BIJ Belum Sehat, Pemkab Garut Tetap Suntik Modal

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Langkah Pemerintah Kabupaten Garut menyuntikkan modal ke PT BPR Intan Jabar (BIJ) pada awal 2024 kembali memantik tanya. Di satu sisi, manajemen bank daerah itu mengumumkan laba dan mengklaim perbaikan kinerja. Di sisi lain, sebuah laporan auditor menggambarkan fondasi yang belum sepenuhnya pulih: struktur permodalan rapuh, risiko keberlanjutan usaha, serta bayang-bayang perkara hukum yang belum selesai. Di antara dua narasi itu, uang publik sudah telanjur mengalir.

Tambahan modal yang dikucurkan Pemkab Garut pada Januari 2024 mencapai sekitar Rp9,4 miliar. Pencairan dilakukan melalui mekanisme anggaran rutin. Namun laporan auditor menyebutkan, keputusan tersebut diambil ketika kondisi keuangan bank masih menyimpan masalah mendasar. Ekuitas tercatat negatif, proyeksi pemulihan belum kokoh, dan indikator risiko menempatkan bank pada posisi rawan. Artinya, laba yang diumumkan kemudian—sekitar Rp1,2 miliar pada tahun buku 2024—belum serta-merta menandai kesehatan fundamental.

Konteks lokal Garut membuat perkara ini sensitif. BIJ bukan sekadar entitas bisnis; ia adalah bank daerah yang memikul ekspektasi publik—menopang kredit usaha kecil, memutar roda ekonomi kecamatan, dan menjadi perpanjangan tangan kebijakan daerah. Karena itu, setiap keputusan investasi pemerintah daerah ke bank ini bukan hanya soal angka, melainkan soal kepercayaan warga.

Modal Mengalir di Tengah Risiko

Menurut laporan auditor, penyertaan modal dilakukan tanpa ditopang analisis kelayakan yang memadai. Sejumlah parameter penting—risiko, portofolio, dan skenario terburuk—dinilai belum cukup dijadikan pijakan. Auditor juga mencatat ketidaksinkronan antara dasar hukum yang berlaku dengan besaran penyertaan yang terealisasi. Selisihnya tidak kecil dan menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola.

Masalahnya tak berhenti di sana. Sepanjang 2024, penyaluran kredit produktif ke masyarakat disebut belum bergerak signifikan. Porsi aset bank justru didominasi skema pembelian aset kredit dari bank lain. Strategi ini memang dapat mempertebal neraca dalam jangka pendek, tetapi tidak otomatis memulihkan fungsi intermediasi BIJ di tingkat lokal—fungsi yang justru menjadi alasan utama kehadiran bank daerah.

Pada saat yang sama, proses hukum terkait dugaan penyimpangan pemberian kredit periode 2018–2021 telah memasuki babak persidangan pada paruh akhir 2024. Fakta ini dicatat auditor sebagai risiko material. Bagi investor publik—dalam hal ini pemerintah daerah—risiko hukum semacam itu semestinya menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan menambah modal.

Namun keputusan sudah diambil. Modal disuntikkan. Pemerintah daerah berdalih pada kebutuhan penyelamatan dan pemulihan. Manajemen bank menggarisbawahi capaian laba dan peningkatan aset. Dua klaim itu sah-sah saja. Yang menjadi soal adalah jarak antara klaim pemulihan dan catatan auditor tentang kesehatan yang belum solid.

Klaim Sehat dan Catatan Auditor

Pada April 2025, dalam forum pemegang saham, manajemen BIJ menyampaikan kabar baik: laba tercapai, aset tumbuh, rasio-rasio operasional membaik. Pernyataan ini memberi harapan, terutama bagi pegawai dan nasabah. Namun laporan auditor menaruh catatan kaki yang panjang: laba tersebut jauh di bawah proyeksi awal, ekuitas masih negatif, dan ketahanan jangka panjang belum teruji. Dalam bahasa sederhana, BIJ mungkin “hidup”, tetapi belum tentu “sehat”.

Di tingkat kebijakan, auditor merekomendasikan evaluasi menyeluruh. Mulai dari perbaikan dasar hukum, penguatan pengawasan, hingga penajaman tujuan penyertaan modal agar benar-benar berdampak ke masyarakat Garut. Tanpa itu, tambahan modal berisiko menjadi sekadar tambalan—menutup lubang lama tanpa memastikan lantai baru cukup kuat.

Warga Garut berhak bertanya: apa ukuran “sehat” bagi bank daerah? Apakah cukup laba setahun, atau harus dibuktikan dengan kemampuan menyalurkan kredit produktif, memperkuat permodalan, dan membersihkan warisan masalah? Pertanyaan ini penting karena jawabannya menentukan nasib uang publik.

Di ujung cerita, perkara BIJ bukan sekadar hitam-putih. Ada upaya pemulihan, ada juga catatan peringatan. Yang dibutuhkan kini adalah keterbukaan dan konsistensi. Pemerintah daerah perlu menjelaskan dasar keputusannya. Manajemen bank perlu menunjukkan pemulihan yang nyata, bukan kosmetik. Dan publik Garut—sebagai pemilik sejati dana—layak mendapat kepastian bahwa setiap rupiah yang disuntikkan benar-benar bekerja untuk kepentingan bersama. (AS)

Berita lainnya:

Mobil Oleng Tabrak Warung Nasi Goreng di Garut, Pedagang Tewas

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kecelakaan tragis terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebuah mobil oleng menabrak warung nasi goreng di Garut hingga...

Garut Jadi Kabupaten Antikorupsi? KPK Ungkap Fakta Sensitif

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  Wacana Garut Kabupaten Antikorupsi kini bukan sekadar slogan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI turun langsung melakukan observasi...

Misteri Remaja Hilang di Gunung Guntur, Ditemukan Telanjang dan Komat-Kamit

lintaspriangan.com, BERITA GARUT . Kasus hilang di Gunung Guntur kembali menyita perhatian publik. Seorang remaja asal Garut dilaporkan menghilang...

Terbaru

Dalam Sepekan, 2 Kali Penemuan Mayat di Ciamis Gegerkan Warga

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kasus penemuan mayat di Ciamis dalam sepekan...

Soal Pemberhentian Ketua PPP PAC Indihiang, Ini Jawaban Tegas Ketua DPW

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Isu adanya pemberhentian sejumlah PAC PPP...

Dandim 0612 Tasikmalaya: Video Viral TNI Pukul Penjual Tramadol Itu Hoax!

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh...

Amanat Uu Ruzhanul Ulum di Muscab PPP Kota Tasikmalaya 2026

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. DPC PPP Kota dan Kabupaten Tasikmalaya...

Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Dikebut, Anggaran Rp300 Milyar Digelontorkan!

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Gaspol, Pemerintah Kota Tasikmalaya bergerak cepat...

Pengurus Baru IKAPTK Tasikmalaya Resmi Dilantik, Apa Targetnya?

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi...

HUT Persit Tasikmalaya ke-80, Bukan Cuma Potong Tumpeng

lintaspriangan com. BERITA TASIKMALAYA – Perayaan Hari Ulang Tahun...

Diduga DPO, Anggota DPRD Kota Banjar Mangkir 10x Paripurna

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Publik dibuat bertanya-tanya. Seorang anggota DPRD Kota...

Mencekam! Siswa SD di Pangandaran Dibacok Lansia saat Belajar di Kelas

lintaspriangan.com. BERITA PANGANDARAN. Suasana belajar yang seharusnya tenang mendadak berubah...

LPM Kelurahan Ciamis Ditantang Mandiri, Fokus Ekonomi Warga

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pelantikan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)...

Priangan Timur

Dalam Sepekan, 2 Kali Penemuan Mayat di Ciamis Gegerkan Warga

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kasus penemuan mayat di Ciamis dalam sepekan...

Soal Pemberhentian Ketua PPP PAC Indihiang, Ini Jawaban Tegas Ketua DPW

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Isu adanya pemberhentian sejumlah PAC PPP...

Dandim 0612 Tasikmalaya: Video Viral TNI Pukul Penjual Tramadol Itu Hoax!

Lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh...

Amanat Uu Ruzhanul Ulum di Muscab PPP Kota Tasikmalaya 2026

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. DPC PPP Kota dan Kabupaten Tasikmalaya...

Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Dikebut, Anggaran Rp300 Milyar Digelontorkan!

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Gaspol, Pemerintah Kota Tasikmalaya bergerak cepat...

Pengurus Baru IKAPTK Tasikmalaya Resmi Dilantik, Apa Targetnya?

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi...

HUT Persit Tasikmalaya ke-80, Bukan Cuma Potong Tumpeng

lintaspriangan com. BERITA TASIKMALAYA – Perayaan Hari Ulang Tahun...

Diduga DPO, Anggota DPRD Kota Banjar Mangkir 10x Paripurna

lintaspriangan.com. BERITA BANJAR. Publik dibuat bertanya-tanya. Seorang anggota DPRD Kota...

Perspektif

Popular Categories