Ternyata 2 Pemain Cape Verde Ini yang Bikin Argentina Nyaris Frustrasi

lintaspriangan.comPIALA DUNIA 2026. Berdasarkan data pertandingan, laga Argentina vs Cape Verde seharusnya bisa menjadi panggung pesta gol bagi Argentina. Tim peringkat 1 FIFA itu menguasai bola 64 persen, melepas 22 tembakan, 10 di antaranya mengarah ke gawang, menciptakan 3 peluang besar, dan mencatat 52 sentuhan di kotak penalti Cape Verde.

Namun faktanya berbeda. Argentina hanya menang 3-2 setelah waktu tambahan, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB. Cape Verde yang secara peringkat berada jauh di bawah Argentina justru membuat laga berubah menjadi drama panjang. Di balik batalnya pesta gol itu, ada dua pemain Cape Verde yang mencuri perhatian: Vozinha dan Sidny Lopes Cabral.

Data Menunjukkan Argentina Seharusnya Menang Lebih Besar

Argentina bukan tidak dominan. Justru sebaliknya, data menunjukkan mereka benar-benar mengepung pertahanan Cape Verde. Selain unggul penguasaan bola, Argentina juga melepas 15 tembakan dari dalam kotak penalti. Itu artinya, banyak serangan Argentina tidak berhenti di tengah jalan, tetapi benar-benar masuk ke wilayah paling berbahaya.

Dalam situasi normal, angka seperti itu cukup untuk membuat tim unggulan menang besar. Apalagi Argentina datang dengan status favorit dan reputasi yang jauh lebih besar dibanding Cape Verde.

Tetapi Cape Verde tidak datang sebagai korban empuk. Mereka memang lebih banyak ditekan, tetapi tetap bisa melawan. Cape Verde mencatat 16 tembakan, 5 di antaranya mengarah ke gawang. Jumlah sepak pojok juga imbang 8-8. Artinya, Cape Verde bukan hanya bertahan di depan gawang sambil menunggu nasib baik.

Lini belakang Cape Verde juga bekerja keras. Mereka mencatat 26 sapuan, 9 kali memotong aliran bola Argentina, dan memenangi 54 duel. Yang menarik, tidak ada kesalahan fatal pemain Cape Verde yang langsung berujung gol. Jadi, Argentina menang karena terus menekan, bukan karena Cape Verde memberi hadiah gratis. Di sepak bola, hadiah gratis biasanya cuma berlaku kalau bek sedang lupa profesi.

Vozinha dan Sidny Lopes Cabral Curi Panggung

Nama pertama yang layak disorot adalah Vozinha. Kiper Cape Verde berusia 40 tahun itu tampil 120 menit dan mendapat nilai penampilan 7,4. Data mencatat ia membuat 8 penyelamatan, termasuk menggagalkan satu peluang besar Argentina.

Angka itu penting. Argentina punya 10 tembakan mengarah ke gawang, tetapi harus menunggu sampai waktu tambahan untuk memastikan kemenangan 3-2. Vozinha menjadi alasan mengapa tekanan Argentina tidak langsung berubah menjadi banjir gol.

Cerita Vozinha makin menarik karena ia bukan pemain dengan label harga wah. Data pemain menunjukkan nilai pasarnya hanya sekitar €47 ribu. Namun di bawah mistar, ia tampil seperti penjaga pintu terakhir yang keras kepala. Argentina mengetuk, menggedor, lalu mendorong pintu, tetapi Vozinha berkali-kali membuat bola gagal masuk.

Pemain kedua adalah Sidny Lopes Cabral. Bek Cape Verde berusia 23 tahun ini juga mendapat nilai penampilan 7,4 saat menghadapi Argentina. Ia bermain penuh selama 120 menit dan menunjukkan bahwa pertahanan Cape Verde tidak hanya bergantung pada sapuan bola.

Sidny mencatat 42 operan tepat dari 45 percobaan. Dengan kata lain, hampir semua bola yang ia kirim berhasil sampai ke rekan setim. Ia juga 8 kali membawa bola maju untuk membantu Cape Verde keluar dari tekanan Argentina.

Bukan cuma itu, Sidny juga berani ikut mengancam. Ia mencatat 2 tembakan tepat sasaran ke gawang Argentina. Untuk ukuran bek, itu bukan catatan kecil. Ia tidak hanya sibuk memadamkan serangan, tetapi juga membuat Argentina tetap harus waspada ketika Cape Verde mendapat kesempatan menyerang.

Dari dua nama itu, terlihat mengapa Argentina nyaris frustrasi. Vozinha membuat gawang Cape Verde tidak mudah ditembus, sementara Sidny Lopes Cabral membuat pertahanan Cape Verde tetap punya napas untuk keluar menyerang.

Argentina akhirnya tetap menang. Namun kemenangan 3-2 setelah waktu tambahan jelas bukan pesta gol. Cape Verde kalah, tetapi mereka meninggalkan cerita: dua pemain Cape Verde mampu membuat tim favorit juara harus bekerja sampai batas akhir. (AS)

Wisuda OHAN

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa...

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri Wisuda OHAN (One Kelurahan One Hafidz) di Kota Tasikmalaya, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya, H. Aslim: Ekonomi Kreatif Harus Naik Kelas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan GEKRAFS Kota Tasikmalaya bukan sekadar menambah satu...

H. Aslim: Wisuda OHAN Bukan Sekadar Mencetak Hafidz, tapi Menyiapkan Masa Depan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim menghadiri...

Ohan Hafiz Tasikmalaya Wisuda 44 Peserta, 26 Tuntaskan Hafalan 30 Juz

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 44 peserta Ohan Hafiz Tasikmalaya Angkatan I...

Pendakian Gunung Garut Ditutup Sementara Selama Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kebijakan penutupan sementara pendakian gunung Garut memasuki...

Pangandaran Air Show 2026 Dimulai Hari Ini, Pesta Rakyat Gratis Digelar Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Air Show 2026 mulai digelar Jumat,...

JAWA BARAT

Kasus Kematian Wanita Cianjur, Pelaku ditangkap di Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Misteri kematian Imas Maska, perempuan...

PGRI Jabar Kawal Kasus Oknum Wartawan Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kasus dugaan intimidasi terhadap Kepala SDN...

Sopir Pikap Cium Bau Aneh, Kardus Berisi Mayat Perempuan di Bandung Terbongkar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Misteri penemuan jasad perempuan berinisial SM...

Dua ASN Disnaker Cimahi Ditahan, Dugaan Korupsi Program Pelatihan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Program pelatihan dan produktivitas tenaga...

SIM Keliling Bandung 2 September Buka di ITC Kebon Kalapa dan Tenth Avenue

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Layanan SIM Keliling Bandung tersedia di dua...

Wanita dalam Kardus di Bandung, Tersangka Ditangkap Kurang dari Enam Jam

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perkembangan kasus wanita dalam kardus di Kota...

Tak Diberi Pulus, Pria Mengaku Wartawan Ngamuk di SD Sukabumi

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Permintaan uang Rp100 ribu berujung keributan...

Misteri Kematian Perempuan di Mes Peternakan Ayam Cianjur

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Misteri kematian seorang perempuan yang ditemukan...

Olahraga

Popular Categories