lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ada rindu yang tidak punya alamat. Ia datang tiba-tiba, kadang bukan karena seseorang, bukan pula karena satu tempat tertentu, melainkan karena sepotong lagu yang tanpa permisi mengetuk pintu ingatan.
Begitu sebuah video promosi Indonesian Legendary Songs beredar, rasa itu seperti muncul pelan-pelan. Visual gelap elegan, wajah-wajah penyanyi dan musisi Tasikmalaya tampil satu per satu, lalu alunan lagu “Penjaga Hatimu” milik Ari Lasso mengalir sebagai latar. Dalam hitungan detik, yang hadir bukan sekadar informasi acara. Ada sesuatu yang seperti menarik hati kembali ke masa-masa yang pernah dilewati.
Jantung seperti jatuh. Terjerembab dalam rindu yang entah rindu pada siapa.
Itulah kekuatan pertama dari Indonesian Legendary Songs. Acara ini tidak sekadar menawarkan panggung musik. Ia menawarkan ruang pulang. Ruang untuk kembali mengenang lagu-lagu Indonesia yang pernah menemani cinta pertama, persahabatan, kehilangan, perjalanan malam, obrolan panjang, bahkan diam yang dulu terasa begitu penuh makna.
Dengan tajuk “Satu Panggung, Seribu Kenangan”, Indonesian Legendary Songs akan hadir di SWASANA Resto & Cafe, Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.30 WIB.
Acara ini menghadirkan deretan penyanyi legend Tasikmalaya, yakni Andi Ibo, Nana, Rusly, Raisa ZP, Agus Ibo, Kiki Azizi, Ayus, Nita Anita, Danceu Latupeirisa, Poppy, dan Alfie. Mereka akan berkolaborasi bersama Capulet Band yang digawangi Jidoy, Atun Syahranie, Aziz, dan Asep Bima, serta diperkuat Jon Krisna, Ted Kameshwara, dan Alma Maheltra sebagai additional player.
Nama-nama itu bukan sekadar daftar pengisi acara. Bagi banyak penikmat musik Tasikmalaya, mereka adalah bagian dari ingatan panggung lokal. Suara mereka pernah hadir di berbagai ruang, dari acara komunitas, panggung hiburan, kafe, hingga momen-momen yang mungkin sederhana, tetapi tinggal lama di hati pendengarnya.
Indonesian Legendary Songs seolah ingin mengatakan bahwa lagu lama tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk kembali dinyanyikan.
Di panggung ini, karya-karya legendaris Indonesia akan dibawakan dengan sentuhan aransemen yang segar, tanpa kehilangan ruh aslinya. Setiap lagu akan menjadi jembatan antara masa lalu dan hari ini. Setiap lirik akan menghidupkan lagi bagian-bagian kecil dari hidup yang mungkin sudah lama tidak disebut, tetapi belum pernah benar-benar hilang.
Lebih dari sekadar konser, Indonesian Legendary Songs menjadi ruang apresiasi bagi para pencipta lagu, musisi, penyanyi, dan pecinta musik Indonesia. Ia mempertemukan komunitas, seniman, dan penikmat musik dalam satu malam yang hangat, intim, dan penuh persaudaraan.
Materi promosi acara juga menampilkan konsep visual yang kuat. Nuansa hitam, perak, cahaya panggung, bendera merah putih, serta potret para penyanyi dan musisi memberi kesan megah, tetapi tetap dekat. Ada pula sentuhan stylist dari Elli Elco yang membuat tampilan visual acara ini terasa lebih matang dan berkarakter.
Dalam poster tiket yang beredar, HTM tercantum Rp50 ribu dan voucher Rp15 ribu. Namun barangkali, yang paling mahal dari malam itu bukan tiketnya. Yang paling berharga adalah kesempatan untuk duduk sebentar bersama kenangan, mendengar lagu-lagu yang pernah menemani hidup, lalu menyadari bahwa beberapa rasa ternyata masih tinggal di dalam dada.
Sebab musik memang punya cara sendiri untuk menyatukan perbedaan. Ia tidak bertanya usia, latar belakang, atau cerita hidup seseorang. Ia hanya datang, mengalun, lalu pelan-pelan membuka pintu yang selama ini tertutup.
Indonesian Legendary Songs adalah undangan untuk bernyanyi bersama. Untuk mengenang tanpa harus bersedih. Untuk merayakan masa lalu tanpa terjebak di dalamnya. Untuk menyambut malam ketika lagu-lagu Indonesia kembali hidup melalui suara para penyanyi legend Tasikmalaya.
Karena setiap lagu adalah perjalanan. Setiap lirik adalah makna. Dan setiap melodi adalah kenangan yang tak pernah benar-benar hilang.
Pada akhirnya, Indonesian Legendary Songs bukan hanya tentang siapa yang tampil di atas panggung. Ini tentang siapa di dalam diri kita yang tiba-tiba merasa pulang ketika lagu pertama mulai dinyanyikan. (AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
