Hasil Tunisia vs Belanda: Tunisia Dikubur dalam 7 Menit

lintaspriangan.com. PIALA DUNIA 2026. Hasil Tunisia vs Belanda berakhir 1-3 dalam laga Grup F Piala Dunia 2026, Jumat (26/6/2026) pagi WIB. Tunisia sebenarnya sempat memberi perlawanan, tetapi awal pertandingan yang buruk membuat mereka seperti sudah dikubur sebelum laga benar-benar panas.

Belanda membuka jalan kemenangan dengan sangat cepat. Ellyes Skhiri mencetak gol bunuh diri pada menit ke-3, lalu Brian Brobbey menggandakan keunggulan Oranje pada menit ke-7 setelah menerima umpan Virgil van Dijk. Dalam tujuh menit awal itu, arah laga berubah total: Tunisia mengejar, Belanda mengatur tempo.

Tujuh Menit Awal Jadi Kuburan Tunisia

Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika petaka pertama datang untuk Tunisia. Skhiri gagal mengantisipasi bola dengan sempurna dan justru membuat bola masuk ke gawang sendiri. Belum sempat Tunisia merapikan napas, Belanda kembali menghukum mereka pada menit ke-7.

Gol kedua Belanda lahir dari kerja sama yang lebih rapi. Virgil van Dijk membaca ruang dengan baik, lalu Brian Brobbey menyelesaikan peluang di kotak penalti. Skor berubah menjadi 0-2, dan sejak saat itu Tunisia harus memainkan laga dengan beban berat.

Hasil Tunisia vs Belanda ini memperlihatkan satu hal penting: Belanda tidak selalu harus menggempur sepanjang laga untuk menang besar secara kendali. Mereka cukup tajam pada momen awal, lalu menjaga permainan dengan penguasaan bola yang kuat.

Data pertandingan menunjukkan Belanda unggul jauh dalam kontrol permainan. Oranje menguasai bola 72 persen, sementara Tunisia hanya 28 persen. Belanda juga mencatat 20 tembakan, berbanding 10 tembakan milik Tunisia. Dari jumlah itu, Belanda melepaskan 7 tembakan ke arah gawang, sedangkan Tunisia mencatat 4.

Namun, Tunisia bukan tanpa peluang. Mereka justru memiliki 3 peluang besar, lebih banyak dibanding Belanda yang mencatat 2 peluang besar. Masalahnya, Tunisia terlambat hidup. Dalam sepak bola, terlambat tujuh menit saja bisa terasa seperti terlambat bayar kontrakan tiga bulan.

Tunisia Bangkit, Van Hecke Kunci Kemenangan Belanda

Tunisia sempat membuka harapan pada menit ke-54. Hazem Mastouri mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan Hannibal Mejbri. Gol tersebut sempat diperiksa VAR, yakni teknologi video untuk membantu wasit meninjau kejadian penting. Setelah pengecekan, gol disahkan dan skor menjadi 1-2.

Momentum itu membuat Tunisia terlihat lebih percaya diri. Mereka mencoba menekan lewat bola mati dan serangan dari sisi lapangan. Tetapi kebangkitan itu tidak berlangsung lama. Pada menit ke-62, Jan Paul van Hecke mencetak gol ketiga Belanda melalui sundulan dari situasi sepak pojok.

Gol Van Hecke menjadi titik mati bagi Tunisia. Skor berubah menjadi 1-3, dan Belanda kembali memegang kendali. Bek tengah Belanda itu juga tampil menonjol sepanjang laga. Ia bermain penuh 90 menit, mencetak satu gol, mencatat akurasi operan 97 persen, memenangkan 3 dari 4 duel udara, melakukan 4 sapuan, dan 7 kali memulihkan penguasaan bola.

Secara statistik, hasil Tunisia vs Belanda terasa adil jika dilihat dari dominasi Oranje. Belanda lebih rapi mengalirkan bola, lebih tenang saat ditekan, dan lebih efektif ketika mendapat kesempatan dari bola mati.

Kemenangan ini membuat Belanda menutup Grup F sebagai pemuncak klasemen dengan 7 poin dari 3 pertandingan. Oranje mencatat produktivitas gol 10-4. Jepang berada di posisi kedua dengan 5 poin, Swedia di peringkat ketiga dengan 4 poin, sementara Tunisia menjadi juru kunci tanpa poin dengan selisih gol 2-12.

Bagi Belanda, kemenangan ini menjadi modal penting menuju fase gugur Piala Dunia 2026. Mereka bukan hanya lolos, tetapi juga menunjukkan karakter tim besar: cepat menghukum kesalahan lawan, tenang saat lawan mencoba bangkit, lalu mematikan pertandingan ketika momentum mulai berbahaya.

Bagi Tunisia, laga ini menutup perjalanan pahit di Grup F. Mereka mencetak gol, menciptakan peluang, dan sempat memberi tekanan. Namun, dua gol cepat dalam tujuh menit awal membuat semua upaya setelahnya terasa seperti mengejar kereta yang sudah meninggalkan stasiun.

Hasil Tunisia vs Belanda 1-3 akhirnya menjadi cerita tentang awal laga yang kejam. Tunisia tidak kalah karena tak punya peluang. Mereka kalah karena Belanda terlalu cepat membuka luka, lalu terlalu rapi menjaga jarak. (AS)

curanmor Tasikmalaya Kota

10 Kasus Curanmor Tasikmalaya Kota Terungkap, 14 Motor Diamankan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polres Tasikmalaya Kota mengungkap 10 laporan perkara curanmor Tasikmalaya Kota sepanjang September 2026. Dari rangkaian penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan 14...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Jembatan Cidarengdeng Garut Ditargetkan Rampung 5 Oktober 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pembangunan Jembatan Cidarengdeng yang menghubungkan Desa Mekarsari...

10 Kasus Curanmor Tasikmalaya Kota Terungkap, 14 Motor Diamankan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polres Tasikmalaya Kota mengungkap 10 laporan...

Nelayan Cipatujah Hilang, Tim SAR Lanjutkan Pencarian di Perairan Pamoekan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dua nelayan Cipatujah hilang setelah perahu yang...

Ade Hendar: Generasi Muda yang Hebat Bukan Ditakuti di Jalan, tapi Berguna bagi Lingkungan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026,...

Kasatpol PP Kota Tasikmalaya: Menjaga Ketertiban Itu Amanat Pancasila

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026,...

JAWA BARAT

Ribuan Rokok Ilegal Beredar di Cianjur, 7.000 Batang Disita dari Tiga Kecamatan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cianjur...

Ruliadi: Dulu Pemuda Menjaga Indonesia dengan Darah, Hari Ini dengan Kesadaran Politik

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober...

PMI Asal Majalengka Pulang dari Yordania Bersama Lima Anak, Pemkab Siapkan Pendampingan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Seorang PMI asal Majalengka yang bekerja...

Virtual Job Fair Bandung Buka 359 Lowongan dari Enam Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan...

Revitalisasi Pasar Ciroyom Siapkan 1.045 Ruang Dagang, Pedagang Minta Kepastian Harga

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perumda Pasar Juara Kota Bandung menyiapkan...

Kebakaran TPA Cikundul Belum Padam, 400 Personel Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi belum sepenuhnya...

Layanan RSUD Kabupaten Bekasi Kembali Normal Usai Kebakaran Panel Listrik

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi kembali berjalan...

Kasus Lapas Cibinong Masuk DPR, 13 Rumah Dinas Belum Tercatat sebagai Aset Negara

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL.– Kasus Lapas Cibinong memasuki babak baru...

Olahraga

Popular Categories