Berkah yang Perlu Dijaga
Melimpahnya ikan kembung Pangandaran menunjukkan betapa dinamisnya laut selatan Jawa.
Laut bisa tampak kosong selama berminggu-minggu, kemudian mendadak dipenuhi gerombolan ikan ketika suhu, arus dan rantai makanan bergerak ke arah yang tepat.
Namun, satu kali musim tangkapan besar juga tidak otomatis membuktikan bahwa stok ikan selalu aman.
Pemerintah daerah, pengelola TPI dan organisasi nelayan perlu mencatat jumlah tangkapan berdasarkan jenis ikan, jumlah perahu, alat tangkap, lokasi penangkapan dan lama perjalanan.
Data semacam itu diperlukan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil benar-benar berasal dari bertambahnya ikan, efisiensi alat tangkap atau karena lebih banyak perahu yang melaut.
Pencatatan juga penting agar Pangandaran tidak hanya merayakan kelimpahan, tetapi mampu mengelolanya.
Sebab, musim ikan selalu memiliki batas. Gerombolan dapat berpindah ketika suhu dan arus berubah. Upwelling pun tidak berlangsung sepanjang tahun.
Untuk sementara, kemarau memberikan kejutan yang menyenangkan. Ketika air berkurang di daratan, laut Pangandaran justru sedang diperkaya dari kedalaman.
Nutrisi naik, plankton tumbuh dan kembung datang mengikuti makanan.
Itulah alasan mengapa ikan kembung Pangandaran justru dapat melimpah saat musim kemarau. Bukan karena laut tiba-tiba menghasilkan ikan, melainkan karena alam sedang menghidupkan kembali rantai makanan yang selama ini tersembunyi di bawah (AS)
