lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Insiden air keras di Tasikmalaya mengejutkan warga Desa Gunajaya, Kecamatan Manonjaya, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Sembilan pegawai konveksi menjadi korban dalam serangan mendadak tersebut. Enam orang di antaranya mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah produksi konveksi skala rumahan yang biasanya dipenuhi aktivitas menjahit. Pada malam hari itu, para pekerja tengah menjalankan rutinitas seperti biasa sebelum suasana berubah drastis. Tanpa peringatan, pelaku datang dan langsung melakukan penyerangan, memicu kepanikan di dalam area kerja.
Sejumlah saksi mata menyebutkan, pelaku mengenakan helm dan jas hujan berwarna gelap, sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Ia membawa botol berisi cairan yang kemudian disiramkan ke arah para pekerja. Dalam hitungan detik, korban berjatuhan sambil menjerit kesakitan akibat luka yang ditimbulkan cairan tersebut.
Dampak dari kejadian air keras di Tasikmalaya ini sangat serius. Beberapa korban mengalami luka melepuh pada bagian wajah, tangan, dan tubuh. Warga sekitar yang mendengar teriakan pada Senin malam itu segera bergegas membantu mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Soekardjo dan Puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas medis langsung melakukan tindakan darurat untuk mencegah luka semakin parah. Beberapa korban dilaporkan dalam kondisi kritis akibat paparan cairan berbahaya tersebut. Hingga kini, perawatan intensif masih terus dilakukan, terutama bagi korban dengan luka bakar tingkat berat.
Pihak kepolisian dari Polresta Tasikmalaya bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Petugas segera mendatangi lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Lokasi konveksi yang sebelumnya menjadi tempat mencari nafkah, kini berubah menjadi area penyelidikan. Garis polisi membentang di sekitar lokasi, sementara aparat berjaga untuk mengamankan situasi. Warga sekitar tampak berkumpul, masih diliputi rasa kaget dan tidak percaya atas kejadian tersebut.
Kasus air keras di Tasikmalaya ini menjadi perhatian karena tingkat kekerasannya serta jumlah korban yang cukup banyak. Selain menimbulkan luka fisik, insiden ini juga memicu trauma bagi para pekerja dan masyarakat sekitar. Banyak pihak berharap ada pengungkapan cepat agar kejadian serupa tidak terulang.
Di bagian akhir penyelidikan awal, polisi mengungkap bahwa pelaku merupakan seorang sopir ekspedisi yang selama ini kerap mengantarkan barang ke lokasi konveksi tersebut. Pelaku berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian berlangsung.
Hingga saat ini, aparat masih mendalami motif di balik aksi tersebut. Dugaan sementara mengarah pada persoalan pribadi, namun polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara pasti latar belakang tindakan pelaku. (AS)
