lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Alun-Alun Tegar Beriman di Cibinong berubah menjadi etalase besar produk lokal Kabupaten Bogor. Seratus stan berdiri membawa aneka kuliner, fesyen, kerajinan, dan produk ekonomi kreatif dari pelaku usaha daerah.
Expo Koperasi dan UMKM Bogor 2026 masih berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026. Memasuki hari kedua, kegiatan ini memberikan peluang kepada masyarakat untuk menemukan sekaligus membeli produk yang dibuat pelaku usaha dari Kabupaten Bogor.
Sebanyak 189 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dilibatkan dalam expo tersebut. Mereka memperoleh kesempatan berjualan selama sekitar 72 jam, sejak Jumat hingga rangkaian kegiatan berakhir bersamaan dengan momentum car free day pada Minggu, 19 Juli 2026.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui kanal informasi resminya menjadi sumber otoritatif mengenai pelaksanaan Expo Koperasi dan UMKM Bogor 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 tingkat Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana juga menjadi narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa expo dirancang bukan hanya sebagai seremoni, melainkan sebagai ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha.
Rincian mengenai 189 peserta, 100 stan, dan kesempatan berjualan sekitar 72 jam diberitakan secara konsisten, sebagaimana dilansir di beberapa media.
189 Pelaku UMKM Berbagi Ruang di 100 Stan
Jumlah pelaku usaha yang mengikuti expo lebih banyak daripada stan yang tersedia. Sejumlah stan digunakan bersama oleh beberapa peserta sehingga lebih banyak UMKM Kabupaten Bogor dapat memperoleh ruang promosi di lokasi strategis.
Seluruh peserta disebut berasal dari Kabupaten Bogor dan telah melalui proses kurasi Dinas Koperasi dan UMKM. Kurasi dibutuhkan untuk memastikan produk yang ditampilkan mempunyai kelayakan sekaligus mewakili keragaman usaha lokal.
Pengunjung dapat menemukan produk makanan dan minuman, pakaian, aksesori, kerajinan, serta berbagai hasil ekonomi kreatif. Keragaman itu membuat expo menjadi ruang belanja sekaligus tempat melihat perkembangan produk UMKM dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Bagi pelaku UMKM, durasi berjualan yang panjang membuka peluang bertemu lebih banyak calon pembeli. Mereka tidak hanya mengandalkan pengunjung acara seremoni, tetapi juga masyarakat yang datang ke Alun-Alun Tegar Beriman sepanjang akhir pekan.
Pemilihan alun-alun sebagai lokasi membuat produk lokal berada di tengah arus aktivitas masyarakat Cibinong. Ruang publik tersebut memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen yang sebelumnya mungkin belum mengenal merek maupun produk mereka.
Expo juga dirangkai dengan lokakarya, hiburan, dan agenda business matching. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka hubungan antara koperasi, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan yang dapat membantu perluasan pasar.
Pada rangkaian hari pertama, masyarakat juga disuguhi pertunjukan wayang golek. Perpaduan hiburan budaya dan pameran produk menjadi strategi untuk menarik kunjungan sekaligus memperpanjang waktu interaksi pengunjung dengan stan UMKM.
Peg berita pada Sabtu, 18 Juli 2026, terletak pada berlanjutnya kegiatan expo dan masih terbukanya kesempatan transaksi bagi 189 pelaku usaha. Dengan jadwal hingga Minggu, pengunjung masih mempunyai waktu mendatangi lokasi dan membeli produk lokal secara langsung.
Voucher Belanja Mengalir Langsung ke Pelaku Usaha
Dukungan terhadap peserta expo tidak berhenti pada penyediaan stan. Panitia juga menggunakan skema voucher belanja yang dapat ditukarkan pengunjung secara langsung di gerai UMKM.
Skema tersebut dipilih agar anggaran konsumsi tidak berhenti sebagai fasilitas bagi tamu. Nilainya diarahkan menjadi transaksi yang benar-benar masuk ke pelaku usaha lokal.
Iman Wahyu Budiana menjelaskan bahwa voucher diberikan untuk mendorong perputaran uang di dalam area pameran. Pengunjung dapat memilih produk yang dibutuhkan, sedangkan pelaku UMKM memperoleh tambahan penjualan.
Mekanisme ini menciptakan pengalaman yang lebih kuat bagi pembeli. Ketika seseorang mencicipi makanan, mengenakan produk fesyen, atau membawa pulang kerajinan lokal, hubungan dengan sebuah merek kecil dapat dimulai dari satu transaksi sederhana.
Bagi UMKM, pameran bukan hanya tentang penjualan pada hari kegiatan. Pertemuan langsung dengan konsumen dapat menghasilkan rekomendasi, pesanan lanjutan, hingga peluang kerja sama setelah expo berakhir.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kegiatan tersebut dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal. Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi tidak berhenti ketika stan dibongkar dan pengunjung meninggalkan alun-alun.
Data kontak pelanggan, promosi digital, konsistensi kualitas produk, serta kemampuan memenuhi pesanan menjadi faktor penting agar momentum expo berlanjut menjadi pertumbuhan usaha.
Expo UMKM Kabupaten Bogor juga memberi pesan sederhana kepada masyarakat: pertumbuhan ekonomi lokal dapat dimulai dari keputusan belanja. Setiap transaksi pada produk buatan warga Bogor berarti membuka peluang agar uang berputar lebih lama di daerah.
Bagi warga yang ingin datang, Expo Koperasi dan UMKM Bogor 2026 berlangsung di Alun-Alun Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong. Rangkaian penjualan dijadwalkan berlanjut hingga Minggu, 19 Juli 2026, bersamaan dengan momentum car free day. ( SS/AS )
