Kekeringan Jabar Meluas, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

lintaspriangan.comBERITA BOGOR. Kekeringan mulai menekan kehidupan warga di sejumlah daerah Jawa Barat. Bukan lagi sekadar tanda musim kemarau, kondisi ini sudah berubah menjadi krisis air bersih di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Jawa Barat mencatat, kekeringan melanda tujuh kabupaten dan kota. Data itu disampaikan pada Rabu, 8 Juli 2026, ketika sejumlah daerah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Tujuh daerah yang masuk catatan dampak kekeringan itu meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Dari tujuh daerah tersebut, Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar. Kekeringan dilaporkan terjadi di sejumlah desa, yakni Gunungsari, Parakanmuncang, Kalongliud, Karangtengah, Sukajaya, dan Harkatjaya.

BPBD Jabar mencatat sebanyak 3.092 jiwa terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor. Penyebabnya disebut berkaitan dengan cuaca ekstrem dan menurunnya intensitas hujan.

Di lapangan, situasinya bahkan mulai terasa langsung oleh warga. Di Sukaraja, Kabupaten Bogor, BPBD mencatat 2.189 orang terdampak kekeringan. Warga di Kampung Cibedug Mayak dan Cibedug Raden, Desa Nagrak, disebut harus mencari sumber air ke aliran Sungai Cikeas karena sumur-sumur warga mengering.

BPBD Kabupaten Bogor kemudian mendistribusikan 15.000 liter air bersih untuk warga di dua kampung tersebut. Bantuan itu menjadi penanganan awal, sebelum distribusi lanjutan dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bekasi. Kekeringan dilaporkan melanda Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah. Di wilayah ini, BPBD Jabar mencatat 2.834 jiwa terdampak.

Pemkab Bekasi sebelumnya juga telah menyalurkan ratusan ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Bantuan disalurkan sejak Juni 2026 ke sejumlah titik yang mengalami krisis air.

Masalah utama di sejumlah permukiman bukan hanya sumur mengering. Sebagian rumah warga juga belum memiliki jaringan perpipaan air bersih. Ketika musim kemarau menekan sumber air tanah, warga akhirnya sangat bergantung pada pasokan mobil tangki.

Kabupaten Karawang juga masuk daftar daerah terdampak. Kekeringan dilaporkan terjadi di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati dan Desa Kutanegara di Kecamatan Ciampel. BPBD Jabar mencatat 1.973 jiwa terdampak akibat penurunan intensitas hujan.

Di Kabupaten Garut, kekeringan terjadi di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja. Sebanyak 350 kepala keluarga terdampak dan mengalami kesulitan air bersih.

Krisis air juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, dengan 150 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, Kabupaten Pangandaran mencatat 577 jiwa terdampak di Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, dan Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya.

Kabupaten Tasikmalaya pun ikut masuk daftar terdampak. Kekeringan terjadi di Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, dengan 450 kepala keluarga atau 1.200 jiwa terdampak.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi warga Jawa Barat. Kekeringan bukan hanya urusan sawah retak atau sungai menyusut. Ketika air untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan dasar lain mulai sulit, maka kemarau sudah menyentuh ruang paling dekat dengan kehidupan warga.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan atau karhutla. Status ini berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 untuk 27 kabupaten dan kota.

Dengan status tersebut, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menunggu laporan warga. Pemetaan sumber air, kesiapan armada tangki, koordinasi desa, hingga antisipasi wilayah rawan harus berjalan lebih cepat.

Sebab dalam urusan air bersih, keterlambatan sehari saja bisa terasa panjang bagi warga. Apalagi kalau yang kosong bukan cuma toren, tapi juga harapan bahwa bantuan segera datang. (NS/AS)

🏆 Tebak Final 2026 • Masih dibuka

Kuis Piala Dunia 2026

Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

⏱️ Deadline: 2026-07-19 23:59:00 WIB 🛡️ Anti duplikat 📊 Ranking otomatis
Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Gempa di Selat Sunda Terasa hingga Bogor, Dini Hari Warga Sempat Panik

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR.  Gempa di Selat Sunda mengguncang pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar...

ASN Jabar Main Judol Hingga Rp800 Juta

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Aparatur sipil negara atau ASN di Jawa Barat kembali menjadi sorotan setelah muncul data transaksi judi online...

Hari Ke-3 Pencarian, Pemuda Tenggelam di Waduk Saguling Berakhir Duka

lintaspriangan.com, BANDUNG BARAT. Harapan keluarga agar Deni Kurniawan (19) ditemukan dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah tiga hari berjibaku...

Terbaru

Curanmor Garut Terungkap Kurang dari 7 Jam, Polisi Bekuk Pelaku dan Selamatkan Motor Korban

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Gerak cepat jajaran Polsek Garut Kota membuahkan hasil....

Kasus Oknum Wartawan Ciamis, FJG Kutuk Penyalahgunaan Profesi Jurnalis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Forum Jurnalis Galuh (FJG) angkat bicara menyusul mencuatnya...

Daftar Ulang SPMB Tasikmalaya Dimulai, Orang Tua Cek Berkas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Kabupaten...

Guru PPPK Ciamis Diduga Jadi Korban Pelecehan di Sekolah, Polisi Dalami Laporan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi...

Kepala Balita di Ciamis Tersangkut Kaleng, Damkar Bergerak Cepat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peristiwa menegangkan terjadi di Dusun Puncak Asih,...

Piala Dunia 2026

Argentina vs Swiss: Messi Nyaris Pulang, Swiss Siap Mengejutkan

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Argentina vs Swiss menjadi salah satu...

Hasil Swiss vs Kolombia 0-0: Swiss Menang Penalti 4-3

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Swiss lolos dari laga menegangkan melawan...

Tegang! Hasil Argentina vs Mesir 3-2: Sempat Tertinggal 0-2, Messi Gagal Penalti

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Argentina nyaris pulang lebih cepat dari...

Perebutan Top Skor Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe, Messi, Haaland, atau Kane yang Berjaya?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Perebutan top skor Piala Dunia...

Prediksi Skor Swiss vs Kolombia: Siapa Akhiri Dahaga Lolos ke Perempat Final Piala Dunia?

lintaspriangan.com, PIALA DUNIA 2026. Prediksi Skor Swiss Vs Kolombia...

Daerah lainnya

Bocah Kecanduan Hirup Bensin di Sukabumi Viral, Fakta Pilunya Bikin Hati Terenyuh

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah...

Truk Terguling di Karawang, Muatan Cat Tumpah hingga Lumpuhkan Arus Lalu Lintas

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Ribuan ember cat mendadak berserakan di...

Gempa di Selat Sunda Terasa hingga Bogor, Dini Hari Warga Sempat Panik

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR.  Gempa di Selat Sunda mengguncang pada Rabu, 8...

Fake GPS ASN Cirebon Jadi Alarm Nasional, Karier Bisa Tertahan

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Kasus dugaan manipulasi absensi digital menggunakan aplikasi...

Perspektif

Popular Categories