3. Bidan Dilibatkan dalam Program Jemput Bola JKN
Pemkot Tasikmalaya dan BPJS Kesehatan menandatangani kerja sama Program JAGA JKN melalui PESIAR—Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi—pada 13 Juli 2026. Para bidan dilibatkan sebagai ujung tombak edukasi, pendampingan, serta penjangkauan warga yang belum terdaftar atau kepesertaannya tidak aktif.
Langkah jemput bola ini penting meskipun Kota Tasikmalaya telah meraih UHC Award 2026 kategori Pratama. Data pemerintah menunjukkan masih terdapat sekitar 11.212 penduduk yang belum terdaftar dan 142.569 peserta berstatus nonaktif. Karena itu, nilai positif program bukan terletak pada seremoni penandatanganan, melainkan pada keberanian menyisir celah perlindungan kesehatan yang masih menganga.
Layanan Darurat dan Gerakan Lingkungan
4. GECE 112 Mulai Menyiapkan Pelaporan Multikanal
Diskominfo Kota Tasikmalaya menggelar bimbingan teknis bagi petugas penerima panggilan dan responder GECE 112 pada 15 Juli 2026. Pembaruan yang diperkenalkan mencakup fitur Omni Channel, sehingga laporan kedaruratan tidak hanya bergantung pada sambungan telepon, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai platform komunikasi.
GECE 112 beroperasi selama 24 jam dan dirancang untuk mempertautkan laporan warga dengan petugas yang menangani keadaan darurat. Penguatan teknologi merupakan langkah maju, tetapi keandalan layanan kelak ditentukan oleh perkara yang sangat konkret: seberapa cepat panggilan dijawab, laporan diteruskan, dan bantuan tiba di lokasi. Dalam keadaan darurat, satu menit bukan sekadar angka—ia dapat menjadi batas tipis antara selamat dan terlambat.
