaan sepakat menempatkan dialog sebagai jalan utama ketika muncul perbedaan pemahaman di lingkungan kerja.
Redi juga menyampaikan, sejauh ini pekerja merasa nyaman dengan kepemimpinan yang ada di perusahaan. Karena itu, ia berharap komunikasi antara manajemen dan pekerja dapat terus diperbaiki agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, ketegangan kecil di tempat kerja bisa membesar apabila informasi tidak tersampaikan secara utuh. Karena itu, keterbukaan komunikasi dinilai penting, terutama menyangkut kebijakan yang berkaitan langsung dengan nasib karyawan.
Penyelesaian damai di PT Alba Banjar ini pun mendapat apresiasi dari para pekerja. Musyawarah dinilai menjadi cara paling tepat untuk meredakan kabut informasi, menjaga suasana kerja tetap kondusif, sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan karyawan.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, aktivitas kerja di perusahaan kembali berjalan normal. Persoalan yang sempat menimbulkan kekhawatiran akhirnya ditutup dengan dialog, bukan konflik.





















