Home Rilis Bakti Budaya Djarum Foundation Tawarkan Rp35 Juta untuk Komunitas Seni

Bakti Budaya Djarum Foundation Tawarkan Rp35 Juta untuk Komunitas Seni

Bakti Budaya Djarum Foundation - lintas priangan 01

lintaspriangan.com, RILIS. Jakarta, Minggu (4/5/2026). Bakti Budaya Djarum Foundation kembali membuka peluang bagi komunitas seni pertunjukan di Indonesia melalui program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan. Program ini menawarkan dukungan dana produksi hingga Rp35 juta bagi karya terpilih, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan nasional.

Program seni pertunjukan ini dirancang tidak hanya untuk mendorong lahirnya karya baru, tetapi juga memperkuat kapasitas pelaku seni dari sisi manajerial hingga distribusi karya. Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, program ini menyasar kebutuhan nyata komunitas seni yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses pendanaan dan jejaring profesional.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Menurutnya, ruang kreatif seperti ini penting untuk memastikan seniman tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga memahami bagaimana karya tersebut dapat dikelola dan dipertemukan dengan publik.

“Melalui program ini, kami ingin menciptakan ruang yang mendorong lahirnya karya berkualitas sekaligus memperkuat fondasi para pelaku seni, baik dari sisi kreatif maupun manajerial,” ujarnya.

Program dari Bakti Budaya Djarum Foundation ini terbuka bagi komunitas seni yang mengembangkan karya berbasis budaya lokal, mulai dari tari, musik, teater, hingga pertunjukan kontemporer. Inisiatif ini juga menjadi salah satu peluang hibah seni Indonesia yang cukup signifikan bagi seniman muda Indonesia yang ingin meningkatkan kualitas dan skala produksinya.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan melalui sejumlah tahapan seleksi yang ketat. Proses ini dimulai dari seleksi proposal, dilanjutkan dengan workshop penguatan konsep, hingga tahap pitching di hadapan dewan juri. Dari rangkaian tersebut, akan dipilih karya terbaik yang berhak mendapatkan dukungan dana seni pertunjukan serta pendampingan intensif selama proses produksi.

Tidak hanya itu, peserta terpilih juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti workshop dan mentoring bersama praktisi seni berpengalaman. Pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan konsep, strategi produksi, hingga perencanaan distribusi karya agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Sebagai bagian dari rangkaian program, Bakti Budaya Djarum Foundation juga menggelar kegiatan Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di sejumlah kota. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi komunitas seni untuk mendapatkan wawasan mengenai cara menyusun proposal, mengelola ide kreatif, serta memahami dinamika industri seni pertunjukan saat ini.

Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18 hingga 35 tahun yang mewakili komunitas seni dengan rekam jejak di bidang seni pertunjukan. Peserta dapat mendaftarkan diri dengan mengirimkan proposal karya yang mencakup latar belakang, konsep kreatif, profil tim, serta rencana produksi. Proses pendaftaran ini menjadi bagian penting dalam menjaring karya-karya terbaik dari berbagai daerah.

Dengan dukungan dana hingga Rp35 juta, program ini memberikan peluang nyata bagi komunitas seni untuk merealisasikan ide kreatif yang sebelumnya terkendala oleh keterbatasan sumber daya. Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya ekosistem seni pertunjukan yang lebih kuat melalui kolaborasi, jejaring, dan peningkatan kapasitas pelaku seni.

Ke depan, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap inisiatif ini dapat terus menjadi katalis bagi perkembangan seni pertunjukan di Indonesia. Tidak hanya melahirkan karya inovatif, tetapi juga menciptakan sistem kerja yang profesional dan berkelanjutan.

Dengan terbukanya program ini, komunitas seni dari berbagai daerah, termasuk wilayah Jawa Barat dan Priangan, diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini secara maksimal. Program ini menjadi momentum penting bagi para pelaku seni untuk terus berkembang dan menghadirkan karya yang relevan dengan masyarakat luas. (AS)