lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Musibah rumah ambruk di Banjarsari menimpa keluarga Mulyadi, warga Dusun Wanayasa, RT 10 RW 02, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026, sekitar pukul 23.45 WIB, setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat sejak sore hingga malam hari.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, bagian atap rumah dilaporkan ambruk dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Bagi keluarga terdampak, angka itu tentu bukan sekadar deretan nominal. Itu adalah dinding rasa aman yang tiba-tiba runtuh pada tengah malam.
Berdasarkan laporan yang diterima dari FK Tagana Kabupaten Ciamis, rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa. Pemilik rumah diketahui bernama Mulyadi, berusia 49 tahun. Dari lima warga terdampak, empat di antaranya laki-laki dan satu perempuan. Tidak ada lansia, balita, maupun penyandang disabilitas yang dilaporkan menjadi korban rumah ambruk tersebut.
Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Atap Rumah Ambruk
Peristiwa rumah ambruk di Ciamis ini bermula saat hujan deras mengguyur kawasan Banjarsari sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam. Dalam laporan lapangan, hujan lebat disertai angin kencang disebut menjadi penyebab utama ambruknya bagian atap rumah warga tersebut.
Kronologi kejadian menunjukkan, bangunan rumah tidak mampu menahan dampak cuaca buruk yang berlangsung cukup lama. Bagian atap kemudian ambruk pada malam hari, ketika sebagian besar warga sudah berada di rumah masing-masing.
Dokumentasi lapangan memperlihatkan kondisi rangka atap mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah kayu penyangga tampak patah dan berserakan. Sebagian rangka atap terbuka, memperlihatkan tingkat kerusakan yang tidak ringan. Lokasi kejadian berada di Desa Cibadak Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Musibah akibat hujan deras di Banjarsari ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Apalagi, rumah dengan kondisi bangunan yang sudah rapuh lebih rentan terdampak saat hujan lebat dan angin kencang Ciamis terjadi dalam durasi panjang.
Tagana Ciamis Lakukan Asesmen, Keluarga Butuh Bantuan
Setelah kejadian, sejumlah unsur langsung melakukan penanganan awal di lokasi. Unsur yang terlibat antara lain Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Pemerintah Desa Cibadak, Babinsa Cibadak, Bhabinkamtibmas Cibadak, Tagana Kabupaten Ciamis, serta warga masyarakat sekitar.
Upaya yang dilakukan meliputi pelaporan kepada pemerintah setempat, asesmen lapangan, dan penyusunan laporan bencana. Pemerintah Desa Cibadak juga akan menginstruksikan Ketua RT setempat untuk menggerakkan gotong royong membersihkan material reruntuhan rumah.
Dalam kondisi mutakhir, keluarga Mulyadi membutuhkan sejumlah bantuan kedaruratan. Kebutuhan mendesak itu meliputi tenda gulung atau terpal, sembako kedaruratan, kasur lipat atau matras, alat dapur, serta family kit.
Bantuan tersebut diperlukan agar keluarga terdampak tetap bisa menjalani masa darurat dengan lebih layak setelah rumah mereka rusak. Pada fase awal bencana seperti ini, bantuan korban bencana bukan hanya soal barang, tetapi juga bentuk kehadiran sosial agar warga terdampak tidak merasa menghadapi musibah sendirian.
Informasi kejadian bersumber dari Haerul Anam, Kepala Dusun Wanayasa. Laporan tersebut kemudian diinformasikan oleh Ahman Riana dan Uju Suparman dari FK Tagana Kabupaten Ciamis.
Peristiwa rumah ambruk di Banjarsari Ciamis ini menambah daftar kejadian bencana lokal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama saat intensitas hujan masih tinggi. Di tengah cuaca yang kerap berubah cepat, kesiapsiagaan warga dan respons cepat pemerintah setempat menjadi simpul penting untuk mengurangi risiko yang lebih besar. (AI/AS)
Baca Berita Ciamis lainnya di Google News





















