lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Tragedi Tower SIMDA Banjar mengguncang Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026) pagi. Dua pekerja tewas setelah tower milik Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar yang sedang dibongkar mendadak ambruk di Komplek Perkantoran Purwaharja sekitar pukul 08.30 WIB.
Korban diketahui bernama Andri dan Apip, warga Kecamatan Purwaharja. Keduanya meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter ketika rangka tower roboh saat proses pembongkaran berlangsung.
Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Tangis kerabat pecah di lokasi kejadian ketika proses evakuasi dilakukan oleh petugas dan warga sekitar.
Jenazah kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk penanganan lebih lanjut.
Tower SIMDA Banjar Roboh Saat Material Diturunkan
Berdasarkan keterangan rekan kerja korban, Suryana, terdapat lima pekerja yang terlibat dalam pembongkaran tower tersebut.
Dua orang berada di bagian atas untuk melepaskan rangka besi, sementara tiga pekerja lainnya membantu proses penurunan material dari bawah.
Menurutnya, insiden bermula ketika salah satu bagian besi hendak diturunkan. Namun, struktur tower diduga tidak lagi mampu menahan beban sehingga melengkung dan akhirnya roboh.
“Besinya mau diturunkan, tapi tiangnya tidak kuat. Akhirnya ikut terbawa besi dan tower roboh,” ujar Suryana.
Ia menambahkan bahwa kedua korban masih menggunakan sabuk pengaman ketika bekerja. Akan tetapi, berdasarkan pengamatannya, korban tidak mengenakan helm keselamatan saat berada di atas tower.
Meski demikian, polisi masih akan mendalami seluruh fakta di lapangan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Polisi Selidiki Penerapan Keselamatan Kerja
Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia itu.
Setelah menerima laporan, personel Polres Banjar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, serta memeriksa sejumlah saksi.
“Kejadian sekitar pukul 08.30 WIB di Komplek Perkantoran Purwaharja. Dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan evakuasi korban ke rumah sakit,” ujar AKBP Didi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pekerja melakukan pembongkaran secara bertahap dari bagian atas tower. Namun, struktur menara diduga tidak lagi mampu menopang beban yang ada sehingga melengkung ke bawah dan akhirnya ambruk.
Akibatnya, kedua pekerja yang berada di atas ikut terjatuh bersama rangka besi yang roboh.
Prosedur K3 Menjadi Sorotan Pascakecelakaan
Insiden Tower SIMDA Banjar ini memunculkan perhatian terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan berisiko tinggi.
Dari hasil pengamatan awal, petugas menemukan bahwa sabuk pengaman korban masih terikat pada struktur tower saat proses evakuasi dilakukan. Namun, keberadaan helm keselamatan belum ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Polisi akan mendalami apakah seluruh prosedur K3 telah dijalankan sesuai ketentuan selama proses pembongkaran berlangsung.
Selain memeriksa saksi, Satreskrim Polres Banjar bersama Unit Identifikasi juga melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pekerjaan tersebut.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan konstruksi maupun pembongkaran bangunan.
Penerapan standar K3 secara disiplin dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang serta melindungi keselamatan para pekerja di lapangan.(AHOL)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
