Ternyata Tak Satupun Dapur SPPG Ciamis Kantongi Sertifikat Higienis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Fakta mengejutkan muncul dari hasil penelusuran Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. Hingga awal Oktober 2025, seluruh Dapur SPPG Ciamis belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kondisi ini menimbulkan keresahan publik setelah warga melaporkan dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SLHS berfungsi sebagai penjamin kebersihan dapur. Sertifikat ini menuntut pengelola menjalankan prosedur sanitasi, menjaga peralatan tetap higienis, dan mengolah makanan sesuai standar keamanan pangan. Tanpa sertifikasi, setiap menu berisiko membawa bakteri atau zat berbahaya. Alih-alih menyehatkan siswa, program MBG bisa memicu masalah kesehatan ketika dapur tidak patuh pada standar higienis.


74 Dapur Belum Ajukan SLHS

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Rizali Sofyan, menyebut jumlah dapur penyelenggara SPPG mencapai 74 unit. Namun, tidak satu pun pengelola dapur mengajukan permohonan sertifikat higienis.
โ€œSejak awal program, kami tidak menerima satu pun pengajuan SLHS. Baru beberapa hari ini ada yang mulai berkonsultasi,โ€ kata Rizali.

Beberapa pengelola sudah mendatangi kantor Dinkes untuk meminta pemeriksaan awal. Akan tetapi, mereka belum melengkapi berkas dan tahapan resmi. Akibatnya, semua dapur tetap beroperasi tanpa sertifikat higienis.

Kondisi ini membuat orang tua resah. Mereka mempertanyakan kualitas makanan yang anak-anak konsumsi setiap hari. Kasus dugaan keracunan di Kecamatan Pamarican dan Kawali memperlihatkan lemahnya pengawasan. Dinkes langsung mengirim sampel makanan ke laboratorium. Namun, hasil uji membutuhkan waktu, sedangkan masyarakat ingin kepastian agar kasus serupa tidak berulang.

Rizali menegaskan bahwa SLHS tidak hanya berupa dokumen administratif. Sertifikat ini membuktikan bahwa dapur menjalankan standar kebersihan secara konsisten. Dengan sertifikasi, pengelola wajib menjaga ruang masak, merawat peralatan, serta memastikan pekerja memahami prosedur higienis. Tanpa komitmen itu, risiko penyakit akibat makanan akan terus menghantui siswa.


Dinkes dan BGN Susun Mekanisme Sertifikasi

Kasus keracunan mendorong Dinkes Ciamis bertindak cepat. Instansi ini menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Perizinan Daerah. Ketiga lembaga tersebut menyusun mekanisme pemeriksaan lapangan, aturan teknis, serta jadwal sertifikasi bagi seluruh Dapur SPPG Ciamis.

Rizali menegaskan komitmen pemerintah daerah. โ€œKami ingin seluruh dapur SPPG segera diverifikasi. Program MBG harus berjalan aman dan sesuai tujuan awal,โ€ ucapnya.

Dinkes menyiapkan tim pemeriksa, BGN menyediakan standar teknis, sedangkan Dinas Perizinan mengurus aspek legalitas. Ketiga instansi sepakat mempercepat penerbitan SLHS. Dengan langkah itu, pemerintah ingin memastikan setiap dapur memenuhi kriteria sebelum melanjutkan layanan makanan untuk siswa.

Desakan juga datang dari masyarakat. Orang tua siswa meminta pemerintah bergerak lebih tegas. Mereka menuntut jaminan bahwa makanan bergizi gratis benar-benar sehat. Beberapa organisasi masyarakat menyatakan siap membantu sosialisasi pentingnya sertifikasi higienis kepada pengelola dapur.

Para pemerhati kesehatan menilai momentum ini bisa memperbaiki sistem pengawasan pangan daerah. Menurut mereka, pemerintah tidak cukup hanya menunggu pengajuan sertifikat. Dinas terkait harus mendampingi pengelola sejak awal, mulai dari standar kebersihan dasar hingga persiapan menghadapi inspeksi.

Situasi Dapur SPPG Ciamis yang beroperasi tanpa sertifikat higienis membuka mata publik bahwa pengawasan pangan masih lemah. Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral pemerintah untuk menjaga keselamatan ribuan siswa. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap dapur mengantongi SLHS. Dengan begitu, program makan bergizi benar-benar menyehatkan generasi muda, bukan malah menimbulkan penyakit. (GPS)

PRIANGAN TIMUR

Temuan Botol Miras Picu Penolakan, Warga Desak Karaoke di Indihiang Tasikmalaya Ditutup

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penolakan terhadap salah satu tempat...

Tiga Kali Gempa Pangandaran Hari Ini, Terkuat M4.4

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN. Aktivitas kegempaan tercatat beberapa kali terjadi di...

Wow! Rektor Universitas Termewah di Indonesia Cari Putra Daerah Tasikmalaya untuk Diberi Beasiswa

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Peluang besar segera menghampiri putra daerah Tasikmalaya....

Warga Purbaratu Kelola Air Bersih Secara Swadaya, 150 KK Tetap Nikmati Pasokan Saat Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah wilayah mulai menghadapi ancaman...

Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran, Lansia di Neglasari Terima Bantuan Pascamusibah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Dua hari setelah rumahnya hangus dilalap...

JAWA BARAT

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Mengenal Jagawana: Penjaga Sunyi di Tepi Hutan Jabar

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Setiap 31 Juli, dunia memperingati Hari Jagawana Sedunia...

Hari Persahabatan: Masih Relevankah Silih Asah, Asih, Asuh?

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Hari Persahabatan Internasional akan diperingati pada Kamis, 30...

Olahraga

Popular Categories