Belasan Warga Garut Terjebak di Aceh, Kades dan Bupati Respons Gercep!

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh membuat belasan warga Garut terjebak dalam situasi serba darurat. Mereka yang merantau untuk bekerja maupun berdagang itu mendadak kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, hingga akses makanan. Kondisi yang serba sulit membuat para perantau ini akhirnya meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke kampung halaman.

Suara permintaan tolong dari para korban pertama kali muncul lewat sebuah video yang dikirimkan Ilyas (23), perantau asal Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Dalam rekaman video yang ia posting di media sosial, Ilyas bersama dua rekannya — Fahmi dari Sukaresmi dan Asep Rahmat dari Cisurupan — memohon kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk difasilitasi kepulangannya.

“Kami mohon kepada Bupati Garut agar bisa membantu kepulangan kami yang saat ini terjebak musibah banjir bandang di Aceh,” ujar Ilyas dengan suara serak menahan cemas.

Mereka baru satu bulan bekerja di sebuah konveksi di Aceh Tengah. Namun, banjir bandang yang datang tiba-tiba membuat pekerjaaan dan tempat tinggal mereka luluh lantak dalam hitungan menit. Listrik padam, air bah menerjang bangunan, dan barang-barang tidak sempat terselamatkan. Selama dua hari setelah banjir, mereka bertahan dengan kondisi logistik yang makin menipis. Warga sekitar sama-sama kelabakan, sementara bantuan dari luar belum bisa menembus lokasi tersebut.

Setelah berjalan kaki menyusuri daerah yang relatif aman, Ilyas dan teman-temannya akhirnya sampai ke Polsek Dewantara, Lhokseumawe. Di sinilah keberuntungan mereka datang. Seorang warga Kecamatan Limbangan, Muhamad Jalari, yang kebetulan berada di Aceh, menjemput ketiga warga Garut itu dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman. Personel Polsek Dewantara pun memberikan makanan, tempat mandi, dan ruang untuk beristirahat.

Namun kisah Ilyas bukan satu-satunya. Dari data sementara, tercatat sedikitnya 17 warga Garut terdampak banjir bandang di wilayah Sumatra, terutama Aceh. Mereka berasal dari berbagai kecamatan, mulai Pakenjeng, Wanaraja, Pangatikan, Sukawening, hingga Karangpawitan. Sebagian besar selamat dan kini berada di titik-titik pengungsian, seperti di Bireuen dan Medan, menunggu kepastian untuk pulang.

Tagana Garut yang dikirim ke Sumatra, melalui anggotanya Sonny Wahyudi, melaporkan bahwa ia menemukan lima warga Garut di Bireuen. Mereka berangkat ke Sumatra untuk berdagang jaket kulit menggunakan mobil. Namun nasib berkata lain, kendaraan mereka tersapu arus banjir bandang dan mereka kehilangan seluruh perbekalan. Nama-nama itu antara lain Zaenal Mustofa Kamil (Karangpawitan), Irwan Setiawan (Wanaraja), Tedi Komarudin (Pangatikan), dan dua warga Sukawening: Saparudin dan Jajang Supriadi.

Di Aceh Tamiang, seorang pedagang roti balok asal Garut, Imam Hamdani (27), juga mengirim video permintaan tolong. Videonya sempat viral di media sosial karena secara khusus ia memanggil Gubernur Jawa Barat agar membantunya pulang. Imam diketahui merupakan warga Kampung Tundagan, Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng. Kepala Desa Tegalgede, Dona Kartika, segera merespons dan memastikan kondisi warganya itu dalam pemantauan.

Situasi para perantau Garut yang tersebar di beberapa titik ini membuat Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat. Bupati Garut, Abdusy Syakur, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan data identitas warga yang membutuhkan bantuan. Ia menegaskan bahwa tiket untuk memulangkan warga Garut dari Aceh telah disiapkan.

“Kita sudah minta identitas mereka untuk disiapkan tiket pulang ke Jakarta,” ujar Bupati Syakur, Rabu (03/12/2025).

Meski belum menyebutkan besaran anggaran, Bupati memastikan bahwa Pemkab Garut akan memfasilitasi semua warga yang tidak memiliki ongkos untuk pulang. “Pemerintah daerah akan menyiapkan bantuan biaya bagi warga Garut di Aceh yang tidak punya ongkos pulang. Kita fasilitasi,” ujarnya.

Kabar respons cepat Pemkab ini langsung membuat para perantau merasa lega. Ilyas, melalui perantara Muhamad Jaluri, alumni Universitas Garut yang memantau kondisi bencana di Sumatra, menyampaikan rasa syukurnya. Begitu pula Asep Rahmat yang mengaku sempat bingung karena semua perlengkapan kerja dan bekal hilang tersapu banjir.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bupati Syakur yang telah memberikan fasilitas kepulangan kami,” kata Asep.

Bencana memang menyisakan luka dan kerugian, namun dalam kejadian ini terselip juga bukti kuatnya ikatan antarwarga Garut, dari yang merantau, yang kebetulan berada di Aceh, sampai aparat desa dan pemerintah daerah. Semua bergerak cepat demi memastikan warganya dapat kembali ke rumah dengan selamat.

Jika semua proses berjalan lancar, belasan warga Garut yang terjebak banjir di Aceh ini dipastikan bisa segera menginjakkan kaki kembali di kampung halaman mereka. Sebuah kepulangan yang mungkin tidak membawa banyak barang, tetapi membawa kisah panjang tentang usaha bertahan hidup dan solidaritas. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Kebakaran Ruko di Banjarsari Ciamis, Toko Elektronik Hangus dan Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah ruko yang digunakan...

Kebakaran Kandang Ayam di Panawangan Ciamis, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran melanda sebuah kandang ayam milik...

32 Pramuka Garut Dijadwalkan Dilepas Menuju Jambore Nasional 2026

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 32 Pramuka Garut dijadwalkan menjalani pelepasan resmi...

Lowongan Kerja Tasikmalaya untuk BIM Designer dan Cost Estimator Tutup 10 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lowongan kerja Tasikmalaya untuk posisi BIM Designer serta...

Neng Ozil Raih Perak Asian BMX Championship 2026 di Malaysia

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Atlet BMX belia asal Kabupaten Ciamis, Adeeva...

JAWA BARAT

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, KDM Siapkan Wajah Baru Cihampelas Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Kawasan Cihampelas, salah satu ikon wisata...

Terungkap! Dugaan Pencabulan Murid Sukabumi oleh Oknum Guru Ngaji.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI – Kasus Pencabulan Murid Sukabumi yang...

Diduga Salah Paham, Santri Karawang Dituduh Begal hingga Derita Luka Bakar

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Seorang santri berusia 17 tahun di...

Olahraga

Popular Categories