Dugaan Bundir di Jembatan Cirahong, Warga Kenali Data KTP yang Ditemukan di Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dugaan bundir di Jembatan Cirahong kembali menyita perhatian warga di kawasan perbatasan Ciamis dan Tasikmalaya. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, itu kini memunculkan petunjuk baru setelah sebuah KTP ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintas Priangan, KTP tersebut ditemukan bersama sepeda yang diduga ditinggalkan pemiliknya sebelum peristiwa terjadi. Data pada KTP itu kemudian dikenali oleh warga yang mengaku mengetahui sosok pemilik identitas tersebut.

Dari data pada KTP yang ditemukan di lokasi, pemilik identitas tersebut berinisial W. Ia tercatat sebagai laki-laki, warga Kelurahan Yudanagara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan tahun kelahiran pada identitas tersebut, usia pemilik KTP diperkirakan sekitar 68 tahun.

Identitas lengkap pemilik KTP tidak dibuka secara rinci dalam pemberitaan ini. Hal itu dilakukan untuk menjaga privasi keluarga dan mencegah penyebaran data pribadi di ruang publik.

Informasi awal dari laporan situasi Tagana Kabupaten Ciamis menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, atau di sekitar kawasan Jembatan Cirahong yang dikenal sebagai jalur penghubung Ciamis dan Tasikmalaya.

Dalam laporan tersebut, kejadian dicatat sebagai orang terbawa hanyut arus sungai. Hingga berita ini disusun, korban masih dalam pencarian tim gabungan di aliran Sungai Citanduy.

KTP Ditemukan di Cirahong, Redaksi Terima Keterangan Warga

Petunjuk awal dugaan bundir di Jembatan Cirahong menguat setelah ditemukan sepeda dan KTP di sekitar lokasi. Sepeda tersebut sebelumnya disebut terlihat dibawa seorang pria yang datang dari arah Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Sebelum kejadian, pria tersebut dikabarkan sempat memarkirkan sepeda di area parkiran lingkungan Sukakarya, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya. Ia juga sempat singgah di warung dan sarapan sebelum berjalan kaki ke arah Jembatan Cirahong.

Tidak lama setelah itu, seorang pemancing melihat sesuatu jatuh ke arah Sungai Citanduy. Awalnya, benda yang jatuh itu dikira sampah. Namun, setelah dilakukan penelusuran, warga menemukan sepeda dan KTP yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selain mengacu pada laporan situasi Tagana Kabupaten Ciamis, redaksi Lintas Priangan juga menerima keterangan dari warga yang mengaku mengenal data pada KTP yang ditemukan di sekitar lokasi. Warga tersebut menyebut, pemilik identitas itu merupakan warga Kota Tasikmalaya dan tinggal di kawasan Gudang Jero.

“Dia tetangga saya. Tinggal di kawasan Gudang Jero, Kota Tasikmalaya,” ujar warga yang memberikan keterangan kepada redaksi Lintas Priangan.

Warga itu juga menyebut, sejauh yang ia ketahui, aktivitas usaha pemilik identitas tersebut terlihat berjalan baik. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti latar belakang peristiwa yang terjadi di kawasan Cirahong.

“Kalau penyebabnya saya tidak tahu. Setahu saya, usahanya terlihat berjalan baik,” ujarnya.

Keterangan warga tersebut menjadi informasi tambahan yang diterima redaksi. Meski begitu, penyebab pasti peristiwa ini belum dapat disimpulkan. Petugas masih fokus pada pencarian dan penanganan di aliran Sungai Citanduy.

Korban Masih Belum Ditemukan

Peristiwa dugaan bundir di Jembatan Cirahong ini membuat warga sekitar geger. Kawasan Cirahong selama ini menjadi salah satu titik penting karena menghubungkan wilayah Ciamis dan Tasikmalaya, sekaligus berada di atas aliran Sungai Citanduy.

Setelah laporan diterima, sejumlah unsur bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment dan pencarian. Berdasarkan laporan Tagana Kabupaten Ciamis, unsur yang terlibat di antaranya Pemerintah Kecamatan Ciamis, pemerintah desa, Tagana Kabupaten Ciamis, RAFI, serta unsur terkait lainnya.

Hingga kini, korban belum ditemukan. Belum ada keterangan resmi yang menyatakan korban ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyimpulkan sendiri status korban sebelum ada informasi resmi dari petugas.

Warga juga diimbau tidak menyebarkan foto KTP, alamat lengkap, atau data pribadi yang ditemukan di lokasi. Penyebaran informasi mentah semacam itu dapat merugikan keluarga dan memperkeruh suasana di tengah proses pencarian.

Dalam peristiwa di Jembatan Cirahong ini, data KTP di Cirahong memang menjadi petunjuk awal. Namun, kepastian identitas dan latar belakang kejadian tetap harus menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sementara itu, pencarian korban hilang di Cirahong masih dilakukan di aliran Sungai Citanduy. Petugas dan relawan terus menyisir titik-titik yang dinilai memungkinkan, sambil mengumpulkan keterangan tambahan dari warga sekitar.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak menyikapi kabar duka dan kejadian sensitif. Informasi boleh dicari, tetapi privasi korban dan keluarga tetap harus dihormati. Dalam situasi seperti ini, kabar yang akurat jauh lebih penting daripada spekulasi yang tergesa-gesa. (AI-DH/AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Ohan Hafiz Tasikmalaya Wisuda 44 Peserta, 26 Tuntaskan Hafalan 30 Juz

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 44 peserta Ohan Hafiz Tasikmalaya Angkatan I...

Pendakian Gunung Garut Ditutup Sementara Selama Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebijakan penutupan sementara pendakian gunung Garut memasuki...

Pangandaran Air Show 2026 Dimulai Hari Ini, Pesta Rakyat Gratis Digelar Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Air Show 2026 mulai digelar Jumat,...

7.520 Anak Tidak Sekolah Tasikmalaya, Apa langkah Disdik Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Angka 7.520 anak tidak sekolah di...

Kebakaran Rumah di Pawindan Ciamis, Dapur Ludes dan Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran rumah terjadi di Dusun Ranca...

JAWA BARAT

Kasus Kematian Wanita Cianjur, Pelaku ditangkap di Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Misteri kematian Imas Maska, perempuan...

PGRI Jabar Kawal Kasus Oknum Wartawan Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kasus dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN...

Sopir Pikap Cium Bau Aneh, Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri penemuan jasad perempuan berinisial SM...

Dua ASN Disnaker Cimahi Ditahan, Dugaan Korupsi Program Pelatihan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Program pelatihan dan produktivitas tenaga...

SIM Keliling Bandung 2 September Buka di ITC Kebon Kalapa dan Tenth Avenue

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Layanan SIM Keliling Bandung tersedia di dua...

Wanita dalam Kardus di Bandung, Tersangka Ditangkap Kurang dari Enam Jam

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perkembangan kasus wanita dalam kardus di Kota...

Tak Diberi Pulus, Pria Mengaku Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Permintaan uang Rp100 ribu berujung keributan...

Misteri Kematian Perempuan di Mes Peternakan Ayam Cianjur

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Misteri kematian seorang perempuan yang ditemukan...

Olahraga

Popular Categories