lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.
Kisah legenda dan kekayaan budaya lokal Kota Tasikmalaya kembali dihidupkan melalui sebuah karya seni pertunjukan. Sendratari bertema “Legenda: Rahasia Wawangi Situ Gede” hadir dengan menggabungkan tari, musik, cerita, serta unsur tradisi dalam sebuah pertunjukan yang mengangkat kisah Situ Gede.
Karya tersebut menjadi bagian dari pembinaan bidang kebudayaan dan melibatkan sejumlah seniman, penari, pemusik, serta pelaku seni di Kota Tasikmalaya.
Pertunjukan ini mengangkat tema legenda dengan latar Situ Gede sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Tasikmalaya.
Dalam sinopsis pertunjukan disebutkan, cerita tersebut menggambarkan kisah mengenai perjalanan dan legenda yang berkembang di sekitar Situ Gede.
“Rahasia Wawangi Situ Gede” kemudian dikemas dalam bentuk sendratari dengan memadukan kekuatan gerak tari, musik pengiring, tata cahaya, tata rias hingga kostum untuk membangun suasana cerita.
Angkat Legenda Situ Gede Lewat Seni Pertunjukan
Penggarapan sendratari ini melibatkan sejumlah unsur seni dan tenaga kreatif.
Sutradara pertunjukan dipercayakan kepada Momo Sunda Geni, sementara koreografi ditangani Sakinnatun Nisa, S.Tr.Sn.
Penataan gending digarap Handika Rahman, S.Sn., sedangkan penataan kostum ditangani Shofa Nabilah Darmawan, S.Sn.
Dalam jajaran pendukung pertunjukan juga terdapat Iwan Kurniawan, S.Pd., sebagai Prabu Dilaya, serta Shofa Nabilah Darmawan, S.Sn., sebagai Ibu Prabu Dilaya.
Sementara itu, karakter Kondang Hifa diperankan atau ditangani Sakinnatun Nisa, S.Tr.Sn., dengan Cahya Karembong oleh Lilia Yulistiani, S.Tr.Sn.
Para penari yang terlibat antara lain Natalia Indah Pratiwi, Nissa Fitriani, Noviana Azzahra Dachtri, Andina Aisyhani Khoirunnisa, Salma Nurul Sa’adah, Syifa Aprillia Andhini, Intan Setiawan, Sawitri Sabilla Oktaviani, dan Nadifa Kaila Salsabila.

Melibatkan Banyak Pelaku Seni
Penggarapan sendratari tersebut juga didukung sejumlah pemusik, yakni Muhammad Royan Zanzami, S.Sn., Sansan Setiansyah, S.Sn., Cecep Winanda, Herdiana Nurhidayat, Alwan Nurseha, Ilyasa Sabani Setiawan, Hilman Muhammad Fauzi, Adrian Putra Abdee Syakur Aziz, Nizar Rasidin, Gilang Purnama, serta Susanto, S.Pd.
Untuk memperkuat karakter pertunjukan, penataan rias ditangani Ulfa Fauziah, S.Sn., dan Rina Risnawati.
Sementara tata cahaya dipercayakan kepada Samsul Manux dan dokumentasi ditangani Indra Purnawirawan.
Juru kawih dalam pertunjukan ini adalah Mauli Putri Cindiwa, S.Pd., sedangkan juru catur dipercayakan kepada Susanto, S.Pd.
Keterlibatan banyak unsur tersebut menunjukkan bahwa sendratari tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku seni dan budaya di Kota Tasikmalaya.
Di Bawah Pembinaan Bidang Kebudayaan
Kegiatan tersebut berada di bawah pembinaan bidang kebudayaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., disebut mewakili Wali Kota Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut.
Sementara dari unsur Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi, S.Pt., M.Si., selaku Kepala Bidang Kebudayaan sekaligus Plt Sekretaris Dinas turut mewakili jajaran dinas.
Kehadiran unsur pemerintah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan seni dan kebudayaan di Kota Tasikmalaya.
Melalui karya seperti “Rahasia Wawangi Situ Gede”, cerita dan legenda lokal tidak hanya disimpan sebagai bagian dari ingatan masyarakat, tetapi juga dapat diperkenalkan kembali melalui bahasa seni yang lebih dekat dengan generasi saat ini.
Bagi Kota Tasikmalaya, pengembangan karya seni berbasis cerita lokal menjadi salah satu cara untuk menjaga keberadaan budaya sekaligus memberikan ruang kepada para seniman dan generasi muda untuk terus berkarya.
Sendratari “Rahasia Wawangi Situ Gede” pun menjadi gambaran bagaimana legenda lokal dapat dikemas dalam pertunjukan yang memadukan tradisi, kreativitas dan seni pertunjukan modern tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi sumber ceritanya. (HS)







