lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Ciamis. Ratusan warga di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, kini menghadapi krisis air bersih Ciamis setelah sumur-sumur warga mengering dan debit sumber mata air terus menyusut.
Sebanyak 183 kepala keluarga (KK) atau sekitar 422 jiwa yang tersebar di tiga rukun tetangga (RT) terdampak kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan air minum.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis langsung menyalurkan bantuan darurat berupa 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak pada Rabu (8/7/2026).
Krisis Air Bersih Ciamis Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan pihaknya menerima laporan permohonan bantuan air bersih dari Pemerintah Desa Kawasen setelah warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menurutnya, kekeringan yang terjadi menyebabkan sebagian besar sumur warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kami menerima laporan adanya warga yang mengalami kesulitan air bersih di Dusun Panamun. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, BPBD langsung mengirimkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Mobil tangki BPBD kemudian mendistribusikan 10.000 liter air ke sejumlah titik penampungan yang telah disiapkan pemerintah desa.
Warga tampak bergotong royong membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah lainnya untuk menampung bantuan air bersih tersebut.
Kemarau Panjang Diduga Jadi Pemicu Kekeringan
Ani menjelaskan, kondisi ini dipicu menurunnya curah hujan selama beberapa pekan terakhir yang berdampak pada berkurangnya debit air tanah maupun mata air.
Wilayah perbukitan seperti Dusun Panamun menjadi salah satu kawasan yang paling rentan mengalami kekeringan karena memiliki keterbatasan sumber air alternatif.
BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan distribusi lanjutan apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
“Kami berupaya agar kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi sambil terus melakukan pemantauan di lapangan,” katanya.
BPBD Imbau Warga Hemat Penggunaan Air
Selain menyalurkan bantuan, BPBD Kabupaten Ciamis juga mengimbau masyarakat agar mulai melakukan penghematan penggunaan air selama musim kemarau berlangsung.
Warga diminta memanfaatkan cadangan air secara bijak serta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. Apabila ada wilayah lain yang mulai mengalami krisis air bersih, segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ani Supiani.
BPBD Ciamis menyatakan akan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan sehingga distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran apabila musim kemarau terus berlanjut.(KRA/AHOL)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
