lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pesan tentang pentingnya Berani Lawan Bullying disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ciamis, Hj. Sarifah Andang Firman, kepada para pelajar. Ia mengajak siswa untuk tidak lagi memilih diam ketika menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Program PUTRI BERANI (Berani Bicara, Empati, Religi, Aman, Networking, dan Inspiratif) di SMP Negeri 4 Ciamis, Kamis (16/7/2026).
Dalam materinya yang bertajuk “Berani Bicara, Berhenti Menindas”, Sarifah menegaskan bahwa bullying masih menjadi ancaman serius di dunia pendidikan. Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, pengucilan sosial, hingga cyberbullying yang marak terjadi di ruang digital.
“Kalau melihat atau mengalami perundungan, jangan diam. Beranilah berbicara dan laporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Keberanian kalian bisa menjadi penyelamat bagi teman yang sedang menjadi korban,” tegasnya.
Berani Lawan Bullying Dimulai dengan Berani Melapor
Menurut Sarifah, keberanian untuk melaporkan tindakan bullying merupakan langkah awal dalam memutus mata rantai perundungan di lingkungan sekolah. Budaya diam justru membuat pelaku semakin leluasa melakukan tindakan yang merugikan korban.
Ia mengingatkan para pelajar untuk tidak lagi menganggap bullying sebagai candaan yang lumrah terjadi dalam pergaulan sehari-hari. Dampaknya tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga dapat merusak kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi masa depan peserta didik.
Karena itu, membangun keberanian untuk berbicara dan saling peduli menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Berani Lawan Bullying Butuh Dukungan Keluarga dan Sekolah
Sarifah juga mengapresiasi lahirnya Program PUTRI BERANI yang digagas Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, M.Pd., sebagai proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah konkret dalam membangun budaya pencegahan bullying sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, organisasi perempuan, dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi inovasi ini karena membangun budaya pencegahan sejak dini. Menciptakan sekolah yang aman tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, organisasi perempuan, dan masyarakat,” ujarnya.
Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Ciamis pun menyatakan siap mendukung implementasi Program PUTRI BERANI agar nilai-nilai empati, keberanian berbicara, dan saling menghargai dapat terus tumbuh di kalangan peserta didik.
Program PUTRI BERANI Bangun Budaya Sekolah Ramah Anak
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, menjelaskan bahwa Program PUTRI BERANI dirancang sebagai sistem pencegahan bullying yang terintegrasi di lingkungan sekolah.
Program ini diperkuat melalui enam strategi utama, mulai dari penguatan pendidikan karakter dan literasi digital, skrining potensi bullying, layanan pelaporan yang aman dan rahasia, pemantauan melalui dashboard monitoring system, pembentukan Duta PUTRI BERANI, hingga penguatan peran keluarga melalui kegiatan parenting.
“Target kami bukan hanya menekan angka perundungan, tetapi membangun budaya sekolah yang membuat setiap anak merasa aman, dihargai, dan berani berbicara ketika menghadapi ataupun menyaksikan tindakan bullying,” kata Aris Gunanto.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Program PUTRI BERANI diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan sekolah yang ramah anak, bebas perundungan, serta mampu membentuk generasi pelajar yang berkarakter, saling menghormati, dan memiliki keberanian untuk melawan bullying di lingkungan pendidikan.(FSL/AHOL)
