Fenomena Penolakan Hindia di Tasikmalaya, Bara Moral yang Masih Tersisa

lintaspriangan.com, OPINI. Tasikmalaya, yang kerap disapa dengan bangga sebagai “Kota Santri”, tengah menjadi sorotan publik nasional. Bukan karena capaian pembangunan atau inovasi sosial, melainkan karena munculnya gelombang penolakan terhadap rencana penampilan grup musik Hindia dalam gelaran Ruang Bermusik 2025. Bukan sekadar polemik hiburan, respons masyarakat Tasik ini mencerminkan bahwa bara moralitas—terutama yang bersumber dari nilai-nilai religius Islam—masih menyala di tengah arus deras perubahan zaman.

Publik Tasikmalaya, khususnya yang berada dalam lingkaran pesantren, organisasi keagamaan, hingga komunitas warga biasa, menyuarakan keresahannya. Jejak digital Hindia yang dinilai kerap menyuguhkan narasi yang gelap, pesimistis, hingga mengandung unsur simbolik yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai Islami, menjadi alasan utama di balik penolakan tersebut. Konsep konser, gestur panggung, hingga interpretasi narasi yang multitafsir disorot sebagai bentuk ancaman terhadap fondasi budaya religius Tasikmalaya.

Yang menarik, gelombang penolakan ini tidak lahir dari mobilisasi elit. Ia muncul secara organik, dari bawah—dari perasaan kolektif bahwa ada yang harus dijaga, bahwa moral religius bukan sekadar hiasan slogan, melainkan warisan yang perlu dipertahankan. Di tengah kegaduhan budaya pop dan derasnya konten global, penolakan ini bisa dibaca sebagai jeritan sisa-sisa moral kolektif yang enggan tenggelam.

Namun, di balik suara penolakan itu, muncul pertanyaan reflektif yang tak bisa dihindari: apakah penolakan tersebut benar-benar cerminan dari religiusitas kolektif, atau hanya pelarian dari kegelisahan moral yang belum selesai ditangani di ruang-ruang lain?

Kota Tasikmalaya hari ini bukanlah kota utopia keislaman. Berita miras yang meracuni remaja, geng motor yang menebar teror, prostitusi yang menyaru di balik tempat-tempat karaoke, hingga meledaknya akses judi online menjadi paradoks menyakitkan. Seolah nilai religius hanya muncul dalam bentuk simbolik dan reaktif—tersentak ketika ada yang terang-terangan “berbeda”, tapi tak berdaya ketika degradasi moral berlangsung diam-diam.

Ini menjadikan peristiwa penolakan Hindia bukan sekadar urusan konser. Ia adalah gejala dari benturan antara identitas dan realitas. Antara kehendak menjaga nilai, dengan kenyataan bahwa nilai itu sendiri semakin kabur secara struktural dan kultural.

Apakah api moralitas yang tampak dalam penolakan ini akan padam setelah konser dibatalkan? Ataukah ia akan menemukan “kayu bakar” baru yang membuatnya terus menyala—bukan hanya untuk menolak, tapi juga untuk memperbaiki dan membangun kembali moral publik?

Di sinilah peran komunitas, tokoh agama, dan pemerintah menjadi krusial. Bukan hanya menjaga tampilan wajah religiusitas, melainkan membumikan nilai-nilai itu dalam kebijakan, ruang edukasi, dan keseharian masyarakat. Pendidikan moral, literasi digital, kontrol sosial, dan ruang-ruang ekspresi kreatif yang tetap berakar pada nilai lokal, semua harus menjadi bagian dari strategi besar membangun moral kota.

Kota Santri tak bisa hanya hidup dalam label. Ia harus berdenyut dalam tindakan nyata. Dan penolakan terhadap Hindia, seberapapun kontroversialnya, adalah pengingat bahwa di tengah riuhnya zaman, masih ada bara moral yang enggan padam. Tinggal bagaimana kita menjaganya: sebagai pelita yang menerangi, atau sekadar api kecil yang redup ditelan angin zaman.

[Abu Ayyub]

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Kemarau Lebih dari Lima Bulan, 5.000 Jamaah di Ciamis Gelar Salat Istisqa

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kemarau yang berlangsung lebih dari...

18 Nama Punya Jejak Digital, Berpotensi Meramaikan Pilkada Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pilkada Ciamis berikutnya memang masih jauh....

Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis Dikabarkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Warga

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Seorang mahasiswa Universitas Galuh Ciamis...

SAPMA PP Soroti Dewas RSUD dr. Soekardjo: Kalau Bukan Ahlinya, Lebih Baik Menolak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polemik Dewas RSUD dr. Soekardjo Kota...

Anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Adakah Penjelasannya?

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Polemik anggaran Milangkala ke-14 Kabupaten...

JAWA BARAT

Petani Pebayuran Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bekasi Prioritaskan Normalisasi Irigasi BKG 22–38

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan normalisasi irigasi...

Warga Lima Kecamatan di Majalengka Kekurangan Air Bersih, 26 Truk Tangki Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Warga di lima kecamatan Kabupaten Majalengka,...

Kecelakaan Tol Cipularang Libatkan 15 Kendaraan, Satu Orang Luka Berat dan Seluruh Lajur Sempat Tertutup

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kecelakaan Tol Cipularang yang melibatkan 15...

Jabar Kabisa 2026 Digelar 8–9 Oktober di Bandung, Warga Bisa Akses Layanan Publik Gratis

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui...

25 Ribu Mahasiswa Tangani Sampah Bandung Raya, Pemprov Jabar Targetkan Pengurangan 1.000 Ton per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 25...

Pekerja Majalengka di Batam Diduga Dianiaya, 2 Terduga Pelaku Diamankan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Sejumlah pekerja asal Jawa Barat, termasuk...

Kadis DLH Kabupaten Bekasi Disorot Usai Video Dugaan Pengusiran Wartawan Beredar

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

Kemenimipas Ungkap Temuan dalam kasus Lapas Cibinong, Bagaimana status Indra Kenz?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap...

Olahraga

Popular Categories