lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.Dialog terbuka bertema ketahanan keluarga bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia berlangsung hangat di Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA Tasikmalaya.
Kegiatan yang diikuti berbagai organisasi perempuan tersebut berlangsung hampir lima jam. Forum ini menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan keluarga, perlindungan perempuan, perlindungan anak, hingga pentingnya pendidikan akhlak dari lingkungan rumah.
Direktur RSIA Tasikmalaya, dr. Polar Silumi, Sp.OG, M.H.Kes, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri PPPA RI mendapat sambutan antusias dari peserta dialog. Menurutnya, tema ketahanan keluarga sangat relevan dengan berbagai persoalan sosial yang saat ini muncul di tengah masyarakat.
“Tema ketahanan keluarga sangat penting karena ini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Keluarga yang kuat akan menjadi tempat tumbuh kembang anak yang baik,” ujar dr. Polar.
Ketahanan Keluarga Jadi Pondasi Perlindungan Anak
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan yang terjadi di masyarakat turut mengemuka. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kasus pelecehan seksual, perselisihan dalam keluarga, hingga pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
dr. Polar menilai, berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa penguatan keluarga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keluarga harus menjadi benteng pertama dalam memberikan perlindungan, pendidikan, dan keteladanan kepada anak.
Menurutnya, pendidikan dalam keluarga tidak cukup hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik. Lebih dari itu, keluarga juga harus menjadi ruang pertama untuk menanamkan akhlak, rasa aman, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama anggota keluarga.
“Tadi sudah terangkum bahwa upaya meningkatkan ketahanan keluarga harus berakar pada akhlak baik dan berakhlakul karimah. Kasus yang muncul saat dialog, seperti pelecehan seksual dan konflik keluarga, menunjukkan bahwa pendidikan harus dimulai dari internal keluarga itu sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, keluarga yang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan sosial, ekonomi, maupun persoalan komunikasi yang kerap menjadi pemicu konflik rumah tangga. Karena itu, dialog seperti ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memahami masalah, tetapi juga mulai membangun kesadaran pencegahan dari rumah masing-masing.
RSIA Tasikmalaya Siap Dukung Edukasi Perempuan dan Anak
dr. Polar menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam mengayomi masyarakat. Namun, peran keluarga tetap tidak bisa digantikan. Rumah tangga yang sehat, terbuka, dan saling melindungi akan menjadi modal besar dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Sebagai rumah sakit ibu dan anak, RSIA Tasikmalaya juga siap menjadi mitra dalam penguatan ketahanan keluarga. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui edukasi, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta penguatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
“Kunjungan ibu menteri ini menjadi momentum penting. Kami di RSIA siap mendukung upaya penguatan ketahanan keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula,” pungkasnya.
Dialog bersama Menteri PPPA RI ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih jauh, forum tersebut diharapkan menjadi pemicu gerakan bersama di tingkat masyarakat.
Setiap keluarga di Tasikmalaya diharapkan semakin terbuka dalam berkomunikasi, aktif mendidik anak, serta berani mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perilaku yang merugikan perempuan maupun anak.
Sebab, ketahanan keluarga bukan hanya urusan di dalam rumah. Ia menjadi urusan masa depan daerah. Bila keluarga kuat, anak-anak tumbuh lebih aman. Bila anak-anak aman, masa depan Tasikmalaya ikut terjaga. (DH/AS)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.

