lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya masuk daftar nasional terbaru yang dirilis Databoks Katadata pada Minggu, 5 Juli 2026. Bukan sekadar masuk daftar. Kabupaten Tasikmalaya berada di posisi paling atas.
Data tersebut tayang pada Minggu, 5 Juli 2026 pukul 08.02 WIB. Di dalamnya, Databoks menyajikan 10 daerah di Indonesia dengan skor terendah dalam salah satu indikator yang bersumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK.
Dari 10 daerah yang masuk daftar itu, Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan pertama dengan skor 5. Angka tersebut menjadi yang paling rendah dibandingkan daerah lain dalam daftar nasional tersebut.
Di bawah Kabupaten Tasikmalaya, ada Kabupaten Tebo, Jambi, dengan skor 12. Setelah itu Banda Aceh dengan skor 15, Kabupaten Sragen 16, Ternate 20, Balikpapan 23, Kabupaten Sukabumi 24, Kabupaten Kapuas 26, Kabupaten Sambas 32, dan Cilacap 36.
Jika melihat susunan itu, jarak skor Kabupaten Tasikmalaya dengan daerah peringkat kedua cukup mencolok. Kabupaten Tasikmalaya berada di angka 5, sementara Kabupaten Tebo berada di angka 12.
Sekilas, angka 5 mungkin tampak kecil. Tapi dalam data ini, justru angka kecil itulah yang membuat Kabupaten Tasikmalaya layak jadi perhatian nasional.
Skor 5 yang Membuat Kabupaten Tasikmalaya Unggul
Data Databoks tersebut merujuk pada kondisi pemantauan per Minggu, 5 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. Artinya, data itu sangat aktual karena hanya berselisih sekitar satu jam dari waktu tayangnya di Databoks.
Bagi Kabupaten Tasikmalaya, skor 5 menjadi kabar baik. Sebab, dalam indikator tersebut, semakin rendah skor yang tercatat, semakin baik pula kondisi daerah yang dipantau.
Menariknya, posisi Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya muncul sekali. Pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, Databoks juga mencatat Kabupaten Tasikmalaya berada di posisi pertama dengan skor yang sama, yakni 5.
Pada Jumat sore, 3 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, Kabupaten Tasikmalaya kembali berada di posisi teratas. Lagi-lagi, skornya 5.
Dengan kata lain, dalam beberapa kali pemantauan terbaru yang dikutip Databoks, Kabupaten Tasikmalaya konsisten muncul di papan paling atas. Ini bukan angka yang sekadar lewat sebentar, lalu hilang begitu saja seperti niat olahraga setelah beli sepatu baru.
Catatan ini membuat posisi Kabupaten Tasikmalaya terasa lebih kuat. Bukan hanya karena unggul pada satu waktu pemantauan, tetapi juga karena beberapa kali muncul dengan skor yang sama-sama rendah.
Ternyata, Ini yang Membuat Tasikmalaya Jadi Nomor Satu
Lalu, skor 5 itu sebenarnya tentang apa?
Di sinilah kabar baiknya.
Data Databoks tersebut ternyata berkaitan dengan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. Dalam pemantauan KLHK per Minggu, 5 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, Kabupaten Tasikmalaya tercatat memiliki skor ISPU 5 dan menempati posisi pertama sebagai daerah dengan kualitas udara paling bersih di Indonesia pada waktu pemantauan tersebut.
Berdasarkan Permen LHK Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, skor 0 sampai 50 masuk kategori baik. Skor 51 sampai 100 masuk kategori sedang, 101 sampai 200 tidak sehat, 201 sampai 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Dengan skor 5, Kabupaten Tasikmalaya bukan hanya masuk kategori baik. Daerah ini berada jauh di bawah ambang batas kategori sedang.
KLHK menjelaskan, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan mutu udara ambien di lokasi tertentu. Indeks ini didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lain.
Perhitungan ISPU dilakukan berdasarkan tujuh parameter, yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Dengan parameter itu, angka ISPU menjadi salah satu rujukan untuk melihat kondisi pencemaran udara pada waktu dan lokasi tertentu.
Namun, status terbaik ini tetap perlu dibaca secara tepat. Klaim tersebut merujuk pada waktu pemantauan KLHK yang dikutip Databoks, bukan berarti Kabupaten Tasikmalaya selalu menjadi daerah dengan udara paling bersih sepanjang tahun.
Meski begitu, capaian ini tetap layak menjadi kabar baik bagi warga Kabupaten Tasikmalaya. Saat banyak daerah menghadapi persoalan polusi, kemacetan, asap, dan tekanan aktivitas perkotaan, Kabupaten Tasikmalaya justru muncul sebagai daerah dengan skor terbaik dalam pemantauan nasional terbaru.
Bagi warga, udara bersih bukan sekadar urusan angka. Ia berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan hidup, aktivitas anak-anak, produktivitas, dan daya tarik daerah.
Bagi pemerintah daerah, data ini bisa menjadi modal penting. Kabupaten Tasikmalaya punya bahan kuat untuk memperkuat citra sebagai daerah dengan lingkungan yang masih relatif sehat.
Tetapi modal baik ini tetap harus dijaga. Pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, pengendalian pembakaran, aktivitas kendaraan, dan tata ruang tetap perlu diperhatikan.
Sebab prestasi lingkungan yang paling sulit bukan hanya meraih posisi pertama, melainkan mempertahankannya.
Untuk sementara, berdasarkan data Databoks yang bersumber dari KLHK per Minggu, 5 Juli 2026 pukul 07.00 WIB, Kabupaten Tasikmalaya boleh berbangga. Dalam urusan kualitas udara, skornya memang bikin iri: hanya 5, dan menjadi yang terbaik se-Indonesia. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
