Amanat Almarhum Ayah, Menenangkan di Tengah Kegaduhan

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Rabu sore (26/11), gedung dinas yang terlihat sudah cukup tua itu seperti sedang menahan napas. Awan menggantung rendah di atasnya, dan cahaya matahari pelan-pelan menyelinap di belakangnya, seolah tak ingin gelap datang terlalu cepat.

Di dalam gedung tersebut, ada seorang pejabat yang menunggu saya. Pejabat yang dalam beberapa minggu terakhir jadi bahan bisik-bisik, sindiran samar, hingga tudingan yang berseliweran seperti nyamuk di musim hujan. Saya langsung dipersilakan masuk ke ruangannya yang tidak terlalu luas. Ia terlihat duduk tenang. Tangannya sibuk membubuhkan beberapa tanda tangan di atas dokumen yang ditunggu bawahannya.

Jam di hanphone saya menunjukkan angka 16:05. Biasanya, di jam ini, pejabat sudah hilang seperti asap sate yang ditiup angin. Tapi dia tidak. Entah karena masih banyak pekerjaan, tanggung sudah janjian dengan saya, atau memang sedang ingin pulang sedikit terlambat setelah melalui hari yang berat.

Ketika saya masuk, ia tersenyum. Sederhana. Senyum yang tidak cocok dengan reputasi yang sedang ditiupkan banyak orang di luar sana. Katanya pejabat ini sombong, arogan, penjilat, bahkan terlibat dalam beberapa isu A, B, C yang sedang beredar lirih dari lorong ke lorong.

Bayangan saya sebelumnya, bakal ada banyak brand ternama yang menempel di tubuhnya. Mungkin merk pakaian, sepatu, handphone atau jam tangan. Maklum, kabarnya pejabat ini punya kuasa pada proyek-proyek strategis bernilai milyaran rupiah. Tapi ternyata, saya temui dia dalam tampilan yang jauh dari kata mewah. Sangat sederhana.

Sebagai wartawan, saya datang bukan untuk memoles suasana. Saya datang untuk membawa apa yang saya dengar di luar. Dan harus saya utarakan lengkap, seadanya, tanpa filter, tanpa topping tambahan. Saya duduk berhadapan dengannya. Setelah sedikit ngalor-ngidul, lalu saya membuka topik percakapan, yang mungkin terasa seperti membuka luka. Pelan, tapi jelas.

“Katanya Bapak itu dikendalikan oleh kelompok tertentu ya?” tanya saya. Ini topik pertanyaan yang dijamin tidak enak didengar.
Tak hanya itu. Saya sampaikan semuanya. Tentang dominasi proyek, indikasi persekongkolan, cibiran-cibiran yang sembunyi-sembunyi, kerutan dahi orang-orang ketika namanya disebut, dan sekian banyak tanda tanya yang menggantung di dada banyak pihak.

Saya ingin tahu reaksinya. Dan saya sangat siap jika respons yang ia berikan beraroma negatif. Karena kalau ditanya seperti itu, saya juga faham, wajar kalau dia tersinggung. Normal jika dia membela diri. Sangat lumrah jika dia ingin menjelaskan panjang-panjang.

Tapi, yang saya dapat justru sebaliknya: ia hanya tersenyum. Tenang. Tidak ada gelombang emosi, tidak ada perubahan raut, tidak ada usaha membalikkan keadaan.

Ia hanya berkata pelan, “Oh tentang itu…”

Ada keheningan. Lalu ia melanjutkan dengan nada yang seolah diambil dari tempat paling dalam dari dirinya:

“Kalaupun di luar ada yang beranggapan seperti itu, lalu saya harus bagaimana? Saya tahu, saya juga dengar semua itu,” lanjutnya.

Saya diam. Menunggu. Dia sama sekali tidak berminat menyampaikan klarifikasi atau bela diri. Satu kalimat yang terasa kuat justru tidak bersentuhan langsung dengan isu yang selama ini merebak.

“Dalam situasi apapun, yang saya jadikan pegangan dalam hidup ini salah satunya adalah amanat dari almarhum ayah saya. Almarhum sering mengajarkan saya: Jaga dirimu dengan berbuat baik pada orang lain. Jadi saya lakukan itu saja. Hasilnya seperti apa, saya pun tidak tahu. Tapi saya percaya amanat ayah saya tidak akan menyesatkan.”

Kalimat itu membuat waktu terasa tiba-tiba berhenti. Suara AC mendadak terdengar lebih pelan, dan membuat ruangan itu berubah seperti ruang meditasi dadakan.

Dalam sekejap, saya sadar: mungkin inilah yang tidak terlihat dari luar. Orang-orang hanya melihat kabarnya. Hanya mendengar potongan cerita. Hanya menilai berdasarkan bisikan dan potongan puzzle yang tidak lengkap.

Kita hidup di dunia yang begitu cepat menghakimi dan begitu malas mencari konteks. Kadang, seseorang bisa dijatuhkan bukan karena kesalahannya, tapi karena kebaikannya tidak diiklankan. Sementara cibiran punya kaki yang cepat, prasangka punya sayap, dan rumor selalu punya bahan bakar yang melimpah.


Keluar dari kantor itu, saya tidak membawa pernyataan resmi, tidak membawa pembelaan, tidak membawa klarifikasi seperti yang saya harapkan untuk saya beritakan. Yang saya bawa adalah sesuatu yang jauh lebih halus, tapi boleh jadi lebih penting.

Jaga dirimu dengan berbuat baik pada orang lain.

Kalimat sederhana, tapi terasa seperti penanda arah di persimpangan hidup. Di luar sana, orang mungkin masih akan berspekulasi. Grup WhatsApp mungkin masih akan bergemuruh. Bisik-bisik mungkin masih terus berlanjut.

Namun, ada kekuatan tenang yang terpancar dari seseorang yang memilih tetap berjalan ke depan meskipun jalan di kiri-kanannya penuh opini.

Dan dalam perjalanan pulang, saya memahami satu hal:
Setiap orang punya cara untuk bertahan. Ada yang membalas, ada yang bersembunyi, ada yang berdebat, ada yang memanipulasi narasi.

Dan ada juga yang hanya tersenyum. Sebab ia tahu apa yang dijaganya bukan sekadar citra, bukan jabatan, bukan komentar orang, melainkan amanat seorang ayah. Amanat dari seorang manusia yang mustahil berkhianat pada dirinya.

Sederhana. Tapi justru karena itulah ia kuat.

Mungkin, kalau kita semua punya satu nasihat hidup yang benar-benar kita pegang seperti itu, dunia akan lebih tenang. Atau minimal, bisik-bisik di warung kopi akan sedikit lebih sepi. (A)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Terjerat Cinta di Mobile Legends, Perempuan Cianjur Jadi Korban Baru Penipuan JCP

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus dugaan penipuan bermodus hubungan asmara...

Hari Kunjung Perpustakaan, Tasikmalaya Buka Bimtek Naskah Lokal 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati Senin,...

Pendaftaran Magang Jepang Tasikmalaya Ditutup 14 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pendaftaran magang Jepang Tasikmalaya melalui program IM...

Domba Garut Dikembangkan Jadi Penggerak Ekonomi, 631 Ternak Ikuti Dua Kompetisi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 631 ternak mengikuti dua kompetisi Domba...

Karhutla Ciamis Capai 34 Kejadian, Terbanyak Kedua di Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Karhutla Ciamis tercatat mencapai 34 kejadian sepanjang...

JAWA BARAT

KDM Rombak Besar-Besaran OPD Jabar, 6 Dinas Bakal Digabung: Benarkah Anggaran Bisa Lebih Hemat?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan...

Jalan Kolonel Masturi Ditutup Total Mulai 14 September, Ini Jalur Alternatifnya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jalan Kolonel Masturi di Kabupaten Bandung Barat ditutup...

Vonis Ade Kuswara Dijadwalkan Dibacakan Hari Ini di Tipikor Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Sidang vonis Ade Kuswara Kunang dan ayahnya,...

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

Olahraga

Popular Categories