lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kekeringan Ciamis terus meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, sebanyak 8.513 jiwa dari 3.363 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang tersebar di 21 desa dan 13 kecamatan.
Data tersebut tercatat dalam infografis kejadian kekeringan Kabupaten Ciamis tahun 2026 dengan pembaruan hingga 11 Agustus 2026. Selain berdampak terhadap ribuan warga, kekeringan juga tercatat melanda 36 dusun di wilayah Kabupaten Ciamis.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap air bersih menjadi salah satu perhatian utama, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
21 Kejadian Kekeringan Tercatat di 13 Kecamatan
Infografis BPBD Kabupaten Ciamis mencatat terdapat 21 kejadian kekeringan sepanjang tahun 2026 yang berdampak pada 21 desa.
Sebaran lokasi terdampak mencakup 13 kecamatan. Sejumlah wilayah yang tercantum dalam peta BPBD antara lain Panawangan, Jatinagara, Kawali, Tambaksari, Ciamis, Cidolog, Purwadadi, Banjarsari dan sejumlah wilayah lainnya.
Dari seluruh lokasi terdampak tersebut, jumlah warga yang terdampak mencapai 8.513 jiwa dengan total 3.363 KK.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya terjadi pada satu titik, tetapi telah menyebar ke sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis.
229 Ribu Liter Air Bersih Sudah Didistribusikan
Menghadapi kondisi tersebut, berbagai pihak melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak.
Berdasarkan data BPBD Ciamis, total distribusi air bersih telah mencapai 229.000 liter atau 46 tangki.
Distribusi tersebut dilakukan oleh BPBD Kabupaten Ciamis bersama sejumlah unsur dan pihak yang ikut membantu penanganan dampak kekeringan.
BPBD tercatat menyalurkan 155.000 liter air. Sementara relawan PMI menyalurkan 65.000 liter, BBWS Citanduy 10.000 liter, dan Kodim 0613 Ciamis sebanyak 4.000 liter.
Dukungan juga datang dari unsur corporate social responsibility (CSR). BJB Ciamis tercatat menyalurkan 25.000 liter air, sedangkan Yogya Ciamis membantu distribusi sebanyak 5.000 liter.
Total bantuan air bersih dari berbagai pihak tersebut mencapai 229.000 liter.
BPBD Koordinasikan Penanganan di Wilayah Terdampak
Penanganan kekeringan dilakukan melalui koordinasi BPBD dengan aparatur pemerintah setempat dan sejumlah relawan maupun instansi yang terlibat.
BPBD juga melakukan distribusi air bersih ke lokasi-lokasi yang mengalami dampak kekeringan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
Dengan jumlah kejadian yang telah mencapai 21 kasus di 13 kecamatan, kebutuhan terhadap distribusi air bersih berpotensi tetap menjadi perhatian selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Ribuan Warga Masih Menghadapi Dampak Kekeringan
Data 8.513 jiwa terdampak memperlihatkan besarnya dampak kekeringan terhadap masyarakat Ciamis pada 2026.
Selain jumlah penduduk terdampak, sebaran lokasi hingga 21 desa juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendistribusian air bersih. Jarak dan kondisi masing-masing wilayah membuat penanganan membutuhkan koordinasi lintas pihak.
Kepala BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, S.T., M.Si. menjadi narasumber dalam data infografis tersebut.
BPBD Kabupaten Ciamis bersama unsur terkait terus melakukan upaya penanganan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat serta pendistribusian air bersih ke wilayah yang terdampak.
Hingga pembaruan data 11 Agustus 2026, kekeringan Ciamis tercatat telah berdampak pada 3.363 KK atau 8.513 jiwa di 21 desa yang tersebar di 13 kecamatan.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan penting bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis selama musim kekeringan 2026. (HS)







