Aktivis Kritik Lapas Ciamis, Pemusnahan Selesai, Pengawasan Masih Jadi Soal

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS — Pemusnahan barang hasil razia di Lapas Kelas IIB Ciamis, Kamis (23/4/2026), menutup daftar sitaan. Tapi bukan pertanyaan.

Daftar barang yang dimusnahkan panjang: handphone, ratusan charger dan kabel, kipas angin, sabuk bergesper logam, korek gas, hingga ratusan alat cukur bermata silet. Jumlahnya besar, jenisnya beragam. Sebagian bukan barang kecil yang mudah luput dari pemeriksaan.

Kipas angin, misalnya, membutuhkan ruang dan akses listrik. Ratusan charger dan kabel mengindikasikan penggunaan perangkat elektronik yang tidak sebentar.

Temuan ini memberi sinyal: barang-barang itu tidak baru masuk, melainkan telah lama berada di dalam blok hunian. Pertanyaannya sederhana, bagaimana semua itu bisa lolos?

Secara prosedur, setiap barang yang masuk ke lapas wajib diperiksa. Makanan, pakaian, hingga barang bawaan pengunjung harus melalui pengawasan. Kontrol juga semestinya berlapis, tidak berhenti di pintu masuk, tetapi berlanjut hingga ke dalam kamar hunian.

Namun, hasil razia menunjukkan hal lain. Barang terlarang bukan hanya lolos, tetapi terkumpul dalam jumlah besar.

Aktivis Poros Indor, Prima Pribadi, menilai kondisi ini mencerminkan celah serius dalam sistem pengawasan. Ia meminta pihak lapas tidak berhenti pada pemusnahan, tetapi membuka secara jelas apa yang terjadi.

“Publik berhak tahu. Dari mana barang masuk, siapa yang bertanggung jawab, dan apa sanksinya. Jangan berhenti di pemusnahan,” kata Prima.

Menurut dia, alasan keterbatasan alat pemeriksaan tidak cukup menjelaskan. Pemeriksaan manual tetap bisa dilakukan jika prosedur dijalankan dengan ketat.

“Kalau barang bisa lolos dalam jumlah besar, berarti ada yang tidak berjalan. Ini bukan soal alat, tapi ketelitian,” ujarnya.

Sorotan juga mengarah pada temuan alat cukur bermata silet yang jumlahnya mencapai ratusan. Angka itu dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan warga binaan.

“Jika dibagi pun masih berlebih. Ini bukan kejadian sesaat, tapi akumulasi,” katanya.

Prima menilai kondisi ini mengindikasikan adanya kelonggaran dalam pengawasan. Namun, ia menegaskan hal itu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan internal yang terbuka dan akuntabel.

Baca Juga : Ikrar Zero Halinar di Lapas Ciamis Barang Hasil Razia Dimusnahkan Terbuka

Ia juga menyoroti pola razia yang selama ini disebut rutin. Tanpa evaluasi menyeluruh, razia dinilai berpotensi hanya menjadi rutinitas.

“Barang masuk, dirazia, disita, dimusnahkan, lalu terulang lagi. Kalau akar masalah tidak disentuh, hasilnya akan sama,” ujarnya.

Dikatakan Prima pihak lapas menyebuy razia dan pemusnahan merupakan bagian dari penegakan aturan. Tapi publik butuh penjelasan.

“Masyarakat harus tahu secara rinci mengenai jalur masuk barang, lamanya barang berada di dalam blok, serta langkah konkret untuk menutup celah pengawasan. Barang sudah dimusnahkan. Tapi persoalan pengawasan belum selesai,” pungkasnya.

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Ciamis Raih Ijazah Paket C

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana haru dan bangga terasa di Aula Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Ciamis, Rabu (17/6/2026). Sejumlah...

Ribuan Warga Pamarican Tumpah Ruah Ikuti Pawai Tarhib 1 Muharam

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ribuan warga dari 14 desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tumpah ruah mengikuti Pawai Tarhib...

Apresiasi Melalui Seni, Dani Priyanto Persembahkan Lukisan untuk Bupati Herdiat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis di Taman Lokasana, Selasa, 16 Juni 2026 malam, menghadirkan banyak momen...

Terbaru

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Ciamis Raih Ijazah Paket C

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Suasana haru dan bangga terasa di Aula...

Bootcamp Wiramuda Hebat Garut: 40 Pemuda Terpilih Digembleng Jadi Pengusaha Muda

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 40 pemuda terpilih dari berbagai latar belakang...

Rp600 Ribu Bikin Gaduh Damkar Banjar, Kalak BPBD Bantah Terima Uang

lintaspriangan.com, KOTA BANJARIsu dugaan pungutan liar atau pungli yang...

Denda BPJS Kesehatan Mengintai Peserta yang Baru Aktif Saat Rawat Inap

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN...

Polsek Cipatujah Nobar Piala Dunia 2026 Sambut HUT Bhayangkara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT...

Piala Dunia 2026

Prediksi Ghana vs Panama: Ghana Terluka, Panama Memburu Sejarah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Ghana vs Panama pada laga Grup...

Prediksi Uzbekistan vs Kolombia: Debutan Tanpa Beban, Favorit Waspada

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Uzbekistan vs Kolombia tidak cukup dibaca...

Inggris vs Kroasia: Laga Ketat yang Bisa Berujung Seri

Inggris vs Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026...

Ceko vs Afrika Selatan: Bola Mati Lawan Luka Kartu Merah

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Ceko vs Afrika Selatan bukan sekadar pertandingan kedua...

Portugal vs Kongo DR: Waspada, Penentunya Bukan Sekadar Ranking

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.  Portugal vs Kongo DR bukan hanya duel...

Daerah lainnya

Indikasi Korupsi Kesbangpol Jabar Bagian 1: Makan Minum Tak Dikerjakan tapi Dibayar

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Temuan BPK atas kegiatan di Badan Kesatuan Bangsa...

Indikasi Korupsi Bank bjb, Nilai Bermasalah Tembus Rp1,178 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Indikasi korupsi Bank bjb mulai membuka ruang...

Ditanya Indikasi Korupsi, Kesbangpol Cirebon Berdalih Ini Ranah APIP

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol...

Hampir Rp900 Miliar Anggaran Jabar Bermasalah, KDM Diminta Bongkar Praktik Nakal

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi...

Perspektif

Popular Categories