Beranda blog Halaman 93

Banjir Rob di Subang, Petani Rugi Ratusan Juta

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir rob di Subang, Sabtu (11/01/2025). Ratusan rumah dan hektaran sawah serta ladang, saat ini dalam kondisi terendam air. Dipastikan, para petani mengalami kerugian materil hingga ratusan juta rupiah.

Selain ladang, tak kurang dari 50 hektar tambak juga menjadi sasaran banjir rob di Subang. Padahal, tambak tersebut belum lama ditanami benih oleh petani setempat. Mayoritas benih yang ditanam di puluhan hektar tambak tersebut adalah udang bago dan ikan bandeng.

Warga terdampak banjir rob di Subang saat ini sangat berharap bantuan dari pemerintah, terumama bantuan sembako dan bantuan modal karena mereka mengalami kerugian besar. Mereka juga berharap, ke depannya, banjir rob ini bisa ditantisipasi, mengingat bencana ini sudah berulang kali terjadi. Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang sudah meminta warga yang rumahnya terdampak banjir rob untuk segera mengungsi. (Lintas Priangan)

Wow! Wali Kota Ini Melarang Warganya Sakit

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Seorang wali kota menyedot perhatian media setelah dirinya mengeluarkan larangan yang terbilang unik, atau mungkin bahkan aneh. Mungkin, dia satu-satunya wali kota di dunia yang melakukan larangan ini. Belum lama ini, ia mengeluarkan larangan sakit untuk warganya.

Tentunya, larangan ini terbilang aneh. Terutama karena urusan sakit, kerapkali tak bisa sepenuhnya dalam kendali manusia. Bahkan, sebenarnya tak mungkin ada orang sengaja mau sakit. Tapi faktanya, di belahan bumi manapun, manusia sakit itu selalu banyak.

Usut punya usut, ternyata larangan sakit yang dikeluarkan oleh wali kota tersebut bukan semata-mata meminta warganya untuk menjaga lebih ekstra menjaga kesehatan tubuhnya. Larangan ini ia utarakan, sebagai bentuk sinisme (sindiran) kepada pemerintahan provinsi dan pemerintah pusat. Wali kota ini geram, lantaran di daerahnya, layanan kesehatan benar-benar tidak dapat diandalkan.

Tidak seperti di daerah lain pada umumnya, para petugas medis dan paramedis di daerahnya, tidak selalu siap setiap saat. Tak hanya masalah petugasnya, bahkan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia pun sangat minim. Saking parahnya, di daerah yang ia pimpin, bahkan tidak ada layanan untuk menangani kondisi gawat darurat.

“Kalau ada keadaan darurat, unit layanan terdekat yang bisa diandalkan, jaraknya sekitar 45 kilometer dari sini. Karena itu, kalian dilarang sakit!” tegasnya, sebagaimana dikutip di berbagai media.

Si wali kota mengaku dirinya sudah pernah menyampaikan kondisi ini ke pihak pemerintahan vertikal, yakni ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Bahkan, tahun lalu ia masih menyampaikan hal tersebut. Namun sampai saat ini, sama sekali tidak ada respon dari keduanya.

“Saya ini ibarat setitik air di lautan yang luas. Tak banyak yang bisa saya perbuat untuk menangani krisis layanan kesehatan ini.” keluhnya.

Wali kota itu bernama Antonio Torchia. Saat ini, ia menjabat Wali Kota Belcastro, sebuah daerah kecil di Italia, tepatnya di wilayah Provinsi Calabria. Selain menjadi provinsi paling ujung di Italia, Calabria merupakan provinsi terkecil, sekaligus termiskin di Italia. (Lintas Priangan)

Lomba Nyanyi Tembang Kenangan KTC Diikuti 10 Kabupaten/Kota

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-6, Komunitas Tembang Ciamis (KTC) menggelar lomba menyanyi tembang kenangan yang diikuti 80 peserta dari 10 kabupaten/kota.

Lomba tersebut berhadiah jutaan rupiah, trophy dan sertifikat itu, digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sabtu (11/01/2025).

Ketua Komunitas Tembang Ciamis, Engkus Kusnadi mengatakan, lomba menyanyi tersebut digelar dalam rangka ulang tahun KTC ke-6. Seharusnya dilaksanakan tanggal 16 Desember 2024, karena momen nya dirasa kurang, maka pihaknya baru bisa melaksanakan pada tanggal 11 Januari 2025.

“Ini merupakan gelaran ketiga yang kami laksanakan, sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019,” katanya.

Dijelaskan Engkus, para peserta yang mengikuti lomba berasal dari 10 kabupaten/kota, diantaranya Kabupaten Bogor, Bekasi, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Kuningan, Kota Banjar, Jakarta dan Kabupaten Pangandaran.

“Awalnya pendaftar ada seratus lebih, namun karena keterbatasan waktu jadi kami hanya memilih 80 peserta,” jelasnya.

Engkus juga mengatakan, KTC merupakan bagian dari Himpunan Artis Penyanyi dan Musik Indonesia (HAPMI) Kabupaten Ciamis. Dalam acara itu panitia hanya memberikan wadah untuk menyalurkan bakat dan hobi, tidak mendampingi sampai mengembangkan karir kedepannya.

“Kami tidak memberikan akomodasi untuk jenjang karir kedepannya, melihat usia mereka kan diatas 35 tahun,” katanya.

BACA JUGA: “Keren! Gagal Panen di Garut, Petani Dapat Klaim Asuransi”

Engkus berharap kedepannya KTC bisa menggelar event yang lebih matang lagi dengan menerima lebih banyak peserta dan hadiah yang lebih banyak.

“Kami optimis kedepannya akan melanjutkan kegiatan yang sama dengan event yang lebih baik lagi sesuai dengan visi misi kami,” ungkapnya.

Ketua HAPMI Kabupaten Ciamis yang juga Pembina KTC, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag (Kang Icep) sangat mengapresiasi gelaran lomba menyanyi tembang kenangan tersebut. Adanya lomba itu menjadi ajang silaturahmi para peserta pencinta tembang kenangan.

“Event seni semacam ini menjadi bagian sarana pemersatu dan peng kokoh nilai kebersamaan di kalangan para penyanyi tembang lawas di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Kang Icep berharap lomba nyanyi tembang kenangan dapat terus berlanjut, selain ajang hiburan, penyaluran hobi juga menjadi ajang silaturahmi.

“HAPMI sangat mendukung kegiatan ini, karena selain merupakan wadah kecintaan pada kesenian juga ajang mempersatukan dan mempererat tali silaturahmi antar peserta,” jelasnya.

Salah seorang peserta asal Cicalengka Kabupaten Bandung, H Iwan yang tergabung dalam Komunitas New Golden Memories di Warung Nasi Ampera Cicalengka mengatakan, lomba tersebut merupakan wadah silaturahmi antar komunitas dan sarana untuk menyalurkan hobi.

“Saya kira ini merupakan satu hal yang positif untuk kami yang sudah tidak muda lagi, para peserta usianya mulai dari 35 sampai 67 tahun. Bagi kami dengan lomba menyanyi ini dapat menambah dan mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Plafon Kelas di Ciamis Ambruk, Manajemen Sekolah Gagal!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ambruknya plafon salah satu ruangan kelas di sebuah SD di Kabupaten Ciamis mengundang perhatian Forum Diskusi Peduli Pendidikan Priangan Timur (FDPPT). Menurut Koordinator FDPPT, Diki Sam Ani, sejak adanya dukungan dana BOS dari pemerintah, seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Terkecuali, pihak manajemen sekolahnya memang tidak cermat saat menyusun perencanaan.

“Sekolah dasar sekarang itu sudah tidak perlu pusing mikir uang. Dulu kan bergantung pada uang bayaran siswa. Sekarang kan ada BOS. Perlu apa-apa, tinggal disusun dan diusulkan. Apalagi berkaitan dengan potensi bencana seperti atap ambruk, pihak pemerintah pusat juga pasti akan memprioritaskan, setidaknya melalui skema rehab ringan pada anggaran BOS. Bahkan pemerintah daerah pun tidak akan tinggal diam jika ada potensi bahaya seperti ini. Kalau yang seperti ini masih terjadi, kemungkinan manajemen sekolahnya kurang cermat saat menyusun perencanaan,” terang Diki kepada Lintas Priangan, melalui sambungan telepon whatsapp, Sabtu (11/01/2025).

Diki mengaku semakin tidak mengerti, ketika membaca berita di media, bahwa plafon yang ambruk itu disebabkan kondisi atap yang sudah tua. Logikanya, seharusnya kondisi tersebut jadi prioritas perhatian manajemen sekolah.

“Yang saya tidak habis fikir, itu di berita, kepala sekolahnya bilang kan, ambruknya plafon kelas karena kemungkinan atapnya sudah tua. Aneh, kok nggak masuk prioritas. Kan tiap hari dia ke sekolah, masa tidak tahu kondisi sekolahnya sendiri. Masa tidak terfikirkan untuk memeriksa atap ketika menyusun usulan anggaran. Apalagi seperti konstruksi atap, kan tidak mungkin lapuk dalam satu dua bulan. Pasti rentang waktunya cukup lama,” tambah Diki.

Masih menurut Diki, sejauh yang dia fahami, dana BOS itu bisa digunakan juga untuk sekedar rehab ringan. Dan andaipun BOS tidak boleh, pihak manajemen sekolah bisa komunikasi segera ke dinas, agar bisa dilakukan tindakan preventif.

“Ketika plafonnya sudah ambruk, ya sudah, apapun ceritanya, intinya pihak manajemen sekolah sudah gagal mengatisipasi. Ini berbeda dengan bencana alam yang datangnya tiba-tiba. Kalau plafon ambruk seperti ini, kan potensi bahayanya memang sudah ada sejak lama, tapi tidak dijadikan prioritas oleh sekolah. Padahal, BOS itu kan boleh dipakai untuk rehab ringan,” tegas Diki.

Terakhir, Diki juga menyoroti peran Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Menurutnya, dinas harus lebih intens memantau semua satuan pendidikan di bawahnya. Karena bagaimanapun, tanggung jawab urusan pendidikan ada di pundak mereka.

“Saya tahu, pasti berat, dan lelah, apalagi daerahnya luas. Tapi mau gimana lagi, itu tugas dinas. Beruntung loh kejadian tempo hari tidak ada korban. Kalau sampai ada korban, saya yakin beritanya bakal viral secara nasional. Bukan mustahil, pemerintah pusat langsung turun tangan. Yang sekarang terjadi, ambil hikmahnya. Agar tidak terulang di kemudian hari,” pungkas Diki.

Plafon yang ambruk di salah satu ruang kelas itu terjadi di SD 4 Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Sementara ruang kelas terserbut tidak bisa digunakan, para siswa terpaksa harus belajar di ruang perpustakaan, yang lebih sempit dan tentu saja kurang representatif. (Lintas Priangan/Nanang)

Seru! Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Seru! Selain bikin badan bugar, di Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya ini kebetulan saya juga bisa bertemu dengan teman-teman lama,” terang Yadi (40), warga Purbaratu Tasikmalaya yang mengikuti event Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya. Bagi Yadi yang sehari-hari bekerja di luar kota, kegiatan seperti ini bukan saja jadi ajang olahraga, tapi jadi kesempatan silaturahmi dengan teman dan kerabat yang sudah lama tidak berjumpa.

Tak hanya Yadi dan keluarga kecilnya, Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya ini juga diikuti oleh ratusan peserta lainnya. Selain anggota TNI, para peserta juga berasal dari para penggemar olahraga lari dari Kota Tasikmalaya. Fun Run ini digelar oleh Makodim 0612/Tasikmalaya pagi tadi, Sabtu (11/01/2025).

Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya yang dimulai sejak jam 06.00 itu menempuh rute mengelilingi Kota Tasikmalaya. Track yang ditempuh para peserta, kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Di momen ini, para tentara dan warga terlihat berbaur dan saling berinteraksi.

“Event Fun Rum Kodim 0612/Tasikmalaya ini bukan sekedar jadi ajang olahraga, tapi juga jadi momentum untuk menciptakan dan mempererat kebersamaan TNI dengan masyarakat, khususnya di Kota Tasikmalaya. Silaturahmi antara TNI dan masyarakat harus terjaga, harus erat,” papar Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos.

Usai menempuh rute yang ditetapkan panitia Fun Run 0612/Tasikmalaya, ratusan peserta bersama-sama melakukan pelemasan. Sebelum kembali ke rumahnya masing-masing, para peserta menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

“Alhamdulillah sukses. Pesertanya mencapai ratusan orang. Ini bukti event Fun Run 0612/Tasikmalaya disambut antusias oleh warga Tasikmalaya. Mudah-mudahan, di waktu yang akan datang, kita bisa gelar lagi acara ini, dan lebih meriah!” pungkas Dandim 0612/Tasikmalaya. (Lintas Priangan/WN Hermawan)

Maklum, Mainnya Sama Bebek!

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Satu saat di sebuah puncak tebing. Seorang pendaki profesional mendapati sarang elang yang berantakan. Pecahan cangkang telur terlihat berserakan di sekitarnya. Sepertinya, sarang elang ini baru saja diserang oleh hewan pemangsa. Hal yang biasa terjadi ketika induk elang sedang mengudara, mencari nafkah untuk keluarganya.

Lalu, perhatian Si Pendaki tertuju pada sejumput ilalang yang cukup rimbun di dekat sarang elang yang berserakan. Ia seperti melihat telur yang masih utuh. Ia lalu menghampirinya untuk memastikan. Dan ternya benar. Telur elang yang satu ini masih utuh. Boleh jadi, hewan pemangsa keburu dikagetkan oleh kedatangan Si Pendaki, dan lari tanpa sempat menghabiskan santapannya.

Si Pendaki membawa telur elang yang tersisa itu. Pelan-pelan, ia bungkus dengan beberapa helai daun. Lalu ia masukan ke dalam ransel. Ia pastikan, telur elang tersebut harus aman, terutama ketika nanti ia menuruni tebing.

Tiba di kaki tebing, ia segera menuju perkampungan penduduk yang tak jauh dari sana. Ia menemui seorang pria desa dan menceritakan tentang telur elang yang ia temukan. Pria desa itu mengatakan, kalau telur elang kadang-kadang bisa menetas, walaupun dierami oleh induk ayam atau bebek. Berharap telur tersebut berumur panjang, Si Pendaki segera menyerahkan telur elang pada pria desa.

Di rumahnya, pria desa itu memelihara bebek. Dan kebetulan, induk bebeknya baru saja bertelur. Tanpa berfikir panjang, telur elang yang ia dapat dari si pendaki, ia simpan di antara telur bebek.

Singkat cerita, telur elang itu menetas. Ia lahir bersamaan dengan beberapa ekor bebek dalam satu eraman. Dan sejak itu, ia berfikir bahwa induk bebek adalah ibunya. Dan bebek-bebek kecil yang satu kandang dengan dirinya, adalah saudara kandungnya.

Setiap hari, elang itu menjalani kehidupan sebagai seekor bebek. Kemana induk dan saudaranya pergi, kesana pula ia mengikuti. Ia tak pernah berfikir sedikitpun, bahwa dirinya harus belajar terbang, atau melatih kekuatan paruh dan cakarnya yang tajam. Sehari-hari, ia merasa cukup dengan pakan yang diberikan oleh pria desa pada hari dan sore hari. Ya, elang itu makan dedak, bekatul, bungkil kacang atau jagung. Persis seperti bebek.

Elang itu tak pernah menyadari, bahwa bebek-bebek yang ia anggap saudara kandungnya, sebenarnya adalah target empuk untuk dimangsa oleh bangsanya. Meski paruh dan cakarnya semakin hari semakin besar dan tajam, ia tak pernah menggunakannya untuk memangsa siapapun.

Bahkan ketika satu saat ia melihat ke langit, dan melihat seekor elang terbang gagah tanpa harus mengepakkan sayap, dia sama sekali tak menyadari, bahwa yang ia lihat adalah dirinya. Jangankan terbang dan menjadi raja angkasa, saat bertemu kucing kampung milik tetangga saja, elang itu sama gelisahnya dengan bebek-bebek yang lain.

Hingga tua, elang yang seharusnya jadi raja di udara itu tak punya kehebatan apa-apa. Maklum, seumur-umur, elang itu mainnya sama bebek!

So, pilih-pilih lingkunganmu seperti apa. Karena lingkungan pergaulanmu, turut menentukan seperti apa dirimu. (Lintas Priangan)

Lowongan Kerja BUMN DAMRI, Usia 45 Bisa Lamar

0

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA. Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu DAMRI, saat ini tengah membuka lowongan kerja untu beberapa posisi. Sebagai informasi, DAMRI merupakan BUMN berstatus Perum (Perusahaan Umum), yang saat ini memiliki empat kantor regional, serta 44 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Perum DAMRI ini adalah BUMN yang bergerak di bidang transportasi jalan.

Lowongan di Perum DAMRI ini dibuka mulai tanggal 9-14 Januari 2025. Berikut informasi mengenai formasi, kualifikasi, persyaratan administrasi dan cara melamar.

Formasi yang dibuka: Kepala Divisi Strategi Korporasi

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan minimal S1 atau S2 di bidang yang relevan
  • Usia maksimal 45 Tahun
  • Memiliki pengalaman 8 tahun di bidang terkait dan 5 tahun pada posisi manajerial 
  • Memiliki kemampuan analisis strategis yang baik
  • Menguasai alat analisis bisnis seperti SWOT, PESTEL, atau Balance Scorecard 
  • Memiliki pengalaman dalam pengembangan dan implementasi strategi korporasi, analisa pasar, dan manajemen portofolio bisnis
  • Memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan risiko, pengembangan serta inovasi model bisnis
  • Memiliki Sertifikat Strategic Management, Project Management Professional, atau sertifikasi lainnya dalam bidang terkait menjadi nilai tambah

Formasi yang dibuka: Kepala Sub Divisi Rencana Korporasi

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan minimal S1 di bidang yang relevan
  • Usia Maksimal 45 Tahun
  • Memiliki pengalaman 5 tahun di bidang terkait dan 3 tahun pada posisi manajerial
  • Memiliki kemampuan analisa strategi yang kuat untuk penyusunan strategi jangka pendek dan panjang perusahaan
  • Memiliki pengalaman dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana strategis serta mengelola proyek strategis perusahaan
  • Memiliki pengalaman dalam mengelola data dan riset pasar
  • Memahami tren bisnis, industri, dan dinamika pasar
  • Memiliki kemampuan analisa dan mitigasi risiko terkait strategi/investasi Perusahaan
  • Memiliki Sertifikasi bidang perencanaan korporasi menjadi nilai tambah

Adapun berkas administrasi yang harus dilampirkan bersama surat lamaran antara lain sebagai berikut:

  • CV Terbaru
  • Pas Foto terbaru
  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Pengalaman Kerja/Paklaring
  • Surat Keterangan Sehat
  • Sertifikasi dalam bidang yang relevan

Untuk tata cara melamar lowongan Perum DAMRI tersebut di atas, calon pelamar dapat membuka link di bawah ini:

https://bit.ly/ProfessionalHire-PERUMDAMRI.

Jempol Buat Polres Tasik, Nayla Ditemukan di Brebes!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tangis bahagia memenuhi ruangan Mapolresta Tasikmalaya. Lima orang perwakilan keluarga Nayla tak kuasa membendung air mata ketika Nayla tiba, Jumat (10/01/2025). Nayla adalah gadis cantik asal Tasik, yang beberapa hari lalu, oleh keluarganya dinyatakan hilang. Hanya dalam waktu empat hari, Polres Tasikmalaya berhasil menemukan keberadaan Nayla yang ternyata terdeteksi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Anda bisa bayangkan, bagaimana caranya nyari orang hilang seperti kasus Nayla? Pasti susah kalau buat kita yang nggak punya ilmunya. Polres Tasik perlu dapat acungan jempol!” ujar Otong Koswara, mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya yang kini menjadi Pemimpin Umum Lintas Priangan.

Entah seperti apa teknik pencarian yang dilakukan Polres Tasikmalaya. Yang pasti, informasi awal yang diperolah dari keluarga sangat minim. Dalam laporannya, pihak keluarga Nayla Salsabila hanya menginformasikan bahwa Nayla pergi dari rumah sekitar jam 05 subuh, dijemput oleh sebuah kendaraan roda empat, sebagaimana diberitakan oleh Lintas Priangan edisi 05 Januari 2025. Plus, informasi mengenai ciri-ciri fisik dan outfit terakhir yang dikenakan Nayla. Informasi awalnya segitu-gitunya. (Baca: Gadis Cantik Asal Tasik Ini Hilang. Bantu Cari, Yuk!) Tapi hanya dalam waktu empat hari, Nayla berhasil ditemukan. Lokasi tempat ditemukan Nayla pun tak bisa dibilang dekat. Kabupaten Tasikmalaya – Brebes itu berjarak sekitar 180 km!

Setibanya Nayla di Mapolresta Tasikmalaya, orang tua Nayla dan beberapa perwakilan keluarga langsung menyambut Nayla. Mereka memeluk dan menciumi Nayla. Ucap syukur terus digumamkan oleh bibir mereka. Dan beberapa kali, mereka membalik badan, menghadap kepada beberapa petugas kepolisian dari Polres Tasikmalaya yang sedari tadi mendampingi mereka. Tak henti-hentinya, mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Tasikmalaya.

Meski sudah menunjukkan kinerja profesional yang handal, tak membuat Polres Tasik jumawa. Ucapan syukur justru jadi kalimat pertama yang disampaikan Kasat Reskim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, kepada awak media kemarin.

Alhamdulillah. Atas izin Alloh SWT, ananda Nayla kami temukan di Brebes, Jawa Tengah,” jelas AKP Ridan Budiarta, sebagaimana dilansir DetikJabar.

Usai mengucap syukur, AKP Ridwan Budiarta menambahkan, keberhasilan Polres Tasikmalaya menemukan Nayla juga tak terlepas dari banyak pihak, khususnya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPPA) Polres Kabupaten Tasikmalaya dan para petugas kepolisian dari Polsek Brebes.

Hingga berita ini ditulis, Polres Tasikmalaya belum melakukan pendalaman informasi terhadap Nayla. Prioritas yang dilakukan kemarin adalah menyelamatkan Nayla hingga kembali ke tengah-tengah keluarganya. Tim Dokkes Polres Tasikmalaya langsung memerika kondisi fisik Nayla ketika tiba di Mapolres Tasikmalaya. Dan hasilnya, kondisi Nayla dinyatakan baik.

Nayla adalah gadis cantik asal Tasik yang berusia 16 tahun. Ia adalah warga Kampung Cidua, RT 002, RW 005, Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

“Kebayang itu kan, betapa bahagianya keluarga Nayla. Namanya orang tua kehilangan anak, waaah perasaannya sulit digambarkan. Bukan mustahil mereka tidak bisa tidur, bahkan sulit makan itu. Tapi kemudian ditemukan. Alhamdulillah. Sekali lagi, dobel jempol untuk Polres Tasikmalaya,” pungkas Otong. (Lintas Priangan)

Peringati HLHN 2025, DPRKPLH Ciamis Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLHN) tahun 2025, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis terus memberikan pembinaan, sosialisasi, edukasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat agar selalu menjaga juga melestarikan lingkungan.

Kepala DPRKPLH Ciamis, Okta Jabal Nugraha, S.T., M.T. mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Nasional diperingati setiap tanggal 10 Januari, untuk peringatan HLHN tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tema ‘Wujudkan Bumi Lestari’.

“Peringatan HLHN ini merupakan momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kondisi lingkungan hidup di Indonesia dan bersama-sama berupaya menjaga kelestariannya,” katanya, Jumat (10/01/2025).

Dijelaskannya, tema yang ditetapkan ini merupakan himbauan kepada masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sehingga masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi edukasi, penanaman pohon, bersih-bersih pantai, menjaga kebersihan taman bermain, juga menjaga kebersihan pasar atau terminal dan lain-lainnya.

“Masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan bekerja sama dalam mewujudkan bumi yang lestari untuk kehidupan generasi mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, agar lingkungan tetap lestari, pihaknya terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang dampak kerusakan lingkungan. Ia juga mengajak untuk memelihara sumber mata air dan konservasi lainnya.

“Kedepannya kami akan meningkatkan program pengelolaan, pemantauan, pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup yang terus berkelanjutan termasuk peningkatan kapasitas dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

BACA JUGA: “Indeks SPBE enam daerah di Priangan Timur masih di bawah rata-rata. Kabupaten Tasikmalaya mengalami kenaikan signifikan. Sementara Pangandaran stagnan!”

Okta juga mengatakan, untuk masa depan lingkungan yang lebih asri dan melindungi keserasian alam, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, diantaranya meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, termasuk pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali bahan-bahan yang dapat didaur ulang.

Selain itu, melindungi dan memulihkan ekosistem penting seperti hutan, lahan basah, dan terumbu karang yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengendalikan pencemaran udara, air, dan tanah untuk kesehatan lingkungan yang lebih baik. Meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan biomassa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Tak kalah penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian anak-anak terhadap kelestarian lingkungan sejak dini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, DPRKPLH Kabupaten Ciamis telah meraih berbagai prestasi di bidang lingkungan hidup, diantaranya penghargaan Adipura Kencana, Nirwasita, Tantra (Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup), Proklim Lestari dan Utama, Adiwiyata Mandiri dan Nasional (Sekolah Berbudaya Lingkungan), Adiniti (Penerapan Instrumen Pengelolaan Lingkungan Hidup) Bank Sampah Terbaik, dan lainnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com).

Pentingnya Membangun Madrasah Yang Sehat, Aman Dari Bullying

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bullying atau perundungan di lembaga pendidikan merupakan masalah serius yang perlu ditangani. Madrasah atau sekolah-sekolah di seluruh Indonesia meluncurkan kampanye “Stop Bullying” untuk meningkatkan kesadaran di kalangan peserta didik, pendidik dan orang tua tentang fardhu ‘ain hukumnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung. Bullying mencakup kekerasan fisik, verbal dan sosial, dan berdampak jangka panjang pada korban terlebih kesehatan mental. Bullying menyebabkan kurangnya rasa percaya diri bagi korban dan kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, penting bagi pihak madrasah atau sekolah untuk mengambil langkah preventif dan memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dan dihargai.

Pentingnya Pengetahuan Anti-Bullying

Kampanye Stop Bullying yang digelar oleh KPAI Daerah Kabupaten Tasikmalaya bersama sejumlah lembaga pendidikan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta didik dan pendidik mengenai pentingnya saling menghormati dan menjaga toleransi di madrasah. Melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, seminar, edukasi  dan diskusi. Diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut bisa mengubah sikap dan perilaku peserta didik serta dapat memperkenalkan cara-cara positif untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

“Bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak sehat di Madrasah. Kita harus menciptakan lingkungan yang ramah, inklusif dan penuh kasih sayang, yang setiap siswanya dapat berkembang tanpa dihantui rasa takut,” ujar Komisioner KPAI Daerah Kabupaten Tasikmalaya, H. Asep Nurjaeni, SH., M.Si. Sosok yang lebih dikenal Abah Asnur ini juga menambahkan bahwa selama tahun 2024, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menerima 482 pengaduan terkait kasus bullying. “Di Kabupaten Tasikmalaya ada 482 pengaduan dari kasus bullying yang kita terima sepanjang tahun 2024”. 

Testimoni Peserta Didik dan Pendidik

Salah satu sekolah yang telah sukses menjalankan kampanye ini adalah Madrasah Tsanawiyah Al-muniroh Sukahurip Kecamatan Sukaratu, Kepala MTs Almuniroh, Kikim Abdul Hakim, S.Ag., menyatakan bahwa mereka telah mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk mengedukasi tentang bullying di kalangan peserta didik. “Kami telah mengadakan sesi konseling dan pelatihan bagi para pendidik untuk menangani permasalahan bullying dengan lebih efektif. Selain wali murid, kami juga melibatkan peserta didik  itu sendiri untuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kikim Abdul Hakim, S.Ag., Kamis (9/01/2025).

Diharapkan para peserta didik merasa lebih aman dengan adanya kampanye ini. “Dulu mah, saya teh merasa cemas pergi ke sekolah karena sering diejek oleh teman-teman. Sekarang, saya merasa lebih dihargai dan didukung oleh teman-teman saya, berkat program anti-bullying ini” ujar Zahra, seorang peserta didik kelas 8 Madrasah Tsanawiyah Al-muniroh Sukahurip yang pernah menjadi korban bullying.

Langkah Konkret dalam Mengatasi Bullying

Selain kampanye, pihak sekolah juga menerapkan kebijakan tegas terhadap tindakan bullying. Setiap kasus bullying yang dilaporkan akan ditangani dengan serius dan sanksi yang sesuai akan diberikan. Orang tua juga dilibatkan dalam proses ini, agar mereka dapat membantu mendukung perkembangan anak di rumah dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Harapan ke Depan

Kampanye Stop Bullying di madrasah diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan memperkuat pemahaman tentang dampak buruk bullying dan pentingnya tasamuh atau saling menghargai, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang lebih empati, peduli dan bertanggung jawab.

“Ini adalah langkah awal yang baik, tetapi tantangan kita masih panjang. Kami berharap semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying,” kata Abah Asnur.

Dengan upaya bersama, diharapkan bullying dapat ditekan dan setiap peserta didik dapat belajar, berkembang dan berprestasi tanpa takut atau merasa terintimidasi. Kampanye ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang sehat dan penuh kasih sayang.

Janji yang Mematikan

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Saat musim dingin sedang membuat semuanya mengigil. Seorang pengusaha sukses keluar dari rumahnya. Tak ada tujuan khusus, ia sekedar ingin melihat situasi di luar yang didominasi oleh warna putih salju. Saat sedang berjalan santai di halaman rumahnya, ia melihat ada seorang pengemis di bawah pohon, tepat di depan rumahnya. Ada hal yang membuat heran, kenapa Si Pengemis itu tidak kedinginan, padahal dia tidak mengenakan jaket yang tebal. Si Pengusaha pun kemudian menghampiri pengemis itu.

“Pak. Apakah Anda tidak merasa kedinginan? Kenapa tidak memakai jaket yang cukup tebal?” tanya Si Pengusaha.

Si Pengemis menoleh, lalu melempar senyum pada Si Pengusaha.

“Saya sudah terbiasa dengan cuaca apapun. Dingin memang, tapi tubuh saya sudah bisa menahannya. Lagi pula, kebetulan saya tidak punya jaket untuk dipakai,” jawab Si Pengemis.

Mendengar jawaban Si Pengemis, Si Pengusaha merasa tergugah. Ia berniat memberikan beberapa jaket miliknya kepada Si Pengemis.

“Tunggu ya, Pak. Saya punya beberapa jaket,” ujarnya, seraya melangkahkan kaki ke arah rumahnya yang mewah dan hangat.

Belum juga kakinya melewati pintu masuk, handphone miliknya berdering. Ia merogoh kantong mantelnya yang tebal. Lalu segera menerima telepon tersebut. Ternyata, telepon dari rekan bisnisnya, yang ingin mendiskusikan beberapa hal yang berkaitan dengan rencana transaksi esok hari.

Perbincangannya di telepon, ternyata harus membawanya ke meja kerja dan membuka laptop. Ia harus membuka sebuah file dan membuat beberapa penyesuaian data untuk kelancaran transaksi besok. Cukup lama ia bekerja di depan laptopnya, hingga tak sadar, ia pun kelelahan dan tertidur.

Dini hari, sekitar jam 02, ia terbangun. Ia kaget karena ketiduran. Ia segera memeriksa kembali pekerjaannya di laptop. Saat itulah, ia teringat kembali janjinya pada Si Pengemis. Setengah berlari, ia segera menuju lemari pakaian. Terburu-buru, ia segera mengambil beberapa jaket. Hatinya diliputi rasa bersalah, karena sudah berjanji tapi malah lupa ketiduran.

Langkahnya cepat, bergegas ke arah pintu keluar. Salju yang semakin tebal di pekarangan rumah tak memberhentikan jejak Si Pengusaha. Ia segera membuka gerbang seraya memanggil Si Pengemis.

“Pak… Pak, Anda dimana?” setengah berteriak, tapi tak ada jawaban.

Si Pengusaha meneruskan langkahnya, menuju pohon dimana ia tadi bertemu dengan Si Pengemis. Namun betapa kagetnya dia, ketika mendapati Si Pengemis telah tersandar di dinding pagar rumahnya. Setengah bagian badannya terkulai. Mata dan mulutnya tertutup rapat, banyak salju bergelayut di janggut yang sudah semakin memutih. Si Pengemis itu sudah meninggal dunia.

Si Pengusaha menghela nafas panjang. Rasa bersalah seperti membongkar semua pori-pori di tubuhnya, dan membuat dirinya mengigil. Ia segera menghampiri jenazah Si Pengemis itu. Ia berniat mengurus pemakamannya. Lalu kemudian, ia menemukan selembar sobekan kertas di tangan pengemis itu. Sepertinya Si Pengemis sempat menulis sesuatu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhirnya.

“Tuan, tubuhku sudah terbiasa dengan cuaca apapun. Karena aku dan tubuhku sepakat, tak ada pilihan lain, selain bertahan dan melawan rasa sakit dari cuaca yang aku hadapi. Tapi ketika kau berjanji, tubuhku tak sekuat sebelumnya. Dan aku, terlalu berharap kau menepati janji untuk ikut memberiku jaket tebal,” begitu isi tulisan Si Pengemis.

Jadi, jangan terlalu mudah berjanji. Karena tak jarang, sebuah janji yang kita anggap sepele, bisa jadi sangat penting, atau bahkan seharga nyawa untuk orang lain. (Lintas Priangan).

Siswi SD di Garut Dirundung Pakai Terung

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Nahas apa yang dialami siswi SD di Garut berinisial D. Siswi yang baru berusia 12 tahun itu, jadi korban perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Berdasarkan informasi sementara, jumlah pelaku sebanyak tiga orang. Mereka bekerja sama, yang satu memegang tangan korban, satu lagi memegang kaki, dan satu lagi beraksi tak senonoh menggunakan terung ungu (Solanum melongena), sayuran buah berwarna ungu menyerupai bentuk pisang. Dalam bahasa Sunda dikenal dengan nama terong ungu.

Kasus perundungan siswi SD di Garut ini sebenarnya terjadi pada Agustus tahun lalu, bertepatan dengan momentum peringatan HUT RI. Dan kasus ini sudah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban ke Polres Garut, pada hari Jumat, tanggal 20 Desember 2024 lalu. Namun kemudian, kasus ini kembali mencuat ke permukaan, setelah orang tua korban menceritakan kasus ini ke awak media di Bandung. Polres Garut pun membenarkan masuknya laporan tersebut.

“Benar. Ada laporan tersebut dan sedang kami tangani,” terang Kasatreskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo, kepada wartawan kemarin, Kamis (09/01/2025), sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional.

Kasus ini terjadi bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus, tahun 2024. Ketika itu, korban dihampiri oleh tiga orang kakak kelasnya. Lalu tiba-tiba, yang satu memegang tangan korban. Kakak kelasnya yang satu lagi melebarkan kaki korban. Dan yang satu lagi, berbuat tidak senonoh dengan menggunakan terung bekas lomba HUT RI. Saat itu korban masih mengenakan celana panjang. Namun karena aksi kakak kelasnya dilakukan dengan cukup keras, korban pun merasa kesakitan.

Lebih dari itu, bukan sekedar sakit secara fisik, sejak dirundung pakai terung, korban mengalami trauma. Pasca mengalami kejadian itu, kepada orang tuanya, ia bahkan meminta pindah ke Bandung. Perundungan siswi SD di Garut ini mulai terbongkar setelah korban bicara pada orang tuanya, tentang rasa sakit yang dia rasakan.

Saat ini, pihak kepolisian tengah memeriksa beberapa orang saksi. Visum pun sudah dilakukan, tinggal menunggu hasil dari RSUD dr. Slamet, Kabupaten Garut. Kasus perundungan siswi di Garut ini terjadi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. (Lintas Priangan)

Pancasila Harus Berubah tapi Tak Boleh Diubah

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Pertanyaan tentang mengubah Pancasila kerap jadi diskusi yang menarik. Meski kebanyakan, berakhir dengan ujung yang membayang, alias kurang jelas.

Pancasila itu memang harus berubah. Karena kalau tidak, ia akan jadi ideologi usang yang ketinggalan zaman. Bagaimana ia bisa jadi dijadikan pedoman, jika tidak bisa relevan dengan tuntutan zaman. Dan memang, Pancasila selama ini pun sudah berubah. Dulu, sampai tahun 1990-an, Pancasila hanya berisi 36 butir nilai. Tapi sekarang, isinya sudah bertambah jauh lebih banyak, jadi 45 butir. Perubahan ini terjadi karena apa? Karena era-nya berubah. Dan Pancasila harus bisa mengimbangi perubahan yang terjadi.

Tapi Pancasila juga tak boleh diubah. Karena kalau diubah, bukan mustahil kelak anak perempuan kesayangan kita, akan tinggal serumah dengan kekasihnya, lalu melahirkan cucu kita, tanpa diikat oleh tali pernikahan yang sah. Atau, anak laki-laki kebanggaan kita, bisa menegak minuman beralkohol karena minuman tersebut dijual bebas, dan tidak ada lagi pembatasan apalagi larangan dari negara.

Jadi, Pancasila itu ada yang harus berubah, tapi ada yang tidak bisa diubah. Ini topik yang sederhana sekali sebetulnya. Hanya perkara, apanya yang harus berubah, dan dimana yang tidak boleh diubah.

Pancasila itu mengandung tiga jenis nilai di dalamnya. Ada nilai dasar, ada nilai instrumental, dan ada nilai praksis. Apa pengertian dari setiap nilai tersebut? Kita kupas.

Nilai dasar adalah nilai fundamental atau nilai asas. Bung Karno mengistilahkan hal ini dengan terminologi philosofische grondslag. Nilai ini tidak boleh berubah. Bahwa Indonesia itu bertuhan, menjungjung tinggi kemanusiaan, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, dan memperjuangkan keadilan. Lima nilai ini tidak boleh berubah. Nilai dasar ini yang jadi landasan untuk dua nilai lainnya.

Nilai instrumental adalah nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam berbagai aturan yang ada di Indonesia. Intinya. Tidak boleh ada satupun aturan di Indonesia, yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila. Tapi nilai instrumental ini justru harus berubah, harus berkembang, mengikuti tuntutan zaman. Undang-undang atau peraturan harus terus di-update, agar sesuai dengan kebutuhan. Tapi, perubahan yang terjadi, tidak boleh tercerabut dari nilai dasar.

Lalu nilai praksis, ini adalah nilai-nilai Pancasila dalam perilaku atau dalam tindakan. Nilai yang satu ini juga pasti berkembang. Dulu, mungkin kita tak perlu membahas bagaiman etika perilaku berinteraksi di dunia maya, karena dunia tersebut belum ada. Tapi hari ini, dinamika di dunia maya dan dunia nyata, sama riuhnya. Karena itu Pancasila harus hadir juga di sana.

Perubahan dan pengembangan nilai instrumental dan nilai praksis, harus terus terjadi, agar ideologi Pancasila bisa tetap relevan. Tapi, keduanya harus tetap berpijak di atas nilai dasar.

Yang tidak boleh itu, mengubah nilai dasar. Tadinya percaya Tuhan, jadi tidak. Tadinya menjunjung tinggi kemanusiaan, jadi tidak, dan seterusnya. Ini bahaya. Karena ketika nilai dasar berubah, nilai instrumental dan praksisnya akan berubah. Nikah menjadi tidak wajib, minuman keras beredar luas, pornografi dan pornoaksi merajalela, adalah contoh-contoh fenomena yang akan terjadi ketika nilai dasar Pancasila diubah. Emang mau anak cucu kita hidup dalam dunia seperti itu? Na’udzubillahi min dzalik! (Lintas Priangan)

Herdiat Sunarya Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati Ciamis 2024-2029

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis resmi menetapkan Dr. H. Herdiat Sunarya sebagai Bupati Ciamis terpilih periode 2024-2029. Keputusan itu disampaikan dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Aula Hotel Tyara Plaza, Rabu (9/1/2024). Penetapan ini sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, menyebutkan bahwa seluruh tahapan Pilkada telah dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar. “Alhamdulillah, seluruh proses Pilkada serentak di Ciamis berjalan tanpa kendala. Hari ini, kami menetapkan Dr. H. Herdiat Sunarya sebagai Bupati Ciamis terpilih,” ujarnya.

Namun, Oong juga menjelaskan bahwa posisi wakil bupati masih kosong karena calon wakil, H. Yana D. Putra, meninggal dunia sebelum hari pencoblosan. “Kita menetapkan pasangan Herdiat-Yana, meskipun nanti pelantikan hanya atas nama Herdiat saja,” tambahnya.

Apresiasi untuk Semua Pihak
Dalam kesempatan tersebut, Oong mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pilkada. Ia juga mengajak masyarakat Ciamis untuk menjaga persatuan setelah melalui proses demokrasi ini. “Meskipun kita berbeda pilihan, mari jadikan Pilkada ini sebagai momentum mempererat persaudaraan dan membangun Ciamis yang lebih baik,” katanya.

Penjabat (PJ) Bupati Ciamis, Budi Waluya, turut hadir dalam rapat pleno tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada KPU dan semua pihak yang bekerja keras selama proses Pilkada. Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat. “Partisipasi masyarakat Tatar Galuh sangat luar biasa. Ini bukti bahwa demokrasi di Ciamis semakin matang,” ujarnya.

Budi berharap, pasangan terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik. “Tanggung jawab sebagai pemimpin tidak mudah, tetapi dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa membangun Ciamis yang lebih maju,” katanya.

Dr. H. Herdiat Sunarya, Bupati terpilih, menyatakan rasa syukur atas penetapan tersebut. Ia berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan almarhum Yana D. Putra. “Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Ciamis,” ucapnya.

Terkait pelantikan yang dijadwalkan mundur, Herdiat menegaskan hal itu bukan masalah. “Mau dilantik kapan saja, kami siap. Fokus kami adalah memastikan pemerintahan berjalan lancar,” ujarnya.

Mengenai pengganti wakil bupati, Herdiat mengaku belum memikirkan hal tersebut. “Setelah dilantik, baru kita bahas bersama partai pengusung. Yang penting sekarang adalah menjaga stabilitas dan fokus pada program kerja,” jelasnya.

BACA JUGA: Perampokan di Indomart Diwarnai Tembakan

Dengan ditetapkannya Bupati Ciamis terpilih, semua pihak berharap momentum ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun Kabupaten Ciamis. Oong Ramdani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas. “Mari kita jadikan Ciamis sebagai contoh demokrasi yang damai dan berkualitas,” pungkasnya.

Rapat pleno diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan Pilkada serentak 2024. Semua pihak yang hadir, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat, sepakat untuk mendukung langkah-langkah Herdiat Sunarya dalam membawa Ciamis menuju kemajuan yang lebih baik. (Nanang Irawan/lintas priangan.com)

Pancasila mah Emang Beda

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Minuman keras atau minuman beralkohol, pernah dilarang di Amerika Serikat. Larangan ini dilatarbelakangi oleh banyak fakta dan hasil riset, yang menunjukkan pengaruh besar minuman keras terhadap berbagai fenomena negatif yang terjadi di Negeri Paman Sam. Sebut saja misalnya meningkatnya tindak kriminalitas, pengangguran, konflik antar gengster, dan sebagainya. Larangan ini kemudian diberlakukan, setelah semua negara bagian di AS meratifikasi larangan minuman keras di masing-masing wilayahnya.

Namun kemudian, larangan untuk memproduksi, menyimpan, memasukkan, menjual dan mengonsumsi minuman beralkohol ini ternyata tak berlangsung lama. Usia larangan ini hanya seumur jagung. Diberlakukan tahun 1920, lalu dicabut pada tahun 1933. Larangan ini keburu mati muda, sebelum bisa menunjukkan implikasi positif yang awalnya diharapkan para penggagasnya.

Sebuah amandemen (perubahan) dalam konstitusi Amerika Serikat, baru bisa diberlakukan jika minimal disetujui oleh 2/3 suara kongres, dan diratifikasi (diberlakukan) oleh sekurang-kurangnya 3/4 negara bagian. Intinya, di Amerika Serikat, mendapatkan dukungan untuk sebuah keputusan itu tidak mudah. Siapapun dia, harus berusaha mencapai dukungan anggota kongres dan negara bagian sebagaimana formulasi di atas. Benar-benar tak mudah. Tapi, ketika batasan-batasan itu sudah dalam genggaman, tak ada lagi rintangan untuk memberlakukan sebuah putusan. Apapun itu. Sekalipun misalnya, keputusan itu dibuat untuk melawan Tuhan. Bisa? Bisa saja. Apa bedanya dengan pencabutan larangan minuman keras.

Begitulah drama demokrasi yang pernah dipertontonkan Amerika Serikat, negara yang kerap dijadikan kiblat demokrasi dunia. Jumlah dukungan menjadi penentu sebuah putusan. Terlepas, seburuk apa isi putusan tersebut.

Andai, di Indonesia, yang juga menganut faham demokrasi, terjadi hal serupa, apa bisa? Misalnya, mayoritas wakil rakyat menyetujui peredaran bebas minuman keras di negeri ini. Jangan tanggung-tanggung, misalnya 99% otoritas legislatif sudah satu suara, mendukung peredaran bebas miras. Bisakah dukungan mayoritas seperti ini melahirkan keputusan di Indonesia?

Atau, biar lebih kuat, bagaimana jika dilakukan referendum. Setiap Warga Negara Indonesia ditanya langsung satu persatu, setuju atau tidak dengan rencana peredaran bebas minuman keras. Lalu misalnya, hasil dari referendum tersebut menunjukkan 90% warga menyatakan setuju. Bisakah kemudian dijadikan dasar putusan lalu diberlakukan?

Jawabannya: tidak bisa, bos! Indonesia memang menganut demokrasi, tapi demokrasinya berbeda, tidak sama persis dengan demokrasi yang berlaku di negara barat sana. Demokrasi di negeri ini, bukan demokrasi jiplakan dari libertian ataupun sosialis, dua ideologi yang pernah membelah dunia pasca perang dunia kedua.

Para pendiri bangsa ini tidak ingin terjebak menjadi salah satu bagian dari kubu tersebut. Kenapa demikian? Karena keduanya, baik demokrasi liberalis maupun demokrasi sosialis, pasti tidak cocok dengan kultur, adab atau norma yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Maka kemudian, para tokoh bangsa menggagas demokrasi baru, yang tidak ke barat dan ke timur, yang kemudian dinamai Demokrasi Pancasila.

Dalam praktik pengambilan keputusan, Demokrasi Pancasila tidak memberikan ruang sepenuhnya pada dominasi suara terbanyak. Musyawarah atau voting, memang jadi mekanisme yang bisa digunakan. Namun hasil dari mekanisme tersebut, dijaga oleh Pancasila.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca butir nilai ke-9 dari sila keempat. Bunyinya begini:

“Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.”

Jadi, meskipun dapat dukungan suara terbanyak, ketika sebuah keputusan ternyata bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebenaran dan keadilan, maka keputusan tersebut —seharusnya— tidak sah! Intinya, Demokrasi Pancasila mah emang beda. (Lintas Priangan)

Drama Perampokan Indomaret di Tasikmalaya Diwarnai Tiga Tembakan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari ini, Kamis (09/01/2025), warga kota dikejutkan dengan berita perampokan Indomaret di Tasikmalaya. Peristiwa tersebut terjadi pagi hari, sekitar pukul 08.00, di minimarket Indomaret yang berlokasi di samping Balai Kota Tasikmalaya. Meski jalanan belum terlalu ramai dan cuaca gerimis, beruntung di sekitar lokasi kejadian ada beberapa warga. Selain itu, di halaman Balai Kota juga tengah berlansung apel pagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ya tadi kebetulan suasana tidak terlalu ramai, gerimis juga kan. Lalu tiba-tiba semua kaget dengan teriakan minta tolong, ternyata ada seorang karyawan Indomaret yang lari keluar dari minimarket. Badan dia terlihat masih dilakban,” terang Fulan, seorang ASN Kota Tasikmalaya yang tidak berkenan identitasnya dipublikasikan.

Kepada Lintas Priangan, Fulan menceritakan, sejuah yang dia lihat, pelaku perampokan Indomaret di Tasikmalaya pagi tadi hanya satu orang. Ia sempat menodongkan senjata jenis air softgun ke orang-orang yang berusaha menangkapnya. Bahkan, ia sempat menaiki motornya, namun ambruk karena ditendang oleh karyawan Indomaret. Saat ambruk itulah, ia langsung dikerubuti warga dan beberapa anggota Satpol PP yang tengah bertugas di Balai Kota Tasikmalaya.

“Saya lihat hanya satu orang, tidak ada temannya. Sempat terdengar tembakan pistol tiga kali. Tapi suara tembakannya tidak seperti pistol beneran. Terus saya dengar ada yang berteriak, kalau tidak salah anggota Satpol PP, dia ngasih tahu ke semua, bahwa pistol yang dipegang perampok bukan senjata api, tapi jenis airsoft gun dan kosong, tidak ada pelurunya. Jadi sepertinya bukan senjata api. Mendengar hal itu, beberapa orang yang berusaha menangkap jadi semakin berani,” tambah Fulan.

Setelah aksi perampokan Indomaret di Tasikamalaya itu digagalkan, pelaku kemudian ditangkap oleh petugas Satpol PP Kota Tasikmalaya, yang langsung berkoordinasi dengan Mapolsek setempat. Beberapa barang bukti sudah diamankan petugas, diantaranya; uang kurang lebih sejumlah satu juta rupiah, senjata berupa pistol jenis airsoft gun, memory card CCTV, dan beberapa materi lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui identitas lengkap pelaku perampokan Indomaret di Tasikmalaya. Hanya saja, dalam sebuah video yang beredar, pelaku sempat mengaku tinggal di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. (Lintas Priangan)

Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp. 900T, Begini Cara Menghentikan Candu Judi!

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, transaksi uang judi online di Indonesia telah mencapai Rp. 900 triliun sepanjang tahun 2024.

“Bapak Presiden berkali-kali menyampaikan bahwa transaksi judi online di Indonesia telah mencapai angka Rp. 900 triliun pada tahun 2024,” ujar Budi Gunawan saat memimpin konferensi pers Capaian Desk Pemberantasan Perjudian Daring di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Kamis (21/11/2024).

Dia melanjutkan bahwa jumlah orang yang terlibat dalam judi online selama periode yang sama mencapai 8,8 juta orang. Mayoritas dari mereka merupakan masyarakat dengan ekonomi menengah ke Bawah.

Judi memang selalu membawa kerugian karena dapat meninggalkan utang yang dapat menghancurkan keuangan seseorang. Oleh karena itu, sebaiknya hindari judi jika belum pernah terlibat. Namun, bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur kecanduan judi? Bagaimana cara keluar dari jeratan judi?

Mengutip dari Gate Away Foundation ada lima tips untuk berhenti dari kecanduan judi, yaitu:

  1. Pahami masalahnya
    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa sedang melawan kecanduan judi. Lebih baik lagi kenali tanda-tanda dan gejala kecanduan judi agar bisa mengubah perilaku buruk tersebut.

Asosiasi Psikiatri Amerika mencantumkan tanda dan gejala kecanduan judi sebagai berikut:

  • Merasakan sensasi saat berjudi
  • Mengambil lebih banyak risiko
  • Meningkatnya keinginan untuk berjudi
  • Menghidupkan kembali dan meromantisasi pengalaman perjudian
  • Menggunakan perjudian untuk melarikan diri dari emosi negatif
  • Merasa bersalah atau menyesal setelah berjudi
  • Membutuhkan dukungan finansial
  • Upaya masa lalu yang gagal untuk berhenti berjudi

Ada juga beberapa masalah sosial yang terkait dengan perjudian seperti berbohong tentang aktivitas tersebut untuk meminjam atau mencuri uang guna mendukung kebiasaan berjudi.

  1. Temukan Pemicu Kecanduan Judi
    Tidak ada asap tanpa api, begitu juga Anda tidak akan berjudi tanpa adanya pemicu.

Pemicu bisa berupa situasi, pikiran, perasaan atau perilaku apapun yang membuat Anda ingin berjudi.

Misalnya berada di sekitar teman-teman yang memiliki kebiasaan yang sama dapat memicu banyak orang untuk terjerat judi. Selain itu, Anda mungkin lebih cenderung berjudi ketika berada di bawah pengaruh alkohol, karena minum dapat menurunkan hambatan diri dan meningkatkan perilaku mengambil risiko. Mereka yang kecanduan judi juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan penggunaan zat, yang seringkali dipicu oleh stres yang sama.

Untuk mengidentifikasi pemicu, Anda bisa mulai dengan mendokumentasikannya dalam jurnal. Catat jenis perjudian, waktu yang dihabiskan, dan jumlah uang yang hilang. Kemudian tuliskan pikiran, perasaan dan situasi yang terjadi sebelum dan selama sesi perjudian untuk memahami apa yang memicu keinginan tersebut

  1. Hentikan Percaya pada Takhayul dalam Judi
    Pola pikir yang tidak rasional dapat memperburuk perjudian kompulsif, namun Anda dapat menguranginya dengan mengidentifikasi dan mengubah pola pikir tersebut.

Kesalahan penjudi: Kesalahan penjudi terjadi ketika Anda percaya bahwa suatu kejadian acak tidak mungkin terulang karena kejadian sebelumnya. Misalnya, seseorang mungkin berpikir peluang mereka untuk kalah dalam permainan lebih kecil jika mereka baru saja kalah. Dan bahwa percobaan berikutnya pasti akan menang. Padahal, peluangnya tetap sama.

Pemikiran takhayul: Kepercayaan takhayul juga sering ditemukan di kalangan penjudi. Anda mungkin berpikir bahwa kejadian acak memiliki makna tertentu. Misalnya saat bertaruh dalam keno, Anda mungkin memilih angka yang dianggap sebagai angka keberuntungan dan memasang taruhan pada angka tersebut. Ingatkan diri Anda bahwa pemikiran takhayul hanyalah hasil dari kebetulan semata dan keberuntungan tidak ada kaitannya dengan hal tersebut.

Ilusi kendali: Pola pikir keliru ini sering terjadi pada penjudi bermasalah. Ini adalah keyakinan bahwa Anda dapat mengendalikan hasil dari permainan apapun. Untuk mengatasi pikiran ini, ingatkan diri Anda bahwa tidak ada teknik atau trik yang bisa mengubah hasil, baik saat Anda berjudi daring, bermain kartu, bertaruh pada olahraga atau bermain mesin slot. Setiap taruhan atau keputusan adalah acak dan hasilnya berada di luar kendali Anda.

  1. Identifikasi Pikiran dan Perasaan
    Dorongan untuk berjudi bisa sangat kuat dan saat Anda mengalaminya. Anda mungkin merasa bahwa perasaan tersebut akan berlangsung selamanya. Namun, perasaan ini akan berlalu.

Memperhatikan kesehatan emosional Anda dapat membantu mengendalikan perasaan tersebut.

Jika dorongan untuk berjudi semakin meningkat, luangkan waktu sejenak untuk mencatat hal-hal berikut:

Pikiran: Anda mungkin terjebak dalam lamunan tentang perjudian dan mengenang kembali momen-momen masa lalu.
Perasaan: Anda mungkin merasa bosan atau stres karena suatu hal.

Teknik mengatasi: Ada berbagai cara yang bisa Anda pelajari untuk mengatasi kecanduan judi seperti mengalihkan perhatian dengan hobi baru.

Apakah perasaan negatif seperti depresi atau stres mendorong Anda untuk berjudi? Jika demikian, mekanisme penanggulangan yang baik adalah dengan mengikuti terapi atau mendiskusikan perasaan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang dapat dipercaya.

  1. Carilah Dukungan Sosial
    Dukungan sosial adalah komponen penting untuk membantu Anda berhenti dari kecanduan judi. Anda bisa mendiskusikan masalah kecanduan Anda dengan teman atau anggota keluarga yang tepercaya. Mereka dapat membantu Anda menghindari pemicu perjudian dan menjadi tempat untuk berbicara tentang stres atau kecemasan yang mungkin memicu kecanduan.

Anda juga bisa mencari orang lain yang sedang berjuang melawan kecanduan judi. Dengan orang yang memiliki pengalaman serupa, Anda bisa berbagi cerita dalam suasana yang saling mendukung tanpa menghakimi.

Baru Buka, Indomaret di Tasikmalaya Ini Mau Dirampok!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pagi tadi sekitar jam 08.00, salah satu minimarket Indomaret di Tasikmalaya disantroni rampok. Informasi ini beredar melalui beberapa penggalan video pendek di aplikasi whatsapp, Kamis (09/01/2025).

Setidaknya ada tiga potongan video yang beredar. Pada video pertama yang berdurasi 1 menit 31 detik, terlihat dari seberang jalan, jarak rekam jauh, tepatnya di halaman Indomaret di Tasikmalaya terjadi keributan. Beberapa orang terlihat mengepung seseorang yang diduga pelaku perampokan. Sementara yang mengepung, terlihat mengenakan pakaian satpam atau Satpol PP, yang dibantu oleh beberapa orang warga.

Perekam video terdengar mengatakan, “Pegat.. pegat.. pegat! Ah! Baguuus.. bagus, bagus! Astaghfirullahh.. Tos-tos, pistolna amankan,” ujarnya. Belum diperoleh keterangan, pistol yang harus diamankan milik siapa. Apakah ada aparat kepolisian di lokasi, atau milik si pelaku yang berusaha melakukan perampokan Indomaret di Tasikmalaya.

Lalu pada video kedua, yang berdurasi 53 detik, terlihat dalam jarak rekam yang lebih dekat. Seorang laki-laki berbaju merah, menggunakan helm dan master, terlihat berusaha menghindari kepungan beberapa orang di sekitarnya. Besar kemungkinan, laki-laki ini adalah pelaku yang berusaha merampok Indomaret di Tasikmalaya. Punggung laki-laki ini sempat tak bisa menghindari tendangan seseorang.

Di pertengahan video ini, laki-laki berbaju merah itu akhirnya ditangkap dan sempat dikerubuti beberapa orang. Badannya menelungkup di tengah jalan. Satu-duga bogem mentah sempat mendarat di wajahnya. Selanjutnya, beberapa orang menggotong tubuh laki-laki ini ke pinggir jalan.

Video terakhir, sekitar 14 detik, terlihat suasana sudah tidak terlalu riuh. Jarak rekam video ini close-up. Terlihat terduga perampokan Indomaret di Tasikmalaya ini sudah diamankan oleh beberapa petugas berseragam Satpol PP. Kedua tangannya sudah diikat di belakang punggung.

Berdasarkan informasi yang diterima Lintas Priangan, Indomaret di Tasikmalaya yang mengalami upaya perampokan ini berlokasi di samping Balai Kota Tasikmalaya. Lintas Priangan sempat mengkonfirmasi kepada petugas Satpol PP Kota Tasikmalaya mengenai kebenaran video tersebut, Dan ternyata benar, video tersebut terjadi sekitar jam 8 pagi tadi, di Indomaret Balai Kota, tepatnya di jalan yang mengarah ke daerah Aboh. (Lintas Priangan)

Bangkarwarah! Seorang Kakek di Tasikmalaya Tega Menodai Cucunya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.Aki-aki bangkarwarah!” pungkas Acep, usai menceritakan berita tentang seorang kakek di Tasikmalaya yang tega menodai kehormatan cucunya sendiri. “Bangkarwarah” adalah sebuah kata dalam bahasa sunda, yang maknanya kurang lebih sama dengan “kurang ajar” dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Sunda, ungkapan “Aki-Aki Bangkarwarah” kerap diungkapkan untuk menggambarkan perilaku seorang kakek yang sudah atau sangat tidak pangas dilakukan, terutama karena usia dia sudah tua.

Kakek di Tasikmalaya yang tega menodai kehormatan cucunya itu kini sudah diamankan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi, karena bukan mustahil, perilaku tak senonoh itu bisa memicu kemarahan warga. Si kakek sudah diamankan oleh polsek setempat, kemudian diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya pada hari Rabu (08/01/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lintas Priangan, perbuatan tak senonoh seorang kakek di Tasikmalaya ini ternyata sudah berlangsung sekitar empat tahun. Laki-laki berusia 57 tahun ini mulai bertiindak nekat ketika cucunya masih duduk di bangku sekolah dasar. Kakek berinisial I ini sudah menggila sejak cucunya duduk di bangku kelas IV.

“Pelaku sudah ditangani, diamankan di sini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta kepada wartawan.

Saat ini, Unit Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya mulai melakukan pemeriksaan terhadap si kakek, dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Untuk sementara, saksi yang akan dimintai keterangan lebih dulu adalah terduga korban, yang tak lain adalah cucu si kakek bangkarwarah, yang baru berusia 13 tahun. Selain korban, saksi lainnya adalah orang tua dari pihak korban.

Perbuatan bangkarwarah kakek di Tasikmalaya ini terbongkar setelah pihak keluarga korban membuat pelaporan kepada kepolisian. Sampai berita ini ditulis, belum diperoleh informasi menganai modus si kakek melakukan perbuatan tersebut. Pihak kepolisian juga akan memperdalam kasus ini, salah satunya untuk mencari tahu berapa jumlah korban, karena dikhawatirkan si kakek melakukan hal tersebut bukan hanya pada satu korban.

Peristiwa memalukan seorang kakek di Tasikmalaya ini terjadi di wilayah Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. (Lintas Priangan).

Beda Lingkungan, Beda Penghargaan

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Hari Jumat, tepatnya tanggal 12 Januari 2007, di Stasiun Kereta Bawah Tanah, New York, Amerika Serikat. Tak seperti biasanya, hari itu ada suasana berbeda yang dirasakan para pengunjung salah satu stasiun kereta tertua dan terbesar di dunia itu.

Pendengaran semua orang yang ada di area stasiun itu, seolah ditarik oleh suara gesekan biola. Hampir satu jam lamanya, alunan biola itu menghibur telinga semua orang di sana. Dan ini bukan permainan biola biasa. Mulai dari speed, dinamika, teknik, menunjukkan si pemain bukan kelas ecek-ecek. Skill pemain ini bahkan mampu menyelesaikan sebuah rangkaian instrumen biola paling rumit di dunia.

Meski umumnya pengunjung stasiun tak tahu persis tentang musik dan biola, namun tetap saja hiburan gratis itu mengundang decak kagum. Ada yang sampai melongo, saking tak percaya melihat kecekatan tangan si pemain biola yang terlihat lihai. Ada yang berdecak dan geleng-geleng kepala. Dan di antara yang melingkar di sekitar pemain biola itu, hampir semuanya merogoh isi kantong mereka. Beberapa uang receh pun terkumpul begitu saja di hadapan pemain biola hebat itu.

Setelah sekitar 45 menit, suara biola itu berhenti. Si pemain biola tampak membungkukkan badan, tanda permainannya sudah usai sekaligus hormat pada puluhan pengunjung stasiun yang menyempatkan diri untuk melingkar di sekitar dirinya. Bungkukkan badan si pemain biola dibalas dengan tepuk riuh penonton. Si pemain biola kemudian mengambil semua uang receh yang ada di hadapannya. Lalu, di tempat yang sudah jauh dari keramaian, ia menghitung semua recehan itu. Walhasil, total uang yang terkumpul sebesar $30, atau sekitar Rp. 500 ribu jika dirupiahkan.

Siapakah pemain biola misterius itu? Para pengunjung stasiun kereta bawah tanah tak ada yang tahu, kalau si pemain biola misterius itu ternyata Joshua Bell, salah seorang pemain biola terbaik di dunia. Tadi ketika di stasiun kereta bawah tanah, mungkin juga tak ada yang tahu, Joshua memainkan beberapa karya musik paling rumit di dunia. Dan biola yang dia gesek, ini juga pasti tidak ada yang tahu, adalah biola seharga 3,2 juta, dollar! Jika dirupiahkan, nilainya sekitar Rp. 52 milyar! Mungkin ini biola termahal yang pernah ada di muka bumi.

Pemain biola terbaik di dunia, memainkan musik terumit, dengan alat musik seharga Rp. 52 milyar. Berapa besar apresiasi yang dia dapat? Hanya sekitar Rp. 500 ribu saja.

Dua hari sebelumnya, ia baru saja menggelar konser di sebuah teater mewah di Boston, Amerika Serikat. Untuk menonton Joshua di teater tersebut, panita membandrol tiket dengan harga $100, berarti sekitar Rp. 1,6 juta per orang. Berapa tiket yang terjual? Sebanyak 2000 lembar tiket ludes terjual. Panitia konser tersebut membayar Joshua Bell sebesar $1000 (sekitar Rp. `16 juta), bukan untuk satu kali konser, tapi per menit! Andai ia bermain selama 45 menit seperti di stasiun kereta api bawah tanah New York, berarti total honor yang ia terima di konser tersebut adalah Rp. 720 juta!

Dua hari lalu, pemain yang sama, dengan skill yang sama, dan alat yang sama, mendapat apresiasi sebesar Rp. 720 juta. Lalu dua hari kemudian, pemain, skill dan alat yang sama, ternyata hanya mendapat apresiasi sebesar Rp. 500 ribu.

Apa yang membuat apresiasi atau penghargaan berbeda? Padahal hal-hal lainnya sama. Ternyata yang paling menentukan adalah lingkungan. Sehebat apapun seseorang, ketika ia berada di lingkungan yang tidak faham dengan kehebatan yang dia miliki, mustahil ia mendapat penghargaan yang setimpal.

So, jika hari ini Anda merasa kurang mendapat penghargaan dari lingkungan Anda, belum tentu kompetensi Anda yang buruk. Karena bisa saja, lingkungan Anda tidak memahami kompetensi yang Anda miliki. Segeralah mencari lingkungan yang sesuai. Karena beda lingkungan, akan beda penghargaan. (Lintas Priangan)

Sah. Patrick Kluivert Dilantik Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Patrick Kluivert resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan posisi Shin Tae Yong.
Kepastian itu terungkap dari situs resmi PSSI, Rabu (8/1/2025). Patrick Kluivert mendapat kontrak dua tahun sebagai pelatih Timnas Indonesia.

PSSI secara resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih asal negara Kincir Angin tersebut akan dikontrak selama dua tahun, mulai 2025 sampai 2027 dengan opsi perpanjangan kontrak.

Dalam melatih Timnas, Kluivert akan dibantu juga oleh dua asisten asal Belanda, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Selain itu, legenda Timnas Belanda tersebut juga akan didampingi oleh dua pelatih lokal Indonesia sebagai asisten pelatih,” demikian pernyataan dari pihak PSSI.

Debut Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia akan berlangsung saat menghadapi Australia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Sydney Football Stadium Australia, pada 20 Maret 2025 mendatang.

Kluivert dipilih oleh PSSI sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae Yong yang diberhentikan pada Senin (6/1/2025).

Kluivert akan diperkenalkan oleh PSSI secara resmi sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Minggu (12/1/2025). Namun PSSI tidak merinci tempat dan jamnya.

“Kluivert dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu [11/1/2025] dan keesokan harinya akan diperkenalkan langsung kepada publik.”

“Debut Kluivert akan dimulai saat Indonesia melawan Australia di Sydney Football Stadium pada 20 Maret dan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada 25 Maret mendatang. Laga tersebut merupakan bagian dari ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 grup C Zona Asia” tambah pihak PSSI.

Begini Komentar Pengamat Anggaran tentang Anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Terkait dengan anggaran perjalanan dinas atau Perjadin Kota Tasikmalaya tahun 2024 yang mencapai angka di atas Rp. 7,5 milyar, salah seorang pengamat anggaran pemerintah daerah, Nandang Suherman, turut angkat bicara. Menurut Pengajar di Sekolah Politik Anggaran (SEPOLA) Bandung ini, kalau anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya masih tinggi, berarti tidak memiliki korelasi yang positif dengan predikat SPBE yang diraih.

“Kebetulan saat ini saya sedang tidak memegang dokumen anggaran tersebut. Tapi intinya begini, kalau anggaran perjalanan dinasnya masih tinggi, berarti tidak ada korelasi dengan predikat SPBE Kota Tasikmalaya yang katanya sangat baik,” jelas Nandang, saat dihubungi Lintas Priangan melalui whatsapp, Rabu (08/01/2025).

Nandang melanjutkan, idealnya ketika predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik /SPBE-nya meningkat, seharusnya berdampak pada beberapa mata anggaran. Sebagaimana diberitakan pada Lintas Priangan beberapa waktu lalu, predikat SPBE Kota Tasikmalaya memang meningkat, menjadi “Sangat Baik”, dan menjadi daerah dengan indeks SPBE tertinggi dibanding dengan lima daerah lainnya di wilayah Priangan Timur.

“Mungkin ada kenaikan pada mata anggaran belanja internet misalnya. Saya kira itu wajar, karena SPBE-nya meningkat. Dan SPBE ini kan basisnya penggunaan internet sebagai medianya. Tapi idealnya, peningkatan SPBE ini harusnya berdampak pada penurunan beberapa mata anggaran. Bukan hanya anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya, tapi yang lainnya juga, misalnya anggaran belanja ATK, atau anggaran makan-minum rapat. Anggaran pada pos-pos tersebut seharusnya menurun karena sudah menerapkan sistem elektronik. Kegiatan yang sifatnya pertemuan fisik akan berkurang, karena sudah digantikan secara virtual,” terang Nandang.

Terlepas dari ada atau tidaknya korelasi antara anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya dengan predikat SPBE yang diraihnya, Nandang yang juga seorang peneliti senior di Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran atau FITRA ini, mengaku meragukan nilai perjalanan dinas yang di-publish oleh Lintas Priangan kemarin (Baca: “Rp. 7 Milyar Lebih, Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya”).

“Saya kok sedikit ragu ya. Coba jangan hanya menghitung pada menu swakelola, karena bukan mustahil ada belanja perjalanan dinas yang menggunakan skema lain, bukan swakelola maksudnya. Angkanya bisa lebih dari itu,” jelas Nandang.

Selain Nandang, pihak lain yang turut memberikan respon tentang anggaran Perjadin Kota Tasikmalaya tahun 2024 adalah Dikri Rizki Ramadhan. Mahasiswa pascasarjana program studi Ilmu Administrasi Negara yang aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tasikmalaya ini mengaku akan mendalami masalah ini.

“Dalam dua-tiga hari ini, saya dan teman-teman akan mendalami dulu materi ini. Dokumen-dokumennya sedang kami kumpulkan untuk bahan kajian. Nanti bagaimana langkah selanjutnya, tergantung dari hasil pendalaman. Apakah angka tersebut wajar, atau perlu dipertanyakan. Kalaupun perlu dipertanyakan, apakah cukup melalui media, atau harus audiensi, atau kalau perlu kita gelar aksi. Nanti tergantung hasil kajian, ya,” tegas Dikri. (Deni Heryanto/Lintas Priangan)

Bersiap! Pembukaan CPNS 2025 Tinggal Menunggu yang Satu Ini

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Meski rangkaian kegiatan seleksi CPNS tahun 2024 belum sepenuhnya rampung, untuk peserta tes yang tahun kemarin kebetulan belum berhasil, ada baiknya untuk segera bersiap menghadapi pembukaan CPNS 2025. Tentunya, hal tersebut dilakukan agar persiapan lebih matang, dan peluang lulus lebih besar.

Terkait dengan pembukaan CPNS 2025, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, menyampaikan beberapa informasi terbaru kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin Rabu (07/01/2025). Dalam kesempatan tersebut, setidaknya ada dua hal yang menurut Rini jadi pertimbangan untuk pembukaan CPNS 2025.

Yang pertama adalah karena ada formasi yang masih kosong dalam jumlah yang besar, yakni sekitar 300-400 ribu formasi. Kekosongan formasi ini dikarenakan karena kuota yang disediakan pemerintah pusat tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membuka formasi CPNS lebih banyak. Selain itu, pada tes CPNS 2024 kemarin juga banyak sekali formasi kosong yang tidak terisi.

Lalu yang kedua, pembukaan CPNS 2025 juga tak bisa terlepas dari adanya belasan kementerian baru pada kabinet Prabowo. Sebagaimana diketahui, pada era sebelumnya, kabinet Joko Widodo hanya memiliki 34 kementerian. Tapi sekarang, di era pemerintahan Prabowo Subianto, ada penambahan jumlah kementerian sebanyak 14. Jadi total kementerian di era Presiden Prabowo Subianto ini ada 48 kementerian.

“Pak Presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk menata dan menghitung kebutuhan. Ini berkaitan dengan adanya 7 kementerian koordinator, 19 kementerian tetap, 20 kementerian yang mengalami pergeseran tugas dan perubahan nomenklatur, lalu sisanya ada 2 kementerian yang hanya mengalami perubahan nomenklatur. Selain ini, kita juga harus memperhitungkan yang 300-400 ribu formasi yang tadi masih kosong,” ujar Rini.

Rini menambahkan, selain harus menata dan menghitung secara pasti berapa jumlah kebutuhan CPNS 2025, saat ini ia beserta jajarannya masih terfokus pada penyelesaian tahapan rekruitmen CPNS tahun lalu, dimana saat ini sebagian lembaga sudah memasuki tahap mengumumkan hasil akhir seleksi.

Satu hal lagi, masih menurut Rini, jika proses rekruitmen CPNS tahun lalu sudah selesai 100% dan angka kebutuhan CPNS 2025 sudah diperoleh, pembukaan CPNS 2025 tinggal menunggu satu hal lagi, yakni: arahan dari Presiden Prabowo Subianto. (Lintas Priangan)

Waspadai Kecanggihan Teknologi AI. Pimpinan OJK Hampir Menjadi Korban Penipuan

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan tentang penipuan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi yang akrab disapa Kiki, mengungkapkan bahwa modus penipuan berbasis AI kini semakin marak di Indonesia. Kiki memberi contoh penggunaan teknologi deepfake dalam video call, yang membuat seolah-olah kerabat menghubungi korban. Ia juga menceritakan pengalaman pribadi yang hampir menjadi korban penipuan melalui telepon.

“Saya sendiri mengalami hal ini, mungkin seminggu yang lalu, ketika ada rekan saya menelpon malam-malam. Saya pikir itu penting, jadi saya angkat. Tapi saya tetap waspada, dan ketika saya menghubungi orang tersebut lewat WhatsApp, dia mengatakan sudah ada tiga orang yang mengalami hal serupa,” kata Kiki saat Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK Desember 2024, pada Selasa (7/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa teknologi deepfake dapat menciptakan kemiripan dengan kerabat korban serta menghasilkan konten palsu yang dapat meyakinkan korban. Selain itu, AI juga memungkinkan terjadinya modus phising melalui email yang tampak sangat pribadi dan meyakinkan, sehingga sulit dibedakan dengan email asli.

AI juga dapat mengidentifikasi celah keamanan dan memungkinkan pencurian data dalam jumlah besar.

“Kami khawatir hal seperti ini masih akan terus terjadi di tahun ini,” kata Kiki.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, kritis dan teliti dalam mengenali karakteristik orang yang menghubungi mereka. Masyarakat juga diminta untuk selalu memeriksa logo entitas yang terlibat dan mengkonfirmasi informasi dengan OJK melalui nomor kontak 157.

OJK sendiri menanggapi modus penipuan yang semakin canggih ini dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kantor OJK daerah.

Waspada! Wabah PMK di Tasikmalaya, Sudah 36 Kasus Kematian

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meminta warganya waspada atas terjadinya wabah PMK di Tasikmalaya. Hingga berita ini ditulis, Rabu (08/01/2025), setidaknya sudah terjadi 36 kasus kematian yang diakibatkan wabah PMK di Tasikmalaya.

Berdasarkan informasi dari dinas terkait, dalam beberapa pekan terakhir, sudah ada beberapa kecamatan yang melaporkan adanya kasus kematian yang disebabkan oleh wabah PMK di Tasikmalaya. Beberapa kecamatan tersebut berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan, diantaranya; Kecamatan Cikalong, Parungponteng, Cipatujah dan Bantarkalong.

Lokus pertama kasus kematian teridentifikasi di Desa Cikawunggading, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dari lokasi ini, wabah PMK di Tasikmalaya kemudian menyebar dan menyebabkan kasus kematian di beberapa kecamatan di sekitarnya.

PMK merupakan kependekan dari Penyakit Mulut dan Kuku. Dalam bahasa internasional, istilah ini dikenal dengan singkatan FMD, alias Foot and Mouth Disease. Penyakit yang disebabkan virus ini dikenal sangat menular dan mematikan. PMK menyerang semua hewan berkuku belah, seperti sapi, kambing dan domba.

Menurut informasi dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, saat ini wabah PMK di Tasikmalaya sudah menjangkiti 470 ekor sapi, dan 36 diantaranya mati. Sebagai informasi tambahan, total sapi yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ada sekitar 45 ribu ekor. Terkait hal ini, pemerintah menghimbau agar warga masyarakat khususnya para peternak untuk meningkatkan kewaspadaannya. Pencegahan yang dapat dilakukan oleh peternak misalnya dengan menjaga kebersihan kandang dan memberikan makanan yang berkualitas.

Selain malakukan sosialisasi, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya juga melakukan pemeriksaan dan pemberian vaksin sebagai bentuk antisipasi penyebaran wabah PMK di Tasikmalaya. Tak hanya itu, demi menjaga dari hal-hal yang tidak diharapkan, mulai hari ini, Rabu (08/01/2025), selama dua pekan ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menutup sementara pasar hewan ternak yang ada di wilayahnya, antara lain Pasar Hewan Manonjaya, Ciawi dan Singaparna.

Apakah wabah PMK di Tasikmalaya yang mengakibatkan kematian sapi bisa menular pada manusia? Untuk menjawab pertanyaan ini, Lintas Priangan mencoba menelusuri informasi di website Kementerian Pertanian. Diperoleh informasi, meski penyakit ini memiliki daya sebar yang kuat, namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena jenis penyakit ini ternyata tidak menular kepada manusia.

Lebih dari itu, bahkan sapi yang terjangkit PMK masih bisa dikonsumsi selama masih belum mati. Dalam arti, harus disembelih sebelum sapi tersebut mati. Informasi ini pernah diutarakan oleh Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Bidang Hilirisasi Peternakan, Profesor Agus Ali. Menurutnya, daging sapi yang terjangkit PMK masih aman untuk dikonsumsi.

Informasi serupa juga pernah disampaikan oleh seorang Ahli Gizi, Ratih Puspitaningtyah, S.Gz.RD. Menurutnya, dengan pengelolaan yang tepat, virus hewan bisa mati sebelum daging dikonsumsi. Cara pengelolaannya sederhana. Rebus daging minimal pada suhu 70 derajat celcius, minimal selama 30 menit. Aman! (WN Hermawan/Lintas Priangan)

Tukang Cukur Bacrit

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Tukang cukur yang satu ini dikenal bacrit, alias banyak cerita. Siapapun yang akan jadi pengguna jasanya, harus siap mendengar ocehannya. Dia selalu menyapa hangat setiap konsumen yang datang. Dan, itu tadi, tak pernah berhenti bicara sepanjang menjalankan tugasnya sebagai tukang cukur. Mungkin maksud dia beramah-tamah pada konsumen, bahasa kerennya hospitality. Meski kadang, justru malah membuat pelanggannya merasa tidak nyaman.

Begitu pula pagi ini. Ketika seorang Ustadz datang untuk potong rambut, ia langsung sambut dengan hangat. “Assalamu’alaikum, Ustadz. Waah rambutnya sudah panjang. Mau potong pendek? atau cukup dirapikan saja?”

“Jangan terlalu pendek,” jawab Ustadz singkat, seraya melempar senyum ke arah tukang cukur.

Tanpa ba-bi-bu, si tukang cukur langsung memulai tugasnya. Dan seperti biasa, mulutnya tak berhenti bicara. Kali ini, mungkin karena yang datang seorang ustadz, topik yang ia bahas tentu harus sesuai dengan karakter konsumen. Jadi, dia bicara tentang Tuhan.

“Saya itu, kadang masih belum yakin, kalau Tuhan itu ada,” ujar Si Tukang Cukur, memancing pembicaraan.

“Kenapa bisa belum yakin?” tanya Ustadz.

“Begini, Stadz. Kan katanya Tuhan itu Maha Baik, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha apalagi ya, intinya kalau Dia mau, tidak ada yang tidak bisa. Pasti Dia mah bisa segala,” ujar Si Tukang Cukur.

Tanpa menunggu respon Ustadz, dia langsung melanjutkan obrolannya.

“Tapi anehnya, di dunia ini banyak sekali orang melarat, orang kesulitan, orang sakit, bahkan orang jahat. Aneh, kan? Kalau memang Tuhan ada, masa yang begituan dibiarkan. Apalagi kalau baca koran atau media online, sepertinya yang banyak terjadi di dunia ini hal buruk, bukan hal yang membahagiakan. Kalau ada yang Maha Baik, harusnya banyak kebaikan. Kalau ada yang Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa banyak orang kesulitan,” dan bla.. bla.. bla…

Seabrek argumen terus diungkapkan Si Tukang Cukur. Bicaranya mirip peluru yang keluar dari SM5, senapan mesin buatan Pindad yang mampu memuntahkan sekitar 500 butir peluru dalam satu menit. Sepertinya dia sama sekali tidak memberikan kesempatan Ustadz untuk menyela pembicaraan. Hingga rambut Ustadz selesai dirapikan.

Alhamdulillah,” gumam Ustadz, seraya beranjak dari kursi potong rambut.

“Bagaimana menurut Ustadz tentang pendapat saya tadi?” tanya Si Tukang Cukur.

Sebelum menjawap, Ustadz tersenyum. Tangan kanannya setengah merangkul pundak Si Tukang Cukur. Ia mengarahkan tubuh tukang cukur itu ke arah jendela kaca. Lalu, ia menunjuk ke arah orang gila yang kebetulan terlihat sedang tiduran di trotoar seberang jalan. Tubuhnya kerempeng, badan dan pakaiannya kumal, berambut gondrong dan kotor.

“Kalau saya lihat orang gila di seberang sana, saya yakin di daerah dekat sini tidak ada tukang cukur. Karena ternyata di dekat sini ada orang berambut gondrong,” terang Ustadz.

Si Tukang Cukur terlihat berfikir sejenak. Ia mencoba mencerna apa maksud Ustadz.

“Ohh, jadi Ustadz tidak percaya ada tukang cukur di daerah sini karena ada yang gondrong? Mirip saya tidak yakin ada Tuhan yang Maha Penyayang karena banyak orang kesulitan. Begitu, Stadz?”

Ustadz mengangguk pelan.

“Wahh tidak bisa disamain dong, Stadz. Kan ini saya ada, saya tukang cukur terkenal di daerah ini. Orang di seberang sana kebetulan orang gila. Buktinya, Ustadz baru saja ketemu tukang cukur,” jawab Si Tukang Cukur.

“Itu masalahnya. Saya bisa bertemu tukang cukur, karena saya mencari, saya datang, saya membutuhkan tukang cukur. Orang di seberang sana tidak. Bahkan kalau kita paksa untuk masuk ke ruangan ini pun, belum tentu dia mau. Assalamu’alaikum,” jelas Ustadz, seraya tersenyum dan berpamitan. (Lintas Priangan).

Nekat! Kades di Ciamis Ini Terindikasi Menahan Anggaran Sekitar Setengah Milyar

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Nekat! Ya, sepertinya itu kata yang pantas ditujukan kepada salah seorang kepala desa alias kades di Ciamis. Bagaimana tidak, anggaran Dana Desa yang harusnya diproyeksikan untuk beberapa kegiatan di tahun 2024 lalu, sampai berita ini ditulis (Selasa, 07/01/2025), tak jelas kemana larinya. Yang pasti, dana tersebut sudah tidak berada di rekening pemerintah desa.

“Ya, dana tersebut sudah tidak berada di rekening pemerintah desa, sudah diambil. Nilainya sebesar Rp. 464 juta,” terang Mumu, salah seorang perwakilan warga yang turut mempertanyakan kemana larinya dana tersebut.

Gara-gara kades di Ciamis ini terindikasi menahan sebagian dana desa, beberapa program pembangunan di desa tersebut tak bisa direalisasikan. Padahal seharusnya, dana tersebut digunakan untuk beberapa pembangunan fisik dan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) selama beberapa bulan.

Kepala desa di Ciamis ini terbilang memang terbilang nekat. Faktanya, ia sama sekali tidak menampik adanya anggaran yang tidak jelas sebesar Rp. 464 juta. Bahkan, secara tidak langsung, ia mengakui telah menahan atau bahkan menggunakan dana tersebut untuk keperluan lain. Hal ini setidaknya tergambar jelas dari pernyataan dia, yang mengatakan dia siap mengganti dana tersebut dengan menjual aset pribadinya.

“Saya sedang berusaha mengembalikan dana tersebut. Bahkan saat ini saya sedang berencana menjual aset pribadi seperti kendaraan dan sawah, agar bisa memenuhi kewajiban kepada masyarakat,” paparnya di hadapan warga desa, sebagaimana dilansir media online info priangan.

Tentunya, pengembalian dana oleh kades di Ciamis tersebut belum tentu menyelesaikan semua masalah yang sudah terjadi. Setidaknya, begitu pendapat dari salah seorang peminat masalah sosial dari Albadar Institute, Diki Sam Ani.

“Mengembalikan tentu sudah kewajiban. Ini berarti, uang memang dia pakai. Tapi belum tentu juga masalahnya tiba-tiba selesai karena diganti,” terang Diki.

Masih menurut Diki, andai semua masalah penyalahggunaan anggaran bisa selesai dengan cara diganti seperti yang sekarang tengah dialami kades di Ciamis, banyak kasus serupa akan selesai tanpa harus diproses oleh penegak hukum.

Namun demikian, masih menurut Diki, ada baiknya masyarakat juga tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri. Ada lembaga-lembaga yang sudah punya tugas untuk menangani seperti ini.

Peristiwa kades di Ciamis yang terindikasi menahan anggaran Dana Desa ini terjadi di Desa Cicapar, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

“Ya, serahkan kepada BPD misalnya, atau minta bantuan anggota DPRD, atau konsultasi ke Dinas Pemberdayaan Desa. Intinya diselesaikan dengan kepala dingin,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Rp. 7 Milyar Lebih, Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Total anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024 mencapai angka Rp. 7,5 milyar lebih. Angka ini diperoleh dari hasil rekapitulasi semua paket bernama “Belanja Perjalanan Dinas” yang tertera pada menu “Pencatatan Swakelola” dalam aplikasi SPSE Kota Tasikmalaya. Rekapitulasi ini dilakukan oleh redaksi Lintas Priangan per tanggal 07/01/2025.

Anggaran Perjalanan Dinas Kota Tasikmalaya sejumlah Rp. 7,5 milyar lebih itu merupakan penjumlahan dari semua nilai total realisasi pada setiap paket, bukan akumulasi nilai pagu. Angka ini sangat menarik perhatian redaksi, dan setidaknya melahirkan tiga pertanyaan di bawah ini:

Pertanyaan pertama. Jika angka hasil rekapitulasi pada aplikasi SPSE tersebut valid, berarti kegiatan perjalanan dinas Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024 menghabiskan anggaran di atas RP. 7,5 milyar. Sekedar merasionalisasi saja, andai angka tersebut dibagi ke dalam jumlah hari dalam setahun, yakni 365 hari, itu artinya setiap hari Pemerintah Kota Tasikmalaya mengeluarkan anggaran perjalanan dinas lebih dari Rp. 20 juta! Ini pun kalau kita hitung hari Sabtu dan Minggu. Kalau hanya menghitung hari kerja, tentu angkanya jauh lebih besar. Pertanyaannya kemudian adalah, logis dan akuntabel kah jika rata-rata anggaran perjalanan dinas mencapai lebih dari Rp. 20.0000.000/hari?

Tentu jawabannya, bisa ya, bisa juga tidak, tergantung realisasi yang sebenarnya seperti apa. Dalam hal ini, mungkin hanya Alloh SWT dan pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya yang tahu persis. Tapi, untuk pengetahuan bersama, karena uang perjalanan dinas itu bukan uang pribadi, Redaksi akan mencoba menggali informasi ini ke dinas terkait, untuk kemudian jadi bahan berita di Lintas Priangan.

Lalu pertanyaan kedua. Sementara menurut kacamata subjektif dari redaksi, angka ini cukup fantastis. Terlebih jika dikaitkan dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diraih Kota Tasikmalaya pada tahun 2024. Sebagaimana pernah diberitakan di Lintas Priangan sebelumnya, indeks SPBE Kota Tasikmalaya bahkan berada di atas rata-rata indeks semua daerah di Jawa Barat. Predikat indeks SPBE Kota Tasikmalaya adalah “Sangat Baik”. Asumsinya, ketika Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah dianggap mengadopsi sistem elektronik, seharusnya biaya manual seperti perjalanan dinas dan belanja kertas bisa ditekan, karena banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan secara digital. Jadi, apakah anggaran perjalanan dinas Kota Tasikmalaya sekitar Rp. 7,5 milyar ini sudah termasuk ditekan? Atau sama sekali seperti tidak ada hubungannya dengan capaian indeks SPBE? Kita akan gali dengan wawancara pihak-pihak terkait yang kompeten, termasuk dengan narasumber dari lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Pertanyaan terakhir, yang ketiga. Ini berkaitan dengan benefit. Kira-kira, bagaimana cara mengukur benefit atau manfaat dari keluarnya uang sebesar itu? Adakah manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat ketika anggaran perjalanan dinas Kota Tasikmalaya mencapai angka Rp. 7.5 milyar? Atau setidaknya, manfaat untuk lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya? Jangan sampai, anggaran sebesar itu habis, tapi benefitnya tidak jelas dan sulit diukur. Lintas Priangan juga akan menggali sisi ini, tentu dengan narasumber yang kompeten di bidangnya.

So, seperti apa jawaban dari tiga pertanayan di atas, simak terus berita terbaru Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Keren! Gagal Panen di Garut, Petani Dapat Asuransi

0

lintaspriangan.com, BERITA PEMKAB GARUT. Pemerintah sudah selayaknya hadir di tengah kesulitan warganya. Begitu kira-kira yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Garut, saat memberikan klaim asuransi kepada para petani yang mengalami gagal panen di Garut. Klaim asuransi untuk petani gagal panen ini diserahkan langsung oleh Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, secara simbolis bersamaan dengan kegiatan apel gabungan, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (06/01/2025).

“Ini upaya pemerintah daerah, khususnya untuk membantu petani yang gagal panen di Garut,” terang Haeruman, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, sebagaimana dilansir website resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Klaim asuransi yang berbentuk uang pengganti diberikan kepada empat kelompok tani yang mengalami gagal panen di Garut. Keempat kelompok tani (poktan) tersebut antara lain; Poktan Barokah Tani dari Sukakarya, Torogong Kidul. Lalu Poktan Asih Saluyu dari Sukalilah, Cibatu. Poktan Sukamulya, dari Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan. Dan yang terakhir, Poktan Harapan Mukti, Sindangsuka, Cibatu.

Masing-masing kelompok tani menerima uang klaim asuransi sebagai penggantian gagal panen di Garut dalam jumlah nominal yang berbeda, bergantung pada berapa luas lahan yang mereka garap. Barokah Tani menerima sekitar Rp. 23,64 juta, Asih Saluyu menerima Rp. 16,8 juta, Sukamulya menerima Rp. 6 juta, dan Harapan Mukti Rp. 24,18 juta.

Masih menurut Haeruman, klaim asuransi tahun ini diberikan kepada kelompok tani yang mengalami gagal panen di Garut dengan total luas lahan sekitar 11,8 hektar. Menurutnya, ke depannya Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan setidaknya 8000 hektar lahan kelompok tani yang akan di-cover oleh asuransi.

Dalam pelaksanaannya, program asuransi gagal panen di Garut ini menggandeng Perusahaan Asuransi Jasindo. Premi yang dibayarkan relatif terjangkau, hanya sebesar Rp. 36.000/hektar/musim. Dengan membayar premi sebesar itu, Pemerintah Kabupaten Garut berhak mengklaim asuransi sebesar Rp. 36 juta per hektar.

Tahun 2024, setidaknya 92 kelompok tani sudah diikutsertakan dalam program asuransi gagal panen di Garut. Diharapkan, pada tahun 2025 semakin banyak kelompok tani dan lahan yang diasuransikan, sehingga dapat terjaga dari resiko besar gagal panen, termasuk yang disebabkan oleh bencana alam. (Lintas Priangan)

Makan Gratis di Pangandaran, Kata Gibran: “Makanannya Enak, Lauknya Banyak!”

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. MBG alias Makan Bergizi Gratis yang merupakan program usungan Presiden Prabowo, dimulai hari ini, Senin (06/01/2025), di berbagai daerah di wilayah nusantara, tak terkecuali di Kabupaten Pangandaran. Ribuan paket makan gratis di Pangandaran siang tadi didistribusikan ke beberapa sekolah dasar.

Dapur pengolahan makan gratis di Pangandaran berlokasi di dekat Koramil 2502 Cijulang. Sejak pagi, di lokasi tersebut sudah tampak kesibukan. Dari mulai pengolahan bahan mentah, memasak, hingga mengemas dan siap didistribusikan.

Di hari pertama makan gratis di Pangandaran ini, tak kurang dari 3000 paket makan siang disebarkan di tiga desa di Kecamatan Cijulang. Salah satu sekolah yang mendapat kiriman adalah SD Negeri 1 Margacinta. Tentunya, kedatangan ribuan paket makan bergizi itu disambut dengan suka cita oleh guru, siswa bahkan warga di sekitar sekolah tersebut.

“Saya sangat bersyukur ada program ini. Benar-benar sangat membantu anak-anak, khususnya dalam hal asupan gizi. Mereka bisa menikmati asupan yang sehat dengan porsi yang seimbang. Ini sangat dibutuhkan oleh mereka,” terang Siti Rohmah, Kepala SD Negeri 1 Margacinta, sebagaimana dilansir media online Info Priangan.

Tak bisa ditutupi, ibu kepala sekolah terlihat sekali haru bisa melihat anak-anak didiknya dapat makan siang yang bukan saja layak, tapi juga enak. Ia sangat berharap, program makanan bergizi ini tidak berlaku temporer, tapi bisa berlangsung seterusnya.

Sementara itu, hadir juga di lokasi kegaitan Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Inf. Indra Mardiyanto Subroto. Ia beserta jajaran Kodim 0625 turut terjung ke lapangan di hari pertama pelaksanaan makan gratis di Pangandaran. Tak hanya memantau, ia juga berpesan agar semua pihak, baik yang menyiapkan makanan maupun anak-anak yang mengonsumsi makanan, sama-sama menjaga higienitas.

“Banyak pihak yang dilibatkan dalam program ini. Dan semuanya harus sama-sama menjaga higienitas. Selain makanan, kualitas air yang digunakan juga kita jaga bersama,” terang Letkol Inf. Indra.

Di luar pagar sekolah, beberapa warga tampak turut menyaksikan pelaksanaan program makan gratis di Pangandaran. Banyak di antara mereka yang mengaku bahagia, karena anak didik di SD Negeri 1 Margacinta yang notabene keluarga mereka, mendapatkan makanan bergizi, gratis pula.

“Sejujurnya, anak-anak kami tidak terlalu sering mendapat asupan makanan seperti ini. Dalam arti yang bergizi, dalam jumlah yang sangat cukup, dan rasanya. Yang istimewa, ini gratis. Terima kasih Pak Prabowo,” ujar salah seorang warga.

Terlebih lagi bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Margacinta, sebagai penerima paket makan gratis di Pangandaran. Mereka terlihat sangat bahagia dan bersemangat.

“Saya senang sekali. Makanannya enak, lauknya juga banyak!” terang Gibran, salah seorang siswa SD Negeri 1 Margacinta. (Lintas Priangan)