Beranda blog Halaman 87

Aksi “Indonesia Gelap” Terjadi di Beberapa Kota. Apaan, tuh?!

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Fenomena Aksi Mahasiswa “Indonesia Gelap”: Asal Usul, Makna, dan Persebarannya

Pada Senin, 17 Februari 2025, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Aksi ini merupakan respons terhadap berbagai permasalahan sosial, politik, dan ekonomi yang dianggap mengancam masa depan bangsa.

Asal Usul dan Makna “Indonesia Gelap”

Istilah “Indonesia Gelap” pertama kali muncul pada awal Februari 2025 sebagai bentuk kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi negara yang dianggap semakin memburuk. Koordinator BEM SI, Satria Naufal, menjelaskan bahwa tajuk “Indonesia Gelap” dimaknai sebagai ketakutan warga Indonesia terhadap masa depan bangsa yang suram akibat berbagai kebijakan pemerintah yang kontroversial dan tidak pro-rakyat.

Secara visual, gerakan ini menggunakan lambang Garuda dengan latar belakang hitam, yang diartikan sebagai simbol Indonesia menuju era kegelapan. Sebelumnya, pada Agustus 2024, gerakan serupa dengan tajuk “Peringatan Darurat” menggunakan lambang Garuda berlatar belakang biru, fokus pada isu politik dan demokrasi, khususnya sebagai protes terhadap kebijakan terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Persebaran Aksi “Indonesia Gelap” di Berbagai Daerah

Aksi “Indonesia Gelap” tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga merambah ke berbagai daerah di Indonesia. Berikut beberapa kota yang turut serta dalam gerakan ini:

  • Jakarta: Demonstrasi dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, dengan pengamanan sekitar 1.623 personel kepolisian. citeturn0search7
  • Bandung: Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi di depan Gedung Sate, menuntut pemerintah daerah menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah pusat.
  • Yogyakarta: Ribuan mahasiswa berkonvoi dari kampus menuju Titik Nol Kilometer, membawa spanduk dan poster bertuliskan “Indonesia Gelap”.
  • Surabaya: Aksi serupa digelar di depan Gedung Grahadi, dengan orasi dan teatrikal yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.

Tuntutan dan Isu yang Diangkat

Gerakan “Indonesia Gelap” membawa sejumlah tuntutan yang mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap situasi nasional. Beberapa poin utama yang disuarakan antara lain:

  1. Reformasi Kepolisian: Menuntut perbaikan institusi kepolisian agar lebih profesional dan humanis dalam menjalankan tugasnya.
  2. Permasalahan Subsidi Energi: Mengkritisi kebijakan pemerintah terkait pengurangan subsidi energi yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya.
  3. Kesejahteraan Tenaga Pendidik: Menyoroti rendahnya kesejahteraan guru honorer dan tenaga pendidik lainnya, serta menuntut perbaikan sistem pendidikan nasional.
  4. Penegakan Demokrasi: Menolak upaya pelemahan demokrasi melalui revisi undang-undang yang dianggap membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi.
  5. Krisis Ekonomi: Mengkritisi lambannya penanganan pemerintah terhadap krisis ekonomi yang berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Menanggapi aksi ini, pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk mengawal dan mengamankan jalannya demonstrasi agar tetap kondusif. Di Jakarta, misalnya, sebanyak 1.623 personel dikerahkan untuk mengawal aksi di sekitar Patung Kuda hingga Istana Negara.

Sementara itu, pemerintah melalui juru bicara resminya menyatakan akan menampung aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan berjanji untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

Kesimpulan

Fenomena aksi mahasiswa “Indonesia Gelap” mencerminkan keresahan generasi muda terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini. Gerakan ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, dan kesejahteraan bersama. Diharapkan, melalui dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat, solusi terbaik dapat dicapai demi masa depan Indonesia yang lebih cerah. (Lintas Priangan)

Wow! Di Jawa Barat, Ada 79 Desa/Kelurahan Tempat Mangkal PSK

0

lintaspriangan.com, BERITA DESA. 79 Desa di Jawa Barat Menjadi Lokasi Mangkal PSK: Sebaran, Faktor Penyebab, dan Tanggapan Masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan bahwa sebanyak 79 desa dan kelurahan di provinsi tersebut menjadi lokasi mangkal Pekerja Seks Komersial (PSK). Data ini diperoleh dari Pendataan Potensi Desa yang dilakukan pada Mei 2024, di mana petugas mewawancarai langsung aparat desa mengenai kondisi di wilayah mereka.

Dari total 5.877 desa dan kelurahan di Jawa Barat, sekitar 1,33 persen atau 79 di antaranya diketahui memiliki tempat mangkal PSK. Lokasi-lokasi ini tersebar di 19 kabupaten dan kota, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 17 lokasi, diikuti oleh Kabupaten Indramayu dengan 13 lokasi, dan Kabupaten Subang yang memiliki 7 lokasi.

Informasi mengenai 79 desa dan kelurahan yang menjadi tempat mangkal PSK ini pertama kali dipublikasikan oleh BPS Jawa Barat melalui hasil Pendataan Potensi Desa pada Mei 2024. Dalam survei tersebut, aparat desa ditanya mengenai keberadaan lokasi PSK di wilayah mereka, baik yang dikelola secara individu maupun berkelompok.

Meskipun BPS tidak melakukan penelitian mendalam terkait penyebab utama tingginya jumlah lokasi PSK di Jawa Barat, beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap fenomena ini. Salah satunya adalah faktor ekonomi, di mana keterbatasan lapangan pekerjaan dan tingkat pendidikan yang rendah dapat mendorong individu untuk terlibat dalam praktik prostitusi. Selain itu, mobilitas tinggi di beberapa daerah juga menjadi faktor pendukung.

Menanggapi temuan ini, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mencakup peningkatan pendidikan, penyediaan lapangan kerja, dan sosialisasi mengenai bahaya prostitusi.

Sementara itu, Ketua Tim Statistik Sosial BPS Jawa Barat, Isti Larasati, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari keterangan aparat desa yang mengetahui adanya lokasi PSK di wilayah mereka. Namun, survei ini tidak membedakan antara lokasi yang legal dan ilegal.

Di sisi lain, masyarakat dan tokoh agama turut menyuarakan keprihatinan mereka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyoroti bahwa tingginya jumlah lokasi PSK mencerminkan adanya krisis moral di tengah masyarakat. Mereka mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan moralitas guna mencegah penyebaran praktik prostitusi. citeturn0search3

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mengurangi jumlah lokasi PSK melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, penegakan hukum terhadap praktik prostitusi ilegal akan diperketat, serta dilakukan sosialisasi intensif mengenai dampak negatif prostitusi bagi individu dan masyarakat.

Kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk memberantas praktik prostitusi di Jawa Barat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan jumlah lokasi PSK di provinsi ini dapat berkurang secara signifikan.

Temuan BPS mengenai 79 desa dan kelurahan di Jawa Barat yang menjadi lokasi mangkal PSK menyoroti perlunya perhatian serius dari berbagai pihak. Faktor ekonomi, pendidikan, dan mobilitas tinggi diduga menjadi penyebab utama fenomena ini. Tanggapan dari pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan ini melalui berbagai upaya strategis dan kolaboratif. (Lintas Priangan)

Atap Enam Kelas SD di Sumedang Ambruk!

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Atap SDN Panyingkiran II Sumedang Roboh Akibat Hujan Deras: Enam Ruang Kelas Rusak. Atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panyingkiran II di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, ambruk pada Minggu malam, 16 Februari 2025. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak siang hingga malam hari. Akibatnya, enam ruang kelas tidak dapat difungsikan.

Menurut informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur wilayah Sumedang sejak Minggu siang dan berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, atap bangunan yang terbuat dari baja ringan tersebut tiba-tiba ambruk, menimpa enam ruang kelas yang berada di bagian depan sekolah. Beruntung, tidak ada aktivitas belajar-mengajar saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa seluruh atap dan plafon dari enam ruang kelas tersebut roboh total. Material atap yang terbuat dari baja ringan dan genting berserakan di dalam ruangan, menutupi meja, kursi, dan peralatan belajar lainnya. Dinding kelas tampak mengalami retak-retak akibat tekanan dari material atap yang jatuh. Kerusakan ini menyebabkan enam ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar.

Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan cukup signifikan. Selain kerusakan pada struktur bangunan, peralatan belajar-mengajar seperti meja, kursi, papan tulis, dan buku-buku pelajaran juga mengalami kerusakan akibat tertimpa material atap. Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum dapat memastikan total kerugian, namun estimasi awal menyebutkan angka mencapai ratusan juta rupiah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menyatakan bahwa tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Minggu siang hingga malam menjadi penyebab utama ambruknya atap bangunan tersebut. Selain itu, faktor usia bangunan dan kemungkinan penambahan beban pada atap akibat genting yang basah juga diduga turut berkontribusi terhadap kejadian ini. Pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. Sekretaris Dinas Pendidikan menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan pada bangunan yang rusak. Sementara itu, pihak sekolah akan mengatur ulang jadwal dan lokasi pembelajaran bagi siswa yang terdampak, termasuk kemungkinan menggunakan ruang kelas lain yang masih layak pakai atau memanfaatkan fasilitas pendidikan terdekat sebagai tempat sementara.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah-sekolah di wilayah tersebut, khususnya yang sudah berusia tua, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Langkah ini meliputi pengecekan struktur bangunan, perbaikan atap, dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi curah hujan tinggi.

Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak dan memastikan keselamatan siswa selama proses belajar-mengajar. Beberapa orang tua mengaku khawatir dengan kondisi bangunan sekolah lainnya yang mungkin juga rentan terhadap kerusakan akibat cuaca ekstrem. (Lintas Priangan)

Upaya Pencarian Kapal Nelayan yang Karam di Pangandaran Sementara Ditunda

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tim SAR Barakuda Intensifkan Pencarian Dua Nelayan Hilang di Perairan Pangandaran. Upaya pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka karam di perairan Karangmasigit, Pantai Karang Nini, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terus dilakukan oleh Tim SAR Barakuda Pangandaran. Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 16 Februari 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan yang diterima, insiden bermula ketika seorang warga yang sedang berada di lokasi melihat dua nelayan di tengah laut dengan perahu yang terombang-ambing. Kedua nelayan tersebut tampak melambaikan tangan, meminta pertolongan. Sebelum upaya penyelamatan dapat dilakukan, perahu tersebut semakin menjauh terbawa arus. Warga yang menyaksikan kejadian ini segera melaporkannya kepada SAR Barakuda Pangandaran.

Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Jenderal SAR Barakuda Pangandaran, Ujang Ruhyana, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera mengerahkan sembilan personel untuk melakukan pencarian dan evakuasi. “Kami telah melakukan penyisiran menggunakan perahu jukung, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Kami hanya menemukan jaring pukat yang diduga milik nelayan yang hilang,” ujar Ujang pada Minggu (16/2/2025), sebagaimana dilansir di berbagai Pandeglang Times.

Perairan Karangmasigit dikenal rawan kecelakaan laut. Dalam sebulan terakhir, telah terjadi empat insiden perahu nelayan karam di wilayah tersebut. Namun, baru kali ini nelayan dinyatakan hilang. Ombak besar dan arus kuat menjadi faktor utama penyebab kecelakaan laut di area ini. “Ombak yang besar dan arus yang kuat menjadi salah satu penyebab insiden laka laut di lokasi ini,” tambah Ujang.

Selain itu, cuaca buruk di awal tahun 2025 turut memperburuk situasi. SAR Barakuda Pangandaran mencatat, dari empat kejadian sebelumnya, satu perahu nelayan terbalik, satu mengalami kerusakan mesin, dan dua lainnya tenggelam.

Pencarian tidak hanya melibatkan Tim SAR Barakuda, tetapi juga mendapat dukungan dari nelayan setempat. Mereka bersama-sama memperluas area pencarian hingga ke beberapa titik yang diperkirakan menjadi lokasi perahu terbawa arus. Kerja sama antara tim penyelamat dan masyarakat lokal diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

Penundaan Pencarian

Namun, dalam perkembangan terbaru, Tim SAR Barakuda Pangandaran memutuskan untuk menunda sementara upaya pencarian. Keputusan ini diambil karena hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Selain itu, pencarian awal di lokasi kejadian tidak membuahkan hasil yang signifikan. “Kami menunda upaya pencarian karena tak menemukan apa-apa di TKP dan menunggu laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan,” jelas Ujang.

Mengingat kondisi perairan yang berbahaya, SAR Barakuda Pangandaran mengimbau para nelayan untuk lebih berhati-hati saat melaut. Mereka disarankan untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum berangkat dan memastikan peralatan keselamatan tersedia serta berfungsi dengan baik. Kewaspadaan dan persiapan yang matang diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan di laut.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap dua nelayan yang hilang masih ditunda sambil menunggu laporan resmi dari keluarga korban. Tim SAR Barakuda Pangandaran siap melanjutkan upaya pencarian begitu informasi lebih lanjut tersedia. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diharapkan segera menghubungi pihak berwenang untuk membantu proses pencarian dan evakuasi. (Lintas Priangan)

Anggota Banser Garut Jadi Korban Pengeroyokan

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pada Minggu, 16 Februari 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Muhammad Aliyudin (21) menjadi korban pengeroyokan oleh dua orang tak dikenal di Jalan Cimanuk, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang setelah melaksanakan tugas pengamanan pada Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) di Islamic Center Garut.

Menurut keterangan perwakilan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Garut, Zuhal Yasin Abdul Wakil, korban tiba-tiba didatangi oleh dua orang yang tidak dikenalnya. “Saat itu pelaku kemudian melakukan pengeroyokan kepada sahabat kami hingga menyebabkan sahabat kami tidak sadarkan diri. Sahabat kami mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepalanya,” jelas Zuhal, sebagaimana dilansir Merdeka.com.

Setelah melakukan penganiayaan, kedua pelaku langsung melarikan diri. Korban yang mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah segera dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Karangpawitan, Fahmi Taufiq Zain, bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Garut, secara resmi melaporkan kejadian ini ke Mapolres Garut. Mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap kedua terduga pelaku penganiayaan tersebut. “Malam ini kami sengaja datang ke Mapolres Garut untuk membuat laporan resmi sambil membawa surat kuasa khusus dari korban. Kami berharap dengan laporan yang kami buat ini pihak kepolisian bisa dengan cepat menangkap dua orang terduga pelaku penganiayaan,” ujar Fahmi.

Fahmi juga mengungkapkan bahwa kondisi korban saat ini masih dalam perawatan dengan luka benturan di bagian kepala yang menyebabkan dampak psikologis dan gangguan ingatan sementara. “Luka benturan di bagian kepala itu juga menyebabkan kondisinya saat ini belum mengingat seluruh rangkaian kejadian yang menimpanya,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden pengeroyokan terjadi ketika korban hendak pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor. Di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Cimanuk, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, korban tiba-tiba didatangi oleh dua orang tak dikenal yang kemudian melakukan pengeroyokan hingga korban tidak sadarkan diri.

Pihak GP Ansor Garut mengutuk keras tindakan kekerasan ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Mereka juga meminta agar aparat kepolisian dapat segera mengungkap motif di balik penyerangan ini dan menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Ari, membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota Banser. “Memang betul ada, tadi malam kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.”

Hingga saat ini, motif di balik penyerangan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap latar belakang kejadian dan memastikan para pelaku segera ditangkap. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kekerasan terhadap anggota organisasi masyarakat di Indonesia. Diharapkan, dengan penanganan yang cepat dan tegas dari aparat penegak hukum, kasus serupa tidak akan terulang di kemudian hari, dan rasa aman di tengah masyarakat dapat terus terjaga. (Lintas Priangan)

Goa Safarwadi, Magnet bagi Peziarah Jelang Bulan Ramadhan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lonjakan Kunjungan ke Goa Safarwadi Menjelang Ramadan 2025.

Menjelang bulan suci Ramadan 2025, Goa Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya, kembali mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung. Tradisi tahunan ini menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah yang datang untuk berziarah dan mencari berkah spiritual.

Goa Safarwadi memiliki sejarah panjang sebagai tempat spiritual yang dihormati. Goa ini dikenal sebagai tempat Syekh Abdul Muhyi, seorang wali Allah yang berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah Tasikmalaya pada abad ke-17, melakukan ibadah dan meditasi. Syekh Abdul Muhyi lahir pada tahun 1650 di Mataram dan menghabiskan masa mudanya menuntut ilmu di berbagai tempat, termasuk Pondok Pesantren Ampel Denta di Surabaya. Setelah perjalanan spiritual yang panjang, beliau menetap di Pamijahan dan mendirikan pusat dakwah di sana. Goa Safarwadi menjadi tempat beliau mendekatkan diri kepada Allah dan mengajarkan ilmu agama kepada murid-muridnya. Keberadaan goa ini tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan spiritual Syekh Abdul Muhyi, tetapi juga menarik perhatian banyak peziarah yang ingin merasakan kedekatan spiritual dengan sang wali.

Para peziarah yang datang ke Goa Safarwadi biasanya memulai kunjungan mereka dengan berziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke dalam goa untuk melakukan berbagai aktivitas spiritual, seperti:

  • Salat dan Meditasi: Di dalam goa terdapat ruangan yang diyakini sebagai tempat Syekh Abdul Muhyi beribadah. Peziarah sering memanfaatkan tempat ini untuk salat dan meditasi, mencari ketenangan batin dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
  • Pengambilan Air Suci: Di dalam goa terdapat sumber mata air yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai “air zamzam”. Peziarah biasanya membawa botol atau jerigen untuk mengambil air ini, yang diyakini memiliki khasiat khusus.
  • Ritual Khusus: Beberapa peziarah melakukan ritual khusus, seperti memasukkan kepala ke dalam formasi batu yang disebut “peci haji”. Menurut kepercayaan lokal, jika kepala seseorang pas dengan lubang tersebut, maka hajatnya untuk menunaikan ibadah haji akan dimudahkan.

Goa Safarwadi terletak di Kampung Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Goa ini memiliki panjang sekitar 284 meter dengan lebar mencapai 24,5 meter. Di dalamnya, terdapat formasi stalaktit dan stalagmit yang indah, serta ruangan-ruangan yang diyakini sebagai tempat Syekh Abdul Muhyi beribadah dan bermeditasi. Salah satu fitur unik di dalam goa adalah adanya batu yang menyerupai peci haji di langit-langit goa. Selain itu, terdapat sumber mata air yang terus mengalir sepanjang tahun, yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai “air zamzam”. Goa ini juga memiliki lorong-lorong yang, menurut legenda, dapat menghubungkan ke berbagai tempat, termasuk Mekkah. Namun, lorong-lorong tersebut kini telah ditutup demi keamanan pengunjung.

Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola Goa Safarwadi telah menyediakan berbagai fasilitas umum, antara lain:

  • Area Parkir: Tersedia area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan pribadi maupun bus rombongan.
  • Mushola: Bagi peziarah yang ingin melaksanakan salat, disediakan mushola yang bersih dan nyaman.
  • Toilet Umum: Fasilitas toilet umum tersedia di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
  • Pusat Informasi: Peziarah dapat memperoleh informasi seputar sejarah goa dan tata cara ziarah di pusat informasi yang disediakan.
  • Warung Makan dan Kios Souvenir: Di sekitar area goa, terdapat warung makan yang menyajikan berbagai kuliner lokal serta kios yang menjual souvenir khas Pamijahan.

Mengenai tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya yang terjangkau. Namun, harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu, terutama menjelang acara atau perayaan tertentu. Disarankan bagi calon peziarah untuk menghubungi pengelola atau pusat informasi sebelum berkunjung untuk mendapatkan informasi terkini mengenai harga tiket dan jadwal operasional.

Untuk mencapai Goa Safarwadi, pengunjung dapat mengikuti rute berikut:

  • Dari Pusat Kota Tasikmalaya: Perjalanan menuju Pamijahan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum dengan jarak sekitar 60 km ke arah selatan.
  • Transportasi Umum: Tersedia angkutan umum dari terminal Tasikmalaya menuju Kecamatan Bantarkalong. Dari sana, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan ojek atau transportasi lokal menuju Desa Pamijahan.

Meskipun akses jalan menuju lokasi cukup menantang dengan medan yang berliku dan menanjak, pemandangan alam sekitar yang asri dan hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah.

Goa Safarwadi bukan hanya sekadar destinasi wisata religi, tetapi juga simbol kedalaman spiritual dan sejarah penyebaran Islam di Tasikmalaya. Menjelang Ramadan 2025, tempat ini kembali menjadi magnet bagi peziarah. (Lintas Priangan)

Tragedi Pembunuhan di Bandung, Wanita 27 Tahun Tewas di Kontrakan

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Warga Kampung Cilisung Kulon, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, digemparkan oleh penemuan jasad seorang wanita berinisial NA (27) di kamar kontrakannya pada Sabtu malam, 15 Februari 2025. Korban ditemukan tewas dengan luka-luka di sekujur tubuhnya, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh suami sirinya, AF (27).

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, insiden tragis ini bermula sekitar pukul 18.00 WIB. Anak dari pengelola kontrakan mendengar keributan dari kamar NA dan melaporkannya kepada orang tuanya. Saat diperiksa, NA ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi wajah pucat dan luka di beberapa bagian tubuh.

Sebelum penemuan jasad, saksi mata melaporkan adanya cekcok antara korban dan seorang pria di dalam kamar kontrakan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada AF, suami siri korban, sebagai pelaku penganiayaan.

Penangkapan Terduga Pelaku

Setelah penemuan jasad NA, warga sekitar menemukan AF dalam kondisi mabuk di sebuah konter tak jauh dari lokasi kejadian. Ketua RT setempat bersama saksi lainnya menginterogasi AF, yang kemudian mengakui telah menganiaya NA menggunakan pisau. Polisi segera mengamankan AF untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan dan Tindakan Polisi

Tim INAFIS Polresta Bandung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Jenazah NA dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih guna dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Sementara itu, polisi terus mendalami motif di balik tindakan keji tersebut.

Reaksi Warga dan Kondisi Lingkungan

Peristiwa ini mengejutkan warga Kampung Cilisung Kulon. Banyak yang tidak menyangka kejadian tragis tersebut terjadi di lingkungan mereka. Beberapa tetangga mengaku tidak terlalu mengenal korban maupun terduga pelaku, mengingat keduanya baru beberapa bulan menempati kontrakan tersebut.

Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini. Kombes Pol Aldi Subartono menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada kematian. Diharapkan, masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan di sekitarnya dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Lintas Priangan)

Kim Sae Ron Meninggal Dunia. Ini Profil Lengkapnya.

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Aktris Korea Selatan, Kim Sae-ron, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Seongdong-gu, Seoul, pada Minggu, 16 Februari 2025. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh seorang teman yang berencana bertemu dengannya. Pihak kepolisian setempat menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau intrusi, namun penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian masih berlangsung.

Kim Sae-ron lahir pada 31 Juli 2000 di Seoul dan memulai karier aktingnya pada usia sembilan tahun. Debutnya dalam film “A Brand New Life” (2009) mendapat perhatian luas dan membawanya ke Festival Film Cannes. Namanya semakin dikenal melalui perannya dalam film “The Man from Nowhere” (2010) bersama aktor Won Bin. Seiring bertambahnya usia, Kim mengambil peran-peran lebih dewasa, termasuk dalam film “A Girl at My Door” (2014) yang diputar di Festival Film Cannes.

Selain karier film, Kim juga aktif di dunia televisi. Ia membintangi sejumlah drama populer seperti “Can You Hear My Heart” (2011), “The Queen’s Classroom” (2013), dan “Hi! School: Love On” (2014). Peran utamanya dalam drama “Secret Healer” (2016) menandai transisinya dari aktris cilik ke peran dewasa.

Namun, perjalanan karier Kim tidak selalu mulus. Pada Mei 2022, ia terlibat dalam insiden mengemudi di bawah pengaruh alkohol di Distrik Gangnam, Seoul. Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa struktur, termasuk transformator listrik, yang mengakibatkan pemadaman listrik di sekitar 57 lokasi selama tiga jam. Akibat insiden ini, Kim menerima kritik publik yang tajam dan didenda sebesar 20 juta won (sekitar Rp230 juta). Ia juga mundur dari proyek drama “Trolley” dan mengambil jeda dari dunia akting.

Setelah insiden tersebut, Kim mengeluarkan permintaan maaf tertulis melalui akun Instagram-nya, menyatakan penyesalan mendalam atas tindakannya dan berjanji untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian yang ditimbulkan. Meskipun demikian, upayanya untuk kembali ke dunia hiburan menghadapi berbagai hambatan, termasuk masalah kesehatan yang dilaporkan menghalangi kembalinya ke layar kaca pada tahun 2024.

Proyek terakhir yang dibintanginya adalah serial Netflix berjudul “Bloodhounds” pada tahun 2023, di mana ia berperan sebagai Cha Hyun-joo. Serial ini menceritakan kisah dua petinju muda yang bekerja sama dengan seorang pemberi pinjaman uang untuk menjatuhkan rentenir yang memanfaatkan orang miskin.

Selama kariernya, Kim Sae-ron menerima berbagai penghargaan, termasuk “Best New Actress” di beberapa ajang penghargaan seni Korea. Dedikasinya terhadap seni peran dan kontribusinya dalam industri hiburan Korea Selatan meninggalkan jejak yang mendalam di hati para penggemar dan rekan-rekannya.

Kabar meninggalnya Kim Sae-ron pada usia muda mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam di kalangan penggemar serta industri hiburan Korea Selatan. Penyelidikan mengenai penyebab kematiannya masih berlangsung, dan pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait detail lebih lanjut.

Kepergian Kim Sae-ron menjadi pengingat akan tekanan dan tantangan yang dihadapi oleh para selebriti muda dalam industri hiburan. Meskipun mencapai kesuksesan di usia belia, mereka sering kali menghadapi sorotan publik yang intens dan tekanan untuk mempertahankan citra positif. Dukungan mental dan emosional menjadi aspek krusial bagi mereka yang berkarier di bawah sorotan publik.

Warisan Kim Sae-ron dalam dunia akting akan terus dikenang. Karya-karyanya, baik di layar lebar maupun televisi, telah memberikan kontribusi signifikan bagi perfilman dan drama Korea Selatan. Para penggemar dan rekan kerja mengenangnya sebagai sosok berbakat dengan dedikasi tinggi terhadap profesinya.

Dalam menghadapi kehilangan ini, komunitas hiburan dan penggemar di seluruh dunia diingatkan akan pentingnya memberikan dukungan dan perhatian terhadap kesehatan mental para artis. Tekanan dan ekspektasi yang tinggi dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan mereka, dan kesadaran akan hal ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi para pelaku industri hiburan.

Kepergian Kim Sae-ron pada usia 24 tahun meninggalkan duka mendalam dan menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Korea Selatan. Karya-karyanya akan terus dikenang, dan kontribusinya dalam dunia seni peran akan selalu dihargai oleh para penggemar dan rekan-rekannya. (Lintas Priangan)

UISC Ciamis Siapkan Atlet Sepatu Roda Untuk BK Porprov

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sebanyak tujuh orang atlet sepatu roda Unity Inline Skate Club (UISC) Ciamis yang dipersiapkan untuk mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang olahraga (Cabor) sepatu roda, melakukan latihan rutin yang digelar di taman Lokasana, Minggu (16/02/2025).

Selain ketujuh atlet tersebut, semua atlet UISC Ciamis lainnya juga mengikuti latihan rutin yang dilanjutkan dengan sesi foto para atlet untuk dokumentasi dan pembuatan kalender serta banner terbaru.

Pelatih UISC Ciamis, Shanny Rachmandani mengatakan untuk persiapan BK Porprov cabor sepatu roda, ada 7 orang atlet yang sudah didaftarkan.

“Mereka yang didaftarkan merupakan atlet sepatu roda di kelas Speed,” katanya.

Menurutnya, latihan dilaksanakan seminggu dua kali yaitu hari Sabtu dan Minggu. Memasuki bulan Ramadhan latihan akan dilaksanakan setelah berbuka puasa sampai sebelum shalat taraweh.

“Di bulan Ramadhan menu latihannya ringan bagi pemula, kalau untuk mereka yang akan mengikuti BK Porprov latihan akan dilaksanakan sesudah buka puasa sampai sebelum taraweh, dilanjut di rumah, kalau sanggup pagi latihan fisik,” jelasnya.

Dijelaskannya, para atlet harus giat berlatih dan mengikuti apa yang diinstruksikan pelatih. Dengan seringnya latihan akan memperkuat mental para atlet, membentuk karakter yang kuat dan siap bertanding.

Atlet UISC yang sudah memakai sepatu speed ada 8 orang, standar 4 orang dan pemula 3 orang. Selain mempersiapkan atletnya untuk BK Porprov, UISC Ciamis juga menyiapkan untuk kejuaraan antar pelajar tingkat nasional di track Jatidiri Semarang.

“Saya ingin semua atlet bisa berprestasi, dapat medali emas, kalau untuk Porprov nanti minimal ada satu sebagai perwakilan dari Kabupaten Ciamis,” harapnya.

Shanny juga menjelaskan, keikutsertaan UISC Ciamis dalam kejuaraan sepatu roda merupakan bukti komitmen klub untuk terus mengembangkan potensi, prestasi dan jam terbang para atlet binaannya.

“Semoga kedepannya UISC Ciamis dapat melahirkan atlet-atlet sepatu roda berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Ciamis baik di ajang nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Bidang Bimbingan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Ciamis, Deden Juanda mengatakan, sebelum diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), UISC Ciamis mempunyai 40 atlet, bahkan ada yang sudah SMA.

Waktu dipanggil oleh ketua KONI pa Endang, UISC Ciamis hanya memiliki 5 orang atlet, namun saat ini sudah ada 21 orang atlet.

“Insyaallah anak-anak ini bisa berprestasi cuma bukan untuk saat ini, karena kita baru diakui oleh KONI itupun baru 1 tahun lebih,” katanya.

Deden berharap, kedepannya para atlet sepatu roda UISC Ciamis bisa berprestasi dalam setiap kejuaraan nasional karena itu suatu kebanggaan, apalagi di ajang Porprov yang diadakan oleh pemerintah.

Dijelaskannya, dalam setiap kejuaraan sepatu roda, atlet UISC Ciamis selalu diperhitungkan oleh club dari kabupaten lain, walaupun UISC merupakan klub sepatu roda kecil. Orang melirik atlet itu bukan dari Porprov saja tetapi dari kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional.

“Waktu kejurnas di Karawang atlet kita ada yang dipinjam oleh klub dari kabupaten lain, Alhamdulillah walaupun anaknya masih kecil tapi sudah dapat pengakuan dari klub yang besar,” ungkapnya.

Deden juga mengungkapkan, saat ini Porserosi Ciamis mempersiapkan tujuh orang atlet sepatu roda dan dua orang atlet skateboard yang akan mengikuti BK Porprov.

Dijelaskannya, banyak kendala yang dihadapi dalam membina para atlet sepatu roda, salah satunya tempat latihan. Dulu para atlet UISC berlatih di wilayah Cisaga, namun atas kebijakan dan ijin dari Bupati Ciamis, Dr. H Herdiat Sunarya, waktu itu disuruh latihan di Stadion Galuh, Stadion Atletik dan Taman Lokasana Ciamis.

“Alhamdulillah latihan di Stadion Galuh berjalan lancar, walaupun ada sedikit kendala. Sebenarnya latihan di Lokasana ini tidak memenuhi syarat, tapi mau bagaimana lagi kita terpaksa berlatih disini,” ujarnya.

Walaupun di Kabupaten Ciamis tadinya tidak ada cabor sepatu roda, Deden berharap, semoga pihak pemerintah dapat memperhatikan, terutama track yang ada dapat diperbaiki.

“Kita enggak muluk-muluk minta dibikinin ini, itu karena kita belum bisa menunjukkan prestasi. Tapi kalau pemerintah memperhatikan, Insya Allah sepatu roda di Kabupaten Ciamis akan berkembang lebih baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pj Bupati Ciamis: Pemangkasan Anggaran Harus Dilakukan Secara Selektif

Para atlet UISC Ciamis telah meraih banyak prestasi dibeberapa kejuaraan tingkat nasional diantaranya :

  1. Jakarta Open Roller Skate Tournament, Jirta – Sunter 09 – 12 Desember 2021
  2. Kejuaraan Sepatu Roda Terbuka Botanical Park, Kabupaten Tangerang 12-13 Maret 2022
  3. Kejuaraan Sepatu Roda Bekasi Open, Lapangan Sepatu Roda Patriot Kota Bekasi 25 – 27 Maret 2022
  4. Prambanan Roller Sport Festival, Komplek Wisata Candi Prambanan – Yogyakarta 03 -05 Juni 2022
  5. Kejuaraan Sepatu Roda Bogor Open, Lapangan Sepatu Roda Taman Kresna – Bogor 02 – 03 Juli 2022
  6. Kejuaraan Sepatu Roda Piala Walikota Solo VIl, Velodrome Manahan -Solo 20- 21 Agustus 2022
  7. Piala Bupati Bekasi Open, Intern ation al Skating Rink Arena Grand Wisata -Bekasi 25 – 27 Maret 2022
  8. UNJ Open Roller Sport, Jakarta International Roller Track Arena – Jakarta,Sunter 19 -20 November 2022
  9. Kejuaraan Sepatu Roda Bekasi Open, Lapangan Sepatu Roda Patriot Kota Bekasi 25 – 27 Maret 2023
  10. Skate Cross Competition ISTC, Trans Studi Mini Lantai 2, Tasikmalaya 6 Agustus 2023
  11. Kejuaraan Sepatu Roda Patriot Championship II di Bekasi, 27 – 28 Oktober 2023.
  12. Kejuaraan Nasional sepatu roda antar pelajar Champ of the Champ di lintasan Jatidiri Semarang, 01-03 Maret 2024.
  13. Kejurnas GWIS Open 2024 Bekasi, 28-30 Juni 2024. (Nank/lintaspriangan.com)

Wacana 3 Hari Kerja ASN: Dasar Hukum, Implementasi & Rencana Strategis BKN

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pemerintah Indonesia melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) berencana menerapkan kebijakan baru terkait jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Mulai Februari 2025, ASN diwajibkan bekerja di kantor selama tiga hari dalam seminggu, sementara dua hari sisanya dapat bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan fleksibilitas kerja bagi para pegawai negeri.

Latar Belakang Kebijakan

Kepala BKN, Zudan Arif, menjelaskan bahwa penerapan skema kerja hybrid ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan birokrasi yang lebih modern dan efisien. Dengan adanya fleksibilitas kerja, diharapkan produktivitas ASN tetap optimal tanpa mengurangi kualitas layanan publik. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.

“Formula 2 hari WFA dan 3 hari Work From Office (WFO) akan segera diterapkan. BKN akan memastikan efektivitas dan efisiensi kerja, dengan tetap mengutamakan kualitas layanan publik,” ujar Zudan Arif dalam keterangannya pada Rabu, 12 Februari 2025. citeturn0search0

Dasar Hukum dan Implementasi

Pengaturan mengenai fleksibilitas kerja bagi ASN diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN. Dalam Pasal 8 Perpres tersebut, disebutkan bahwa pelaksanaan tugas kedinasan dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam hal waktu maupun lokasi bekerja. Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS Pasal 4 huruf f menegaskan bahwa setiap PNS wajib menaati ketentuan jam kerja yang ditetapkan oleh instansi masing-masing.

Zudan Arif menegaskan bahwa fleksibilitas kerja ini harus tetap mengutamakan kualitas layanan dan kinerja. “Fleksibilitas kerja bagi pegawai ASN pada prinsipnya harus mengutamakan kualitas layanan. Untuk itu, fleksibilitas kerja ini dimaknai dengan mengikuti kewajiban masuk kerja, menjalankan pekerjaan, dan menaati ketentuan jam kerja yang diatur dengan fleksibel dalam hal waktu dan lokasi bekerja,” jelasnya pada Minggu, 9 Februari 2025, di Jakarta. citeturn0search5

Rencana Strategis BKN untuk Efisiensi Anggaran

Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden terkait efisiensi anggaran, BKN telah menyiapkan 10 rencana kebijakan strategis, antara lain:

  1. Peniadaan kebijakan jam kerja fleksibel.
  2. Penerapan skema kerja hybrid: 2 hari WFA dan 3 hari WFO.
  3. Pengawasan kinerja berbasis laporan harian.
  4. Pembatasan perjalanan dinas dalam dan luar negeri.
  5. Maksimalisasi koordinasi melalui pertemuan daring.
  6. Efisiensi penggunaan listrik dan energi.
  7. Penyesuaian pakaian kerja yang lebih nyaman.
  8. Pengelolaan anggaran yang lebih efektif.
  9. Optimalisasi kerja sama dengan mitra dan pihak ketiga dengan prinsip tata kelola yang baik.
  10. Penyelesaian konsultasi kepegawaian langsung oleh Kantor Regional BKN di masing-masing wilayah.

“Efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden ini dapat kita jadikan peluang untuk meningkatkan efektivitas kinerja BKN sekaligus untuk mengukur efektivitas Sistem Informasi ASN (SIASN) terintegrasi yang kita miliki,” kata Zudan Arif pada Jumat, 10 Februari 2025. citeturn0search8

Tanggapan dan Implementasi di Daerah

Meskipun kebijakan ini baru berlaku untuk ASN di bawah naungan BKN, diharapkan instansi pemerintah lainnya dapat mengadopsi skema serupa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing. Namun, implementasi fleksibilitas kerja ini diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau pimpinan instansi Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, yang bertanggung jawab menetapkan jenis pekerjaan dan pegawai yang dapat menerapkan fleksibilitas tersebut sesuai dengan kebutuhan organisasi. citeturn0search5

Selain itu, tidak semua pegawai ASN dapat menerapkan skema kerja fleksibel ini. Pegawai yang bertugas pada pelayanan langsung kepada masyarakat dan yang mendukung operasional pemerintah kemungkinan besar tetap diwajibkan untuk hadir di kantor sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

Harapan ke Depan

Dengan penerapan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika masyarakat. Fleksibilitas kerja diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai, efisiensi anggaran, dan kualitas layanan publik secara keseluruhan.

Namun, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada komitmen dan kesiapan masing-masing instansi dalam mengadopsi perubahan serta memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan. (Lintas Priangan)

Gadis Indramayu Jadi Korban Rayuan Gombal Pria China di Tiktok

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Wanita Indramayu Jadi Korban Pengantin Pesanan: Kronologi, Kesaksian, dan Kepulangan Korban

Kasus perdagangan orang dengan modus “pengantin pesanan” kembali mencuat di Indramayu, Jawa Barat. Seorang wanita berinisial S (24) menjadi korban setelah dijanjikan pernikahan dengan warga negara China. Kasus ini mengungkap praktik eksploitasi yang memanfaatkan kerentanan ekonomi dan sosial korban.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula ketika S berkenalan dengan seorang pria melalui media sosial TikTok. Pria tersebut mengaku sebagai perantara yang dapat mempertemukan S dengan calon suami dari China yang siap menikahinya dan memberikan kehidupan yang lebih baik. Tergiur dengan janji tersebut, S setuju untuk menikah dan berangkat ke China.

Setibanya di China, realitas yang dihadapi S jauh dari harapan. Alih-alih mendapatkan kehidupan yang dijanjikan, S justru mengalami kekerasan dan eksploitasi. Ia dipaksa bekerja tanpa upah dan mengalami perlakuan tidak manusiawi dari suaminya serta keluarga suaminya. Komunikasi dengan keluarga di Indonesia pun dibatasi, membuatnya terisolasi dan sulit meminta pertolongan.

Kesaksian Korban dan Keluarga

Keluarga S mulai curiga ketika komunikasi dengan S terputus selama beberapa waktu. Mereka kemudian menerima informasi dari seseorang yang mengaku sebagai teman S di China, yang menyatakan bahwa S mengalami penyiksaan dan membutuhkan bantuan untuk kembali ke Indonesia. Keluarga segera melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang dan meminta bantuan dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Ketua SBMI, Hariyanto, mengungkapkan bahwa kasus seperti yang dialami S bukanlah yang pertama terjadi. Modus “pengantin pesanan” telah lama menjadi masalah serius, terutama di daerah-daerah dengan tingkat ekonomi rendah. Para pelaku memanfaatkan kerentanan korban dengan iming-iming kehidupan yang lebih baik di luar negeri, padahal kenyataannya mereka dijadikan objek eksploitasi.

Upaya Penyelamatan dan Kepulangan Korban

Setelah menerima laporan dari keluarga, SBMI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China untuk melacak keberadaan S. Proses evakuasi tidaklah mudah, mengingat S berada di wilayah pedesaan yang terpencil dan akses komunikasi yang terbatas. Namun, berkat kerja sama yang intensif antara berbagai pihak, S berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke Indonesia.

Pada dini hari tanggal 16 Februari 2025, S tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan disambut oleh keluarga serta perwakilan SBMI. Meskipun dalam kondisi lemah dan trauma, S merasa lega akhirnya bisa kembali ke tanah air. Saat ini, S mendapatkan pendampingan psikologis dan medis untuk memulihkan kondisi fisik dan mentalnya.

Langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Kasus yang menimpa S menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus perdagangan orang yang berkedok pernikahan. Pemerintah dan organisasi terkait terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di daerah-daerah rentan, mengenai bahaya dan ciri-ciri modus “pengantin pesanan”.

Selain itu, penegakan hukum terhadap para pelaku perdagangan orang harus diperketat. Hukuman yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang. Kerja sama antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memberantas praktik perdagangan orang yang merugikan dan melanggar hak asasi manusia. (Lintas Priangan)

Hari Ini, Ribuan Bom Kiriman AS Tiba di Israel

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Pengiriman Bom MK-84 dari AS ke Israel: Latar Belakang, Alasan, dan Tanggapan Berbagai Pihak.

Pada Minggu, 16 Februari 2025, Israel menerima pengiriman bom berat MK-84 dari Amerika Serikat. Bom seberat 2.000 pon (907 kilogram) ini tiba di Pelabuhan Ashdod dan segera diangkut ke pangkalan udara militer Israel. Pengiriman ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mencabut penangguhan yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintahan Joe Biden.

Latar Belakang Penangguhan Pengiriman

Pada Mei 2024, Presiden Joe Biden menunda pengiriman bom MK-84 ke Israel. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran akan dampak penggunaan bom tersebut di area padat penduduk, khususnya di Rafah, Jalur Gaza selatan. Bom MK-84 dikenal memiliki daya ledak tinggi dan mampu menembus struktur beton tebal, sehingga penggunaannya di wilayah sipil dapat menyebabkan korban jiwa yang signifikan. Penangguhan ini memicu ketegangan dalam hubungan antara AS dan Israel, mengingat Israel telah memesan dan membayar bom tersebut sebelumnya.

Pencabutan Penangguhan oleh Presiden Trump

Pada Januari 2025, Presiden Donald Trump memutuskan untuk mencabut penangguhan pengiriman bom MK-84 ke Israel. Trump menyatakan bahwa Israel telah membayar untuk bom tersebut dan telah menunggu lama untuk pengirimannya. Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa sekitar 1.800 unit bom MK-84 akan dikirim ke Israel dalam beberapa hari mendatang. Keputusan ini diambil meskipun ada kritik internasional terkait operasi militer Israel di Gaza dan potensi dampak kemanusiaan dari penggunaan bom tersebut.

Alasan Pengiriman Bom MK-84 ke Israel

Pengiriman bom MK-84 ini dianggap sebagai langkah untuk memperkuat aliansi antara AS dan Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan bukti kuatnya hubungan antara kedua negara. Selain itu, bom MK-84 akan menjadi aset penting bagi Angkatan Udara dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam menghadapi ancaman dari kelompok militan seperti Hamas. Sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel, negara tersebut telah meningkatkan operasi militernya di Gaza untuk menghancurkan infrastruktur militan.

Tanggapan Berbagai Pihak

Keputusan untuk melanjutkan pengiriman bom MK-84 menuai berbagai tanggapan dari komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia. Banyak yang mengkhawatirkan bahwa penggunaan bom dengan daya ledak tinggi di area padat penduduk akan meningkatkan jumlah korban sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza. Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, lebih dari 48.000 warga Gaza dilaporkan tewas, dan sekitar 70% infrastruktur di wilayah tersebut hancur atau rusak.

Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan bahwa pengiriman bom ini penting untuk memastikan keamanan nasional dan kemampuan mereka dalam menghadapi ancaman dari kelompok militan. Mereka juga menekankan bahwa operasi militer yang dilakukan bertujuan untuk menghancurkan kemampuan Hamas dan mencegah serangan lebih lanjut terhadap warga sipil Israel.

Situasi Terkini di Gaza

Pengiriman bom MK-84 ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hamas. Gencatan senjata yang dimulai pada akhir Januari 2025 bertujuan untuk menghentikan pertempuran dan memungkinkan pertukaran tahanan antara kedua belah pihak. Namun, kedua pihak saling menuduh telah melanggar ketentuan gencatan senjata. Hamas melaporkan bahwa tiga petugas polisi Palestina tewas saat mengamankan pengiriman bantuan di dekat Rafah, sementara militer Israel menyatakan telah menyerang individu bersenjata yang mendekati pasukan mereka di Gaza selatan.

Kesimpulan

Pengiriman bom MK-84 dari AS ke Israel mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan internasional dan pertimbangan strategis di kawasan Timur Tengah. Sementara Israel melihat pengiriman ini sebagai langkah penting untuk memperkuat pertahanan nasional, komunitas internasional mengkhawatirkan potensi eskalasi kekerasan dan dampak kemanusiaan yang lebih luas di Gaza. Situasi ini menekankan perlunya pendekatan diplomatik yang hati-hati dan upaya berkelanjutan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut. (Lintas Priangan/dari berbagai sumber)

5 Jejak Perjuangan Kemerdekaan di Tasikmalaya

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Tasikmalaya, sebuah kota di Jawa Barat, memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Perlawanan masyarakat dan tokoh-tokoh lokalnya memberikan kontribusi signifikan dalam upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Berikut adalah beberapa jejak perjuangan kemerdekaan di Tasikmalaya yang mungkin belum banyak diketahui.

Perlawanan KH. Zainal Musthafa

Salah satu tokoh sentral dalam perjuangan di Tasikmalaya adalah KH. Zainal Musthafa. Lahir dengan nama Hudaemi pada tahun 1899 di Kampung Bageur, Desa Cimerah, Kecamatan Singaparna, ia kemudian dikenal sebagai Zainal Musthafa setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 1927. Beliau mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah yang menjadi pusat pendidikan dan perlawanan terhadap penjajah.

Pada masa pendudukan Jepang, KH. Zainal Musthafa menolak keras kebijakan seikerei, yaitu penghormatan kepada Kaisar Jepang dengan membungkuk ke arah matahari terbit. Penolakan ini memicu ketegangan dengan pihak Jepang, yang akhirnya berujung pada penyerangan terhadap Pesantren Sukamanah pada 25 Februari 1944. Dalam peristiwa tersebut, KH. Zainal Musthafa ditangkap dan dieksekusi pada 25 Oktober 1944 di Jakarta. Perlawanan ini dikenal sebagai salah satu pemberontakan sipil terbesar pada masa pendudukan Jepang.

Pertempuran di Jembatan Karang Resik

Jembatan Karang Resik, yang menghubungkan Tasikmalaya dengan Ciamis di atas Sungai Citanduy, menjadi saksi bisu pertempuran heroik pada 10 Agustus 1947. Pasukan Belanda berusaha menguasai jembatan strategis ini untuk memudahkan pergerakan mereka. Namun, pejuang Indonesia berhasil menghancurkan jembatan tersebut, menghambat laju pasukan Belanda dan memaksa mereka mundur. Pertempuran ini menunjukkan semangat juang masyarakat Tasikmalaya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Peran Lebaksiuh sebagai Ibu Kota Sementara Jawa Barat

Setelah Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947, pemerintah Provinsi Jawa Barat memindahkan ibu kotanya ke Lebaksiuh, sebuah daerah terpencil di Kecamatan Culamega, Tasikmalaya. Langkah ini diambil untuk menghindari serangan Belanda dan mempertahankan pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Barat. Di tengah hutan belantara, pemerintahan darurat ini beroperasi hingga tahun 1948 sebelum akhirnya kembali ke Bandung. Peristiwa ini menunjukkan strategi gerilya dan adaptasi pemerintah dalam situasi krisis.

Kontribusi KH. Ruhiat dan Pondok Pesantren Cipasung

KH. Ruhiat, pendiri Pondok Pesantren Cipasung pada tahun 1931, memainkan peran penting dalam pendidikan dan perlawanan di Tasikmalaya. Selain mengajarkan ilmu agama, beliau juga menanamkan semangat nasionalisme kepada para santrinya. Pada masa penjajahan, pesantren ini menjadi tempat persembunyian dan koordinasi bagi para pejuang kemerdekaan. Dedikasi KH. Ruhiat dalam mengembangkan pendidikan Islam dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan meninggalkan warisan berharga bagi generasi berikutnya.

Peran Lasykar Hizbullah di Priangan Timur

Lasykar Hizbullah, sayap militer dari organisasi Islam, juga memiliki peran signifikan di Priangan Timur, termasuk Tasikmalaya. Mereka terlibat aktif dalam berbagai pertempuran melawan pasukan Belanda dan Sekutu, seperti peristiwa Bandung Lautan Api dan Agresi Militer Belanda I. Kontribusi mereka membantu mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah tersebut.

Jejak Djuanda Kartawidjaja, Putra Tasikmalaya

Djuanda Kartawidjaja, lahir di Tasikmalaya pada 14 Januari 1911, adalah seorang teknokrat dan politisi yang berperan penting dalam pemerintahan Indonesia pasca-kemerdekaan. Beliau menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dan dikenal melalui Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957, yang menyatakan bahwa perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau dalam wilayah Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Deklarasi ini menjadi dasar pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan dalam hukum internasional.

Jejak-jejak perjuangan di atas menunjukkan betapa pentingnya peran Tasikmalaya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Semangat dan dedikasi para pahlawan serta masyarakatnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga dan menghargai kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan. (Lintas Priangan)

Met Ultah Garut! Begini Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut Rayakan Hari Jadi ke-212 dengan Serangkaian Kegiatan Bermakna. Pemerintah Kabupaten Garut menggelar peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-212 pada hari Minggu, 16 Februari 2025 dengan serangkaian acara yang penuh makna. Peringatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana di Gedung Pendopo Garut, dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Garut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Selain acara resmi, peringatan HJG ke-212 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti acara keagamaan, bakti sosial, dan perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Car Free Day (CFD) spesial HJG ke-212, yang menjadi momen terakhir bagi Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, sebelum mengakhiri masa jabatannya. Dalam kesempatan tersebut, Barnas Adjidin menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat selama masa kepemimpinannya dan berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga.

Peringatan HJG ke-212 juga diwarnai dengan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Unit Sekretariat Daerah (Setda) Garut mengadakan acara siraman rohani dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Klinik Utama Jantung Hasna Medika. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani.

Sejarah Berdirinya Kabupaten Garut

Kabupaten Garut memiliki sejarah panjang yang berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Pembubaran ini disebabkan oleh penurunan produksi kopi di wilayah tersebut serta penolakan bupati setempat untuk menanam tanaman nila (indigo).

Setelah pembubaran tersebut, masyarakat Limbangan menghadapi kesulitan karena harus mengurus berbagai keperluan administrasi ke Cianjur atau Bandung. Melihat kondisi ini, tokoh masyarakat setempat mengajukan permohonan kepada pemerintah kolonial Inggris, yang saat itu dipimpin oleh Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles, untuk membentuk kembali kabupaten di wilayah tersebut.

Menanggapi permohonan tersebut, pada 16 Februari 1813, Raffles mengeluarkan surat keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan. Raden Adipati Aria Adiwijaya diangkat sebagai bupati pertama dan ditugaskan mencari lokasi yang strategis untuk pusat pemerintahan. Setelah melalui berbagai pertimbangan, dipilihlah sebuah area yang memiliki sumber mata air melimpah dan pemandangan alam yang indah. Konon, saat proses pembukaan lahan, ditemukan banyak semak belukar berduri yang oleh masyarakat setempat disebut “Ki Garut”. Nama inilah yang kemudian diabadikan menjadi nama kabupaten, yaitu Garut.

Sejak saat itu, Kabupaten Garut terus berkembang dan mengalami berbagai perubahan, baik dari segi pemerintahan maupun pembangunan infrastruktur. Pada tahun 1872, Garut dikenal sebagai salah satu kabupaten paling maju di Jawa Barat, ditandai dengan berdirinya stasiun kereta api di Kecamatan Cikajang dan pembangunan gedung keresidenan yang kini menjadi Gedung Pendopo Garut.

Kini, di usianya yang ke-212, Kabupaten Garut terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai program pembangunan dan pelestarian nilai-nilai budaya serta sejarah yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Melalui tulisan ini, segenap Redaksi Lintas Priangan mengucapak selamat Hari Jadi Kabupaten Garu ke-212. Semoga Kabupaten Garut, tetap menjadi kabupaten yang unggul! (Lintas Priangan)

Jelang Ramadhan, Polres Tasikmalaya Kota Sisir Minimarket dan Swalayan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2025, Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota intensifkan patroli di sejumlah minimarket dan toko-toko yang ada di wilayah kota Tasikmalaya.

Langkah ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa, sekaligus memastikan bahwa para pedagang dan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

Patroli yang dilakukan pada Sabtu, 15 Februari 2025 malam ini bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan seperti peredaran barang ilegal, praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta memastikan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan aman dan cukup.

Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memastikan minimarket dan toko yang beroperasi mematuhi aturan yang berlaku, mengingat aksi kriminalitas yang kerap meningkat menjelang bulan Ramadhan.

Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, melalui Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pengawasan di titik-titik yang sering dikunjungi warga.

“Patroli ini tidak hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk mengingatkan pemilik toko dan minimarket agar menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang bulan Ramadhan,” kata Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah.

Patroli ini diperkirakan akan terus digencarkan selama bulan Ramadhan, mengingat banyaknya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa.

“Kegiatan patroli ini akan terus ditingkatkan menjelang bulan puasa, baik itu di pagi hari, siang, malam hari, hingga dinihari,” ucap Ipda Devi.

Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat diminta untuk tetap waspada, hati-hati, serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kota Tasikmalaya,” tutup Ipda Devi Budi Radiansyah. (Lintas Priangan)

Mengenal Tradisi Nyepuh, Cara Warga Ciamis Menyambut Ramadhan

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tradisi Nyepuh merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Upacara adat ini dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui tradisi ini, masyarakat berupaya mensucikan diri baik secara lahir maupun batin, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sejarah Tradisi Nyepuh

Asal-usul Tradisi Nyepuh berkaitan erat dengan sosok Kiai Haji Panghulu Gusti, seorang tokoh penyebar agama Islam di Desa Ciomas. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam menyebarkan ajaran Islam dan memberikan nasihat kepada masyarakat setempat. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, masyarakat Desa Ciomas rutin mengadakan upacara Nyepuh menjelang bulan Ramadhan. Upacara ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi generasi muda untuk selalu menghormati dan meneladani para leluhur mereka.

Tata Cara Pelaksanaan Nyepuh

Pelaksanaan Tradisi Nyepuh biasanya dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban, sekitar satu minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan. Rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan berbagai persiapan, seperti menghias kampung dengan ornamen Islami, menyalakan obor sebagai penerangan, dan mempersiapkan hidangan tradisional. Pada hari pelaksanaan, warga berkumpul di kediaman juru kunci makam Kiai Haji Panghulu Gusti, yaitu Ibu Siti Maryam. Acara dimulai dengan doa bersama dan tawasul yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Selanjutnya, warga berjalan menuju mata air Geger Emas untuk mengambil air yang dianggap suci. Air ini kemudian digunakan untuk membersihkan diri sebagai simbol penyucian lahir dan batin. Setelah itu, dilakukan ziarah ke makam Kiai Haji Panghulu Gusti untuk mendoakan arwah beliau. Acara ditutup dengan makan bersama, di mana hidangan utama yang disajikan adalah nasi kuning. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Nyepuh

Tradisi Nyepuh sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Ciomas. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Penghormatan kepada Leluhur: Melalui upacara ini, masyarakat menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada Kiai Haji Panghulu Gusti atas jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.
  2. Penyucian Diri: Penggunaan air dari mata air Geger Emas sebagai media untuk membersihkan diri melambangkan pentingnya kesucian lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan.
  3. Gotong Royong dan Kebersamaan: Persiapan dan pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat.
  4. Pelestarian Alam: Masyarakat Desa Ciomas sangat menjaga kelestarian hutan di sekitar makam Kiai Haji Panghulu Gusti. Ada kepercayaan bahwa menebang pohon di hutan tersebut tanpa izin dapat mendatangkan musibah, sehingga hutan tetap terjaga kelestariannya.
  5. Pendidikan Moral bagi Generasi Muda: Tradisi ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk menghormati orang tua dan leluhur, serta memahami pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai agama.

Dengan mempertahankan Tradisi Nyepuh, masyarakat Desa Ciomas tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat identitas komunitas dan nilai-nilai kebersamaan. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat berperan dalam membentuk karakter dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. (Lintas Priangan)

Pemangkasan Anggaran: Latar Belakang & Tanggapan Pro Kontra

0

lintaspriangan.com, OPINI. Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan pemangkasan anggaran sebesar Rp. 306,69 triliun untuk tahun 2025, yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran dan mengalokasikan dana bagi program prioritas, seperti program makan bergizi gratis bagi lebih dari 82 juta anak dan ibu hamil. Namun, kebijakan ini menimbulkan perdebatan, terutama terkait tingginya tingkat kebocoran anggaran di pemerintah daerah.

Latar Belakang Pemangkasan Anggaran

Pemangkasan anggaran ini difokuskan pada pengurangan biaya perjalanan dinas, pengadaan alat tulis kantor, penggunaan pendingin ruangan, serta pengurangan kegiatan seremonial dan rapat yang tidak efisien. Beberapa kementerian mengalami pemotongan anggaran signifikan, seperti Kementerian Pekerjaan Umum yang dipangkas hingga 70% dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar 52%. Langkah ini diambil untuk mengurangi pemborosan dan mengalokasikan dana ke program yang memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti program makan bergizi gratis yang membutuhkan anggaran sekitar Rp. 71 triliun per tahun.

Kebocoran Anggaran di Pemerintah Daerah

Sementara itu, kebocoran anggaran di tingkat pemerintah daerah menjadi perhatian serius. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengungkapkan bahwa lebih dari separuh perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah tidak efektif dan tidak efisien, dengan total ketidakefisienan mencapai rata-rata 53,95%, atau sekitar Rp141 triliun. Modus kebocoran anggaran ini tidak banyak berubah sejak puluhan tahun lalu, menunjukkan perlunya reformasi tata kelola keuangan di daerah.

Dampak Pemangkasan Anggaran

Pemangkasan anggaran ini memiliki dampak yang beragam. Di satu sisi, pengurangan pengeluaran yang tidak efisien dapat meningkatkan alokasi dana untuk program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Namun, di sisi lain, pemotongan anggaran pada sektor-sektor vital seperti infrastruktur dan layanan publik dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, pemotongan anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum dapat mempengaruhi pemeliharaan infrastruktur dan layanan publik lainnya, yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan Pro dan Kontra

Kebijakan pemangkasan anggaran ini menuai berbagai tanggapan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk mengurangi pemborosan dan mengalokasikan dana bagi program yang bermanfaat langsung bagi rakyat. Ia mengkritik pejabat yang menentang kebijakan ini sebagai “raja-raja kecil” yang merasa tidak tersentuh hukum.

Namun, sejumlah ekonom dan pakar mengkhawatirkan dampak negatif dari pemangkasan anggaran ini. Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies, menyatakan bahwa langkah austerity ini kurang memiliki kejelasan dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi serta kemandirian di sektor pangan dan energi.

Selain itu, Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, mengingatkan bahwa pemotongan anggaran pada sektor-sektor pelayanan publik dasar seperti pendidikan dan kesehatan dapat berdampak buruk pada masyarakat. Ia menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini dan memastikan efisiensi dilakukan pada pos-pos yang tidak berdampak langsung pada layanan publik.

Pemangkasan anggaran oleh pemerintah Indonesia merupakan upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mengalokasikan dana bagi program prioritas. Namun, tingginya tingkat kebocoran anggaran di pemerintah daerah menunjukkan perlunya reformasi tata kelola keuangan yang lebih mendalam. Pemerintah perlu memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak mengorbankan kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pengawasan yang ketat, menjadi kunci dalam mengatasi tantangan ini dan memastikan anggaran digunakan secara efektif dan efisien untuk kesejahteraan masyarakat. (Lintas Priangan)

Abu Ayyub
Penulis adalah Redaktur Lintas Priangan

Pemilu 2029, Kok Sudah Mulai Ramai dari Sekarang?

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Partai Gerindra Siapkan Strategi Hadapi Pemilu 2029. Meskipun Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 masih empat tahun lagi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah mulai mempersiapkan strategi untuk menghadapi kontestasi politik tersebut. Langkah ini ditandai dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang mengungkapkan bahwa seluruh kader partai meminta Ketua Umum, Prabowo Subianto, untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2029.

“Seluruh kader Partai Gerindra meminta agar Partai Gerindra dalam Pemilu Presiden 2029 yang akan datang, kembali mencalonkan Haji Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia periode kedua,” ujar Muzani dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).

Pernyataan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak mendukung Prabowo sebagai calon presiden pada 2029. “Kami melihat kinerja beliau selama ini sangat baik, dan kami siap mendukung kembali pada Pemilu mendatang,” kata Syaikhu.

Pemilu 2029 Jadi Topik Hangat

Pembahasan mengenai Pemilu 2029 menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir, meskipun pelaksanaannya masih cukup lama. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pernyataan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang memprediksi bahwa Pemilu 2029 akan menjadi tantangan terberat sepanjang sejarah bagi partainya. “Tantangan Pemilu 2029 akan menjadi yang terberat sepanjang sejarah bagi Partai NasDem,” ujar Paloh.

Selain itu, wacana perubahan sistem pemilu juga turut memanaskan diskusi politik. Salah satu hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, mengusulkan penerapan sistem proporsional terbuka terbatas pada Pemilu 2029. “Dalam rangka menjaga agar tahapan Pemilu tahun 2024 yang sudah dimulai tidak terganggu dan untuk menyiapkan instrumen serta perangkat regulasi yang memadai, maka pelaksanaan Pemilu dengan sistem proporsional terbuka terbatas dilaksanakan pada Pemilu tahun 2029,” kata Arief.

Strategi Gerindra Menuju 2029

Menanggapi dinamika politik tersebut, Partai Gerindra mulai menyusun strategi jangka panjang. Selain kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden, partai ini juga fokus pada penguatan struktur internal dan konsolidasi kader di seluruh Indonesia. Ahmad Muzani menegaskan bahwa seluruh kader, mulai dari tingkat pengurus ranting hingga dewan pengurus pusat, siap bekerja keras untuk memenangkan Pemilu 2029. citeturn0search6

Gerindra juga berencana untuk memperluas basis dukungan dengan merangkul berbagai elemen masyarakat dan menjalin koalisi strategis dengan partai-partai lain. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Gerindra dalam peta politik nasional dan meningkatkan peluang kemenangan pada Pemilu mendatang.

Tantangan dan Harapan

Meskipun persiapan telah dimulai, Partai Gerindra menyadari bahwa perjalanan menuju Pemilu 2029 penuh dengan tantangan. Perubahan dinamika politik, isu-isu nasional, serta persaingan antarpartai menjadi faktor-faktor yang harus diantisipasi dengan cermat. Namun, dengan pengalaman dan soliditas yang dimiliki, Gerindra optimis dapat menghadapi berbagai rintangan tersebut.

“Kami tetap mohon doa, mohon restu, dan mohon pangestu dari seluruh rakyat Indonesia agar perjuangan kami ke depan dimudahkan,” pungkas Ahmad Muzani.

Dengan persiapan matang dan strategi yang terukur, Partai Gerindra bertekad untuk memainkan peran signifikan dalam menentukan arah masa depan Indonesia melalui Pemilu 2029. Bagaimana dengan partai lain? (Lintas Priangan)

Buntut Hotel di Sukabumi Denda Tamu Rp. 1 Juta

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Tamu Hotel di Sukabumi Didenda Rp 1 Juta karena Gabungkan Kasur: Kronologi dan Fakta Terbaru. Sebuah insiden di Kota Sukabumi, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat setelah seorang tamu hotel dikenakan denda sebesar Rp 1 juta karena menggabungkan kasur twin bed di kamarnya. Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan pihak berwenang, serta menyoroti kebijakan hotel terkait fasilitas kamar.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada tanggal 13 Februari 2025, ketika seorang tamu menginap di Hotel Anugrah, Sukabumi. Tamu tersebut memesan kamar dengan dua kasur single (twin bed). Merasa lebih nyaman tidur di kasur yang lebih besar, tamu tersebut kemudian menggabungkan kedua kasur tersebut tanpa memberitahu pihak hotel. Setelah pihak hotel mengetahui tindakan tersebut, tamu tersebut dikenakan denda sebesar Rp 1 juta. Video keluhan tamu mengenai denda ini kemudian viral di media sosial, memicu berbagai tanggapan dari netizen dan pihak terkait.

Respons Pihak Hotel

Menanggapi viralnya video tersebut, manajemen Hotel Anugrah memberikan klarifikasi. Mereka menjelaskan bahwa kebijakan denda tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas dan kondisi fasilitas kamar. Penggabungan kasur tanpa sepengetahuan dan persetujuan pihak hotel dianggap dapat merusak peralatan dan mengganggu standar pelayanan yang telah ditetapkan. Selain itu, pihak hotel menyatakan bahwa informasi mengenai larangan menggabungkan kasur telah disampaikan kepada tamu saat proses check-in. Namun, tamu tersebut tetap melanggar aturan yang ada. Pihak hotel juga menyayangkan penyebaran video yang dianggap mencemarkan nama baik institusi mereka dan berencana mengambil langkah hukum terkait hal ini. citeturn0search9

Tanggapan DPRD Kota Sukabumi

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi. Anggota DPRD menilai bahwa kebijakan denda sebesar Rp 1 juta tersebut berlebihan dan dapat merusak citra pariwisata Kota Sukabumi. Mereka meminta pihak hotel untuk meninjau kembali kebijakan tersebut dan mencari solusi yang lebih bijaksana dalam menangani pelanggaran aturan oleh tamu. Selain itu, DPRD juga mengimbau agar hotel-hotel di Sukabumi lebih transparan dalam menyampaikan peraturan kepada tamu guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang. citeturn0search4

Dampak terhadap Pariwisata Sukabumi

Insiden ini dikhawatirkan dapat berdampak negatif terhadap industri pariwisata di Sukabumi. Penerapan denda yang dianggap tidak proporsional dapat membuat wisatawan enggan berkunjung dan menginap di kota tersebut. Para pelaku industri pariwisata diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan yang berpotensi merugikan konsumen dan citra daerah. Selain itu, komunikasi yang baik antara pihak hotel dan tamu sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik serupa di masa depan.

Perkembangan Terbaru

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyelesaian kasus antara tamu dan pihak Hotel Anugrah. Pihak hotel menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait penyebaran video yang dianggap merugikan reputasi mereka. Sementara itu, DPRD Kota Sukabumi berencana memanggil manajemen hotel untuk meminta klarifikasi dan mencari solusi terbaik guna menjaga citra pariwisata kota. Masyarakat dan pelaku industri pariwisata berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang ramah bagi wisatawan.

Kasus denda Rp 1 juta terhadap tamu hotel di Sukabumi karena menggabungkan kasur twin bed menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara pihak hotel dan tamu mengenai peraturan yang berlaku. Pihak hotel diharapkan dapat menerapkan kebijakan yang adil dan proporsional, sementara tamu diharapkan mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Kerja sama yang baik antara kedua belah pihak akan menciptakan pengalaman menginap yang menyenangkan dan menjaga reputasi pariwisata daerah.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menonton klarifikasi dari pihak hotel melalui video berikut:

Klarifikasi Pihak Hotel di Sukabumi Terkait Denda Rp 1 Juta

(Lintas Priangan)

Viral! Kepala Puskesmas Setor Rp. 100 Juta untuk Promosi Jabatan

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Sebuah video berdurasi 60 detik yang beredar luas di media sosial mengungkap dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dalam video tersebut, Kepala Puskesmas Sukra, dr. Rossy Damayanti, mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta kepada dua individu yang diduga merupakan tim sukses Bupati Indramayu terpilih, Lucky Hakim.

Pengakuan dr. Rossy dalam video tersebut menyebutkan bahwa ia menyerahkan uang tersebut dengan harapan dipromosikan sebagai Wakil Direktur Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu. Ia menyatakan, “Saya menyerahkan uang seratus juta kepada tim Mas Iki dan Pak Heru untuk dipromosikan sebagai wakil direktur pelayanan di RSUD Indramayu.”

Selain itu, dr. Rossy mengungkapkan bahwa saat penyerahan uang tersebut, ia ditemani oleh dua rekan seprofesinya yang juga bekerja di sektor kesehatan. Namun, identitas kedua rekan tersebut belum terungkap dalam video yang beredar. Ketika dimintai konfirmasi oleh media terkait pernyataannya yang viral, dr. Rossy enggan memberikan klarifikasi lebih lanjut dan hanya menyatakan, “Saya gak tahu, maaf Pak.”

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait dugaan transaksi jabatan tersebut. Ia mengatakan, “Saya belum menerima informasi terkait hal ini.”

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bupati terpilih, Lucky Hakim, maupun tim suksesnya terkait tuduhan tersebut. Kasus ini telah memicu reaksi luas dari masyarakat yang menuntut transparansi dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan praktik jual beli jabatan ini.

Praktik jual beli jabatan merupakan pelanggaran serius terhadap etika dan hukum dalam pemerintahan. Jika terbukti, hal ini tidak hanya mencederai integritas aparatur sipil negara, tetapi juga merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan pelayanan terbaik dari pejabat yang kompeten dan berintegritas.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang di berbagai daerah di Indonesia. Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam praktik tercela ini.

Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah lainnya untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam proses promosi jabatan, memastikan bahwa semua prosedur dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan bebas dari praktik korupsi.

Masyarakat dan berbagai elemen sipil di Indramayu diharapkan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, guna memastikan bahwa keadilan ditegakkan dan integritas pemerintahan daerah terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut, berikut adalah video terkait yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kasus ini:

Viral! Kepala Puskesmas Indramayu Bayar Rp100 Juta Demi Jabatan Baru

(Lintas Priangan)

Waspada! Kasus DBD di Cirebon Melonjak 400%!

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Kota Cirebon: Pemerintah Gencarkan Langkah Pencegahan. Kota Cirebon, Jawa Barat, tengah menghadapi peningkatan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2025. Data dari Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat, sepanjang Januari 2025 terdapat 82 kasus DBD, meningkat hampir 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 28 kasus.

Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengonfirmasi lonjakan ini dan menyatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan kasus, status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum ditetapkan karena harus melalui mekanisme tertentu.

Hingga pertengahan Februari 2025, total kasus DBD di Kota Cirebon telah mencapai lebih dari 140 kasus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, menyebutkan bahwa laporan harian dari puskesmas terus menunjukkan adanya pasien DBD yang dirawat di rumah sakit.

Sebagai langkah responsif, Pemerintah Kota Cirebon telah menerbitkan Surat Edaran yang menginstruksikan pelaksanaan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) dengan metode 3M, yaitu menutup, menguras, dan mendaur ulang. Agus Mulyadi menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan fogging, yang hanya membunuh nyamuk dewasa tanpa mengatasi jentik.

Selain itu, program Siswa Pemantau Jentik (Sipetik) diaktifkan kembali di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap bahaya DBD. Program ini melibatkan siswa dalam pemantauan dan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, menjelaskan bahwa fogging dilakukan berdasarkan prosedur ketat, dengan investigasi terlebih dahulu terhadap 20 rumah di sekitar lokasi pasien positif DBD sebelum tindakan disetujui. Fogging hanya efektif untuk nyamuk dewasa, sementara telur, larva, dan pupa harus diberantas melalui PSN.

Masyarakat diimbau untuk proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, rutin melakukan 3M, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala DBD seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan munculnya ruam. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menekan laju penyebaran DBD di wilayah Cirebon. (Lintas Priangan)

Info Jadwal & Lokasi Bazar Murah di Bandung

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Pemerintah Kota Bandung Gelar Bazar Murah Menyambut Ramadan 2025. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) akan mengadakan bazar murah yang tersebar di 30 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Jadwal dan Lokasi Bazar Murah

Pelaksanaan bazar murah dibagi menjadi dua sesi:

  • Sesi 1: 17–21 Februari 2025
  • Sesi 2: 10–14 Maret 2025

Berikut adalah jadwal dan lokasi bazar murah untuk Sesi 1:

  • Senin, 17 Februari 2025:
    • Kecamatan Coblong
    • Kecamatan Batununggal
    • Kecamatan Sukajadi
  • Selasa, 18 Februari 2025:
    • Kecamatan Ujung Berung
    • Kecamatan Buahbatu
    • Kecamatan Kiaracondong
  • Rabu, 19 Februari 2025:
    • Kecamatan Cinambo
    • Kecamatan Lengkong
    • Kecamatan Arcamanik
  • Kamis, 20 Februari 2025:
    • Kecamatan Antapani
    • Kecamatan Andir
    • Kecamatan Bojongloa Kaler
  • Jumat, 21 Februari 2025:
    • Kecamatan Bandung Kulon
    • Kecamatan Gedebage
    • Kecamatan Cibiru

Salah satu lokasi bazar yang akan digelar pada Senin, 17 Februari 2025, adalah di Lapangan Sepak Bola Abra, Jalan Cipedes Tengah, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi. Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.

Plt. Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyatakan bahwa program bazar murah ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. “Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih hemat,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, bazar murah ini juga diharapkan dapat menekan potensi kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang libur panjang. Meskipun inflasi di Kota Bandung relatif terkendali, libur panjang sering memicu kenaikan harga. Melalui bazar ini, diharapkan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan harga terjangkau.

Komoditas yang Tersedia

Beragam kebutuhan pokok akan tersedia dalam bazar murah ini, antara lain:

  • Beras premium
  • Minyak goreng
  • Telur ayam
  • Ayam beku
  • Daging sapi
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Aneka sayuran dengan harga serba Rp5.000

Selain itu, bazar ini juga menyediakan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi masyarakat yang ingin mengurus legalitas usaha mereka.

Kegiatan bazar murah sebelumnya telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menjelaskan bahwa bazar ini menawarkan kebutuhan pokok dengan harga distributor, yang lebih murah dibandingkan harga pasar. “Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami menyediakan 12 tenant dengan berbagai komoditas yang dapat dibeli masyarakat dengan harga lebih murah,” ujar Koswara, sebagaimana dilansir di berbagai media.

Salah satu warga, Rosliani (49), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan bazar murah ini. “Harga di bazar ini jauh lebih murah dibandingkan pasar, terutama untuk beras. Kegiatan seperti ini sangat membantu kami yang harus memenuhi kebutuhan pokok menjelang Nataru,” terang Rosliani kepada Ahmad Gunadi, wartawan Lintas Priangan di Bandung.

Masyarakat Kota Bandung diimbau untuk memanfaatkan program bazar murah ini guna mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, partisipasi dalam bazar ini juga mendukung perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan lokasi bazar murah, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Kota Bandung atau mengikuti akun media sosial resmi Disdagin Kota Bandung.

Dengan adanya bazar murah ini, diharapkan masyarakat Kota Bandung dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan lebih tenang dan sejahtera, tanpa khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. (Lintas Priangan)

Serem! Tiga Wanita Sekap dan Siksa Pria Bertato Hingga Meregang Nyawa

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Pria Bertato Tewas Disiksa Tiga Wanita di Buleleng, Bali: Motif dan Kronologi. Kasus pembunuhan sadis menggemparkan masyarakat Buleleng, Bali, setelah jasad seorang pria bertato ditemukan di kawasan hutan lindung Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Korban diketahui bernama I Pande Gede Putra Palguna (53), asal Gianyar, yang diduga tewas akibat penyiksaan oleh tiga wanita.

Penemuan Jasad Korban

Pada Senin, 3 Februari 2025, sekitar pukul 15.00 WITA, warga Desa Pancasari dikejutkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas di bawah batang pohon di pinggir jalan Singaraja-Denpasar. Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, mengungkapkan bahwa korban memiliki ciri-ciri tato dan bekas luka lama pada punggungnya. “Umur diperkirakan 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 168 centimeter,” ujarnya di hadapan wartawan.

Identifikasi dan Hasil Autopsi

Polisi segera melakukan identifikasi menggunakan teknologi Inafis dan mengonfirmasi identitas korban sebagai I Pande Gede Putra Palguna. Hasil autopsi menunjukkan tanda-tanda kematian tidak wajar, termasuk luka ikatan pada pergelangan kaki dan tangan, bekas luka bakar di punggung dan kepala, lebam pada mata, luka robek pada bibir, serta luka gores pada pinggang.

Pengungkapan Pelaku

Penyelidikan intensif mengarah pada penangkapan tiga wanita sebagai tersangka, yaitu OSM alias Oky (38), IOP alias Intan (38), dan ALY alias Leni (57). Ketiganya ditangkap di Denpasar pada Sabtu, 8 Februari 2025. Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, menyatakan bahwa motif pembunuhan terkait masalah utang antara korban dan para tersangka. “Motifnya adalah masalah utang. Korban memiliki utang dengan ketiga tersangka,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan polisi, korban sebelumnya berjanji menjualkan hotel milik ALY dan meminta uang operasional sebesar Rp5,4 miliar. Namun, setelah menerima uang tersebut, korban tidak memenuhi janjinya, yang memicu kemarahan ALY. ALY kemudian memerintahkan OSM dan IOP untuk menekan korban agar mengembalikan uangnya.

Pada 20 Januari 2025, OSM dan IOP menculik korban dan membawanya ke indekos mereka di Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Selatan. Di sana, korban disekap dan disiksa selama hampir dua minggu hingga akhirnya tewas pada 2 Februari 2025. Penyiksaan yang dialami korban termasuk pemukulan, penyiksaan fisik lainnya, serta luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Pembuangan Jasad

Setelah korban meninggal, pada 3 Februari dini hari, OSM dan IOP membuang jasadnya di hutan Desa Pancasari menggunakan mobil Honda Brio kuning yang disewa oleh ALY. Mayat korban ditemukan oleh warga setempat beberapa jam kemudian.

Tindakan Hukum

Ketiga tersangka kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 55 KUHP tentang pembunuhan, serta Pasal 351 Ayat 3 juncto Pasal 55 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Reaksi Masyarakat

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Bali, khususnya di Buleleng. Banyak yang tidak menyangka bahwa tiga wanita dapat melakukan tindakan keji tersebut. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat yang berwenang.

Kasus pembunuhan I Pande Gede Putra Palguna oleh tiga wanita di Buleleng, Bali, mengungkap sisi gelap dari konflik finansial yang berujung pada tindakan kriminal. Pihak berwenang diharapkan dapat menegakkan hukum seadil-adilnya, sementara masyarakat diimbau untuk selalu menyelesaikan permasalahan melalui jalur hukum yang berlaku. (Lintas Priangan)

Masjid Unik di Pangandaran, Kubah Berbentuk Baret TNI

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sebuah masjid dengan desain unik telah menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Masjid yang terletak di Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, ini dikenal dengan nama Masjid Ar-Rahman dan memiliki kubah yang menyerupai baret hijau dengan empat bintang, mirip dengan atribut yang dikenakan oleh jenderal TNI bintang empat.

Desain khas masjid ini merupakan gagasan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Ia mengungkapkan bahwa lokasi masjid tersebut memiliki nilai sentimental baginya, karena di tempat itulah ia sering bermain saat bulan Ramadan dan Idul Fitri semasa kecilnya. Meskipun demikian, belum ada informasi pasti mengenai siapa pemilik resmi masjid tersebut serta sejauh mana keterlibatan Jenderal Agus Subiyanto dalam proses pembangunannya.

Keunikan masjid ini pertama kali mencuri perhatian publik setelah diunggah melalui media sosial pada 9 Februari 2025. Dalam unggahan tersebut, tampak jelas bentuk kubah masjid yang memiliki kemiripan dengan baret TNI, lengkap dengan kemiringan khasnya. Hal ini langsung menarik perhatian warganet, yang memberikan berbagai tanggapan, mulai dari apresiasi hingga rasa penasaran mengenai inspirasi desain tersebut.

Selain bentuknya yang unik, kubah masjid ini juga dilengkapi dengan ornamen empat bintang. Ornamen ini mencerminkan perjalanan seorang prajurit hingga mencapai pangkat tertinggi dalam struktur TNI. Baret hijau sendiri merupakan simbol dari Korps Baret Hijau, yang identik dengan kesatuan elite TNI Angkatan Darat. citeturn0search4

Pembangunan Masjid Ar-Rahman masih berlangsung dan diharapkan dapat menjadi ikon baru di Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata religi yang menarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Desainnya yang unik diharapkan dapat menambah daya tarik wisata di daerah tersebut.

Meskipun belum ada informasi resmi mengenai kapan masjid ini akan selesai dibangun dan dibuka untuk umum, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Masjid Ar-Rahman sangat tinggi. Banyak yang berharap masjid ini dapat segera diselesaikan dan difungsikan sebagai tempat ibadah serta pusat kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.

Keberadaan Masjid Ar-Rahman dengan kubah berbentuk baret TNI ini menambah daftar masjid-masjid unik di Indonesia yang memiliki desain arsitektur khas dan sarat makna. Hal ini menunjukkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat dalam menggabungkan unsur-unsur tradisional dan modern dalam pembangunan tempat ibadah.

Untuk melihat lebih lanjut tentang keunikan Masjid Ar-Rahman, berikut adalah video yang menampilkan masjid dengan kubah berbentuk baret TNI bintang empat:

Viral Masjid Unik dengan Kubah Berbentuk Baret TNI Bintang 4

(Lintas Priangan)

Ibu Hamil di Subang Ngidam Ditilang

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Ibu Hamil di Subang Ngidam Ditilang, Polisi Penuhi Permintaan Unik. Dalam sebuah peristiwa yang jarang terjadi, seorang ibu hamil di Pamanukan, Subang, Jawa Barat, mengungkapkan keinginan ngidam yang tak biasa: ia ingin ditilang oleh polisi. Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu, 15 Februari 2025 dan menjadi viral setelah video momen tersebut dibagikan oleh Polsek Pamanukan melalui media sosial.

Ibu hamil yang tidak disebutkan namanya tersebut, bersama seorang pria yang diduga suaminya, terlihat mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Mereka kemudian diberhentikan oleh petugas kepolisian setempat. Dalam video yang diunggah oleh Polsek Pamanukan, terdengar suara petugas yang mengatakan, “Ibu-ibu hamil pengin ditilang.”

Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 15 Februari 2025 di wilayah Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian diunggah oleh Polsek Pamanukan pada hari yang sama.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Polsek Pamanukan, ibu hamil tersebut sedang mengalami ngidam yang tidak biasa, yaitu ingin merasakan pengalaman ditilang oleh polisi. Untuk memenuhi keinginan tersebut, petugas kepolisian memberhentikan pasangan itu dan memberikan edukasi terkait keselamatan berkendara, khususnya pentingnya penggunaan helm. Meskipun demikian, tidak ada sanksi yang diberikan; petugas hanya memberikan peringatan dan nasihat agar mereka lebih berhati-hati di jalan.

Video yang diunggah oleh Polsek Pamanukan ini mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak yang mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan oleh petugas dalam menangani permintaan unik tersebut. Dalam keterangan unggahannya, Polsek Pamanukan menulis, “Ibu yang sedang hamil muda ngidam ingin ditilang polisi. Unit lantas Polsek Pamanukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat memenuhi keinginan ibu yang sedang hamil muda. Semoga anaknya menjadi anak yang soleh/solehah.”

Meskipun kejadian ini berawal dari permintaan unik seorang ibu hamil, petugas kepolisian tetap memanfaatkan momen tersebut untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Penggunaan helm saat mengendarai sepeda motor adalah salah satu langkah dasar untuk melindungi diri dari potensi cedera serius jika terjadi kecelakaan.

Peristiwa unik di Subang ini menunjukkan sisi humanis dari aparat kepolisian dalam merespons permintaan warga yang tidak biasa. Selain memenuhi keinginan ibu hamil tersebut, petugas juga tidak lupa menyampaikan pesan penting tentang keselamatan berlalu lintas. Diharapkan, kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Untuk melihat video terkait peristiwa ini, Anda dapat mengunjungi tautan berikut:

Unik! Ibu Hamil di Subang Ngidam Ditilang Polisi

Polres Garut Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu Senilai Setengah Milyar!

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Satuan Reserse Narkoba Polres Garut berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 500 gram yang rencananya akan diedarkan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Barang bukti tersebut ditemukan dalam kemasan yang tidak biasa, yakni disembunyikan dalam stoples (keler) kue lebaran untuk mengelabui petugas.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya peredaran narkoba di wilayah tersebut. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial KD (39), warga Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, di kediamannya.

“Kami telah menangkap seorang pria berinisial KD atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 500 gram, yang nilainya sekitar Rp500 juta,” ujar AKP Usep Sudirman dalam konferensi pers di Mapolres Garut pada hari Sabtu kemarin, 15 Februari 2025.

Dalam pemeriksaan, KD mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang di Bogor yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. “Hasil pemeriksaan, pelaku memesan barang dari pemasok asal Bogor. Saat ini, kami sedang melakukan pengejaran terhadap pemasok tersebut,” tambah AKP Usep.

Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu yang terbesar di awal tahun 2025 di wilayah Garut. Jumlah sabu-sabu seberat setengah kilogram dengan nilai mencapai Rp. 500 juta jarang ditemukan dalam kasus-kasus sebelumnya. “Jika diuangkan, sabu setengah kilogram ini senilai Rp500 juta,” jelas AKP Usep.

KD kini ditahan di Rumah Tahanan Polres Garut untuk proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara hingga hukuman mati. “Ancaman hukumannya adalah hukuman mati, atau paling rendah 20 tahun penjara,” tegas AKP Usep.

Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Garut menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sebelumnya, pada 30 Januari 2025, Satuan Reserse Narkoba Polres Garut juga berhasil menangkap seorang pelaku berinisial DL (31) di Kecamatan Cibatu dengan barang bukti sabu-sabu seberat 8,08 gram. DL mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menekan peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.

Dengan pengungkapan kasus ini, Polres Garut menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Upaya penegakan hukum akan terus ditingkatkan guna memutus mata rantai peredaran narkotika yang merusak generasi muda dan masyarakat secara keseluruhan. (Lintas Priangan)

Sepucuk Surat di Meja Kerja

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Pagi itu, di sebuah kantor sederhana di Yogyakarta, seorang pria paruh baya bernama Pak Budi tengah membereskan meja kerjanya. Tangannya yang mulai berkeriput dengan cekatan menyusun dokumen dan menyapu debu di atas meja kayu yang telah menemaninya selama lebih dari 30 tahun. Pak Budi bukan pegawai kantoran biasa—ia adalah petugas kebersihan yang telah mengabdi sejak perusahaan ini masih merintis.

Namun, hari ini bukan hari biasa bagi Pak Budi. Ini adalah hari terakhirnya bekerja. Usianya yang hampir menginjak 60 tahun membuatnya harus pensiun. Meski ia tak pernah mengeluh, ada perasaan haru yang tak bisa disembunyikannya. Ia telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya di sini, memastikan lantai selalu bersih, sampah selalu terangkut, dan ruangan tetap nyaman untuk para pegawai.

Seperti biasa, pagi itu ia datang lebih awal. Tapi ada yang berbeda—di meja kerjanya, tergeletak sebuah amplop putih dengan namanya tertulis rapi di atasnya. Dengan ragu, ia membuka amplop itu. Di dalamnya terdapat sepucuk surat dan selembar undangan.

“Pak Budi yang terhormat,

Kami, seluruh karyawan di kantor ini, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kerja keras Bapak selama ini. Kami sadar, tanpa Bapak, kantor ini tak akan pernah sebersih dan senyaman ini. Mungkin bagi sebagian orang pekerjaan Bapak terlihat sepele, tapi bagi kami, Bapak adalah pahlawan di balik layar.

Kami telah menyiapkan sebuah acara kecil untuk Bapak sebagai tanda terima kasih kami. Semoga Bapak bersedia hadir di ruang rapat pukul 12 siang nanti.”

Air mata Pak Budi menggenang. Ia tak pernah menyangka bahwa orang-orang di kantor memperhatikan keberadaannya, apalagi sampai mengadakan acara untuknya.

Saat jarum jam menunjukkan pukul 12, dengan langkah ragu ia menuju ruang rapat. Begitu pintu terbuka, tepuk tangan meriah menyambutnya. Hampir seluruh pegawai berkumpul di sana. Di tengah ruangan, sebuah kue besar dengan tulisan “Terima Kasih Pak Budi” terpampang di atas meja. Beberapa pegawai bergantian memberikan ucapan terima kasih, menceritakan bagaimana kehadiran Pak Budi telah memberi arti bagi mereka.

Seorang manajer muda, yang dulu saat magang sering lupa membuang sampahnya sendiri, kini berdiri di hadapan Pak Budi. Dengan suara sedikit bergetar, ia berkata, “Dulu saya menganggap hal-hal kecil seperti kebersihan bukanlah hal penting. Saya sering meninggalkan meja berantakan, berpikir bahwa itu bukan tugas saya untuk membersihkannya. Tapi saya sadar, Pak Budi telah mengajari saya satu hal penting—menghargai setiap orang, tanpa memandang pekerjaannya.”

Pak Budi hanya bisa tersenyum, menahan air mata yang hampir jatuh. Ia tak pernah meminta penghargaan, tapi hari itu ia merasakan betapa setiap jerih payahnya dihargai.

Hari itu, di sebuah kantor kecil di Yogyakarta, bukan hanya Pak Budi yang belajar sesuatu. Semua pegawai di sana belajar bahwa sekecil apa pun peran seseorang, mereka tetaplah bagian penting dalam sebuah sistem. Dan menghargai jasa orang lain adalah hal yang sederhana, tapi mampu memberikan kebahagiaan yang luar biasa.

Hikmah: Dalam kehidupan, sering kali kita hanya memberi penghargaan kepada mereka yang berada di posisi tinggi, sementara orang-orang yang bekerja di balik layar sering kali terlupakan. Padahal, tanpa mereka, sistem tidak akan berjalan dengan baik. Menghargai jasa orang lain, sekecil apa pun, tidak hanya membuat mereka merasa berarti, tetapi juga menjadikan dunia tempat yang lebih hangat dan penuh rasa hormat. (Lintas Priangan)

Program 3 Juta Rumah Pemkot Banjar, Begini Cara Mendapatkannya

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Kota Banjar Terpilih dalam Program 3 Juta Rumah: 5.000 Warga Telah Didata. Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Banjar telah melakukan survei dan pendataan terhadap 5.000 warga yang berpotensi menjadi penerima manfaat program ini. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Kepala DLH Kota Banjar, Eri Wardana, mengungkapkan bahwa Kota Banjar dipilih sebagai salah satu penerima program ini karena posisinya yang strategis di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta dukungan dari Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi. “Dari Jabar dipilih Kota Banjar karena sesuai dengan keadaan daerah perbatasan Jabar-Jateng dan keinginan Gubernur Jabar terpilih,” ujar Eri Wardana pada Jumat, 14 Februari 2025. citeturn0search1

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat sekitar 15.000 kepala keluarga di Kota Banjar yang belum memiliki rumah sendiri. Dari jumlah tersebut, 5.000 di antaranya telah melalui proses survei sejak tahun 2021 dan saat ini menunggu tahap verifikasi oleh tim dari kementerian terkait. “Pendataan penerima program 3 juta rumah itu baru survei, dan nanti akan dilakukan verifikasi oleh satker dari pusat,” jelas Eri Wardana. citeturn0search1

Program 3 Juta Rumah ini menawarkan empat skema bantuan kepada masyarakat:

  1. Kredit Pemilikan Rumah (KPR): Masyarakat dapat memiliki rumah melalui fasilitas kredit dengan bunga yang terjangkau.
  2. Pembangunan Rumah Mandiri dengan Stimulus: Pemerintah memberikan bantuan berupa stimulus bagi warga yang ingin membangun rumah di lahan milik sendiri.
  3. Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu): Bantuan ditujukan untuk renovasi rumah yang kondisinya tidak layak huni agar memenuhi standar kenyamanan dan kesehatan.
  4. Hunian di Rumah Susun (Rusun): Penyediaan unit di rumah susun bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setiap penerima manfaat akan dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan diarahkan pada salah satu skema yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka.

Namun, pelaksanaan program ini menghadapi tantangan terkait anggaran. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa anggaran kementeriannya untuk tahun anggaran 2025 mengalami efisiensi, dari semula Rp5,274 triliun menjadi Rp1,613 triliun. Meskipun demikian, Maruarar menegaskan bahwa program ini akan tetap berjalan dengan optimalisasi sumber daya yang ada. “Program ini akan tetap berjalan dengan anggaran yang ada sudah diefisiensikan dan terbatas,” ujarnya pada Jumat, 7 Februari 2025. citeturn0search4

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, pemerintah berencana mengoptimalkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan menggandeng sektor swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa perusahaan telah berkontribusi dalam pembangunan perumahan di berbagai daerah, seperti Tangerang, Berau, dan Muara Angke. Selain itu, pemerintah juga menjajaki kerja sama dengan investor asing dari negara-negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Turki, dan Singapura yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam proyek perumahan ini.

Di tingkat daerah, Pemkot Banjar terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran. Eri Wardana menambahkan bahwa pihaknya menunggu arahan lebih lanjut terkait proses verifikasi dan pelaksanaan di lapangan. “Kami juga masih menunggu,” ujarnya. citeturn0search1

Masyarakat Kota Banjar menyambut baik inisiatif ini dan berharap program 3 Juta Rumah dapat segera direalisasikan, sehingga kebutuhan akan hunian layak bagi warga yang belum memiliki rumah dapat terpenuhi. (Lintas Priangan)

Pungli Rp. 20 Juta untuk Kerja di Sumedang

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Praktik Pungutan Liar Rp20 Juta untuk Masuk Kerja di Pabrik Sumedang, DPRD Desak Tindakan Tegas. Praktik pungutan liar (pungli) yang mengharuskan calon pekerja membayar hingga Rp. 20 juta untuk dapat bekerja di pabrik-pabrik wilayah Cimanggung hingga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, kembali mencuat. Informasi ini telah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat setempat, menimbulkan keresahan dan ketidakadilan bagi para pencari kerja.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia, mengungkapkan keprihatinannya terhadap praktik pungli yang semakin merajalela ini. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang untuk segera mengambil tindakan tegas dalam memberantas pungli yang memberatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk bisa bekerja di pabrik-pabrik di wilayah Cimanggung hingga Jatinangor, calon pekerja harus membayar sejumlah uang yang tidak sedikit. Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Pemkab harus segera turun tangan dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat,” tegas Asep Kurnia dalam rapat dengar pendapat bersama instansi terkait, Jumat (14/2/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, besaran pungli yang diminta bervariasi, tergantung pada posisi dan jenis pekerjaan yang dilamar. Namun, untuk posisi tertentu, calon pekerja laki-laki dikabarkan harus membayar hingga Rp20 juta agar dapat diterima sebagai karyawan pabrik. Praktik ini tidak hanya memberatkan, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan bagi mereka yang tidak mampu membayar.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa ia diminta membayar Rp15 juta untuk bisa bekerja sebagai operator mesin di salah satu pabrik di kawasan Jatinangor. “Kalau tidak bayar, sulit sekali masuk kerja. Bahkan, meski sudah bayar, belum tentu langsung diterima,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Budi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait laporan pungli tersebut. “Kami tidak akan mentolerir praktik pungli dalam bentuk apapun. Tim kami akan turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat,” ujarnya.

Budi Santoso juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk melaporkan jika menemukan atau mengalami praktik pungli saat melamar pekerjaan. “Kami menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya,” tambahnya.

Praktik pungli dalam proses rekrutmen tenaga kerja bukanlah hal baru di Indonesia. Beberapa tahun lalu, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, di mana calon pekerja dipungut biaya antara Rp10 juta hingga Rp20 juta untuk bisa bekerja sebagai buruh pabrik. Anggota DPRD Jawa Barat saat itu, Asep Wahyuwijaya, menyoroti masalah tersebut dan meminta Disnakertrans Kabupaten Sukabumi untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam praktik pungli tersebut. citeturn0search5

Kasus di Sumedang ini menunjukkan bahwa praktik pungli dalam rekrutmen tenaga kerja masih menjadi masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Selain merugikan para pencari kerja, praktik ini juga mencederai prinsip keadilan dan transparansi dalam dunia ketenagakerjaan.

Masyarakat berharap, dengan adanya perhatian dari DPRD dan Disnakertrans Kabupaten Sumedang, praktik pungli semacam ini dapat segera diberantas, sehingga proses rekrutmen tenaga kerja dapat berjalan secara adil dan transparan tanpa memberatkan para pencari kerja. (Lintas Priangan).

Intimidasi terhadap Siswi SMAN 7 Cirebon oleh Oknum Guru: Kronologi dan Perkembangan Terbaru

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Kasus dugaan intimidasi terhadap Hanifah, seorang siswi SMAN 7 Kota Cirebon, telah menarik perhatian publik. Hanifah diduga mengalami perundungan verbal oleh beberapa oknum guru setelah menyuarakan protes terkait pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dan kegagalan sekolah dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Kronologi Kejadian

Permasalahan bermula ketika Hanifah bersama beberapa siswa lainnya mengungkapkan adanya pemotongan dana PIP sebesar Rp. 250.000 per siswa. Dana yang seharusnya diterima penuh oleh siswa tersebut diduga dipotong oleh pihak sekolah untuk kepentingan tertentu. Selain itu, sekitar 153 siswa yang memenuhi syarat SNBP gagal mengikuti seleksi akibat kelalaian sekolah dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) tepat waktu.

Keberanian Hanifah dalam mengungkap masalah ini mendapat respons negatif dari beberapa guru. Ia dan siswa lainnya yang vokal dilaporkan menerima intimidasi berupa perundungan verbal di dalam kelas. Hal ini mendorong orang tua siswa, anggota DPRD Kota Cirebon, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon untuk mengadakan pertemuan dengan pihak sekolah pada Kamis, 13 Februari 2025.

Pengakuan Pihak Sekolah

Sebagaimana dilansir Radar Cirebon, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, Undang Ahmad Hidayat, mengakui adanya tindakan perundungan verbal oleh beberapa guru terhadap siswa yang vokal. “Memang kami akui masih ada beberapa guru yang menyinggung-nyinggung tentang persoalan di sekolah ini kepada siswa-siswi yang vokal memprotes gagalnya masuk SNBP 2025 dan terkait pemotongan PIP,” ujarnya. Undang menambahkan bahwa para guru yang terlibat telah dipanggil dan diminta untuk meminta maaf kepada siswa serta orang tua. “Mereka (guru) sudah meminta maaf dan orang tua sudah memaafkan,” katanya.

Langkah Perlindungan bagi Siswa

Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno, menegaskan komitmennya untuk melindungi siswa-siswi yang berani menyuarakan permasalahan di sekolah. “Kita ingin memastikan siswa-siswi SMAN 7 Kota Cirebon hak-haknya terkait perlindungan itu tetap diberikan. Dan pihak SMAN 7 Kota Cirebon bisa menjamin tak terjadi perlakuan berbeda terhadap siswa-siswinya yang kemarin vokal menyuarakan persoalan di sekolah ini,” jelasnya. Suwarso juga mengimbau pihak sekolah untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Tindak Lanjut dan Sanksi

Pihak sekolah menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada guru yang terbukti melakukan intimidasi. “Seandainya guru itu masih ngeyel (melakukan perundungan), maka nanti akan kita laporkan ke DP3APPKB. Dia (guru) sudah diberitahu, sudah dinasehati. Kalau si guru melakukan intimidasi secara fisik, maka akan langsung kami laporkan ke polisi,” tegas Undang.

Perkembangan Terbaru

Setelah pertemuan tersebut, Hanifah kini mendapatkan pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) untuk memastikan keamanan dan kenyamanannya dalam melanjutkan pendidikan. Selain itu, pihak sekolah berencana mengadakan bimbingan belajar gratis selama tiga bulan bagi 153 siswa yang gagal mengikuti SNBP, sebagai persiapan menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Program ini akan melibatkan pengajar dari luar SMAN 7 Kota Cirebon dan dijadwalkan mulai pekan depan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan serta perlindungan terhadap siswa yang berani menyuarakan kebenaran. (Lintas Priangan)