lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – Sebuah rumah milik warga di Dusun Rinduwangi RT 12 RW 03, Desa Mekarwangi, Kabupaten Ciamis mengalami kebakaran pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 17.16 WIB. Peristiwa kebakaran di Mekarwangi Ciamis tersebut diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari pengisian daya (charger hp) telepon seluler yang berlangsung terlalu lama.
Berdasarkan informasi dari pemerintah desa, percikan api diduga muncul akibat korsleting pada alat pengisi daya ponsel. Api kemudian menyambar tempat tidur di dalam kamar hingga dengan cepat membesar dan membakar sebagian bangunan rumah.
Api Berhasil Dipadamkan Warga
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan untuk membantu memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Berkat respons cepat masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bagian rumah lainnya maupun ke bangunan di sekitarnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran mengakibatkan satu kamar tidur mengalami kerusakan cukup parah.
Kerugian material akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.
Pemerintah Desa dan Warga Turun Tangan
Dalam proses penanganan, unsur Pemerintah Desa Mekarwangi, lembaga desa, serta masyarakat setempat ikut terlibat melakukan pemadaman dan membantu pemilik rumah mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Berdasarkan laporan dari Kepala Dusun Rinduwangi, situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat elektronik, terutama ketika mengisi daya telepon seluler. Penggunaan charger yang terlalu lama maupun kondisi instalasi listrik yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting hingga memicu kebakaran rumah.
Warga Diimbau Lebih Waspada Saat Mengisi Daya Ponsel
Peristiwa Kebakaran rumah warga di Desa Mekarwangi yang diduga dipicu saat proses pengisian daya telepon seluler menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik di rumah.
Penggunaan charger dalam waktu lama, terlebih jika memakai perangkat yang tidak sesuai standar atau instalasi listrik yang sudah tua, berpotensi memicu panas berlebih hingga menyebabkan korsleting.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak meninggalkan ponsel yang sedang diisi daya tanpa pengawasan, terutama saat diletakkan di atas kasur, sofa, atau benda yang mudah terbakar. Selain memastikan kondisi instalasi listrik tetap layak, warga diharapkan rutin memeriksa stop kontak dan kabel yang mulai rusak.
Langkah sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran rumah sekaligus melindungi keselamatan penghuni dan lingkungan sekitar. (HS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

