lintaspriangan.com, RILIS. Jakarta, 20 April 2026 — Samsung memperkenalkan dua ponsel barunya, Samsung Galaxy A37 5G dan Samsung Galaxy A57 5G, untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang hidup serba cepat. Bukan sekadar pembaruan seri, peluncuran ini menegaskan arah baru: ponsel tidak lagi hanya soal spesifikasi, tetapi bagaimana ia menyatu dengan cara orang bekerja, belajar, dan berkarya.
Pendekatan itu diterjemahkan lewat Samsung Awesome Intelligence—sekumpulan fitur berbasis kecerdasan buatan yang dirancang agar terasa wajar dipakai sehari-hari. Bukan AI yang bikin pusing, melainkan yang diam-diam membantu: mencari informasi lebih cepat, merangkum bacaan panjang, sampai mempermudah langkah kecil yang sering menghabiskan waktu.
Harry Lee, President Samsung Electronics Indonesia, melihat perubahan ini datang dari cara generasi muda menjalani aktivitasnya.
“Smartphone ikut hidup di sepanjang alur itu. Ia menjadi bagian dari apa yang bisa kita sebut sebagai extended creativity, sebuah bentuk ekspresi kreativitas yang terus tumbuh, meluas, dan mencari bentuk baru dalam keseharian,” ujarnya.

Di titik ini, ponsel tidak lagi berdiri di luar aktivitas, tapi ikut bergerak di dalamnya—dari ide yang muncul tiba-tiba sampai jadi konten yang siap dibagikan.
Untuk kebutuhan yang lebih padat, Samsung Galaxy A57 5G diposisikan sebagai perangkat kerja sekaligus alat kreasi. Performanya ditingkatkan agar tetap stabil saat dipakai multitasking, termasuk saat membuka beberapa aplikasi sekaligus. Pengelolaan suhu juga dibuat lebih konsisten, jadi tidak cepat panas saat dipakai lama. Di sinilah letak salah satu keunggulan Galaxy A57 5G: tetap responsif saat ritme aktivitas sedang tinggi.
Fitur-fitur AI di dalamnya ikut mempercepat alur kerja. Circle to Search, misalnya, memudahkan pencarian tanpa harus pindah aplikasi. Voice Transcription membantu mengubah rekaman suara jadi teks dalam waktu singkat. Ada juga kemampuan merangkum dan membacakan konten, yang terasa sederhana, tapi sangat membantu saat dikejar waktu. Inilah bentuk fitur AI Samsung Galaxy A yang benar-benar terasa manfaatnya, bukan sekadar tambahan.
Berbeda sedikit arah, Samsung Galaxy A37 5G lebih menonjol di sisi kreativitas visual. Perangkat ini menyasar pengguna yang terbiasa menangkap momen lalu langsung mengolahnya. Dukungan kamera Galaxy A37 5G AI membuat hasil foto tetap optimal, termasuk saat kondisi cahaya kurang bersahabat.
Proses edit juga dibuat sesederhana mungkin. Fitur seperti Edit Suggestion memberi saran perbaikan secara otomatis, sementara Object Eraser memungkinkan menghapus elemen yang mengganggu tanpa perlu aplikasi tambahan. Hasilnya, foto bisa langsung siap unggah tanpa harus “dipoles” terlalu lama.
Kedua perangkat ini juga dibekali konektivitas 5G yang stabil, menyesuaikan kebutuhan generasi yang nyaris tidak pernah lepas dari internet. Tidak berlebihan jika Samsung menyasar keduanya sebagai HP Samsung 5G untuk generasi muda—yang butuh kecepatan, tapi juga kenyamanan dalam penggunaan harian.
Di luar performa dan fitur, ada satu hal yang sering luput tapi penting: daya tahan jangka panjang. Samsung memberikan dukungan pembaruan hingga enam generasi, sehingga spesifikasi Galaxy A57 5G dan A37 5G tidak cepat tertinggal. Artinya, perangkat ini tidak hanya terasa baru di awal, tapi tetap relevan setelah dipakai bertahun-tahun.
Lewat Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, Samsung mencoba menghadirkan teknologi yang lebih membumi—tidak terasa jauh, tidak rumit, dan tidak eksklusif untuk segelintir orang. Ponsel yang cerdas, tapi tetap terasa akrab sejak pertama dipakai. Di tengah ritme hidup yang makin cepat, itu bukan lagi nilai tambah—melainkan kebutuhan. (AS)
