Pancasila mah Emang Beda

lintaspriangan.com, WASBANG. Minuman keras atau minuman beralkohol, pernah dilarang di Amerika Serikat. Larangan ini dilatarbelakangi oleh banyak fakta dan hasil riset, yang menunjukkan pengaruh besar minuman keras terhadap berbagai fenomena negatif yang terjadi di Negeri Paman Sam. Sebut saja misalnya meningkatnya tindak kriminalitas, pengangguran, konflik antar gengster, dan sebagainya. Larangan ini kemudian diberlakukan, setelah semua negara bagian di AS meratifikasi larangan minuman keras di masing-masing wilayahnya.

Namun kemudian, larangan untuk memproduksi, menyimpan, memasukkan, menjual dan mengonsumsi minuman beralkohol ini ternyata tak berlangsung lama. Usia larangan ini hanya seumur jagung. Diberlakukan tahun 1920, lalu dicabut pada tahun 1933. Larangan ini keburu mati muda, sebelum bisa menunjukkan implikasi positif yang awalnya diharapkan para penggagasnya.

Sebuah amandemen (perubahan) dalam konstitusi Amerika Serikat, baru bisa diberlakukan jika minimal disetujui oleh 2/3 suara kongres, dan diratifikasi (diberlakukan) oleh sekurang-kurangnya 3/4 negara bagian. Intinya, di Amerika Serikat, mendapatkan dukungan untuk sebuah keputusan itu tidak mudah. Siapapun dia, harus berusaha mencapai dukungan anggota kongres dan negara bagian sebagaimana formulasi di atas. Benar-benar tak mudah. Tapi, ketika batasan-batasan itu sudah dalam genggaman, tak ada lagi rintangan untuk memberlakukan sebuah putusan. Apapun itu. Sekalipun misalnya, keputusan itu dibuat untuk melawan Tuhan. Bisa? Bisa saja. Apa bedanya dengan pencabutan larangan minuman keras.

Begitulah drama demokrasi yang pernah dipertontonkan Amerika Serikat, negara yang kerap dijadikan kiblat demokrasi dunia. Jumlah dukungan menjadi penentu sebuah putusan. Terlepas, seburuk apa isi putusan tersebut.

Andai, di Indonesia, yang juga menganut faham demokrasi, terjadi hal serupa, apa bisa? Misalnya, mayoritas wakil rakyat menyetujui peredaran bebas minuman keras di negeri ini. Jangan tanggung-tanggung, misalnya 99% otoritas legislatif sudah satu suara, mendukung peredaran bebas miras. Bisakah dukungan mayoritas seperti ini melahirkan keputusan di Indonesia?

Atau, biar lebih kuat, bagaimana jika dilakukan referendum. Setiap Warga Negara Indonesia ditanya langsung satu persatu, setuju atau tidak dengan rencana peredaran bebas minuman keras. Lalu misalnya, hasil dari referendum tersebut menunjukkan 90% warga menyatakan setuju. Bisakah kemudian dijadikan dasar putusan lalu diberlakukan?

Jawabannya: tidak bisa, bos! Indonesia memang menganut demokrasi, tapi demokrasinya berbeda, tidak sama persis dengan demokrasi yang berlaku di negara barat sana. Demokrasi di negeri ini, bukan demokrasi jiplakan dari libertian ataupun sosialis, dua ideologi yang pernah membelah dunia pasca perang dunia kedua.

Para pendiri bangsa ini tidak ingin terjebak menjadi salah satu bagian dari kubu tersebut. Kenapa demikian? Karena keduanya, baik demokrasi liberalis maupun demokrasi sosialis, pasti tidak cocok dengan kultur, adab atau norma yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Maka kemudian, para tokoh bangsa menggagas demokrasi baru, yang tidak ke barat dan ke timur, yang kemudian dinamai Demokrasi Pancasila.

Dalam praktik pengambilan keputusan, Demokrasi Pancasila tidak memberikan ruang sepenuhnya pada dominasi suara terbanyak. Musyawarah atau voting, memang jadi mekanisme yang bisa digunakan. Namun hasil dari mekanisme tersebut, dijaga oleh Pancasila.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca butir nilai ke-9 dari sila keempat. Bunyinya begini:

“Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.”

Jadi, meskipun dapat dukungan suara terbanyak, ketika sebuah keputusan ternyata bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebenaran dan keadilan, maka keputusan tersebut —seharusnya— tidak sah! Intinya, Demokrasi Pancasila mah emang beda. (Lintas Priangan)

PRIANGAN TIMUR

Hujan Meteor Akhir Juli 2026, Bisakah Terlihat dari Wilayah Priangan?

lintas priangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Langit penghujung Juli 2026 menawarkan peristiwa...

Waspada Potensi Rob di Pesisir Priangan, Ini Pemicunya

lintas priangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Potensi rob di Pesisir...

Nyaneut Garut: Teh Hangat yang Merekatkan Orang Sunda

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Festival Nyaneut akan kembali menghangatkan Lapang Situgede,...

Saat PLN dalam Pusaran Indikasi Korupsi, UP3 Tasikmalaya Pilih Bungkam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah temuan pemeriksaan menyeret nama PLN Jawa...

Sedang Mengarit Padi, Petani Meninggal di Pamarican Ditemukan Sudah Tergeletak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Aktivitas mengarit padi yang sudah terbiasa...

JAWA BARAT

TPPO Mengincar Jabar, Kenali Modusnya

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Menjelang Hari Dunia Menentang Perdagangan Orang pada...

Angin Kencang Mengintai Ciayumajakuning Hari Ini, Waspada!

lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Angin kencang mengintai Ciayumajakuning pada Selasa, 28 Juli...

Kemensos Bantu Korban Kebakaran Ciptamulya, Bantuan Rp278 Juta Disalurkan untuk 420 Penyintas

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sehari setelah kebakaran meluluhlantakkan puluhan rumah...

SWAKKA Ajak Kesbang se-Jabar Kolaborasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Sejarah perjuangan tidak semestinya mengendap sebagai arsip...

Bupati Sukabumi Tinjau Kebakaran Ciptamulya, Ini Langkah Cepat yang Disiapkan Pemerintah Daerah.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Asap memang mulai menghilang dari Kampung...

Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah...

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Rata dengan Tanah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Olahraga

Popular Categories