lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Aksi begal di Bandung kembali meresahkan warga. Kali ini, peristiwa terjadi pada pagi hari ketika seorang warga berinisial U menjadi sasaran dua pelaku saat sedang berolahraga di Jalan Babakan Ciparay, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Beruntung, korban melakukan perlawanan sehingga aksi pelaku tidak berjalan mulus dan salah seorang di antaranya berhasil diamankan.
Peristiwa tersebut menambah daftar kasus kejahatan jalanan yang belakangan menjadi perhatian aparat kepolisian maupun Pemerintah Kota Bandung.
Korban Melawan Saat Diserang Dua Pelaku
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tengah beraktivitas pada pagi hari ketika dihampiri dua orang pelaku yang diduga hendak merampas barang berharganya.
Alih-alih menyerah, korban memberikan perlawanan. Aksi tersebut memicu kepanikan sehingga warga sekitar turut membantu dan situasi dengan cepat menarik perhatian.
Berkat respons cepat warga dan aparat kepolisian, satu pelaku berhasil diamankan, sementara seorang pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi.
Polisi Buru Pelaku yang Kabur
Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi.
Selain memburu pelaku yang masih kabur, polisi juga mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kejahatan serupa di wilayah Kota Bandung.
Barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut turut diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Maraknya aksi kriminal jalanan membuat masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk saat beraktivitas pada pagi maupun malam hari.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor apabila melihat atau menjadi korban tindak kejahatan. Informasi dari warga dinilai sangat membantu proses pengungkapan kasus sekaligus mempercepat penangkapan pelaku yang masih buron.
Sementara itu, penyidik masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku yang melarikan diri serta memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku (HS)
