lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengamanan Persib di Tasikmalaya mulai disiapkan secara serius oleh Polres Tasikmalaya menjelang laga Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA, Bandung.
Meski pertandingan berlangsung di Bandung, euforia Bobotoh diprediksi ikut terasa kuat di wilayah Tasikmalaya. Apalagi laga tersebut menjadi salah satu pertandingan penting yang menyedot perhatian besar suporter Persib di berbagai daerah.
Polres Tasikmalaya pun menyiapkan pengamanan ekstra untuk mengantisipasi tumpah ruah massa, kegiatan nonton bareng, hingga kemungkinan konvoi suporter setelah pertandingan selesai.
Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Kompol Galatikko Nagiewanto, mengatakan pengamanan dilakukan secara maraton selama dua hari. Aparat akan bersiaga sejak hari pertandingan hingga potensi euforia lanjutan yang diperkirakan masih terasa pada Minggu.
โKami libatkan seluruh personel, termasuk dukungan dari TNI, Satpol PP, Dishub, hingga Brimob. Skemanya adalah pagar betis yang dibagi dalam beberapa beat atau jalur untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,โ ujar Kompol Galatikko, Jumat, 22 Mei 2026.
Nobar Persib di Tasikmalaya Jadi Titik Perhatian
Dalam skema pengamanan Persib di Tasikmalaya, polisi memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Universitas Cipasung atau Uncip, Singaparna.
Di kawasan tersebut, diperkirakan akan ada kegiatan nobar Persib di Tasikmalaya yang menyedot massa cukup besar. Polisi menilai, konsentrasi massa biasanya mulai bergerak setelah pertandingan selesai.
Jika laga berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, arus suporter diperkirakan mulai meningkat menjelang waktu Magrib. Pada fase inilah pengamanan dinilai paling krusial.
Kompol Galatikko menyebut, Polres Tasikmalaya telah memetakan rute konvoi suporter Persib yang kemungkinan dilalui massa setelah nobar selesai. Rute itu mulai dari kawasan Uncip, Jalan Muktamar, Jalan Badak Paeh, Kudang, Ciseda, Al-Furqon, hingga berakhir di Alun-alun Singaparna.
โSetelah pertandingan selesai sekitar jam 6 sore, biasanya massa langsung bergerak. Kami sudah memetakan rute konvoi suporter, mulai dari Uncip, Jalan Muktamar, Jalan Badak Paeh, Kudang, Ciseda, Al-Furqon, dan berakhir di Alun-alun Singaparna,โ jelasnya.
Pemetaan jalur tersebut dilakukan agar polisi bisa mengantisipasi kepadatan, potensi kemacetan, hingga kemungkinan gesekan antarkelompok massa.
Polisi Waspadai Massa Liar dan Kendaraan Tidak Standar
Selain rombongan yang terkonsentrasi di lokasi nobar, Polres Tasikmalaya juga mewaspadai massa liar yang datang secara sporadis dari berbagai kampung. Kelompok ini dinilai lebih sulit dikendalikan karena bergerak sendiri-sendiri dengan euforia masing-masing.
Menurut polisi, kondisi seperti itu kerap menjadi tantangan dalam pengamanan kegiatan suporter. Massa yang tidak terkoordinasi bisa masuk ke jalur konvoi tanpa arahan, sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas maupun keamanan warga.
Untuk mencegah sengkarut di lapangan, Polres Tasikmalaya sudah melakukan langkah preventif. Di antaranya razia penyakit masyarakat serta pemeriksaan kendaraan yang tidak sesuai standar.
Kompol Galatikko menegaskan, dua hal yang paling diwaspadai adalah suporter dalam kondisi mabuk dan kendaraan tidak standar. Keduanya dinilai bisa menjadi pemicu gangguan keamanan, provokasi, hingga kecelakaan lalu lintas.
โDua sumber masalah utama adalah kendaraan tidak standar dan kondisi fisik yang mabuk. Ini sangat berbahaya. Kami tetap lakukan tindakan persuasif, mengimbau agar konvoi tidak menutup jalan dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lain,โ tegasnya.
Polres Tasikmalaya berharap Bobotoh Tasikmalaya tetap bisa mengekspresikan dukungan secara tertib. Euforia sepak bola, kata polisi, tidak dilarang selama tidak mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Sesuai skema yang disiapkan, kegiatan suporter diharapkan sudah melandai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, aparat tetap akan bersiaga hingga situasi di seluruh wilayah hukum Polres Tasikmalaya benar-benar kondusif.
Pengamanan Persib di Tasikmalaya ini menjadi langkah antisipatif agar laga besar di Bandung tidak menimbulkan dampak keamanan di daerah. Sebab dalam sepak bola, menang boleh dirayakan, tapi jalan raya tetap bukan stadion kedua. (AI/AS)
Baca Berita Tasikmalaya lainnya di Google News





















