Uni Eropa Denda AliExpress €550 Juta, Barang Ilegal Disorot

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Uni Eropa menjatuhkan denda €550 juta atau sekitar US$629 juta kepada AliExpress pada Senin, 20 Juli 2026. Platform belanja daring milik Alibaba itu dinilai gagal menangani peredaran produk ilegal, tidak aman, dan palsu secara memadai.

Denda tersebut dijatuhkan berdasarkan Digital Services Act atau DSA, regulasi yang mewajibkan platform daring besar mengidentifikasi serta mengurangi risiko penyebaran barang dan konten ilegal.

Mengutip Reuters, Komisi Eropa menyebut produk palsu, mainan yang tidak aman, dan kosmetik berbahaya sempat bertahan selama berminggu-minggu di AliExpress.

- Advertisement -

AliExpress tidak menerima keputusan tersebut. Perusahaan menyebut besaran denda tidak proporsional dan sedang mempertimbangkan langkah hukum yang tersedia.

Denda AliExpress Terbesar Sepanjang Penerapan DSA

Denda AliExpress menjadi sanksi ketiga yang dikeluarkan Komisi Eropa berdasarkan DSA. Nilainya juga merupakan yang terbesar sejak aturan tersebut diterapkan.

Sebagai perbandingan, platform media sosial X milik Elon Musk sebelumnya didenda €120 juta. Sementara itu, platform perdagangan elektronik Temu menerima denda €200 juta akibat pelanggaran DSA.

Komisi Eropa mulai mempersoalkan kepatuhan AliExpress pada Juni 2025. Platform itu dinilai tidak memenuhi kewajiban untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko penyebaran produk ilegal melalui layanan yang disediakannya.

Menurut regulator, AliExpress tidak menilai secara tepat kecukupan jumlah petugas yang dikerahkan untuk memeriksa berbagai risiko. Perusahaan juga dinilai terlalu tinggi memperkirakan efektivitas sistemnya dalam mendeteksi dan menghapus produk bermasalah.

Sistem rekomendasi dan iklan AliExpress ikut mendapat sorotan. Komisi Eropa menyatakan kedua sistem tersebut dapat memperbesar penyebaran produk ilegal kepada konsumen.

Regulator juga menilai AliExpress terlalu bergantung pada satu indikator kuantitatif untuk mengukur kinerja moderasi. Cara tersebut dinilai tidak cukup untuk mencegah produk ilegal muncul kembali dalam bentuk atau penawaran serupa.

Produk Palsu hingga Kosmetik Berbahaya Bertahan Berminggu-minggu

Kelemahan pengawasan AliExpress menyebabkan berbagai produk bermasalah tidak segera terdeteksi. Komisi Eropa menemukan barang palsu, mainan tidak aman, serta kosmetik berbahaya tetap ditawarkan selama beberapa pekan.

Kebijakan pemberian sanksi kepada pedagang juga dianggap tidak efektif. Sejumlah pelaku usaha yang telah dikenai penalti disebut masih dapat menjual produk ilegal melalui platform tersebut.

Komisi Eropa turut mengkritik sistem “brand authorisation” yang diterapkan AliExpress. Sistem itu sebenarnya dirancang untuk mencegah penjualan barang palsu dengan memastikan pedagang memiliki kewenangan menjual suatu merek.

Namun, regulator menilai sistem tersebut kekurangan petugas dan mudah diakali oleh pedagang yang menawarkan produk tiruan.

Persoalan ini dipandang serius karena AliExpress memiliki jangkauan pasar yang luas. Kepala urusan teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, menyebut AliExpress memiliki sekitar 193 juta pengguna di Eropa pada 2025.

Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan pengguna Shein yang mencapai sekitar 156 juta dan Temu sebanyak 130 juta. Virkkunen juga mengatakan satu dari lima warga Eropa berbelanja setidaknya sebulan sekali melalui AliExpress, Shein, atau Temu.

Besarnya jumlah konsumen membuat kelemahan pemeriksaan produk berpotensi memengaruhi jutaan orang. Uni Eropa menilai kondisi itu berbahaya bagi konsumen sekaligus tidak adil bagi perusahaan yang telah mematuhi seluruh standar dan regulasi.

AliExpress Menilai Denda Tidak Proporsional

AliExpress menyatakan tidak sependapat dengan keputusan regulator Uni Eropa. Dalam tanggapan tertulis yang diberitakan Reuters, perusahaan menyebut denda tersebut tidak mencerminkan kerangka pengelolaan risiko dan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.

Perusahaan mengatakan telah bekerja sama dengan Komisi Eropa untuk memenuhi ketentuan yang terus berkembang. AliExpress kini sedang mempelajari keputusan tersebut dan mempertimbangkan seluruh pilihan yang tersedia.

Selain denda €550 juta, Komisi Eropa memberikan batas waktu hingga 20 Oktober 2026 bagi AliExpress untuk mengajukan langkah perbaikan. Regulator akan menilai langkah tersebut pada Desember 2026.

AliExpress masih dapat menghadapi sanksi tambahan apabila usulan perbaikannya dinilai tidak memenuhi ketentuan DSA. Regulasi itu memungkinkan pengenaan denda hingga 6 persen dari omzet tahunan global perusahaan untuk pelanggaran tertentu.

Komisi Eropa menyatakan sifat DSA yang masih relatif baru telah dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan. Tanpa pertimbangan tersebut, besaran denda AliExpress berpotensi lebih tinggi. (NS/AS)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

PSGC Ciamis vs PSMS Medan: 7 Alasan Laskar Singacala Berpeluang Raih Kemenangan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS – PSGC Ciamis...

PAN Sambangi Demokrat Ciamis, Anjar Asmara Disiapkan Ikuti Pengisian Kursi Wabup

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Komunikasi politik terkait pengisian kekosongan jabatan...

Tahanan Polres Tasikmalaya Kota Kabur dalam Kasus Kekerasan Seksual

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang tahanan Polres Tasikmalaya Kota bernama...

Ciamis Ukir Sejarah, Tiga Kali Raih Juara Umum Porsadin Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi di...

PSGC vs PSMS: Statistik Kandang-Tandang Berpihak ke Laskar Singacala

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. CIAMIS – Pertandingan PSGC vs PSMS...

JAWA BARAT

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor Imbang 0–0

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor harus...

Futsal Porprov Jabar: Kabupaten Bekasi Kalahkan Purwakarta 4–2

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kabupaten Bekasi meraih kemenangan 4–2 atas...

Futsal Porprov Jabar: Kabupaten Bandung Tekuk Kota Cirebon 5–2

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kabupaten Bandung mengawali kiprahnya di cabang...

Festival Kampung Silat 2026 Digelar 29–30 Oktober di Majalengka, Angkat Warisan Silat Tradisional

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Festival Kampung Silat 2026 dijadwalkan berlangsung...

Tari Merak Massal Jadi Agenda Pelestarian Budaya Pemuda Jawa Barat pada Hari Sumpah Pemuda

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Tari Merak Massal menjadi salah satu...

Olahraga

Kategori Populer