lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang pria dilaporkan loncat dari Jembatan Cirahong hingga hilang di aliran Sungai Citanduy, Jumat, 22 Mei 2026. Peristiwa tersebut langsung menggerakkan Tagana Ciamis bersama unsur terkait untuk melakukan penanganan awal dan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan situasi yang diterima, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.45 WIB. Lokasi peristiwa berada di wilayah Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Hingga berita ini disusun, pria tersebut masih dalam pencarian.
Korban diduga merupakan pria asal Tasikmalaya. Dugaan itu menguat setelah ditemukan sepeda dan identitas berupa KTP yang ditinggalkan di sekitar lokasi. Namun, data pribadi korban tidak dibuka secara rinci untuk menjaga privasi keluarga dan menghindari penyebaran informasi yang belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Tagana Ciamis Lakukan Assessment di Lokasi
Begitu laporan masuk, Tagana Ciamis bergerak melakukan assessment awal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam penanganan peristiwa orang hilang di aliran sungai, terutama untuk memastikan titik awal kejadian, menghimpun keterangan warga, serta memetakan unsur yang perlu dilibatkan dalam pencarian.
Dalam laporan tersebut, unsur yang terlibat di antaranya Pemerintah Kecamatan Ciamis, pemerintah desa, Tagana Kabupaten Ciamis, RAFI, dan unsur terkait lainnya. Kehadiran Tagana Ciamis menjadi penting karena mereka memiliki fungsi sosial-kemanusiaan dalam penanganan kedaruratan, termasuk membantu pendataan, pelaporan, koordinasi lapangan, dan dukungan terhadap proses pencarian.
Dari kronologi awal, pria tersebut sebelumnya terlihat membawa sepeda. Sepeda itu diparkirkan di dekat area parkiran lingkungan Sukakarya, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Ia juga sempat sarapan di warung sebelum kemudian terlihat berjalan kaki menuju area Jembatan Cirahong.
Tidak lama setelah itu, seorang pemancing melihat sesuatu jatuh ke arah sungai. Awalnya, benda yang jatuh itu dikira sampah. Namun, setelah warga melakukan penelusuran, ditemukan sepeda dan identitas yang diduga milik pria tersebut.
Informasi itulah yang kemudian menjadi bahan awal bagi petugas dan Tagana Ciamis untuk menyusun gambaran kejadian. Dalam situasi seperti ini, kecepatan pengumpulan informasi menjadi penting agar pencarian dapat diarahkan dari titik yang paling memungkinkan.
Pencarian Difokuskan ke Aliran Sungai Citanduy
Setelah peristiwa pria loncat dari Jembatan Cirahong itu dilaporkan, pencarian difokuskan ke aliran Sungai Citanduy. Petugas dan unsur gabungan menyisir area sekitar lokasi kejadian dengan memperhatikan kondisi arus dan titik-titik yang dinilai rawan.
Sungai Citanduy menjadi perhatian utama karena korban dilaporkan hilang setelah jatuh dari kawasan jembatan. Dalam kondisi seperti ini, pencarian biasanya tidak hanya berpusat di titik awal, tetapi juga memperhatikan kemungkinan pergerakan korban terbawa arus.
Peran Tagana Ciamis dalam penanganan ini tidak berdiri sendiri. Mereka bergerak bersama unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan komunikasi, serta pihak terkait di lapangan. Koordinasi lintas unsur dibutuhkan agar informasi dari warga, saksi, dan petugas bisa terkumpul dalam satu alur yang jelas.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyebut korban telah ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Karena itu, masyarakat diminta tidak menyimpulkan sendiri status korban dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Peristiwa ini membuat warga di sekitar Jembatan Cirahong dan kawasan perbatasan Ciamis-Tasikmalaya geger. Jembatan Cirahong selama ini dikenal sebagai salah satu akses penting yang menghubungkan dua wilayah tersebut. Posisinya yang berada di atas aliran Sungai Citanduy membuat setiap kejadian di kawasan itu cepat menyita perhatian publik.
Di tengah proses pencarian, masyarakat diimbau memberi ruang kepada petugas dan relawan yang bekerja di lapangan. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan petunjuk yang berkaitan dengan korban.
Peristiwa seorang pria loncat dari Jembatan Cirahong ini kini masih dalam penanganan. Tagana Ciamis bersama unsur gabungan terus melakukan langkah pencarian dan pendataan agar keluarga korban segera mendapat kepastian. (AI-DH/AS)





















