Beranda blog Halaman 89

Kejuaraan Karate Al Kautsar Open 2025, Ajang Tingkatkan Prestasi dan Jaring Atlet

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka meningkatkan prestasi dan menjaring atlet berpotensi, Lembaga Al-Kautsar menggelar acara Kejuaraan Karate Al Kautsar Open 2025 di Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Ciamis yang akan berlangsung selama dua hari mulai hari Sabtu – Minggu (08-09/02/2025).

Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate Al Kautsar Open 2025, Ustadz Dadan Ramdani mengatakan, kejuaraan Karate Al Kautsar open tahun 2025 ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Untuk penyelenggaraan dilaksanakan selama dua hari, sedangkan tahun sebelumnya dilaksanakan satu hari.

“Kejuaraan ini tidak hanya sebagai kompetisi tetapi juga bagian dari penjaringan atlet karate berbakat yang nantinya akan dibina lebih lanjut. Para atlet yang berprestasi bisa ditindaklanjuti oleh bidang prestasi di kabupaten,” katanya, Sabtu (08/02/2025) di GGT Ciamis.

Kejuaraan Alkautsar memperebutkan Piala Kang Ega, hal ini sejalan dengan nama lembaga penyelenggara, AlKautsar dan kebetulan kang Ega namanya Ega Anggara Al Kautsar.

“Kejuaraan Karate Al Kautsar diikuti oleh karateka dari Dojo Bandung Karate Club (BKC) yang ada di Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya ini dalam menjaring atlet Karate untuk berkiprah kejenjang lebih tinggi,” jelasnya.

Dadan berharap, adanya penyelenggaraan kejuaraan Karate Al Kautsar open 2025 bagi para atlet karate ini akan menghasilkan karateka handal yang bisa mewakili daerahnya ditingkat regional maupun nasional.

“Kegiatan ini lebih banyak diikuti oleh para Karateka Ciamis. Kita berharap nanti yang menjadi juara akan mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat provinsi,” harapnya.

Ketua BKC Ciamis yang juga Sekertaris Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Sekdis Budpora) Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara AlKautsar, SH, MM sangat mengapresiasi semangat para peserta. Ia mengatakan, dalam kejuaraan yang kedua tersebut jumlah peserta lebih banyak dibanding kejuaraan serupa ditahun sebelumnya.

“Event ini sudah berlangsung dua tahun berturut-turut dan tahun ini pesertanya semakin banyak. Tidak hanya dari Ciamis, tapi juga dari Kota Banjar dan Tasikmalaya,” katanya.

Ega juga menjelaskan, kejuaraan Karate Al Kautsar Open 2025 tersebut menjadi bukti, kalau pembinaan atlet karate di Ciamis terus berkembang dan mendapatkan dukungan luas. Menurutnya, kejuraan ini merupakan media seleksi para atlet karate Kabupaten Ciamis untuk ketingkat yang lebih tinggi, selain itu para karateka juga tidak jenuh karena ada aktivitas yang berjenjang terkait prestasi.

“Semoga ini menjadi momentum bagi para atlet karate Ciamis yang berbakat untuk kita persiapkan menjadi karateka yang profesional,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hadiri Peringatan Isra Miraj, Budi Waluya Memohon Maaf

Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi persiapan bagi atlet karate Ciamis menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Diharapkan kedepan semakin banyak ajang serupa digelar, sehingga dapat melahirkan karateka profesional yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami berharap atlet yang lolos adalah karateka lokal yang siap bersaing dan mencapai target sesuai yang diharapkan,” harapnya.

Menurutnya, kejuaraan seperti ini sangat penting untuk membina atlet muda sekaligus menjadi sarana positif bagi pelajar. Cabor karate ini dapat menghindarkan anak-anak dari hal negatif seperti bullying.

“Dengan bekal ilmu bela diri, mereka bisa lebih percaya diri dan disiplin,” ungkapnya.(Nank/lintaspriangan.com)

Puluhan Domba di Tasikmalaya Diserang Hewan Liar. Leher dan Jantung Jadi Sasaran!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Puluhan hewan ternak di Tasikmalaya dikabarkan jadi korban serangan hewan liar. Lebih dari 20 ekor domba jadi korban. Umumnya, hewan ternak milih warga Tasikmalaya itu diserang di bagian leher. Beberapa ternak ditemukan mati dengan organ jantung yang hilang.

“Ya. Itu misterinya. Kalau hewan pemangsanya lapar kan semua bagian organ ternak bisa dimakan. Tapi ini hanya jantung yang dimangsa,” terang Ian, salah seorang warga yang mengaku masih belum bisa memastikan hewan liar apa yang memangsa ternak warga.

Hingga berita ini ditulis, setidaknya 23 ekor domba dilaporkan jadi korban. Tujuh di antaranya ditemukan sudah dalam keadaan mati dengan kondisi organ jantung hilang, diduga dimangsa hewan liar. Sisanya, ditemukan dalam kondisi sekarat dengan luka di bagian leher. Yang sekarang ini masih sempat disembelih oleh pemilknya.

Serangan hewan liar ke lingkungan warga ini sudah terjadi hampir seminggu. Lokasi peristiwa di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Jaksi, Desa Tanjung Barang.

Demi mengantisipasi serangan lanjutan, saat ini warga bersama-sama dengan TNI dan Polri menggelar patroli atau ronda. Selain itu, warga juga memasang beberapa perangkap di sekitar kandang hewan ternak, dengan harapan dapan menangkap hewan liar yang sudah meresahkan.

“Yah memang ada kejadian puluhan domba digigit anjing hutan, anjing liar. Digigitnya di dalam kandang, begitulah. Ada tujuh yang mati, sisanya disembelih,” kata Kapolsek Cikatomas, AKP Sukiran, sebagaimana dilansri detikJabar, Jumat (7/2/2025). (Lintas Priangan)

Kesbangpol Kota Tasikmalaya Sampaikan Tiga Cara Antisipasi Terorisme

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Berita penangkapan terduga teroris di Tasikmalaya oleh tim Densus 88 Antiteror (Kamis, 06/02/2025), menyedot banyak perhatian warga. TE, adalah inisial terduga teroris yang ditangkap kemarin. Laki-laki asal Bandung berusia 52 tahun itu ternyata sudah sekitar 10 tahun tinggal di wilayah Tasikmalaya. Adanya sinyalemen jaringan terorisme di Tasikmalaya mengundang reaksi dari Drs. Ade Hendar, M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya.

“Dari berita yang beredar, bisa kita cermati bersama, karakter terduga pelaku yang kemarin ditangkap itu eksklusif, alias tidak terbuka dengan masyarakat sekitar. Banyak testimoni warga sekitar yang menyatakan tidak tahu apa sebenarnya pekerjaan terduga pelaku, karena memang tertutup. Nah, ini karakter yang paling dominan dari jaringan teroris, mereka itu tertutup, alias eksklusif, tidak mau berbaur dan terbuka dengan warga sekitar,” terang Ade Hendar, kepada Deni Heryanto, Reporter Lintas Priangan, Jumat (07/02/2025).

Karena itu menurut Ade, warga sudah sepatutnya waspada ketika ada pendatang baru yang punya karakter eksklusif. Setidaknya, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi potensi terorisme di lingkungan warga.

“Minimal, lakukan tiga cara ini ketika ada pendatang baru di lingkungan kita. Yang pertama, silaturahmi. Harus disempatkan ini ya, jangan cuek ketika di lingkungan kita ada pendatang baru. Tapi hati-hati, ini silaturahmi biasa, harus ramah, ajak ngobrol dan tanya hal-hal ringan seperti asal darimana, aktivitasnya apa. Jangan juga seperti interogasi,” terang Ade. Menurut Ade, dari hasil silaturahmi ini, minimal kita bisa mendapatkan informasi dasar tentang latar belakang pendatang baru tersebut.

Selain silaturahmi, cara kedua yang bisa dilakukan warga kepada pendatang baru adalah dengan mengajak diskusi ringan. Menurut Ade, mereka yang terlibat teroris itu selain memiliki karakter tertutup, pemikiran mereka juga biasanya radikal. Karakter radikal ini bisa kentara ketika dia diajak diskusi.

“Kata radikal itu berasal dari bahasa latin “radix”, yang artinya “akar”. Maksudnya, orang yang punya pemikiran radikal itu biasanya ingin mencerabut akar, ingin mengganti sesuatu itu secara paksa dari akarnya. Apa yang dimaksud akar untuk negara kita? Tentu saja dasar negara kita, Pancasila. Orang yang radikal itu ingin mengganti Pancasila, mencabut akar bangsa dan negara kita secara paksa. Ini akan terukur oleh kita, ketika kita berdiskusi dengan dia. Coba ajak diskusi ringan tentang keadaan bangsa dan negara kita, nanti akan segera terlihat seperti apa pemikiran dia,” tambah Ade.

Lalu cara ketiga yang bisa dilakukan warga adalah, cermati. Yang paling harus menjadi perhatian salah satunya adalah interaksi pendatang baru dengan lingkungan sekitar, khususnya dalam hal peribadatan. Kalau eksklusif, ini harus diwaspadai.

“Melalui Lintas Priangan saya titip ya. Cermati bagaimana interaksi pendatang baru dalam beribadah. Apakah pendatang baru itu mau sholat berjamaah dengan warga sekitar? Atau dia punya tempat sholat berjamaah sendiri dengan komunitasnya khusus. Jangan fokus pada busana atau atribut yang dipakai, karena hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Tapi fokus pada interaksi dalam beribadah,” jelas Ade.

Masih menurut Ade, tiga cara di atas bisa dijadikan strategi untuk mengantisipasi adanya jaringan terorisme di sekitar kita. Kalau tiga hal tersebut ternyata mengarah pada hal negatif, Ade menyarankan segera lapor aparat setempat, minimal ke aparat desa atau kelurahan.

“Jadi kalau kita ingin silaturahmi tapi susah, pintu rumah mereka selalu tertutup dan terkesan menghindar. Atau ketika diajak diskusi ternyata anti Pancasila, atau sholatnya tidak mau bareng warga, saya himbau segera sampaikan informasi tersebut kepada aparat di desa atau kelurahan. Ingat, jangan bertindak sendiri. Segera lapor ke aparat setempat. Atau kalau mau lapor ke Kesbangpol Kota juga tentu kami sangat siap menerima,” pungkas Ade. (Lintas Priangan)

Usai Jumatan, Polres Tasikmalaya Kota Ngajak Mabar!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ada pemandangan yang berbeda dibanding hari Jumat sebelumnya di Kota Tasikmalaya. Jumat kali ini, 07/02/2025, Polres Tasikmalaya Kota langsung ngajak “Mabar” kepada para jamaah sholat jumat. Tapi, Mabar yang satu ini bukan singkatan dari Main Bareng, istilah yang kerap digunakan anak-anak remaja saat bermain game online bersama temannya. Mabar Polres Tasikmalaya Kota ini singkata dari Makan Bareng!

Ya, usai menunaikan Sholat Jumat, jamaah langsung disambut beberapa orang Polwan cantik dari Polres Tasikmalaya Kota. Mereka membagikan nasi box gratis kepada warga. Aksi sosial berupa pembagian makan gratis ini merupakan rangkaian dari kegiatan Sholat Jumat Keliling yang merupakan agenda Polers Tasikmalaya Kota. Dan hari ini, TKP yang dijadikan lokasi pembagian makan gratis adalah Masjid Persis Benda, yang berada di wilayah Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Kegiatan aksi sosial ini dapat terselenggara berkat kerja sama Polres Tasikmalaya Kota dengan Yayasan Sijum, alias Nasi Jumat Berkah. Tentunya, tak terkecuali dukungan dari Pengurus Daerah (PD) PErsis Kota Tasikmalaya, yang hari ini dijadikan lokasi kegiatan.

Acara pembagian nasi box di area Masjid Persis Benda ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Rizki Syawaludin Akbar. Hadir mendampingi Wakapolres, Kasat Bimas, AKP Dede Tarman dan Kasie Propam Polres Tasikmalaya, Iptu Yudi, dan beberapa Pejabat Utama (PJU) Polres Tasikmalaya Kota. Kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa perwajilan dari pemerintahan Kota Tasikmalaya dan tokoh masyarakat di sekitar lokasi. Dan tentu saja, hadir juga Pimpinan Pondok Pesantren Persis Benda, yang sekaligus Ketua PD Persis Kota Tasikmalaya, Ustadz Arif Rahman Hakim.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, melalui Kasie Propam Iptu Yudi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaay untuk membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

“Polri harus selalu mendekatkan diri dengan masyarakat, harus mendapat kepercayaan dari masyarakat. Kegiatan ini dimaksudkan untuk itu. Selain itu juga, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekitar,” terang Iptu Yudi. (Lintas Priangan)

Korupsi di Desa Terus Meningkat, Ini Pesan Tegas Presiden Prabowo

lintaspriangan.com, BERITA DESA. Perilaku korupsi di desa dari tahun ke tahun terus mengalami tren peningkatan. Kerugian negara mencapai angka triliun rupiah. Dan hingga tulisan ini dibuat, Jumat (07/02/2025), itikad pemerintah desa untuk transparan dan akuntabel perihal anggaran desa masih jauh dari harapan. Setidaknya, begitulah penilaian yang dipaparkan Desapedia, media yang mendedikasikan kontennya khusus tentang desa di Indonesia.

Indonesian Corruption Watch (ICW) pernah merilis catatan tentang korupsi di desa. Dalam catatan tersebut, jelas terlihat bagaimana korupsi di desa, selain terus meningkat, juga konsisten! Dalam arti, peningkatannya selalu terjadi dari tahun ke tahun. Tidak pernah ada grafik yang datar, apalagi menurun. ICW mencatat, terdapat hampir 600 kasus korupsi di desa dalam rentang waktu selama tujuh tahun (2015-2021). Total kerugian negara yang diakubatkan korupsi di desa dalam rentang waktu tersebut hampir menyentuh angka setengah triliun rupiah.

Tren meningkatknya kasus korupsi di desa tetap terjadi pada tahun 2022. Setidaknya ada 155 kasus korupsi di desa yang terungkap di tahun ini. Meski sudah banyak kepala maupun perangkat desa yang dicokok aparat, ternyata kasus korupsi di desa malah meningkat signifikan pada tahun berikutnya. Di tahun 2023, ada hampir 800 kasus korupsi di desa, dengan hampir 1700 orang ditetapkan sebagai tersangka! Tak berhenti sampai di situ, data yang disuguhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pun menyuguhkan hal serupa. Dari sekitar 900 korupsi di desa yang terungkap hingga tahun 2024, total kerugian uang negara mencapai Rp. 1,5 triliun!

Miris. Pemerintahan yang seharusnya paling dekat dengan rakyat, justru memberikan kontribusi jumlah kasus korupsi terbesar di negeri ini. Jangan lupa, pemerintahan ini juga berasal dari rakyat, bukan disaring melalui seleksi akademis seperti Tes CPNS.

Lalu, modus apa saja yang biasanya digunakan oleh para oknum di desa? Berdasarkan cermatan dan referensi dari berbagai sumber, setidaknya ada lima modus korupsi di desa, antara lain:

  1. Penggelembungan atau mark up. Contoh seperti yang dilakukan oleh Abdul Latief Takamokan, yang ketika itu menjabat Kepala Desa Sumbawa, Kecamatan Klimury, Kabupaten Seram Bagian Timur. Ia menggelembungkan angka pembelian sepeda motor, dari Rp. 23.500.000 menjadi Rp. 29.000.000;
  2. Proyek fitktif. Contoh kasus ini misalnya yang dilakukan oleh Samsu Japarang, Kepala Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto. Bukti-bukti di persidangan memastikan oknum kades yang satu ini rajin membuat nota/kuitansi fiktif yang sebenarnya tidak ada, seperti pembelian inventaris kursi sebesar Rp. 16.075.000 dan biaya perjalanan dinas sebesar Rp. 1.500.000,-;
  3. Laporan fiktif. Bentuk dari korupsi yang satu ini biasanya persekongkolan antara perangkat desa dengan penyedia. Contoh seperti yang dilakukan oleh Musdari, yang ketika itu menjabat sebagai Pj. Desa Larpak, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Ia bersekongkol dengan Moh. Kholil sebagai pelaksana proyek. Keduanya bersepakat membuat laporan fiktif, seolah-olah pekerjaan sudah selesai padahal belum. Saat diperiksa, kerugian negara mencapai Rp. 316.000.000,-
  4. Penggelapan. Modus yang satu ini intinya memperoleh uang dengan cara sah, tapi menyelewengkan penggunaannya. Contoh yang masih hangat terjadi seperti yang dilakukan perangkat desa berinisial AR, Bendaraha Desa Pageralam, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menarik Dana Desa, dan menggunakannya untuk judi online hingga sekitar Rp. 255.000.000!
  5. Penyalahgunaan Anggaran. Dalam modus ini, si pelaku menarik dana untuk anggaran A, tapi malah digunakan untuk kebutuhan lain. Contoh kasusnya, seperti yang dilakukan Kepala Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Mereka mencairkan uang bantuan untuk masjid sebesar Rp. 20.000.000, tapi malah digunakan untuk membayar utang pribadi kepala desa.

Lima kepala desa dalam contoh di atas, semuanya berakhir di Hotel Prodeo. Karir politiknya habis, citranya hancur berantakan di mata warga masyarakat.

Meningkatnya tren korupsi di desa ini kemudian menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam momentum Hakordia yang digelar akhir tahun 2024 lalu, Presiden Prabowo Subianto menitip pesan tegas, ia tidak akan memberikan celah toleransi untuk tindak korupsi, karena korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bisa menghancurkan bangsa dan negara. (Lintas Priangan)

Nekat! Perangkat Desa di Tasikmalaya Pakai Dana Desa untuk Judi Online

0

lintaspriangan.com, BERITA DESA. Seorang oknum perangkat desa di Tasikmalaya mengaku menggunakan Dana Desa untuk bermain judi online. Pengakuan itu ia sampaikan di hadapan aparat kepolisian saat menjalani pemeriksaan. Jumlah uang Dana Desa yang ia gunakan untuk judi online mencapai ratusan juta rupiah!

Di hadapan petugas kepolisian, oknum perangkat desa di Tasikmalaya ini merinci berapa besar uang yang sudah ia salahgunakan. Menurutnya, sekitar Rp. 255 juta ia pakai untuk bermain judi online, sekitar Rp. 32 juta untuk membayar hutang, dan sekitar 41 juta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, total dana yang digelapkan oleh oknum berinisial AR ini sekitar Rp. 328 juta.

AR mulai berani menggunakan Dana Desa untuk bermain judi sejak ia diangkat menjadi Bendahara Desa, akhir November tahun 2022. Sejak itu, ia nekat mencairkan Dana Desa dengan memalsukan tanda tangan kepala desa. Dalam kurun waktu tertentu, setidaknya ia melakukan pencairan dana sebanyak delapan kali.

Kepada polisi, AR mengaku, awalnya hanya berniat main judi biasa dan berharap menang. Tentunya, kalau menang, ia beritikad membayar Dana Desa yang sudah dia pakai. Sialnya, berkali-kali mengadu nasib, Dewi Fortuna tak kunjung berpihak padanya. Hingga tanpa terasa, AR kecanduan judi dan mengalami kekalahan berulang-ulang.

Kasus yang menjerat perangkat desa ke ranah hukum ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta. Menurutnya, pelaku memiliki akses penuh terhadap rekening desa, sehingga ia dengan mudah dapat mencairkan dana tanpa izin dari kepala desa maupun perangkat desa lainnya.

Saat ini, AR sudah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Sebelumnya, AR tercatat sebagai salah seorang perangkat desa di Desa Pageralam, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Sepanjang proses penyelidikan, tak kurang dari 85 orang saksi dan hampir 90 bukti sudah diamankan petugas kepolisian. Atas perbuatan nekatnya, AR terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

Jika terbukti bersalah, AR bakal diganjar hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda hingga Rp 1 miliar. (Lintas Priangan)

Baksos Polresta Tasikmalaya, Bukti Perhatian, Peduli dan Sinergi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, melakukan bakti sosial di Yayasan Daarul Ihsan, yang berlokasi di Kampung Cibeureum, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Bersama jajarannnya, AKBP Moh. Faruk Rozi menyerahkan bantuan berupa sembako, yang diterima langsung oleh Pembina Yayasan, KH. Suparman, Kamis (06/02/2025).

Bakti sosial ini merupakan bukti, bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas, Polri khususnya jajaran Polres Tasikmalaya Kota Tasikmalaya juga tetap memiliki perhatian pada kondisi sosial ekonomi warga masyarakat Tasikmalaya, khususnya yang terkategori membutuhkan bantuan.

Tak sekedar memperhatikan, Polres Tasikmalaya Kota juga beraksi, sebagai wujud dari kepedulian kepada masyarakat sekitar. Meski tentu saja tidak sebesar bantuan dari pemerintah ataupun korporasi swasta, bakti sosial Polres Tasikmalaya Kota ini menunjukkan polisi memiliki rasa peduli dan tak hanya berdiam diri saat di sekitarnya ada warga yang sedang kesulitan.

Dan yang lebih penting, baksos Polres Tasikmalaya Kota juga merupakan bentuk nyata terbangunnya sinergi antara polisi dengan masyarakat. Dalam sambutannya, AKBP Moh. Faruk Rozi berharap, sinergi polisi dengan masyarakat terus terjaga dan semakin kuat.

“Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang membutuhkan. Semoga kerja sama antara polisi dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik,” demikian sambutan AKBP Moh. Faruk, sebagaimana dibacakan Kasie Propam Iptu Yudi, dalam siaran pers kemarin, Kamis (06/02/2025).

Acara bakti sosial Polres Tasikmalaya Kota tersebut dihadiri oleh Pembina Yayasan Daarul Ihsan, KH Suparman, Ketua Yayasan H. Rana Nuralamsyah, serta sejumlah pejabat Polres Tasikmalaya Kota, diantaranya Kasat Bimmas AKP Dede Tarman dan Kasie Propam Iptu Yudi, beserta pejabat lainnya. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan dukungan penuh Polres Tasikmalaya Kota terhadap kegiatan sosial ini.

Sementara itu, pihak Yayasan Daarul Ihsan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka berharap semoga sinergi antara Polres Tasikmalaya Kota, yayasan, dan masyarakat dapat terus berlanjut demi kebaikan bersama di Kota Tasikmalaya. (Lintas Priangan)

Patroli Dialogis, Strategi Andalan Polresta Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Salah satu tugas yang diemban kepolisian adalah mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dengan cara mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan. Polisi tidak hanya hadir ketika ada keamanan dan ketertiban yang terganggu, tapi juga harus berupaya untuk mencegah terjadinya hal itu. Salah satu strategi andalan Polres Tasikmalaya Kota adalah dengan rutin menggelar Patroli Dialogis. Seperti yang dilakukan siang tadi, Kamis (06/02/2025), di Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya.

“Ini salah satu contoh kegiatan Patroli Dialogis. Kami bukan sekedar ada, secara fisik berdekatan dengan warga, tapi juga kami membangun komunikasi dengan masyarakat. Topik yang kami sampaikan tentu berkaitan dengan pentingnya selalu menjaga kewaspadaan,” terang AKP Hartono, Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota.

Menurut AKP Hartono, ia bersama personel dari Polres Tasikmalaya Kota, rutin melaksanakan Patroli Dialogis di beberapa titik keramaian yang ada di Kota Tasikmalaya. Tak hanya dirinya, anggota yang turut bersama AKP Hartono juga sudah terbiasa berkomunikasi ringan dengan warga di sekitar lokasi patroli.

“Tidak hanya di stasiun kereta api. Beberapa titik keramaian juga selalu kami datangi. Misalnya di pasar dan lokasi terminal. Komunikasinya ringan-ringan saja, seperti misalnya mengingatkan barang bawaan, atau memperhatikan lingkungan sekitar,” tambah AKP Hartono.

Dengan strategi Patroli Dialogis, peluang terjadinya ancaman kejahatan semakin bisa ditekan. Ini lantaran, yang siaga bukan saja polisi, tapi juga warga masyarakat. Dialog yang dilakukan sepanjang kegiatan patroli, akan membuat banyak warga menjaga kewaspadaanya.

“Kejahatan itu bisa terjadi kapan saja, dan dimana saja. Karena itu, kewaspadaan pun harus selalu dijaga, kapanpun, dimanapun. Kalau kewaspadaan ini hanya mengandalkan petugas kepolisian, pasti berat. Tapi kalau warganya waspada, peluang terjadinya potensi kejahatan bisa ditekan,” pungkas AKP Hartono. (Lintas Priangan)

Hadiri Peringatan Isra Miraj, Budi Waluya Memohon Maaf

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya memohon maaf jika selama mengemban tugas sebagai Pj Bupati banyak kesalahan dan kekhilafan, hal itu diungkapkannya dihadapan para jamaah yang menghadiri acara Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Ciamis, Kamis (06/02/2025).

Dikatakannya, sehubungan akan berakhirnya masa jabatan pj bupati dan akan dilantiknya bupati terpilih hasil Pilkada 2024, maka atas nama pribadi Ia mengucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat unsur Forkopimda, para alim ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh pemuda, tokoh wanita, insan pers dan seluruh warga masyarakat Tatar Galuh Kabupaten Ciamis.

“Terima kasih atas kerjasama dan dedikasinya selama saya bertugas. Saya mohon pamit dan undur diri semoga Kabupaten Ciamis kedepan, menjadi kabupaten yang tetap Agamis, Humanis dan Dinamis,” katanya.

Dalam kesempatan itu Budi Waluya mengajak masyarakat, khususnya kaum muslimin untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah. Peringatan Isra Miraj ini, sekaligus menghadapi bulan Suci Ramadhan 1446 H.

“Mari tingkatkan amaliyah ibadah kita, baik mahdhah maupun ghair mahdhah sebagai bekal kita menjelang bulan suci ramadhan,” ujarnya.

Budi Waluya juga menerangkan, peringatan Isra Mi’raj digelar hampir disetiap masjid dan instansi di Ciamis, baik oleh pemerintah maupun swasta, memiliki tujuan yang lebih besar. Salah satunya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai Rasulullah Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai teladan hidup dalam setiap aspek kehidupan.

“Peringatan ini menjadi ajakan untuk mempererat kecintaan kita kepada Rasulullah dan untuk lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hidup beliau. Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, esensi dari peristiwa Isra Miraj adalah perintah untuk mendirikan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Untuk itu dia mengajak kepada masyarakat yang hadir untuk memantapkan pelaksanaan ibadah shalat bagi tiap individu muslim.

“Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah melaksanakan Shalat 5 waktu,” katanya.

Dijelaskannya, shalat sebagai salah satu pondasi dasar bagi umat islam, menjadi sarana perekat persaudaraan dan membangun silaturrahmi antar jamaah, shalat juga mengajarkan duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

“Jadikanlah shalat sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan sebagai kewajiban yang harus ditunaikan. Saya harap implementasi dari shalat ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Pembangunan SMP IT Miftahul Huda II Tidak Selesai, CV Restu Ibu Terancam Blacklist

Dijelaskan Budi Waluya, dalam ibadah sholat tersimpan pelajaran yang sangat tinggi. Melaksanakan shalat diawali dengan gerakan takbir, hal ini mengajarkan kita untuk kukuh dalam bertauhid, pasrah atas apa yang menjadi kehendaknya.

“Shalat diakhiri dengan salam, ini mengajarkan kepada kita untuk menyapa menjalin silaturahmi dan membangun persaudaraan sesama manusia,” ungkapnya.

Budi Waluya juga mengungkapkan, hikmah lainnya dari Isra Miraj, meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan senantiasa mampu meneladan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Isra Miraj tersebut dihadiri oleh ratusan warga masyarakat, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Acara ini digelar atas kerjasama antara Pemkab Ciamis, DKM Masjid Agung Ciamis dan Majelis Talim Raudatun Nisa ini tidak hanya untuk memperingati Isra Miraj Nabi SAW saja tetapi juga sebagai Tarhib Ramadhan atau menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
(Nank/lintaspriangan.com)

Wow! Anggaran Honor Panitia di Salah Satu SKPD di Garut Ini Rp. 4 Milyar Lebih

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Fantastis! Mungkin itulah kata yang paling representatif untuk mewakili data yang menunjukkan, besaran anggaran honor tim pelaksana di salah satu SKPD di Garut, mencapai angka Rp. 4 milyar lebih. Andai dirasionalisasi dengan cara membagi anggaran tersebut dengan jumlah hari kerja (sekitar 260 hari dalam setahun), itu artinya, SKPD di Garut ini menyerap anggaran sekitar Rp. 17.000.000,- per hari, hanya untuk honor tim pelaksana. Logiskah?

Ungkapan di atas disampaikan oleh Diki Sam Ani, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute, sebuah forum diskusi yang akhir-akhir ini fokus mengkaji data-data anggaran pemerintah di wilayah Priangan Timur. Ia mengaku kaget saat mendapati data yang menunjukkan, salah satu SKPD di Kabupaten Garut, menyerap anggaran untuk Honorarium Tim Pelaksana dengan nilai yang menurutnya fantastis.

“Honor tim pelaksana itu kurang lebih sama denga honor panita kan ya. Totalnya di atas Rp. 4 milyar. Tapi ini baru temuan awal. Tentu harus diklarifikasi ke SKPD yang bersangkutan,” terang Diki.

Namun demikain, kata Diki, dalam interface (tampilan layar –red) aplikasi monitoring dan evaluasi yang ia akses, keterangan yang tertera pada anggaran tim pelaksana yang mencapai Rp. 4 milyar ini menunjukkan paket tersebut memang sudah selesai dilaksanakan. Dalam arti, anggaran tersebut sudah diserap.

“Pada aplikasi monitoring dan evaluasi kan ada banyak keterangan tentang sebuah paket anggaran. Misal kode paket, nama paket, kapan kontrak dibuat, serta kapan realisasi, dan statusnya apa. Nah, di paket anggaran honorarium tim pelaksana ini, keterangannya Kontrak Selesai. Jadi kemugkinan besar ya memang ada anggaran ini dan sudah diserap,” tambah Diki.

Selain besarannya yang fantastis, masih menurut Diki, timeline paket honorarium tim pelaksana ini juga menarik untuk dicermati. Pasalnya, dalam aplikasi tertera, rencana penyerapan paket ini baru diumumkan tanggal 10 Desember, lalu kontrak dan serah terimanya 31 Desember.

“Maaf ya, ini memang harus diklarifikasi ke SKPD yang bersangkutan dulu. Tapi sepertinya terkesan mepet banget. Baru diumumkan tanggal 9-10 Desember. Anggaran ini menggunakan metode Swakelola Tipe 1, artinya dana tersebut sepenuhnya ada dalam penguasaan SKPD yang bersangkutan. Lalu, kontrak dan serah terimanya tanggal 31 Desember. Pertanyaan besarnya adalah, kegiatan apa yang honor tim pelaksananya sampe Rp. 4 milyar lebih dan dilaksanakan di akhir tahun? Apakah pengamanan Nataru se-Kabupaten Garut misalnya? Atau apa? Ini yang perlu diklarifikasi agar jelas,” jelas Diki.

Sementara itu, Redaktur Pelaksana Lintas Priangan, Giuliana Puti memastikan akan segera menugaskan reporternya untuk klarifikasi ke salah satu SKPD di Garut tersebut.

“Ada data awal dari Kang Diki ya, tapi kami belum bisa sebutkan nama SKPD-nya. Kami berusaha secepatnya untuk menugaskan wartawan ke SKPD tersebut,” tukas Puti, panggilan sehari-hari Redaktur Pelaksana Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Densus88 Tangkap Terduga Teroris di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari Rabu (05/02/2025), sekitar jam 08 pagi, Tim Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di salah satu kampung di Tasikmalaya. Dari tempat tersebut, Densus 88 terlihat mengamankan beberapa barang, diantaranya: Tas Ransel, Memory Card, dan beberapa lembar kertas yang diduga merupakan dokumen yang terkait dengan aktifvitas terorisme. Sementara warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), banyak yang mengaku kaget kampungnya didatangi oleh Tim Densus 88 Antiteror.

Lebih dari satu jam, Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah salah seorang terduga jaringan teroris di Tasikmalaya. Rumah tersebut merupakan rumah seseorang yang sebelumnya sudah ditangkap oleh Tim Densus 88.

“Jadi begini. Sebelum menggeledah rumah di sini, Densus 88 sudah terlebih dulu menangkap seorang warga kami yang berinisial TE (52). Mungkin untuk mencari bukti-bukti, maka dilakukan penggeledahan di sini. Ini kediaman TE. Satu jam lebih lah digeledah,” terang salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Adapun TE, warga terduga teroris di Tasikmalaya yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror, kemungkinan adalah sosok yang tidak terlalu terbuka secara sosial. Banyak tetangganya yang mengaku hanya kenal sepintas. Hal ini juga dikarenakan, sebenarnya TE berasal dari Bandung. Menetap di kampung tersebut dikarenakan menikah dengan warga kampung tersebut.

“Iya betul, mungkin di sini tidak ada yang tahu pekerjaannya apa,” terang narasumber Lintas Priangan.

Keterangan tersebut diperkuat oleh pernyataan Darusman (53), warga lain yang juga mengaku tidak tahu apa keseharian TE.

“Warga di sini banyak yang tidak tahu apa keseharian penghuni rumah tersebut,” terangnya, sebagaimana dilansir media online Polda Jabar, TribrataNews.

TE, terduga teroris di Tasikmalaya ini tercatat sebagai warga Kampung Cicubung, Desa Cipacing, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Penangkapan TE kemarin, menambah panjang daftar terduga teroris yang ditangkap atau berasal dari Tasikmalaya.

Menuut pimpinan salah satu pondok pesantren tertua di Tasikmalaya, H. Otong Koswara, untuk mengantisipasi kasus serupa, peran RT, RW dan warga sangat dibutuhkan untuk berperan aktif.

“Kalau ada warga, pendatang yang baru, harus sama-sama saling perhatikan. RT, RW dan warga sekitar, coba silaturahmi kepada pendatang tersebut. Agar bisa saling terbuka. Kalau ada pendatang yang terkesan menutup diri, menolak silaturahmi tetangga, segera lapor ke aparat setempat untuk ditindaklanjuti,” terang Otong. (Lintas Priangan)

Hari Ini, Albadar Kirim Pernyataan Keberatan kepada Ketua DPRD dan Sekda Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari ini, Rabu (05/02/2025), salah seorang aktivis Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, melayangkan surat kedua dalam mekanisme permohonan informasi publik. Surat kali ini berisi pernyataan keberatan tentang permohonan informasi publik. Menurut Diki, langkah yang ia ambil merupakan pengejawantahan dari amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Ya ini mekanisme permohonan informasi publik. Ketika Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di sebuah kantor pemerintahan tidak merespon, kita bisa laporkan dia kepada atasannya. Karena PPID yang kemarin kita kirim surat itu Sekretaris DPRD, jadi hari ini saya layangkan surat pernyataan keberatan kepada Ketua DPRD selaku pimpinan SKPD, dan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, selaku panglima ASN,” terang Diki kepada Reporter Lintas Priangan.

Diki juga menjelaskan, surat pernyataan keberatan itu dikirim setelah selama 10 hari kerja ia menunggu tanggapan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Karena tak kunjung ada respon, akhirnya surat pernyataan keberatan dilayangkan.

Adapun informasi publik yang diminta Diki adalah dokumen arsip berupa bukti kegiatan iklan yang dilaksanakan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya di tahun 2023. Ia bersama rekan-rekannya menganggap, paket pembelanjaan iklan tersebut sarat dengan indikasi kecurangan. Hal tersebut karena perusahaan penyedia yang mendapatkan paket pekerjaan tersebut, diduga bukan perusahaan pers. Padahal, seharusnya paket tersebut diberikan kepada perusahaan pers. (Baca selengkapnya: “Kejanggalan Anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya”)

Mengenai sikap Ketua DPRD yang terkesan tak acuh, Diki mengaku tak mau ambil pusing. Menurutnya, ia dan rekan-rekannya sangat siap untuk terus memperjuangkan informasi yang mereka perlukan.

“Saya gak mau ambil pusing. Mau cuek bebek juga silahkan. Yang pasti, ada regulasi yang mengatur ini, dan mewajibkan mereka tidak boleh tutup mulut terus-terusan. Apalagi ini kaitannya dengan anggaran pemerintah yang notabene uang rakyat,” tegas Diki.

Ia juga memastikan, dirinya siap jika harus menempuh sidang ajudikasi yang biasanya digelar oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Sidang ajudikasi ini biasanya dilaksanakan ketika ada lembaga pemerintah yang enggan memberikan informasi publik.

“Jangankan sidang ajudikasi, saya dan rekan-rekan sangat siap bahkan jika terpaksa harus membawa indikasi kasus ini ke jalur hukum!” pungkas Diki. (Lintas Priangan/Deni Heryanto)

Jagorawi Berduka, Kecelakaan Beruntun Renggut 8 Korban Jiwa

0

lintspriangan.com, BERITA NASIONAL. “Innalilalli wa inna ilaihi roji’un. Turut berduka cita atas musibah kecelakaan beruntun yang terjadi di Ruas Tol Jagorawi”. Ucapan belasungkawa tersebut diposting di salah satu platform media sosial, atas nama Dewan Komisaris, Direksi dan segenap karyawan PT. Jasa Marga (Persero), Tbk. Segenap keluarga besar BUMN pengelola jalan tol di Indonesia tersebut turut berduka atas musibah kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Jagorawi Bogor, Selasa (04/02/2025), sekitar jam 23.30.

Sementara itu platform whatsapp, video warga dengan tagline Jagorawi Berduka juga viral beredar. Dalam video pendek berdurasi 20 detik tersebut, seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahunan, mengarahkan video camera handphone-nya di sekitar lokasi kejadian. Sambil merekam situas dii lokasi, ia berulang kali nmengatakan kata Ciawi Dua.

“Tolong Ciawi Dua, tolong Ciawi Dua… Ciawi Dua. Astaghfirullohaladziim…, astaghgirullohaladzim,”ujar pemuda tersebut seraya tak berhenti mengucap istifghfar.

Di video tersebut juga terlihat tiang gerbang tol yang hancur. Selain itu, beberapa korban terlihat tergeletak di jalan dengan kondisi yang mengenaskan, serta ada beberapa titik kobaran api yang lokasinya masih di sekitar gerbang tol.

Dari penelusuran Lintas Priangan diperoleh informasi kecelakaan maut tersebut terjadi di Jagowari, Bogor, tepatnya di Gerbang Tol Ciawi II, di ruas jalan KM 41+400 arah Jakarta. Hingga berita ini ditulis, rabu (05/02/2025). setidaknya ada delapan korban jiwa dan belasan lainnya luka-luka yang menjadi korban dalam peristiwa Jagowari Berduka. Musibah ini pun langsung mendapat perhatian dari Menteri Perhubungan RI, Ahmad Yani.

“Selain korban jiwa dan luka. Ada tiga kendaraan terbakar, dan tiga lainnya mengalami kerusakan. Tiga gerbang tol juga rusak,” terang Ahmad Yani, dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu (05/02/2025).

Kecelakaan di Tol Jagorawi tersebut berawal dari truk pengangkut galon air mineral yang diduga mengalami kehilangan kendali karena rem blong. Saat mendekati gerbang tol, musibah pun tak terelakkan. Truk tersebut menabrak beberapa rangkaian kendaraan roda empat yang tengah antri ada di depannya. (Lintas Priangan)

Ada Aroma Bau Amis dalam Pengadaan Barang di Ciamis

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah hari ini, sudah sangat transparan dengan banyaknya aplikasi yang bisa diakses oleh masyarakat. Semangat transparansi ini tentu harus dibarengi dengan kompetensi para pejabat dan pelaksana barang dan jasa, sehingga aplikasi yang bisa diakses oleh publik bisa menayangkan data yang utuh dan mudah difahami. Pernyataan di atas disampaikan Iman Maulana, pemerhati anggaran pemerintah, kepada Lintas Priangan hari Rabu, (05/02/2025).

Iman memberikan contoh data pengadaan barang di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, ada beberapa paket pembelanjaan yang datanya tidak jelas, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan bahkan terindikasi janggal. Ketidakjelasan ini bisa karena banyak hal. Bisa karena memang ada indikasi kecurangan, atau karena pejabat pengadaannya yang tidak teliti saat melakukan data entry.

“Kami menemukan ada, beberapa paket pengadaan dengan metode ePurchasing di Kabupaten Ciamis perlu dipertanyakan, karena ada beberapa indikasi kejanggalan,” terang Iman.

Setidaknya ada tiga indikasi kenapa pengadaan barang di Ciamis ini menebar “bau amis”. Yang pertama, menurut Iman, karena penyedianya tidak populer. Padahal, untuk jenis barang tersebut, seharusnya popularitas penyedia lumayan dikenal.

“Pihak penyedianya tidak populer. Saya sendiri baru dengar ada perusahaan namanya itu. Padahal, untuk barang yang dibeli ini, seharusnya perusahaannya mudah dikenal karena ini jenis perusahaan khusus,” terang Iman.

Tak hanya itu, Iman juga mengaku sempat bertanya pada beberapa rekan di Ciamis tentang nama-nama perusahaan penyedia yang memenangkan paket pekerjaan yang dimaksud. Hasilnya, tidak ada yang kenal dengan nama perusahaan tersebut. Ini indikasi kedua.

Lalu yang ketiga, Iman melakukan penelusuran data di dunia maya. Dari beberapa paket yang terindikasi janggal, ditemukan data dua perusahaan penyedia. Namun anehnya, di halaman perusahaan tersebut pun bahkan tidak tersedia informasi yang jelas. Bukan saja nama perusahaannya, bahkan nama-nama orang yang biasanya tampil di halaman serupa pun tidak ada.

“Sudah tiga itu ya indikasinya. Pertama perusahaannya tidak populer, padahal di Ciamis jenis perusahaan khusus seperti itu banyak dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Indikasi kedua, saya cek di lapangan, ternyata tidak ada yang kenal. Biasanya para pelaku usaha di bidang yang sama itu saling kenal satu sama lain. Ini tidak ada yang kenal. Indikasi yang ketiga, memang ada temuan data di internet, tapi anehnya seolah tidak berani mencantumkan informasi berupa nama perusahaan atau nama seseorang. Ini sangat tidak biasa. Ada banyak sekali paket seperti ini, di setiap daerah ada, saya bisa bandingkan, yang ini aneh sendiri,” terang Iman.

Iman sebenarnya sudah memberikan data rinci tentang SKPD mana di Kabupaten Ciamis yang aktifitas pengadaan barangnya janggal kepada Lintas Priangan. Namun, Redaksi Lintas Priangan belum bisa memublikasikan informasi tersebut sebelum melakukan klarifikasi kepada SKPD yang bersangkutan. Dalam waktu secepatnya, reporter Lintas Priangan akan segera melakukan klarifikasi kepada SKPD terkait. (Lintas Priangan/Deni Heryanto)

Ini Dia Kiprah Polisi yang Jarang Diapresiasi

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Di tengah fluktuasi citra aparat kepolisian Indonesia, ada satu kiprah polisi yang jarang mendapat apresiasi. Padahal, kiprah ini mereka lakukan sudah sejak lama dan rutin, mungkin di seantero nusantara, termasuk di Tasikmalaya.

Kiprah polisi yang jarang mendapat sorotan tersebut adalah menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas, khususnya di sekitar area sekolah. Seperti yang dilakukan oleh Polres Tasikmalaya Kota. Para personel dari Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota, setiap pagi mereka berada di jalanan. Tidak hanya di lokasi-lokasi rawan kecelakan, tapi juga mengatur lalu lintas untuk kelancaran anak-anak yang pergi sekolah.

“Ini bentuk tanggung jawab dan kontribusi Polri khususnya untuk generasi penerus bangsa. Personel memang ditugaskan di area-area sekolah. Dan ini merupakan bagian dari pelayanan masyarakat yang sangat penting untuk memastikan keselamatan anak-anak sekolah,” terang Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, Rabu (05/02/2025).

Kehadiran para personel dari Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota tersebut tidak hanya memberikan rasa aman bagi orang tua yang mengantar anak-anak mereka, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pengendara yang melintas. Meski jarang mendapat perhatian apalagi pujian dari masyarakat, kiprah polisi ini sudah dilaksanakan dalam rentang waktu yang lama.

“Dulu ya, sekitar 15 tahun lalu, saat anak saya masih SD, untuk ibu rumah tangga itu antar anak sekolah lumayan pekerjaan yang repot. Ini karena waktunya kan pagi, lagi banyak-banyaknya kerjaan di rumah, belum lagi harus menyiapkan kebutuhan suami yang mau berangkat kerja. Jadi antar anak sekolah itu buru-buru. Tapi kalau sudah lihat ada polisi di sekitar sekolah, rasanya tenang, anak saya insha Alloh aman saat menyeberang, jadi saya bisa cepat pulang. Hatur nuhun Pak Polisi,” terang Lelis, salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Payingkiran, Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Melalui Lintas Priangan, AKP Hartono juga mengimbau agar warga dan pengendara untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas.

“Kami mengimbau kepada para pengendara untuk lebih berhati-hati dan selalu mematuhi peraturan saat melintas di dekat area sekolah. Keselamatan adalah prioritas utama. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap keselamatan pelajar saat berada di jalan raya,” tutup AKP Hartono. (Lintas Priangan)

Lawan Tornado FC di Stadion Galuh, PSGC Ciamis Optimis Raih Tiga Poin

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dengan semangat dan optimisme tinggi untuk meraih tiga poin penuh di kandang, Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) siap tempur menghadapi tamunya Tornado FC Pekanbaru dalam laga lanjutan kompetisi PNM Liga Nusantara 2024/2025 babak 6 besar yang akan digelar pada hari Rabu (05/02/2025) besok di Stadion Galuh Ciamis.

Bermain di kandang, PSGC menargetkan kemenangan demi menjaga peluang lolos ke fase selanjutnya. Pelatih PSGC, Heri Kiswanto, menegaskan timnya sudah siap menghadapi Tornado FC meskipun harus kehilangan dua pemain andalan, Ganjar dan Rahmat, akibat akumulasi kartu.

“Kami sudah siap, semua pemain ingin hasil maksimal. Yang terpenting pertandingan berjalan lancar dan sportif,” katanya, dalam konferensi pers yang digelar di gedung Korpri, Selasa (04/02/2025) malam.

Dijelaskan Heri, walaupun tim nya tidak akan diperkuat oleh Ganjar dan Rahmad karena akumulasi kartu, namun para pemain starter lainnya dalam kondisi siap tempur.

Menurutnya, untuk pertandingan besok tidak ada persiapan dan strategi khusus yang dilakukan PSGC, mengingat pertemuan dengan Tornado FC besok bukan yang pertama.

“Di babak pendahuluan, PSGC sudah dua kali bertemu Tornado FC, sehingga kami memiliki gambaran jelas mengenai kekuatan dan kelemahan lawan,” ungkapnya.

Pihaknya pun telah mengamati pertandingan Tornado FC melawan Persekabpas. Mereka bermain lebih rapi dan solid. Untuk itu Ia menekankan kepada para pemain agar lebih fokus menjalankan skema yang sudah dipersiapkan oleh tim pelatih.

“Alhamdulillah semua pemain dalam kondisi siap tempur, didukung juga para pemain senior seperti Denia dan Defri,” ujarnya.

Dikatakan Heri, dengan waktu persiapan yang singkat, PSGC berusaha mengoptimalkan strategi terbaik meskipun ada beberapa pemain yang mengalami cedera.

“Kami akan manfaatkan pertandingan besok semaksimal mungkin. Walaupun ada beberapa pemain yang cedera, tapi kami tetap optimistis,” jelasnya.

Menurut Heri, bermain di Stadion Galuh menjadi keuntungan tersendiri bagi PSGC Ciamis. Untuk itu Ia akan memaksimalkan pertandingan besok dengan meraih tiga poin.

Selain sudah memahami karakteristik lapangan Stadion Galuh yang lebih besar dibanding stadion lain. Aura Stadion Galuh juga diharapkan dapat membawa hoki bagi PSGC.

“Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat Tatar Galuh Ciamis, semoga PSGC bisa meraih kemenangan,” ucapnya.

Terkait kemenangan 4-1 Tornado FC melawan Persekabpas (Pasuruan) di laga sebelumnya, Heri tetap menghormati lawan, Ia menegaskan PSGC tetap mengincar kemenangan.

“Kami respek, tapi target kami adalah poin penuh. Saya melihat kualitas tim di grup Solo hampir merata,” ungkapnya.

Sementara itu pelatih Tornado FC, I Wayan Sukadana mengatakan, Tornado FC datang ke Ciamis setelah menempuh perjalanan panjang dari Solo. Ia berharap timnya dalam kondisi prima saat bertanding melawan PSGC besok.

“Sebelum datang ke Ciamis, kami sudah mempersiapkan tim. Harapan kami, para pemain dalam kondisi yang siap bertanding,” ujarnya.

BACA JUGA: Jelang Konferwil, PWI Kabupaten Ciamis Gelar Pendaftaran Calon Ketua

Menurutnya, untuk menghadapi PSGC, pihaknya membawa 22 pemain, walaupun pertandingan besok Tornado FC bermain tanpa dukungan dari suporter.

“Perjalanan menuju Ciamis cukup melelahkan. Mudah-mudahan pertandingan besok bisa lancar dan bisa mencuri poin dari PSGC meskipun tanpa suporter,” jelasnya.

Mengenai target, Wayan menyebut kalau Tornado FC berusaha realistis dengan menargetkan kemenangan ataupun hasil imbang.

“Target kami tentu ingin meraih tiga poin, atau setidaknya satu poin. Sebagai tim tamu, kami harus realistis,” ucapnya.

Wayan juga mengungkapkan, kalau tim nya harus kehilangan dua pemain yang terkena sanksi hingga empat pertandingan. Namun, Ia tetap optimis kalau Tornado FC bisa tampil maksimal.

“Taktik dan strategi diserahkan kepada para pemain, yang terpenting mereka bekerja keras di lapangan. Kami akan menerima hasil apapun dengan lapang dada,” katanya.

BACA JUGA: Anthika Asmara Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Ketua PWI Ciamis

Terkait jadwal pertandingan yang padat, Wayan menegaskan bahwa timnya akan fokus pada pemulihan kondisi sebelum laga tandang besok.

“Recovery sangat minim, jadi kami akan memberikan motivasi kepada pemain kalau laga tandang ini sangat penting. Semoga di pertandingan besok para pemain bisa bermain dengan motivasi tinggi,” harapnya.

Untuk diketahui, Tornado FC Pekanbaru mengawali babak 6 besar PNM Liga Nusantara 2024/2025 dengan meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Persekabpas (Pasuruan) di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (01/02/2025) lalu.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Tornado FC dalam menghadapi laga-laga selanjutnya, termasuk melawan PSGC untuk perjuangan menuju babak final. Dalam pertandingan besok, kedua tim diprediksi akan menggunakan formasi yang sama, yaitu 3-4-3.

PSGC yang berambisi mengamankan tiga poin di kandang, sementara tamunya Tornado FC ingin mencuri poin. Laga kedua tim ini dipastikan akan berlangsung sengit dan menarik. (Nank/lintaspriangan.com)

Ibu Hamil di Tasikmalaya Bikin Begal Terjungkal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi pembegalan di Tasikmalaya gagal setelah pelaku yang hendak kabur mengendarai motor, malah terjungkal karena ditendang oleh korban. Padahal, korban yang diincar oleh Si Begal adalah seorang bumil alias ibu hamil. Meski sedang berbadan dua, saat keselamatannya terancam, ibu hamil di Tasikmalaya ini benar-benar tak segan memberikan perlawanan.

Berita tentang ibu hamil di Tasikmalaya yang menggagalkan aksi begal ini seketika viral. Banyak netizen yang kagum dengan aksi berani bumil di Tasikmalaya itu.

“Hebat eta Si Ibu, padahal lagi hamil. Alhamdulillah, puas siah Si Begal katewak,” ujar Yani, salah seorang ibu rumah tangga di Parakanyasag, Tasikmalaya, usai membaca berita tentang ibu hamil di Tasikmalaya yang berhasil menggagalkan aksi begal. Ia memuji keberanian Si Ibu.

Cerita bermula ketika korban sedang mengendarai motor, Senin (03/02/2025), sekitar jam 23 malam. Ia berniat menjemput anaknya. Namun di tengah perjalanan, ia menyempatkan berhenti karena ada panggilan masuk ke telepon genggamnya. Saat itulah, pelaku pembegalan melancarkan serangannya. Korban sempat dijambak dan dicekik, tapi terus berusaha melakukan perlawanan.

Menurut pengakuan Ibu Hamil di Tasikmalaya, cukup lama ia dan begal baku hantam. Hingga kemudian, karena menyadari korbannya tak mudah dilumpuhkan, pelaku berniat kabur dengan mengendarai motor korban. Namun baru saja akan melaju, tendangan keras dari Si Ibu Hamil mengantam tubuhnya hingga terjungkal.

“Sama saya ditendang perut pelaku, akhirnya ponsel saya bisa didapat lagi. Itu saya baku hantam sama dia,” terang Ibu Hamil di Tasikmalaya yang diketahui bernama Riska, sebagaimana dilansir Detik.

Ibu hamil di Tasikmalaya ini baru berusia 27 tahun. Ia adalah salah seorang warga Lingkungan Cieunteung Gede, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Adapun Tempat Kejadian Perkara atau TKP, berlokasi di ruas Jalan EZ Mutaqien, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Pelaku kekerasan dengan pencurian atau pembegalaan terhadap ibu hamil di Tasikmalaya sebenarnya sempat melarikan diri. Namun karena Riska berteriak, warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian membantu menangkap pelaku.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku saat ini sudah ditangkap. Ia teridentifikasi sebagai seorang residivis yang pernah dikurung gara-gara kasus pencurian. Pelaku berinisial AMS, berusia 40 tahun dan tercatat sebagai penduduk yang berdomisili di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya (Lintas Priangan)

Blastik, Jasa Promosi via Whatsapp di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, ADVERTORIAL. Boleh jadi, Blastik jadi perusahaan pertama di Tasikmalaya dan sekitarnya yang menyediakan layanan promosi via whatsapp. Blastik bukan hanya menyediakan layanan blast (sebar massal) pesan lewat whatsapp dengan bantuan aplikasi khusus, tapi juga sekaligus menyediakan nomor whatsapp yang dibutuhkan.

“Sejauh yang kami tahu ya, kalau sekedar jasa whatsapp blast, sudah banyak perusahaan yang punya produk itu. Kalau kami, selain menyediakan jasa blast, kami juga bisa membantu menyediakan nomor whatsapp sesuai dengan kategori yang diinginkan oleh klien,” terang Pandu Adjie Kusumah, Owner Blastik saat ditemui Lintas Priangan, Selasa (04/02/2025).

Whatsapp blast adalah penyebaran pesan secara massal ke banyak nomor whatsapp dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya, whatsapp blast membutuhkan aplikasi khusus yang sudah terkoneksi denga API Whatsapp. Sederhananya begini, untuk mengirim pesan whatsapp secara massal itu membutuhkan aplikasi khusus yang sudah mendapat ijin dari perushaan whatsapp. Kalau kalau tidak, penyebaran pesan tersebut bisa dianggap spam (ilegal), dan nomor pengirim biasanya langsung dibanned (dibekukan).

Keistimewaan Blastik, mereka tidak hanya menyediakan layanan pengiriman whatsapp massal, tapi juga bisa membantu menyediakan nomor-nomor whatsapp yang akan dikirim, sesuai dengan kategori tertentu. Misalnya, nomor-nomor whatsapp yang berdomisili di Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Atau nomor-nomor whatsapp yang dimiliki oleh pria dan wanita, dengan usia antara 20-40 tahun.

“Jadi promosinya bisa ditargetkan ke kelompok pemilik whatsapp yang lebih spesifik. Misal khusus wanita, tinggal di kecamatan tertentu, dengan usia antara 30-40 tahun. Pesan promosinya bisa teks, gambar atau video, persis seperti kirim whatsapp biasa,” terang Pandu.

Kerennya lagi, Blastik tidak hanya melayani kebutuhan promosi untuk wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, tapi bisa untuk seluruh Indonesia. Layanan ini sangat efektif digunakan untuk kebutuhan promosi atau sosialisasi.

“Ya, kita bisa layani semua wilayah di Indonesia. Kemarin waktu masa pemilu, ada beberapa calon legislatif yang memanfaatkan jasa kami juga. Misalnya, ada caleg yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun lewat whatsapp, ke warga di kecamatan tertentu, yang berulang tahun di rentang bulan Agustus hingga November. Dan ucapan selamat itu akan terkirim secara otomatis di hari ulang tahun yang bersangkutan.”

Lalu, berapa biaya untuk mendapatkan layanan Blastik? Ini kabar baik untuk Tasikmalaya, karena Blastik sedang menggelar program superpromo khusus untuk target sebaran di Kota Tasikmalaya.

“Kami sedang ada program superpromo, khusus untuk target di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Biayanya hanya Rp. 175,- per nomor penerima. Dan ini hanya berlaku selama bulan Februari 2025,” jelas Pandu.

Jadi, kalau produk Anda ingin dipromosikan ke 1000 nomor orang Tasikmalaya, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp. 175 ribu saja. Dan tentu saja, setiap klien berhak mendapatkan laporan whatsapp blast, berupa daftar nomor mana saja yang sudah menerima pesan promosi produk Anda. (Lintas Priangan)

Anthika Asmara Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Ketua PWI Ciamis

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Memasuki hari ketiga masa pendaftaran calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, periode 2025-2028, Anthika Asmara menyerahkan berkas dan resmi mendaftar sebagai bakal calon ketua PWI di sekretariat PWI Ciamis, Selasa (03/02/2025).

Penyerahan berkas pencalonan Anthika diterima langsung oleh ketua Panitia Konferensi Wilayah (Konferwil) PWI Kabupaten Ciamis, Endang Setia Budi didampingi oleh Sekretaris Panitia Konferwil.

Dalam kesempatan itu Endang mengatakan, dihari ketiga masa pendaftaran bakal calon ketua PWI Kabupaten Ciamis, baru ada satu anggota PWI yang mendaftar yaitu Anthika Asmara. Namun masih ada waktu beberapa hari kedepan untuk anggota PWI yang akan mendaftar hingga batas akhir pendaftaran tanggal 05 Februari 2025.

Dijelaskan Endang, pendaftaran terbuka untuk siapapun yang punya syarat lengkap dan penyerahan berkas kandidat calon ketua PWI ini adalah yang pertama setelah dibukanya pendaftaran calon ketua PWI Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Festival Budaya Kampung Lebak 2025, Ratusan Masyarakat Saksikan Pertunjukan Barongsai

“Kami panitia selalu terbuka kepada siapapun yang punya syarat lengkap untuk menjadi bakal calon untuk membuka akses kepada seluruh anggota dan calon yang ikut serta,” jelasnya.

Endang juga mengatakan, sebelum pelaksanaan Konferwil PWI Kabupaten Ciamis pihaknya melaksanakan beberapa tahapan, mulai dari tanggal 01 sampai 05 Februari 2025 merupakan pendaftaran bakal calon ketua PWI kemudian dilanjutkan untuk penjaringan bakal calon sampai penetapan calon ketua PWI.

“Konferwil akan dilaksanakan 20 Februari 2025 mendatang, Kami akan menjalankan tahapan (pemilihan Ketua PWI Ciamis) dengan terbuka sesuai dengan ketentuan yang ada. Semoga semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. (Nank/lintaspriangan.com)

Pria Ini Tewas Ditembak OTK di Jl. Perintis Kemerdekaan

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Seorang pria tewas setelah ditembak orang tak dikenal (OTK), dini hari tadi, Senin (02/02/2025), di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan. Jasad korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih mendalami kasus penembakan tersebut.

“Masih dalam penyelidikan,” terang Ipda Eko Agus, sebagaimana dikutip Kompas.

Berdasarkan keterangan dari beberapa orang warga sekitar, diperkirakan kejadian penembakan di Jalan Perintis Kemerdekaan tersebut terjadi sekitar jam 01.30. Warga yang sedang terlelap tidur, banyak yang terbangun karena mendengar suara tembakan. Setidaknya, ada tiga kali letusan yang terdengar.

Meski banyak warga yang mendengar letusan tembakan, belum diperoleh keterangan dari saksi mata. Warga yang sempat mendengar letusan tembakan lebih memilih diam di dalam rumah. Mereka tidak berani keluar untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi karena merasa ketakutan. Karena itulah, warga sekitar juga mengaku tidak tahu siapa yang jadi korban penembakan.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, korban penembakan dini hari tadi adalah pria berusia 45 tahun, bernama Torang Heriyanto. Pihak keluarga korban dikabarkan sudah berada di rumah sakit tempat jasad Torang ditangani.

Masih berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, sebenarnya korban penembakan tidak meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor. Namun, Torang dinyatakan meninggal saat sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Lokasi TKP penembakan orang tak dikenal yang memakan korban tersebut adalah di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (Lintas Priangan)

Bersinergi Agar Bertaji

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Pasal 4 Ayat 3 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 sudah menegaskan, Pers itu punya hak mencari, memperoleh dan menyebarkan gagasan dan informasi. Pada pasal sebelumnya dijelaskan, hak Pers tersebut merupakan hak asasi warga negara. Dan saat menjalankan haknya, Pers tidak boleh dikenakan penyensoran, pembredelan dan pelarangan penyiaran.

Amanat dalam Undang-Undang tentang Pers tesebut sudah begitu tegas dan lugas. Tapi faktanya, sampai detik ini, sudah 25 tahun usia Undang-Undang tersebut, masih saja banyak pihak yang “alergi” terhadap Pers. Wajah mereka tiba-tiba mengerut saat melihat wartawan datang ke kantornya. Mereka senang bekerja, menjalankan tugas dengan penuh semangat, tapi enggan ditanya-tanya wartawan. Boleh jadi mereka merasa diusik, padahal itulah tugas dan fungsi para pegiat jurnalistik.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pers dalam menjalankan fungsinya; “Informatif, Edukatif, Hiburan dan Social Control”. Alih-alih jadi kekuatan social control, untuk sekedar menjalankan fungsi informatif dan edukatif saja faktanya tidak mudah. Apalagi jika dikaitkan dengan Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi. Usia 25 tahun Undang-Undang Pers sepertinya belum cukup untuk membuat Pers bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Medan perjalanan yang harus dilalui Pers di negeri ini ibarat rute panjang dengan medan yang terjal.

Almarhum Ustadz Dedi Ambara dari Sumedang pernah memberikan saran berkaitan dengan situasi serupa. Apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan perjalanan panjang dengan medan yang terjal. Saran almarhum ketika itu, carilah teman seperjuangan. Mereka adalah yang mau berbagi beban, sekaligus harapan, saling menguatkan selama menempuh perjalanan.

Semakin sendirian, Pers akan semakin kesulitan menjalankan peran. Pers harus bersinergi, bahkan berkolaborasi. Bukan hanya dengan sesama entitas Pers, tapi juga dengan pihak-pihak eksternal.

Dalam konteks penyelenggara yang masih alergi terhadap Pers, setidaknya Pers harus menlancarkan strategi, baik internal maupun eksternal. Yang internal, Pers harus terus melakukan penajaman, khususnya pada kemampuan jurnalistik investigatif dan jurnalistik data. Lalu strategi eksternal, Pers harus masif membangun jaringan dan kemitraan, setidaknya dengan dua pihak. Yang pertama adalah pegiat, semisal LSM atau akademisi. Dan yang kedua dengan aparat. Tentu saja yang dimaksud adalah Aparat Penegak Hukum alias APH.

Dengan begitu, penyelenggara negara yang masih alergi pada Pers, bahkan penyelenggara negara yang selama ini bebal, tidak hanya akan berhadapan dengan Pers, yang fungsi utamanya memang terbatas pada mencari dan menyebarkan informasi. Mereka juga akan berhadapan dengan analisis tajam dari para pegiat, dan ketika datanya valid, tentu mereka harus siap berhadapan dengan aparat.

Tulisan Tajuk Lintas hari ini, Senin (03/02/2025), adalah penjelasan untuk beberapa pesan dari pembaca yang diterima Redaksi Lintas Priangan sepanjang Januari 2025. Alhamdulillah, banyak pesan yang mengapresiasi. Lintas Priangan dianggap media yang berani mengungkit potensi-potensi korupsi di tubuh lembaga publik. Tapi selain apresiasi, tak sedikit pembaca yang memberi saran dan masukan. Kalau Lintas Priangan punya data, sebaiknya langsung saja lapor ke APH. Nah, tulisan ini setidaknya ingin merespon harapan tersebut. Di panggung mana sebenarnya, Lintas Priangan beperan.

Tapi yang pasti, Lintas Priangan siap membuka diri. Mari bersinergi, untuk social control yang lebih bertaji. Insha Alloh, dalam satu minggu ke depan, Redaksi akan bersilaturahmi dengan pegiat dan aparat, sebagai langkah awal membangun sinergi, untuk social control yang lebih bertaji. (Lintas Priangan)

Festival Budaya Kampung Lebak 2025, Ratusan Masyarakat Saksikan Pertunjukan Barongsai

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Ratusan masyarakat Ciamis menyaksikan pertunjukan Barongsai di area Festival Budaya Kampung Lebak 2025 di Halaman Gereja Santo Yohanes, Kampung Kerukunan, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Minggu (02/02)2025).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Selain pertunjukan Barongsai dari Lion Dance United Bandung, Festival Budaya tersebut juga menampilkan berbagai seni pertunjukan mulai dari Kesenian Marawis Al Mujahidin, Tarian Jaipong Rukun Warga Kampung Lebak, Angklung Silih Asih Santo Yohanes, Gamelan Ki Pamanah Rasa dan Bazar sembako murah.

Mewakili PJ Bupati Ciamis yang tidak bisa hadir, Kabid Budaya Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Muharam sangat mengapresiasi atas digelarnya Festival Budaya Kampung Lebak tahun 2025.

Dijelaskan Muharam, kampung kerukunan merupakan wujud nyata dari keanekaragaman dan keharmonisan masyarakat yang hidup berdampingan dengan damai, Ia pun sangat bangga adanya kampung kerukunan di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, adanya festival budaya tersebut merupakan salah satu upaya masyarakat untuk melestarikan, memajukan dan mengembangkan kekayaan budaya di Kabupaten Ciamis.

“Festival Budaya Kampung Kerukunan ini juga dapat menjadi ajang promosi budaya daerah baik tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Muharam juga berharap, adanya festival budaya di kampung kerukunan tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya yang dimiliki juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Disini ada beberapa tempat ibadah, seperti Masjid, Gereja Katolik Santo Yohanes, dan Kelenteng Hok Tek Bio. Ini merupakan wujud nyata dari keberagaman yang harmonis. Masyarakat di kampung kerukunan ini hidup berdampingan dengan damai,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Muharam juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia dan masyarakat kampung kerukunan atas dedikasinya, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan semarak dan meriah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Budaya Kampung Lebak 2025, Bily Sutanto, menjelaskan festival budaya ini telah lama dinantikan oleh warga, karena acara tersebut terakhir digelar di Kampung Kerukunan pada tahun 2023.

“Pada tahun 2024, kami mengadakannya di tempat lain, dan tahun ini, kami kembali menggelarnya di Kampung Kerukunan Kelurahan Ciamis,” jelasnya.

Bily berharap festival tersebut dapat terus menjaga kerukunan antar umat beragama dan melestarikan budaya yang telah ada sejak lama di Kampung Kerukunan ini.

“Semoga kebudayaan ini tetap lestari dan bisa terus diwariskan untuk anak cucu kita dimasa mendatang,” harapnya.

Bily juga menjelaskan, secara keseluruhan pelaksanaan festival tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acaranya masih sama, termasuk adanya bazar dan penjualan sembako murah.

“Secara konsep acaranya sama, hanya saja, dari segi kemeriahan, kali terasa lebih ramai karena antusiasme warga yang tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA: Sebagai Pusat Ibukota, Karang Taruna Galuh Wiyasa Harus Memiliki Motivasi

Pertunjukan Barongsai dari Lion Dance United Bandung merupakan pertunjukan yang paling dinantikan dan membuat suasana acara semakin meriah. Atraksi dari Barongsai Tonggak yang berpindah dari tonggak satu ke tonggak lainnya dengan melompat, dilanjutkan atraksi memukau lainnya semakin menyemarakkan suasana.

Dalam festival tersebut, panitia memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk berjualan di sepanjang area acara. Ia juga mengundang pedagang kecil untuk ikut serta, terutama mereka yang sehari-hari berjualan makanan ringan. Panitia juga menyediakan sembako murah yang bisa dibeli warga dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu para penonton yang berasal dari warga kampung kerukunan pun diberikan kupon untuk diundi mendapatkan door prize menarik serta dibagikan juga paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Dengan semangat kebersamaan dan untuk pelestarian budaya, Festival Budaya Kampung Lebak 2025 menjadi bukti nyata kebudayaan dan kerukunan dapat terus hidup berdampingan, memberikan warna bagi masyarakat Kelurahan Ciamis dan sekitarnya.(Nank/lintaspriangan.com)

Cinta Seorang Ayah, Bahkan Ketika Nyawanya Terancam

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Langkah laki-laki itu terlihat ragu saat pandangannya tertuju pada sebuah rumah. Kedua matanya seolah ingin berlari ke dalam bangunan kayu itu. Ada wajah rindu yang menggebu dalam rautnya. Tapi kemudian ia terhenti, ketika seorang anak kecil berusia 6 tahun keluar dari rumah itu.

Laki-laki itu terkesima. Kakinya tiba-tiba saja kaku. Ia tak berani mendekat lagi, terlebih ketika ia melihat seorang wanita keluar dari rumah itu. Rupanya, dia adalah ibu dari bocah berusia 6 tahun tadi.

“Ibu, siapakah dia?” tanya anak itu, seraya menatap lekat wajah laki-laki yang sedang berdiri di seberang rumahnya.

“Dia hanya seorang salesman,” jawab Si Ibu. Kedua tangannya segera meraih buah hatinya. Seolah, ia ingin melindungi anaknya dari laki-laki yang sedang beradu-pandang dengannya.

Laki-laki itu tak bersuara sepatah katapun. Ia hanya maju selangkah, lalu membungkuk untuk menaruh sesuatu, yang ternyata adalah miniatur pesawat antariksa. Dan setelah menaruh pesawat kecil itu, ia pergi begitu saja. Sepertinya dia tahu, tuan rumah tak berkenan menerima kedatangannya.

Beberapa hari kemudian, Si Ibu yang sedang berkomunikasi via telepon tiba-tiba saja kaget. Gagang telepon yang sedang ia genggam, ia lepas begitu saja. Kedua matanya memelototi berita di televisi. Ia kemudian mencari buah hatinya.

“Dia ayahmu, Nak!” Ujar Si Ibu, dengan suara terbata. Ia meminta anaknya untuk melihat ke layar televisi, yang ketika itu sedang menayangkan beberapa astronot yang akan diberangkatkan ke luar angkasa untuk misi kemanusiaan.

Para astronot itu sebenarnya bukan ahli. Mereka hanya tukang bor berpengalaman, yang bekerja di pertambangan lepas pantai. Mereka diminta oleh seluruh kepala negara di dunia, untuk terbang ke luar angkasa, menjemput sebuah meteor yang ukurannya hampir sebesar Pulau Kalimantan. Meteor tersebut sedang melaju kencang menuju bumi, dengan kecepatan sekitar 220.000 Mph, atau sekitar 35.000 kilometer/jam!

Apa yang terjadi jika meteor itu menubruk bumi? Tak ada kemungkinan lain selain punah sudah kehidupan manusia. Bumi akan luluh-lantak, dan tak ada yang mungkin selamat.

Demi menyelamatkan kelangsungan hidup manusia, para astronot dadakan itu dikirim ke luar angkasa. Nasib bumi dan manusia benar-benar berada di tangan mereka. Dua pesawat ulang-alik bernama Freedom dan Independece sudah disiapkan, untuk mengantar para astronot, hingga bisa mendarat di atas meteor besar. Tugas mereka adalah mengebor meteor, membuat beberapa lubang, dan memasukkan bom nuklir ke dalamnya. Setelah tertanam di dalam meteor, bom nuklir akan diledakkan menggunakan kontrol jarak jauh. Harapannya, ledakan nuklir bisa membuat meteor besar itu hancur berkeping-keping di luar angkasa.

Satu dari beberapa astronot itu, yang akan mempertaruhkan nyawa demi kehidupan umat manusia, adalah laki-laki yang tadi menaruh miniatur pesawat antariksa. Ya, laki-laki yang sempat disebut salesman, oleh wanita yang sebenarnya mantan istrinya. Dan anak kecil tadi, tak lain adalah darah dagingnya.

Mungkin selama ini, ia bukan suami atau ayah yang diharapkan. Dia juga tak sepandai wanita saat harus mengungkap cinta pada buah hatinya. Tapi yang pasti, kedatangan dia ke rumah itu, semata-mata ingin melihat buah hatinya. Bahkan ketika nyawanya terancam, hanya buah hatinya yang tersisa dalam ingatan seorang ayah.

Kisah di atas adalah peran yang dijalani oleh William Rankin Patton dalam film terbaik tahun 1998: “Armageddon”. (Lintas Priangan)

Online-kan Bisnismu, Cukup dengan Rp. 300 Ribu!

0

lintaspriangan.com, ADVERTORIAL. Bisnis Anda belum punya website? Segera hubungi admin kami, dan dapatkan jasa pembuatan website untuk mendukung bisnis Anda, cukup dengan biaya Rp. 320 ribu saja!

Hasil riset dari Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis tahun 2024 lalu menyatakan, 80% masyarakat Indonesia adalah pengguna internet. Dan, sekitar 80% dari angka tersebut, mengaku mengandalkan penelusuran internet untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. Realtas ini menunjukkan, jika hari ini bisnis Anda belum bisa ditemukan di dunia maya, sebenarnya Anda sudah mulai ketinggalan langkah oleh bisnis lain. Atau mungkin oleh pesaing Anda.

So, sudah saatnya bisnis Anda online. Mumpung ada program promosi dari PT. Jaringan Media Priangan. Cukup dengan Rp. 320 ribu, website Anda sudah online!

Meski biayanya murah, tentu bukan berarti murahan. Bahkan sebaliknya, website yang akan Anda miliki terbilang mewah, karena sudah menggunakan template dan plugin premium. Berikut dekripsi rinci website dengan harga Rp. 320 ribu:

  1. Harga tersebut sudah termasuk domain .com selama satu tahun;
  2. Juga sudah termasuk baiya hosting, selama satu tahun penuh;
  3. Website Anda akan menggunakan template premium yang berlisensi resmi, selama satu tahun penuh. Jika membeli sendiri, harga template premium berlisensi remsi ini sekitar Rp. 60.000, per bulan!;
  4. Website Anda juga akan menggunakan plugin premium berlisensi resmi, selama satu tahun. Dua plugin premium yang dimiliki website Anda adalah template Elementor Pro dan Essential Addons. Kalau beli sendiri, Anda harus merogoh kocek minimal Rp. 500 ribu untuk mendapatkan dua plugin tersebut;
  5. Plugin penting lainnya adalah plugin Whatsapp CTA. Plugin ini memungkinkan Anda dapat dihubungi secara mudah via aplikasi whatsapp oleh pengunjung website;

Cukup dengan Rp. 320 ribu, website impian sudah siap membantu Anda dalam waktu paling lambat 3×24 jam! Penawaran jasa pembuatan website ini sangat cocok untuk beragam jenis kebutuhan. Anda dapat melihat contoh-contoh website dengan cara klik tombol di bawah ini:

Buruan! Penawaran ini terbatas, hanya untuk 30 website. Untuk Anda yang membutuhkan website, dapat menghubungi admin PT. Jaringan Media Priangan melalui nomor whatsapp 0815-7373-1158. (Lintas Priangan)

SWAP Tasikmalaya Ungkap Celah Kecurangan eKatalog

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sistem eKatalog (katalog elektronik) awalnya memang digadang-gadang bisa meminimalisir praktik korupsi dalam urusan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Namun faktanya, sistem ini memiliki banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan jadi lahan baru penyelewengan anggaran.

Pernyataan di atas disampaikan oleh H. Adang Moelyadi, S.E., Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Warga Pribumi (LSM SWAP) Tasikmalaya, kepada Lintas Priangan pada hari Sabtu (01/02/2025). Menurut Adang, sistem eKatalog ini memiliki celah-celah kecurangan yang sangat mungkin dilakukan dalam praktik pengadaan barang dan jasa.

“Dulu ketika mulai diberlakukan, banyak harapan katalog elektronik ini bisa meminimalisir praktik korupsi. Mungkin karena sifatnya yang digital, jadi lebih transparan. Tapi semakin kesini, semakin kami cermati, ternyata banyak sekali celah yang bisa disalahgunakan,” terang Adang.

Celah yang paling mungkin, menurut Adang, adalah berkaitan dengan manipulasi produk. Hal ini bisa terjadi karena pendaftaran produk penyedia itu terlalu mudah. Bahkan tidak ada validasi apapun. Ini membuat perusahaan anggota eKatalog bisa memasukkan produk apapun di etalase toko mereka. Seolah-olah mereka memang ahli dengan produk tersebut.

“Kalau perusahaan Anda jadi salah satu member eKatalog, Anda bebas menayangkan produk apapun. Dan itu langsung diterima oleh sistem, langsung ditayangkan dalam etalase toko perusahaan Anda. Seolah-olah Anda memang menguasai produk tersebut,” jelas Adang.

Kemudahan menambah produk dalam eKatalog ini bisa jadi celah persekongkolan. Adang menambahkan, pejabat pengadaan di pemerintah bisa bersekongkol dengan sebuah perusahaan, agar perusahaan tersebut menambahkan sebuah produk yang sedang mereka butuhkan. Padahal, pada kenyataannya produk tersebut dibeli di tempat lain.

“Misal ya. Perusahaan saya ini sebenarnya bergerak di bidang konstruksi. Kami ahlinya di bidang irigasi misalnya. Lalu ada pejabat pengadaan yang minta agar saya menambahkan produk berupa Alat Tulis Kantor. Misalnya pulpen lah. Dia minta begitu, karena kantor dia mau belanja pulpen banyak. Akhirnya karena tentu saja ada keuntungan di situ, perusahaan saya yang tidak tahu menahu tentang pulpen, tiba-tiba jadi menambah produk pulpen di etalase eKatalog,” papar Adang.

Cerita selanjutnya dari ilustrasi Adang sudah gampang ditebak. Darimana pulpen berasal, berapa banyak jumlah pulpen tersebut, akan sangat mudah dibicarakan di belakang sistem. Termasuk tentunya, berapa cashback yang bisa diperoleh pejabat pengadaan.

Berdasarkan paparan di atas, Adang menghimbau warga masyarakat di Tasikmalaya, untuk sama-sama memantau pengadaan barang dan jasa, terutama yang dilaksanakan melalui sistem ekatalog.

“Kekuatan social control di Tasikmalaya harus sama-sama memantau ini. Kami dari SWAP sedang melakukan analisis dari data-data yang ada. Dan Andai indikasi ini benar, potensi kerugian negara sangat besar!” pungkas Adang. (Lintas Priangan)

Warung Warga Bisa Jadi Pangkalan, Waspadai Penjahat Gentayangan!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerhati masalah sosial, Dodi Suhendi, S.E., M.M., menghimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan jasa apapun berkaitan dengan program dan kebijakan pemerintah. Himbauan Wakil Rektor Institut Nahdlatul Ulama Ciamis (INU Ciamis) ini tentu bukan tanpa alasan. Banyaknya warga yang diduga menjadi korban penipuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya adalah salah satu contohnya.

“Ini fenomena biasa yang sering terjadi ketika pemerintahan baru. Namanya pemerintahan baru, biasanya banyak program dan kebijakan baru. Nah, di celah ini biasanya ada pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk memanfaatkan situasi,” ungkap Dodi kepada Nanang Irawan, Reporter Lintas Priangan di Kabupaten Ciamis, Sabtu (01/02/2025).

Banyak warga yang tadinya ingin ikut jadi penyedia dalam Program MBG, malah menjadi korban penipuan pihak-pihak tidak bertanggung-jawab. Mereka diminta menyetor uang, dengan dalih untuk biaya administrasi dan operasional. Karena tidak hati-hati, akhirnya bukannya untung, yang ada malah buntung.

“Kalau saya cermati, celahnya dari urusan administrasi. Ada prosedur yang harus ditempuh oleh masyarakat sebelum bisa terlibat dalam program pemerintah, misal dalam Program MBG ya. Untuk melalui prosedur tersebut, ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa memudahkan. Jadi di satu sisi warganya tidak terlalu faham, di sisi lain ada pihak yang memanfaatkan,” tambah Dodi.

Selain Program MBG, Dodi juga meminta masyarakat waspada, khususnya dengan program baru yang mulai berlaku 1 Februari 2025. Program yang ia maksud adalah penataan distribusi gas melon yang mulai hari ini sudah tidak bisa dijual di warung warga (pengecer).

“Ini bisa jadi peluang baru kejahatan serupa. Mulai hari ini warung warga yang biasa jadi pengecer gas melon kan sudah tidak bisa tuh. Tapi di sisi lain, pemerintah pusat memberikan kemudahan warung tersebut jadi pangkalan resmi gas melon. Caranya tidak sulit, pemerintah sudah benar-benar mempermudah, yakni cukup dengan punya Nomor Induk Berusaha (NIB). Nah, pada tahap pembuatan NIB inilah, bukan mustahil ada oknum yang bermain. Menjanjikan pembuatan NIB dengan nilai rupiah yang tak wajar. Masih mending kalau NIB-nya jadi, kalau tidak jelas seperti yang terjadi pada Program MBG, kan lagi-lagi masyarakat kecil jadi korban,” papar Dodi.

Dodi menegaskan, pembuatan NIB itu selain mudah, juga gratis. Dapat dilakukan sendiri dengan mengakses website OSS RBA.

“Kalaupun mau minta bantuan yang faham tentang pendaftaran online, ya biayanya sepantasnya saja. Dan untuk urusan NIB ini, kalau tidak mengerti daftar sendiri, cari yang kenal saja, yang kira-kira faham urusan pendaftaran online. Pembuatan NIB itu gratis!” pungkas Dodi. (Lintas Priangan)

Mulai 1 Feb, Jangan Kaget Kalau Gas Melon Langka

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Terhitung mulai hari ini, Sabtu (01/02/2025), gas melon kemungkinan tidak akan terlalu mudah ditemukan seperti sebelumnya. Tabung gas berukuran 3 kilogram tersebut biasanya tersedia di warung-warung warga, dengan harga berkisar antara Rp. 20.000 – Rp. 24.000. Tapi mulai sekarang, gas dengan tabung berwarna hijau melon ini hanya dapat dijual oleh pangkalan resmi LPG yang sudah terdata oleh pemerintah.

“Ini kan dalam rangka menata,” terang Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Jumat (31/01/2025).

Menurut Yuliot, gas melon adalah gas subsidi yang harus dinikmati masyarakat dengan harga terbaik. Dengan cara penataan distribusi, dimana hanya pangkalan yang bisa menjual, manfaat yang dapat dirasakan masyarakat adalah harga. Jika selama ini banyak warga masyarakat yang mendapatkan gas LPG melon dengan harga di atas Rp. 20.000 dengan membeli di warung, maka mulai sekarang cukup dengan Rp. 16.000, tapi hanya bisa diperoleh di pangkalan.

Di sisi lain, Yuliot menjelaskan, warung-warung warga yang selama ini jadi penjual gas melon juga akan diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi pangkalan. Dengan begitu, mereka bisa tetap menjual gas melon, tapi statusnya sebagai pangkalan resmi.

Bagi warung warga yang berminat menjadi pangkalan resmi gas melon, caranya juga mudah. Mereka cukup mendaftarkan diri untuk memperoleh NIB, alias Nomor Induk Berusaha. Proses pendaftaran NIB ini bisa dilakukans secara online, melalui website OSS RBA. Kementerian ESDM sebagai otoritas dalam hal ini, memberikan waktu transisi selama bulan Februari 2025. Jadi sederhananya, untuk warung warga yang berminat jadi pangkalan resmi gas melon, bisa melakukan pendaftaran NIB selama bulan Februari.

Nunung Rukmanah (49), salah seorang warga Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menilai baik kebijakan yang saat ini sedang dijalankan Kementerian ESDM. Menurutnya, karena gas melon ini bukan barang sembarangan, sudah semestinya pemerintah ikut campur tangan.

Kan gas melon ini gas bersubsidi. Nama-namanya subsidi, tentu harus tepat sasaran. Jadi sudah seharusnya pemerintah memperlakukan khusus distribusi gas melon ini.” ujar Nunung, kepada Alwan Ubaidillah, Reporter Lintas Priangan di Kabupaten Sumedang. (Lintas Priangan)

Jelang Konferwil, PWI Kabupaten Ciamis Gelar Pendaftaran Calon Ketua

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Menjelang dilaksanakannya Konferensi Wilayah (Konferwil), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, yang meliputi Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran menggelar pendaftaran untuk calon Ketua PWI periode 2025-2028.

Ketua Panitia Konferwil PWI Kabupaten Ciamis, Endang SB, mengatakan untuk pelaksanaan Konferwil, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PWI Jawa Barat

“Setelah rapat internal, kami langsung berkoordinasi dengan PWI Jabar. Persiapan telah kami lakukan, termasuk tahapan pendaftaran calon ketua baru,” katanya, Jumat (31/01/2025).

Menurutnya, ini terdapat salah satu agenda yang krusial yaitu pemilihan ketua baru.

untuk pelaksanaan Konferwil, ada sejumlah tahapan yang harus ditempuh, salah satunya adalah telah dibukanya pendaftaran untuk calon ketua baru. Pendaftaran akan dilaksanakan mulai tanggal 01 sampai 05 Februari 2025

Dijelaskan Endang, berdasarkan Pasal 27 Ayat 2 Peraturan Dasar (PD) PWI, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon ketua, mulai dari mengisi formulir, melampirkan fotokopi KTA PWI, fotokopi sertifikat UKW Madya. Lalu, melampirkan fotokopi KTP, dua lembar pas foto ukuran 4×6 warna, tidak terdaftar sebagai peserta pemilu, dan tidak menjadi bagian tim sukses peserta pemilu

Calon ketua harus membuat surat pernyataan yang menyatakan tidak sebagai ASN/PNS (kecuali pegawai RRI, TVRI dan LKBN Antara), tidak menjadi pengurus partai politik atau menjadi anggota organisasi sejenis.

BACA JUGA: Lepas Peserta KKN, Pj Bupati Ciamis: Unigal Sebagai Indikator dan Fasilitator

“Calon ketua juga sudah menjadi anggota PWI minimal satu tahun, dan menyertakan surat pernyataan bermaterai dari perusahaan pers yang menyatakan masih aktif sebagai wartawan,” jelasnya, seraya menegaskan, pihaknya akan menjalankan tahapan pendaftaran secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Endang juga berharap seluruh anggota PWI Kabupaten Ciamis yang meliputi Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran dapat berpartisipasi mengikuti semua tahapan yang telah ditetapkan panitia, termasuk persyaratan calon ketua baru.

“Kami akan memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan terbuka dan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (Nank/lintaspriangan.com)

Sudah 2 Minggu, Setwan Kab. Tasikmalaya Masih Membisu

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sudah dua minggu berlalu, sejak Diki Sam Ani, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute melayangkan surat permohonan informasi publik ke Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/Setwan Kab. Tasikmalaya. Namun, hingga berita ini ditulis, Jumat (31/01/2025), Diki mengaku belum mendapat kabar apapun dari lembaga publik tersebut.

“Ya, sudah dua minggu. Setwan Kab. Tasikmalaya masih membisu,” ujar Diki, saat dihubungi Lintas Priangan via aplikasi perpesanan whatsapp.

Sekitar dua minggu lalu, Diki melayangkan surat permohonan informasi publik ke Setwan Kab. Tasikmalaya. Ia mengaku terpaksa menempuh jalur tersebut lantaran upaya untuk mencoba komunikasi langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya ternyata tidak direspon sama sekali. Selanjutnya, Diki akan menunggu respon Setwan Kab. Tasikmalaya dalam 10 hari kerja.

“Kalau berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, pemohon punya waktu 10 hari kerja untuk menunggu. Kalau sampai 10 hari kerja tidak ada respon, kita bisa laporkan ke atasannya, sampai nanti ada sidang ajudikasi di Komisi Informasi,” terang Diki.

Adapun informasi publik yang diminta Diki adalah berupa bukti-bukti belanja iklan yang pernah dilaksanakan oleh Setwan Kab. Tasikmalaya. Menurut Diki, dari beberapa anggaran belanja iklan tersebut, ada satu yang mencurigakan, karena ternyata pihak penyedianya tidak teridentifikasi sebagai perusahaan pers.

“Kalau belanja iklan itu kan harus ke perusahaan pers. Nggak bisa ke perusahaan lain, misal ke perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Jenis perusahaan pers itu khusus, tidak bisa digabung dengan bidang lain. Bidang usahanya dibatasi, hanya bidang-bidang yang berkaitan dengan bidang utama yaitu penerbita media. Nah, ada salah satu belanja iklan Setwan Kab. Tasikmalaya yang diduga penyedianya bukan perusahaan pers. Makanya untuk membuktikan indikasi tersebut, kami minta bukti iklannya di media apa, dalam bentuk apa,” terang Diki.

Masih menurut Diki, ia bersama rekan-rekannya sempat menelusuri keberadaan perusahaan tersebut, yang menurut data di LPSE Kabupaten Tasikmalaya beralamat di salah satu ruas jalan di Kota Tasikmalaya. Namun ternyata, saat alamat tersebut dicek, tidak ada perusahaan pers yang dimaksud.

“Kami sudah cek ke lokasi. Hasilnya, ya tidak meyakinkan. Kalau belanja yang lain kan jelas perusahaan penyedianya. Dicek di internet juga mudah, tidak harus didatangi ke alamat perusahaan. Tapi yang satu ini meragukan,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Libur Panjang di Pangandaran, Segini Pendapatan Kupu-Kupu Malam

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kata Via, selama libur panjang kemarin dia sengaja mangkal di Pangandaran. Banyaknya wisatawan yang datang, bagi Via adalah peluang untuk berburu laki-laki hidung belang!

Via –bukan nama sebenarnya–, adalah wanita berparas manis yang baru berusia 24 tahun. Tinggi dan berat badannya yang ideal, membuatnya tak sulit untuk berburu “pelanggan”. Sejak Jumat malam, ia sudah tiba di pesisir Pangandaran, mengontrak sebuah kamar murah, yang akan ia gunakan untuk mencari nafkah.

Caranya ternyata mudah. Via tidak harus nongkrong di tempat hiburan atau ngelayap di kegelapan malam. Ia bisa berburu hidung belang sambil baringan di kamar kontrakannya yang sempit. Via cukup mengandalkan dua aplikasi yang sudah ia instal sejak satu tahun lalu di smartphone-nya; Michat dan Tinder. Lewat dua aplikasi tersebut, janda muda beranak satu ini sudah bisa berkomunikasi langsung dengan calon konsumen yang sama-sama berada di Pantai pangandaran.

Nggak kemana-mana. Ini kamar untuk istirahat saja. Dari sini saya pake Michat atau Tinder. Dua aplikasi ini kan bisa mendeteksi jarak saya dengan orang lain. Jadi bisa mendeteksi orang-orang di sekitar kita,” terang Via, saat ditemui reporter Lintas Priangan, Razu Nopriansyah, pagi tadi (30/01) di sekitar Pantai Pangandaran. Pagi tadi, Via berniat pulang ke Cilacap, untuk menemui buah hatinya yang baru berusia 4 tahun.

Via memastikan, hampir semua laki-laki pengguna MiChat dan Tinder, pasti punya niat mencari perempuan seperti dirinya. Komunikasi di dua aplikasi tersebut seringkali sudah tak perlu basa-basi, alias sudah sama-sama tahu.

“Yang pake aplikasi itu pasti ke sana arahnya. Udah jarang basa-basi. Mereka langsung minta foto, atau kalau mau lebih meyakinkan, mereka minta nomor whatsapp lalu video call. Setelah melihat foto dan merasa cocok, mereka transfer, dan saya langsung berangkat menemui dia,” terang Via. Teknologi benar-benar membuat praktik prostitusi menjadi supersimpel.

Masih menurut Via, di Pangandaran banyak perempuan dari luar kota yang kerap menyengaja datang karena tingkat kunjungan Pangandaran selalu ramai di hari libur. Bahkan ada yang dari Surabaya dan Bandung. Dan selama libur lima hari kemarin, Via mengaku bisa mengantongi lebih dari Rp. 10 juta.

“Pulang ke rumah minimal Rp. 10 juta utuh. Sebetulnya dapet lebih. Tapi kan sebagian dipake biaya hidup di sini, biaya make-up juga lumayan besar,” terang Via, yang mengaku bahagia karena bisa membeli hadiah untuk buah hatinya yang sebentar lagi ulang tahun. (Lintas Priangan)