lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Krisis air bersih akibat Kekeringan Ciamis mulai dirasakan masyarakat di Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 429 jiwa yang tersebar di RT 26 dan RT 27 Dusun Panamun kini bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Ciamis.
Kondisi tersebut dipicu tidak turunnya hujan selama beberapa pekan terakhir sehingga sebagian sumur warga dan aliran sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan air mengalami kekeringan.
BPBD Ciamis mencatat bencana kekeringan meteorologis ini mulai terjadi sejak 12 Juni 2026 dan laporan resmi diterima pada 1 Juli 2026 melalui surat dari pemerintah setempat.
Kekeringan Ciamis Paksa Warga Mencari Air Hingga 800 Meter
Sebelum bantuan datang, warga Dusun Panamun terpaksa mengambil air dari sumur yang berada di perbatasan Desa Kawasen dan Desa Cibadak. Namun, debit air di lokasi tersebut sangat terbatas karena digunakan bersama oleh masyarakat dari beberapa dusun lainnya.
Jarak tempuh menuju titik pengambilan air pun bervariasi, mulai dari 50 meter hingga mencapai 800 meter dari permukiman warga. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kelompok lanjut usia dan keluarga dengan anak kecil.
Meski terdapat sumber air lain sekitar satu kilometer dari wilayah terdampak, kualitas air tersebut dinilai tidak layak untuk kebutuhan pangan dan hanya dapat dimanfaatkan untuk mandi atau mencuci.
Situasi tersebut membuat kebutuhan akan distribusi air bersih menjadi sangat mendesak bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau.
BPBD Ciamis Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Ciamis langsung melakukan asesmen lapangan dan menyalurkan satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 26 dan RT 27 Dusun Panamun.
Selain distribusi air, BPBD juga berkoordinasi dengan aparat desa untuk membangun kolam terpal sebagai tempat penampungan air sementara agar proses distribusi berikutnya lebih efektif dan efisien.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean warga serta mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih selama musim kemarau berlangsung.
Petugas Pusdalops PB BPBD Ciamis yang terlibat dalam asesmen antara lain Abdul Holid, Indira Ramadhani, dan Candra Sevtian Nugraha.
Sebanyak 140 Kepala Keluarga Terdampak
Data BPBD menunjukkan, total terdapat 140 kepala keluarga atau 429 jiwa yang terdampak kekeringan di Dusun Panamun. Sebanyak 76 kepala keluarga dengan 242 jiwa berada di RT 26, sementara RT 27 dihuni 64 kepala keluarga dengan 187 jiwa.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok selama musim kemarau berlangsung.
Fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya penguatan infrastruktur penyediaan air bersih di wilayah rawan kekeringan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi bantuan saat musim kemarau tiba.(ahol)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
