Kenapa Ikan Kembung Datang Bergerombol?
Kembung merupakan ikan pelagis. Ia hidup dan bergerak di lapisan perairan, bukan menetap di dasar laut.
Ikan ini juga memiliki kebiasaan membentuk gerombolan. Ketika kondisi suhu, arus dan ketersediaan makanan sesuai, kembung dapat berkumpul dalam jumlah besar di satu kawasan.
Kembung Banjar umumnya merujuk pada Rastrelliger kanagurta, salah satu anggota keluarga Scombridae. Keluarga tersebut juga mencakup berbagai jenis makarel, tuna dan tongkol.
Data biologi FishBase menyebut ikan tersebut hidup di perairan pantai yang kaya plankton. Makanannya antara lain fitoplankton, zooplankton, larva udang dan larva ikan.
Karakter itulah yang membuat kemunculan gerombolan kembung masuk akal ketika produktivitas perairan meningkat.
Saat nutrisi naik ke permukaan, plankton berkembang. Ketika makanan tersedia, kembung mengikuti. Karena bergerak bergerombol, satu perahu dapat menemukan hasil sedikit, sementara perahu lain yang tepat mengenai lintasan gerombolannya bisa membawa pulang ratusan kilogram.
Akan tetapi, lonjakan tangkapan ikan kembung Pangandaran belum bisa dipastikan sepenuhnya disebabkan oleh upwelling.
Untuk membuktikannya, diperlukan data oseanografi khusus perairan Pangandaran. Data itu sedikitnya mencakup suhu permukaan laut, klorofil-a, salinitas, arus, posisi penangkapan dan perubahan hasil tangkapan per satuan usaha.
Jumlah tangkapan juga dapat dipengaruhi keadaan gelombang, arah arus, fase bulan, alat tangkap, lama melaut serta kemampuan nelayan menemukan gerombolan ikan.
Karena itu, hubungan yang paling aman dibaca saat ini adalah: melimpahnya ikan kembung terjadi bersamaan dengan musim kemarau dan munculnya indikasi upwelling di selatan Jawa.
Keduanya memiliki hubungan ilmiah yang kuat, tetapi masih membutuhkan data lokal untuk disebut sebagai sebab langsung.
