Barongsai Tonggak, Atraksi Spektakuler di Penutupan Imlek Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Perayaan Imlek 2025 di Kota Tasikmalaya ditutup dengan pertunjukan spektakuler Barongsai Tonggak yang memukau para penonton. Atraksi ini berlangsung di Plaza Asia Tasikmalaya pada Jumat, 14 Februari 2025, dan menarik ribuan warga yang antusias menyaksikan pertunjukan seni tradisional tersebut.

Manager Marketing Plaza Asia Tasikmalaya, Lucy Sosilawaty, menyatakan bahwa pertunjukan Barongsai Tonggak kali ini menjadi puncak rangkaian perayaan Imlek di kota tersebut. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang istimewa untuk masyarakat Tasikmalaya dalam perayaan Imlek tahun ini. Barongsai Tonggak dipilih karena selain unik, pertunjukan ini sangat dinantikan setelah sekian lama tidak tampil di sini,” ungkap Lucy, sebagaimana dilansir RMOL.

Atraksi Barongsai Tonggak menampilkan gerakan akrobatik di atas deretan tiang dengan ketinggian bervariasi. Para penari yang mengenakan kostum singa berloncatan dari satu tiang ke tiang lainnya dengan presisi dan keseimbangan tinggi. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan pengalaman menegangkan bagi penonton.

Apa Itu Barongsai Tonggak?

Barongsai Tonggak merupakan salah satu jenis barongsai yang mempertontonkan keahlian akrobatik tingkat tinggi. Kata “tonggak” dalam bahasa Indonesia berarti “tiang”, yang merujuk pada properti utama dalam pertunjukan ini. Dibandingkan dengan barongsai biasa yang lebih banyak bergerak di permukaan datar, Barongsai Tonggak membutuhkan teknik keseimbangan dan kekuatan fisik yang luar biasa dari para pemainnya.

Dalam atraksi ini, sepasang penari mengendalikan barongsai di atas tiang-tiang dengan berbagai ketinggian. Tiang-tiang ini biasanya disusun dalam pola tertentu agar memungkinkan para pemain untuk melompat dan melakukan gerakan-gerakan lincah. Selain itu, musik pengiring yang terdiri dari tabuhan drum dan gong menambah semangat serta intensitas pertunjukan.

Jenis-Jenis Barongsai dan Perbedaannya

Secara umum, terdapat dua jenis utama barongsai yang berkembang dalam budaya Tionghoa, yaitu Barongsai Utara dan Barongsai Selatan. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam hal penampilan, gerakan, serta tujuan pertunjukannya.

1. Barongsai Utara (Pekingsai)

  • Asal: Berasal dari wilayah utara Tiongkok.
  • Ciri Khas: Memiliki bulu yang lebih panjang dan lebat dengan warna mencolok seperti merah, emas, dan putih. Kepala barongsai ini lebih besar dengan hiasan bulu panjang di bagian wajah.
  • Gerakan: Cenderung lebih akrobatik, sering kali melibatkan gerakan seperti melompat tinggi, berguling, atau berjalan di atas bola besar. Banyak gerakannya yang terinspirasi dari seni bela diri tradisional.
  • Penggunaan: Umumnya digunakan dalam acara resmi seperti perayaan militer atau upacara kenegaraan.

2. Barongsai Selatan

  • Asal: Berkembang di wilayah selatan Tiongkok, terutama di Provinsi Guangdong.
  • Ciri Khas: Kostumnya lebih ramping dan lebih ringan dengan ornamen yang lebih detail. Kepala barongsai memiliki cermin kecil di dahi, yang diyakini dapat mengusir roh jahat, serta tanduk di bagian atas kepala.
  • Gerakan: Lebih menekankan ekspresi wajah dan gerakan kepala untuk menggambarkan emosi. Gerakannya meniru perilaku singa seperti menggaruk, menggigit, atau menjilat tubuhnya.
  • Penggunaan: Sering ditampilkan dalam acara-acara komunitas seperti perayaan Imlek, pembukaan bisnis, dan pernikahan untuk membawa keberuntungan.

Perbedaan Barongsai Tonggak dengan Barongsai Lainnya

Barongsai Tonggak sendiri merupakan bagian dari Barongsai Selatan, tetapi dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi karena memerlukan keahlian akrobatik yang ekstrem. Perbedaannya terletak pada teknik yang digunakan, di mana para pemain tidak hanya menampilkan tarian biasa, tetapi juga harus melompat dari satu tiang ke tiang lainnya dengan ketinggian yang cukup menantang.

Pertunjukan Barongsai Tonggak memadukan seni, olahraga, dan keseimbangan yang membutuhkan latihan intensif selama berbulan-bulan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi pemain, sehingga disiplin dan kekompakan tim menjadi faktor utama keberhasilan pertunjukan ini.

Melestarikan Tradisi dan Budaya

Dengan semakin populernya Barongsai Tonggak di Indonesia, pertunjukan seperti yang digelar di Tasikmalaya menjadi bagian penting dalam melestarikan tradisi budaya Tionghoa. Kehadiran seni ini di berbagai acara menunjukkan bahwa budaya Tionghoa telah diterima secara luas di masyarakat Indonesia, bahkan menjadi bagian dari perayaan multikultural di berbagai daerah.

Selain sebagai hiburan, Barongsai juga diyakini membawa keberuntungan dan menjauhkan pengaruh buruk. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak perayaan besar seperti Imlek atau pembukaan usaha baru selalu menghadirkan pertunjukan Barongsai.

Perayaan Imlek 2025 di Tasikmalaya yang ditutup dengan atraksi Barongsai Tonggak telah memberikan pengalaman tak terlupakan bagi masyarakat setempat. Diharapkan, pertunjukan seperti ini bisa terus hadir dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Gudang di Hegarsari Kota Banjar Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Lakukan Pemadaman

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sebuah gudang di lingkungan Hegarsari, Kecamatan...

Kebakaran Ruko di Banjarsari Ciamis, Toko Elektronik Hangus dan Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan...

Kebakaran Kandang Ayam di Panawangan Ciamis, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik...

32 Pramuka Garut Dijadwalkan Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 32 Pramuka Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi...

Lowongan Kerja Tasikmalaya untuk BIM Designer dan Cost Estimator Tutup 10 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lowongan kerja Tasikmalaya untuk posisi BIM Designer serta...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories