lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Fakta baru terungkap di balik tragedi tower maut Banjar yang menewaskan dua pekerja di Kompleks Perkantoran Purwaharja, Kota Banjar. Di tengah penyelidikan penyebab kecelakaan kerja tersebut, Pemerintah Kota Banjar memastikan tower maut itu ternyata sudah bukan lagi aset pemerintah daerah. Bangunan tersebut telah dilelang sejak 2025 dan kepemilikannya resmi berpindah ke pihak swasta. Pengakuan ini sekaligus membuka babak baru dalam penelusuran siapa yang bertanggung jawab atas proyek pembongkaran yang berujung maut itu.
Di sisi lain, pemerintah juga bergerak memberikan pendampingan kepada keluarga korban sembari membantu proses pengajuan santunan dan kelengkapan administrasi pascakejadian.
BPKPD: Tower Sudah Berpindah Kepemilikan
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar, Ian Rahmawan, menegaskan tower yang roboh bukan lagi menjadi aset Pemerintah Kota Banjar.
Menurutnya, bangunan tersebut merupakan bagian dari delapan tower yang dilelang pemerintah daerah pada 2025 dan telah memiliki pemenang lelang.
“Pertama-tama kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujar Ian.
Ia menjelaskan, seluruh hak kepemilikan tower telah beralih kepada seorang pembeli perorangan bernama Nuryanto yang berdomisili di Jakarta.
Dengan status tersebut, pemerintah daerah tidak lagi memiliki kewenangan maupun tanggung jawab atas aktivitas pembongkaran tower tersebut.
Pemkot Tegaskan Tak Pernah Memerintahkan Pembongkaran
Ian menegaskan Pemerintah Kota Banjar tidak pernah memberikan instruksi ataupun penugasan kepada siapa pun untuk membongkar tower tersebut.
“Tower itu sebenarnya sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya. Jadi statusnya bukan lagi milik pemerintah daerah. Kami juga tidak pernah memberikan perintah ataupun penugasan kepada siapa pun untuk melakukan pembongkaran tower tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui hubungan kerja antara para korban dengan pemilik tower, termasuk apakah mereka bekerja dengan sistem borongan atau harian.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, aktivitas pembongkaran memang sudah berlangsung beberapa hari sebelum insiden nahas terjadi.
Status Pekerja Masih Jadi Misteri
Menurut Ian, pemerintah belum mengetahui secara pasti pola kerja maupun mekanisme pembayaran terhadap para pekerja.
“Kalau mengenai sistem pembayaran atau hubungan kerjanya, kami tidak mengetahui apakah mereka pekerja borongan atau harian. Yang jelas, pemerintah tidak pernah menyuruh mereka. Beberapa hari sebelumnya memang terlihat ada orang yang naik ke tower, dan kemungkinan mereka memilih hari libur untuk melanjutkan pembongkaran,” jelasnya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu fakta penting yang kini ikut didalami aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan.
Pemkot Dampingi Keluarga Korban Tower Maut Banjar
Di tengah proses penyelidikan, Pemerintah Kota Banjar mendatangi rumah duka kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.
Salah satu korban diketahui merupakan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pemerintah kini membantu proses pengajuan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara untuk korban lainnya, BPKPD telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjar guna mengupayakan bantuan biaya pemulasaraan jenazah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Baznas dan ada peluang bantuan untuk biaya pemulasaraan jenazah. Karena itu kami berinisiatif membantu keluarga dalam melengkapi seluruh persyaratan administrasinya,” ungkap Ian.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Tower Roboh
Seperti diketahui, insiden terjadi saat dua pekerja berada di atas konstruksi tower untuk melakukan pembongkaran.
Tanpa diduga, tower tiba-tiba roboh hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti robohnya tower tersebut, termasuk menelusuri aspek keselamatan kerja, legalitas pelaksanaan pembongkaran, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian yang menyebabkan dua nyawa melayang.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam tragedi yang menggemparkan Kota Banjar tersebut. (I/HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
