lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Ada satu catatan yang membuat laga Persib vs Persijap tidak pantas dianggap sekadar jalan menuju pesta juara. Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Maung Bandung pernah dibuat pulang dengan luka dari Jepara. Kini, luka itu kembali dibawa Persijap ke GBLA, tepat saat Persib tinggal selangkah menuju gelar.
Dalam prediksi Persib vs Persijap, catatan lama itu menjadi alarm penting. Persib memang memimpin klasemen dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci gelar. Namun, Persijap bukan lawan yang datang tanpa bekas cerita. Mereka pernah mengalahkan Persib 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada 18 Agustus 2025.
Kekalahan itu membuat laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi lebih berlapis. Persib bukan hanya sedang mengejar gelar juara, tetapi juga membawa urusan yang belum tuntas dari pertemuan pertama. Di hadapan Bobotoh, Maung Bandung punya kesempatan membalas luka sekaligus mengunci musim dengan cara paling manis.
Laga Persib vs Persijap dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di GBLA, Kota Bandung. Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menentukan pada pekan terakhir. Persib memimpin klasemen dengan 78 poin, unggul dua angka atas Borneo FC yang mengoleksi 76 poin. Dengan situasi itu, Maung Bandung hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara.
Persib Butuh Gelar, tapi Juga Revans
Faktor revans menjadi salah satu bumbu penting dalam prediksi Persib vs Persijap. Persib tidak hanya membutuhkan hasil untuk mengunci gelar, tetapi juga punya kesempatan membalas kekalahan dari putaran pertama.
Situasi tersebut membuat tekanan di kubu Persib menjadi berlapis. Di satu sisi, Maung Bandung hanya butuh hasil seri. Di sisi lain, bermain terlalu aman bisa berbahaya. Gelandang Persib, Adam Alis, sebelumnya menegaskan bahwa Persib tidak ingin sekadar bermain aman meski hasil imbang cukup untuk mengunci gelar.
Pernyataan itu penting karena laga penentuan seperti ini sering kali tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknis. Mental, konsentrasi, dan cara mengelola tekanan menjadi sama pentingnya. Persib harus menjaga keseimbangan antara ambisi menang, kehati-hatian, dan tuntutan besar dari Bobotoh yang menunggu pesta juara di GBLA.
Persijap justru datang dengan beban berbeda. Mereka tidak sedang memanggul ekspektasi juara sebesar Persib. Kondisi itu bisa membuat Laskar Kalinyamat bermain lebih lepas. Tim seperti ini kerap berbahaya: tidak terlalu banyak disorot, tetapi punya cukup alasan untuk merusak panggung besar lawan.
Di atas kertas, Persib memang lebih diunggulkan. Selain bermain di kandang, Maung Bandung juga memiliki dukungan penuh Bobotoh. Namun sepak bola tidak selalu tunduk pada hitungan kertas. Kadang, satu kesalahan kecil cukup membuat stadion yang semula siap berpesta berubah menjadi ruang cemas.
Luka Lama yang Bisa Menjadi Alarm
Kekalahan Persib dari Persijap pada putaran pertama menjadi alarm penting. Artinya, Persijap sudah pernah menemukan cara untuk menyulitkan Maung Bandung. Catatan itu membuat laga di GBLA tidak bisa dianggap sebagai formalitas, apalagi sebagai seremoni juara sebelum waktunya.
Persijap juga datang dengan cerita menarik lain. Menjelang laga terakhir ini, mereka sempat menahan imbang Borneo FC 0-0, pesaing terdekat Persib dalam perebutan gelar. Hasil tersebut ikut membuat posisi Persib lebih nyaman di puncak klasemen.
Di sinilah cerita Persijap menjadi menarik. Mereka pernah menguntungkan Persib karena berhasil menahan Borneo. Namun, pada saat yang sama, mereka juga punya riwayat melukai Persib. Dua fakta itu membuat laga di GBLA terasa lebih tajam.
Bagi Persib, kemenangan tentu menjadi skenario paling ideal. Selain mengunci gelar tanpa bergantung pada hasil Borneo FC, kemenangan juga akan menutup luka lama dari kekalahan di Jepara. Tetapi jika Persib terlalu larut dalam euforia, Persijap bisa memanfaatkan celah kecil untuk membuat GBLA berubah dari panggung pesta menjadi ruang cemas.
Karena itu, prediksi Persib vs Persijap tetap menempatkan Maung Bandung sebagai tim yang lebih diunggulkan, tetapi bukan tanpa risiko. Persib punya kualitas, posisi klasemen, dukungan stadion, dan motivasi juara. Namun Persijap membawa satu hal yang tidak boleh diremehkan: ingatan bahwa mereka pernah membuat Persib terluka.
Besok, luka itu bisa dibalas. Tetapi jika Persib lengah, luka lama itu bisa terbuka lagi di tempat yang paling menyakitkan: GBLA, tepat di depan Bobotoh yang sudah menunggu gelar juara. (AS/AS)





















