lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA – Peringatan Harlah Warta Tasik ke-11 kembali diwarnai aksi sosial yang konsisten dilakukan sejak media tersebut berdiri. Santunan bagi anak yatim piatu dan kaum jompo menjadi agenda utama dalam perayaan yang berlangsung di Perumahan Karsanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang telah berlangsung selama sebelas tahun berturut-turut itu mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Menurutnya, konsistensi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian nyata yang patut diteladani.
“Saya ucapkan selamat Harlah ke-11 untuk Warta Tasik. Selama 11 tahun konsisten, setiap tahun selalu ada santunan. Jumlahnya juga tidak sedikit,” ujar Diky.
Bagi masyarakat Tasikmalaya, Harlah Warta Tasik tidak hanya menjadi perayaan hari jadi media, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Harlah Warta Tasik Jadi Ruang Menebar Energi Positif
Wakil Wali Kota Tasikmalaya menilai kegiatan santunan, pengajian, dan doa bersama memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar seremoni tahunan.
Menurutnya, aktivitas positif yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan energi kebaikan yang berdampak bagi kehidupan sosial masyarakat.
Ia menyinggung pandangan sebagian kalangan yang mengaitkan berbagai bencana dan musibah dengan munculnya energi negatif di lingkungan sekitar manusia.
“Konon katanya, pergerakan dan pergeseran bencana alam itu, bagi sebagian orang, dipicu oleh hawa-hawa, napas-napas negatif,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi sesama.
“Salah satu cara antisipasinya adalah kita menebarkan napas positif lewat kegiatan-kegiatan positif,” tegas Diky.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Warta Tasik melalui santunan anak yatim, bantuan bagi kaum jompo, serta pengajian rutin merupakan bentuk nyata penyebaran nilai-nilai positif di tengah masyarakat.
Media Tidak Hanya Memberitakan, Tetapi Juga Mengabdi
Pimpinan Umum Warta Tasik, Erwin Qizwini, S.Pi., menegaskan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral media kepada masyarakat.
Ia menampik anggapan bahwa kegiatan tersebut sekadar pencitraan atau agenda seremonial tahunan.
“Ini bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai media. Kami ingin hadir bukan hanya memberitakan, tapi juga memberi manfaat langsung,” ujarnya.
Erwin menjelaskan, jumlah penerima santunan tahun ini mencapai 30 anak yatim piatu dari berbagai kecamatan di Kota Tasikmalaya. Selain itu, warga lanjut usia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi juga mendapatkan bantuan dan perhatian.
Acara tersebut turut diisi dengan pengajian dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Warta Tasik yang telah menginjak usia sebelas tahun.
Semangat Berbagi Diharapkan Menular ke Masyarakat
Diky berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, semakin banyak warga yang menebarkan kebaikan, maka semakin besar pula energi positif yang tercipta untuk masa depan Kota Tasikmalaya.
“Mudah-mudahan masyarakat ikut mendoakan, agar semakin banyak orang-orang baik yang menyumbang hawa positifnya. Untuk perlindungan, untuk masa depan Kota Tasikmalaya,” tuturnya.
Momentum Harlah ke-11 ini menjadi bukti bahwa media memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Di satu sisi berdiri sebagai pilar demokrasi, sementara di sisi lain hadir langsung di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Sebelas tahun perjalanan Warta Tasik pun menjadi cermin bahwa media dapat berjalan dengan dua kaki: menjaga idealisme jurnalistik sekaligus mengabdi kepada masyarakat yang dilayaninya. (KRS/AHOL)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
