Ketahanan Pangan Subang Tetap Terjaga di Tengah Gempuran Industrialisasi

Subang tetap jaga ketahanan pangan meski lahan pertanian menyusut akibat pesatnya industrialisasi.

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG – Di tengah laju pesat pembangunan industri dan alih fungsi lahan yang terus terjadi, Ketahanan Pangan Subang tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, Jawa Barat. Meski luas area pertanian menyusut drastis dalam dua dekade terakhir, Subang masih mampu mempertahankan produktivitas padi dan meneguhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional.


Produktivitas Pertanian Subang Bertahan di Tengah Penyusutan Lahan

Data terbaru menunjukkan, luas lahan pertanian di Kabupaten Subang kini hanya tersisa sekitar 70.000 hektare dari total semula 85.000 hektare. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan industri dan infrastruktur pendukung ekonomi, terutama di wilayah selatan dan timur kabupaten.

Kendati demikian, Pemkab Subang menegaskan tidak tinggal diam. Melalui strategi intensifikasi pertanian dan efisiensi irigasi, daerah ini tetap mampu menjaga tingkat produktivitas padi yang stabil.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menuturkan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

โ€œKomoditas unggulan kita adalah padi. Dukungan sistem irigasi yang baik serta area sawah yang masih luas menjadikan Ketahanan Pangan Subang tetap kuat dan produktif,โ€ ujar Agus saat ditemui di Subang, Sabtu (11/11/2025).

Agus menambahkan, hingga akhir tahun 2025, produktivitas padi di Subang telah mencapai 1,2 juta ton gabah kering panen (GKP). Angka ini dianggap stabil di tengah tekanan konversi lahan yang terus meningkat.
โ€œAlhamdulillah, target produksi dapat tercapai. Harga gabah pun terjaga berkat peran Bulog yang aktif menstabilkan pasar. Pendapatan petani ikut meningkat,โ€ jelasnya.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya hasil dari kerja keras petani, tetapi juga dari optimalisasi infrastruktur pertanian yang dikelola dengan sistematis. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan Waduk Sadawarna, yang kini menjadi sumber irigasi utama bagi sekitar 1.700 hektare sawah produktif.


Optimalisasi Lahan dan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Agus Masykur menegaskan, meski tidak ada rencana pembukaan lahan baru karena keterbatasan ruang akibat industrialisasi, Pemkab terus mendorong inovasi di sektor pertanian. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas tanah, penggunaan bibit unggul, serta digitalisasi sistem pertanian.

โ€œKami tidak bisa lagi bergantung pada perluasan lahan. Yang kami lakukan adalah memaksimalkan potensi lahan yang ada. Ini bentuk adaptasi menghadapi perubahan tata ruang,โ€ katanya.

Pemkab Subang juga menjalin kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memperkenalkan teknologi tanam modern. Tujuannya agar produktivitas bisa naik tanpa perlu memperluas area tanam.

Selain padi, pemerintah daerah juga mengembangkan diversifikasi komoditas pertanian seperti nanas, manggis, cabai, dan sayuran dataran rendah.
โ€œPertanian Subang tidak boleh bergantung hanya pada padi. Kami mulai mendorong petani menanam komoditas lain yang memiliki nilai tambah dan peluang ekspor,โ€ ujar Agus.

Menurut catatan Dinas Pertanian Subang, komoditas hortikultura kini menyumbang sekitar 15 persen dari total pendapatan sektor pertanian daerah. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9 persen.


Sinergi Pemerintah Daerah dan Pusat Jaga Ketahanan Pangan Subang

Dalam upaya memperkuat Ketahanan Pangan Subang, pemerintah daerah juga mengintegrasikan programnya dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperbaiki infrastruktur pertanian.
Salah satu program prioritas adalah rehabilitasi saluran irigasi di beberapa kecamatan, termasuk Pagaden, Ciasem, dan Pusakanagara, yang selama ini menjadi sentra produksi padi terbesar.

โ€œKami terus melakukan perbaikan saluran irigasi agar suplai air tetap lancar, terutama saat musim tanam. Infrastruktur yang baik menjadi kunci stabilitas hasil panen,โ€ kata Agus.

Pemkab Subang juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi dan benih unggul tetap merata di tingkat petani. Langkah ini untuk menghindari ketimpangan antara wilayah utara dan selatan yang memiliki kondisi geografis berbeda.
Selain itu, Pemkab menggandeng sektor swasta dalam proyek pertanian presisi (precision farming) untuk membantu petani mengoptimalkan hasil tanam dengan dukungan data digital dan sensor lahan.


Subang di Persimpangan: Antara Industrialisasi dan Ketahanan Pangan

Pemerintah menyadari bahwa industrialisasi tidak dapat dihindari karena menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, Ketahanan Pangan Subang tetap menjadi fondasi utama keberlanjutan ekonomi lokal.
Agus menegaskan bahwa Pemkab Subang berkomitmen menjaga keseimbangan antara dua kepentingan besar tersebutโ€”yakni pembangunan industri dan keberlanjutan sektor pangan.

โ€œKita menyambut investasi industri, tapi tidak boleh mengorbankan lahan pertanian produktif. Subang harus bisa maju tanpa kehilangan identitasnya sebagai lumbung pangan,โ€ tegasnya.

Untuk itu, pemerintah berencana menerapkan zona perlindungan lahan pangan berkelanjutan (LP2B) agar area pertanian strategis tidak mudah dikonversi menjadi kawasan industri. Program ini akan diintegrasikan ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang baru.

Di sisi lain, pertumbuhan industri juga membuka peluang baru bagi petani lokal untuk bermitra dengan pelaku usaha. Misalnya, dengan memasok hasil panen ke sektor pengolahan pangan dan ekspor komoditas hortikultura.
โ€œPembangunan tidak harus merugikan petani. Kami ingin menciptakan hubungan sinergis antara industri dan pertanian,โ€ kata Agus.


Membangun Kemandirian Pangan di Tengah Perubahan

Dengan segala keterbatasannya, Subang berhasil menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi pada kemampuan beradaptasi dan berinovasi.
Langkah-langkah intensifikasi yang dilakukan pemerintah daerah membuktikan bahwa produktivitas bisa tetap tinggi tanpa mengorbankan efisiensi.

โ€œSubang akan terus menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional. Kami yakin dengan sinergi dan inovasi, petani Subang bisa semakin sejahtera,โ€ tutup Agus optimistis.


Penutup

Subang buktikan ketahanan pangan bisa tetap kuat di tengah gempuran industrialisasi lewat intensifikasi dan inovasi pertanian berkelanjutan. (Lintas Priangan/Arrian)


๐Ÿ† Tebak Final 2026 โ€ข Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

โฑ๏ธ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB ๐Ÿ›ก๏ธ Anti duplikat ๐Ÿ“Š Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp โžœ

Berita lainnya:

Bursa Sekda Subang Menghangat, Siapa Pengganti Asep Nuroni? 5 Nama Mulai Menguat

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang mulai menjadi perhatian menjelang berakhirnya masa jabatan Asep Nuroni...

Daerah Lain Ngos-ngosan, Pajak Subang Naik Rp72 Miliar

lintaspriangan.com,ย BERITAย SUBANG.ย Di saat sejumlah daerah di Jawa Barat harus mengencangkan ikat pinggang karena tekanan anggaran, Kabupaten Subang justru menunjukkan kabar...

Pilkades Serentak Subang 2026: 165 Desa Memilih, 3 Desa Siap Jadi Pelopor Pilkades Digital

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG โ€“ Kabupaten Subang bersiap mencatat sejarah baru dalam penyelenggaraan demokrasi desa. Sebanyak 165 desa akan menggelar...

Terbaru

Wisatawan Digigit Monyet di Pangandaran Bertambah, Dua Korban Luka dalam Sepekan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Liburan di Pantai Pasir Putih Cagar...

Pengelolaan Sampah Ciamis Berbuah Bantuan Rp15 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Prestasi di bidang kebersihan ternyata tidak...

Kodim 0612/Tasikmalaya Gembleng Karakter ASN, Tekankan Integritas dan Perekat Bangsa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kodim 0612/Tasikmalaya Gembleng Karakter ASN Tasikmalaya,...

Polres Garut Juara Inovasi Ketahanan Pangan Polda Jabar

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Di tengah dorongan pemerintah memperkuat ketahanan...

Santunan Anak Yatim di Acara Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Polsek Sukarame

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek...

Piala Dunia 2026

Kiprah Mbappe di Piala Dunia 2026, ada Rekor yang Belum Pernah Diraih Siapapun

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Ketika banyak orang masih...

Argentina vs Mesir: Panggung Besar Messi dan Salah

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Mesir di babak 16...

Amerika Serikat vs Belgia: Luka 2014 Dibuka Lagi

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Amerika Serikat vs Belgia di babak...

Portugal vs Spanyol: Duel 16 Besar Rasa Final

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Portugal vs Spanyol akan menjadi salah...

Hasil Brazil vs Norwegia: Takdir Tak Bisa Dilawan, Selamat Tinggal Brazil

lintaspriangan.com,ย PIALA DUNIA 2026. Hasil Brazil vs Norwegia di babak...

Daerah lainnya

Sebanyak 15 Sekolah Rawan Bencana Cianjur , Dua SD Direlokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR โ€“ Bel berbunyi, siswa masuk kelas,...

KDM Hukum Om Zein: Bangun 10 Rumah Janda!

lintaspriangan.com,ย BERITAย PURWAKARTA.ย KDM hukum Om Zein dengan cara yang tidak biasa....

Perda Pariwisata Bekasi Direvisi, Larangan Hiburan Malam Jadi Longgar

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI.ย Isu revisi Peraturan Daerah tentang kepariwisataan di Kabupaten...

38 UMKM Bandung Mejeng di Ciwalk, Ternyata Produk Ini yang Paling Jadi Sorotan

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 38 pelaku usaha mikro, kecil, dan...

Perspektif

Popular Categories